Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 436


__ADS_3

"Jangan berkata seperti itu. Itu sudah menjadi bagian dari takdirmu. Aku percaya jika takdirmu bersama Kak Imam," ujar dengan tulus.


"Baiklah. Kak Andaikan anak-anak kita sedang berkumpul di sini. Kemungkinan Mansion milik Tuan Bayu akan rame ya?" tanya Suci sambil membayangkan banyak anak kecil di sini.


"Jangan ditanya lagi. Mama sangat senang sekali bisa mendengar mereka berteriak-teriak dan bernyanyi. Kapan-kapan kalau bayi kalian sudah lahir. Kemungkinan besar Mama akan membuat jadwal untuk perkumpulan para bayi di sini. Bagaimana menurutmu?" tanya Rani yang mendukung keputusan Suci.


"Apakah mama serius dengan keputusan ini?" tanya Bayu yang mendekati Rani.


"Ya Mama sangat serius kali. Mama berharap kalian bermain di sini dengan puas sambil membawa anak-anak. Mama ingin tempat ini menjadi sangat ramai sekali," jawab berani yang mendapat persetujuan dari Bayu.


"Baiklah kalau begitu. Papa setuju. Jika perlu para pengawal yang sudah memiliki anak boleh main di sini. Papa berharap rumah ini menjadi basecamp anak-anak untuk tumbuh bersama," ucap Bayu dengan bahagia.


Jujur kedua Wanita itu sangat bahagia sekali. Mereka tidak menyangka kalau Bayu dan Rani mengijinkan mereka untuk menjadikan tempat ini perkumpulan. Kemungkinan besar Lee akan mengatur semuanya. Karena Lee sendiri sangat menyukai anak-anak sedari kecil.


Beberapa saat kemudian datang Angela dan juga Naomi. Para suami masih berada di belakang. Lalu Lee mengerutkan keningnya sambil mencari Jake.


"Perasaanku kok Kak Jake tidak ada di sini ya?" tanya Lee sambil mencari keberadaan Jake.


"Yang aku dengar melalui informasinya. Kak Jake berada di Amerika untuk mengajak orang tua Kak Greg pulang ke Indonesia," jawab Angela yang duduk di hadapan Lee.

__ADS_1


"Siapa orang tuanya Kak Greg?" tanya Lee yang tidak tahu siapa orang tuanya Greg.


"Sheva. Yang dulu memiliki laboratorium yang kita ledakan itu," jawab Angela yang membuat Lee terkejut.


"Apakah itu benar?" tanya Lee yang tiba-tiba saja bersalah kepada Sheva.


"Sudah jangan bersalah. Tenang saja Sheva tidak akan marah sama kamu. Memang awal-awalnya setelah kehancuran perusahaannya. Sheva memang sangat kecewa dan ingin membunuhmu. Tapi Sheva sadar karena kamulah orang yang tepat untuk menyadarkannya," hibur Naomi sambil tersenyum manis.


"Itu benar sih Ma. Jujur aku nggak suka dengan kelakuannya Sheva. Tapi ujung-ujungnya aku bersalah sekali pada Sheva karena memberikan ide untuk menghancurkan laboratorium itu," Lee berkata jujur apa adanya.


"Dibalik itu semuanya pasti ada hikmahnya. Kamu tahu hikmahnya sudah dipetik oleh Sheva sendiri. Semenjak kejadian itu, Sheva menemukan istrinya yang telah hilang itu. Mereka sudah menikah kembali dan hidup bersama dengan bahagia. Kemungkinan besar mereka akan menetap di sini untuk selama-lamanya," tambah Naomi yang menceritakan rencana Sheva ke Lee.


Lee menyunggingkan senyumnya sambil menghirup udaranya tanda lega. Entah kenapa dirinya seakan menjadi malaikat penolong di setiap orang yang sedang kesusahan. Ia berharap agar bisa membantu orang-orang tersesat dan menjadi sadar.


Malahan mereka memiliki program baru. Program yang di mana untuk membagikan kisah-kisah inspiratif untuk seluruh makhluk hidup di muka bumi ini. Rencana Bayu akan membuat content creator di sosial media. Membagikan banyak ilmu tentang bisnis ke orang-orang yang ingin berbisnis. Bahkan mereka sepakat untuk membangun universitas berbasis bisnis dan manajemen. Tapi semua itu harus direncanakan. Agar tidak hancur berkeping-keping.


Malam semakin larut. Akhirnya mereka memutuskan untuk membubarkan acara ini. Biasanya mereka membuat acara hingga pagi hari. Namun mereka tidak mau melihat para calon ibu kecapean.


Setelah perkumpulan itu, Lee memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Sedangkan Erra dipanggil oleh Bayu. Mereka akhirnya berkumpul di ruangan kerja.

__ADS_1


"Papa mau ngomong sesuatu. Cepat atau lambat kamu akan menjadi ketua enam pilar utama. Kamu harus serius menjalankan bisnis ini bersama yang lainnya. Papa nggak mau kamu bermain-main lagi. Soal dunia bawah tanah. Papa juga menyerahkan ke kamu. Yang penting kamu bisa melindungi enam pilar utama bersama dengan lainnya. Para istri muda itu pun sudah ditakdirkan untuk mendampingi kalian. Jangan sampai kalian berantem yang tidak penting. Singkirkan egomu jika ada masalah besar. Setelah itu kamu bisa berdiskusi sama mereka. Jangan sampai kalian pecah. Setelah itu kamu harus menurunkan tahta ini ke putramu. Putramu harus menjalankan bisnis ini. Setelah putramu cucumu. Begitu juga dengan seterusnya," pesan Bayu yang ingin pensiun dari dunia bisnis.


"Baik Pa. Aku akan selalu menjaga pesanmu itu. Aku bangga memiliki seorang papa yang sangat hebat seperti dirimu. Terima kasih telah dilahirkan ke dunia ini. Meskipun aku memiliki wajah tengil dan sering nyusahin papa. Tapi aku sangat menyayangi dan mencintai papa," ungkap Erra dengan bangga.


"Dan satu lagi. Kamu harus mendidik anak-anakmu menjadi yang terbaik. Aku yakin kamu mampu melakukannya. Dan Jangan pernah berselingkuh di belakang istrimu. Kalau kamu berani selingkuh. Urusannya bukan sama papa. Melainkan sama sang pencipta. Papa harap kamu mengerti," pesan Bayu lagi.


Begitu terharunya Erra mendapatkan pesan yang baik dari Bayu. Memang meskipun dirinya tidak cocok sama sang ayah. Namun Erra tidak membohongi perasaannya itu. Bahkan setiap interview di majalah bisnis, Erra selalu mencantumkan nama sang ayah. Karena sang ayah sendiri adalah kiblatnya berbisnis.


Selesai melakukan pertemuan dengan Bayu, Erra memutuskan masuk ke dalam kamar. Ia ingin memeluk sang istri dari belakang.


Sungguh bahagia hati Erra. Selama ini Erra oleh orang-orang baik. Erra menghembuskan nafasnya dengan halus. Hingga membuat Lee bangun dan tidur lagi.


Pagi yang cerah di kediaman Sebastian. Garda yang baru saja bangun meraih ponselnya. Ia bingung ingin menghubungi siapa di pagi ini. Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi sang adik tercintanya itu. Ia tidak peduli jika Erra akan menyemprotnya pagi-pagi.


"Ah lebih baik menghubungi Lee. Ini kan hari Minggu. Enaknya mengajak Lee jalan-jalan ke Senayan. Semoga saja Erra tidak menyemprotku. Jika Erra menyemprotku, Aku pastikan Lee akan kudulik dan tidak akan mengembalikannya lagi," ucap Garda dalam hati.


Dengan santainya Garda mencari nomor telepon Lee. Lalu Garda tersenyum sambil membayangkan Erra sudah boring. Ah... Rasanya Garda sangat suka sekali menggoda adik iparnya itu.


Sedangkan Lee yang sudah terbangun melihat ponselnya berdering. Ia meraihnya sambil melihat nama yang tertera di layar itu. Sambil tersenyum Lee menggeser lambang hijau itu sambil menyapanya, "Halo."

__ADS_1


"Halo Lee," sapa Garda balik.


"Aish... Kak Garda. Tumben-tumbenan kakak menghubungiku. Ada apakah gerangan?" tanya Lee.


__ADS_2