Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 23


__ADS_3

Tak lama kemudian pasukan Black Dragon datang dengan memakai kapal selam. Mata Erra membulat sempurna. Lee pun hanya menggelengkan kepalanya.


''Koq pakai kapal selam sih?'' Tanya Erra ke Nanda.


''Gak usah pake jet tempur. Kalau pake jet sangat mencolok. Musuh bisa mundur sendiri. Nanti kita enggak jadi pesta,'' jawab Nanda.


''Gue udah gila kali ya. Seumur-umur gue baru ikutan perang beneran. Kenapa enggak dari dulu ikut militer?'' Tanya Jake yang bingung.


''Ah... Kamu baru sadar? Kenap dari dulu Paman ajak kamu terus nolak??'' tanya Andi ke Jake.


Semuanya tepok jidat karena melihat kelakuan Jake. Selesai anggota Black Dragon keluar. Kapal selam itu belum juga pergi.


''Bukannya mereka sudah keluar kenapa belum pergi juga?'' tanya Imam.


Setelah itu ada orang yang terakhir keluar dengan elegan. Mata mereka melihat dengan serius. Setelah mendekat mereka ingin melempar orang itu ke Samudra Atlantik. Ya orang itu adalah Garda. Garda dengan santainya mendekati kami dengan membawa makanan.


''Sudah di sebar?'' tanya Nanda ke Garda yang menaruh cemilan.


''Sudah mereka langsung menguasai area pulau ini,'' jawab Garda duduk di samping Jake.


''Eh...,'' ujar Garda menoleh ke kanan dan melihat Andi, Lee dan Alicia.


''Kakak Garda...!'' seru Lee melihat Garda dan tersenyum manis.


''Selamat ya atas pernikahan kalian,'' ucap Garda tersenyum tulus ke Lee.


''Terima kasih kakak. Segera menyusul ya... Buatin adik keponakan yang banyak ya!!!'' seru Lee yang cekikikan.


''Enggak salah tuh. Harusnya kamu yang membuat keponakan yang banyak,'' sahut Jake.


Lee mengingat ular piton milik Erra dan memerah.


''Kalian aja dulu ya para kakak,'' jawab Lee dengan polos.


''Kamu itu ada-ada aja. Harusnya kamu yang membuat keponakan buat kami. Koq malah kami yang buat!!!'' seru Nanda pun tertawa.


''Kalau Papa yang meminta ke kamu, apakah kamu akan menolaknya sayang?'' tanya Andi melihat lekat mata indah Lee.


''Apa itu pa?'' tanya Lee balik.


''Berikan kami cucu!!!'' titah Andi.


Kemudian Lee menunduk pasrah. Akhirnya Lee melihat Erra yang diam. Diam bukan berarti tidak senang. Diamnya Erra masih berpikir gimana caranya unboxing Lee dengan cara baik-baik.


''Bapak Erra!'' seru Lee.


''Ya... Ada apa?'' tanya Erra yang polos.


''Papa minta cucu,'' jawab Lee yang memerah.

__ADS_1


''Berikan saja!'' seru Erra pun tersenyum smirk.


Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak karena menang karena menjahili Lee yang masih polos.


''Hmmp! Sam ajari adik kecil kita membuat keponakan-keponakan yang lucu,'' celetuk Jake.


''Kalau ini gue kagak berani. Jujur gue akan di gantung sama serigala bengis di pohon kelapa depan mansion,'' ujar Sam yang pasrah.


Andi hanya menggeleng kepalanya melihat sang menantu yang diam. Andi mengerti akan perasaan Erra yang belum pernah tidur sama wanita apapun.


''Dek! Apakah kamu sudah tidur sama suami kamu itu?'' tanya Alicia membisiki Lee dengan lembut.


''Belum ma. Adek takut sama ular pitonnya yang gede banget,'' jawab Lee polos.


Alicia pun menarik Lee menjauhi mereka. Alicia memberikan wejangan ke Lee.


''Sayang... Lihat mama...!!!'' titah Alicia menatap Lee.


Kemudian Lee menatap Alicia.


''Ma... Maaf,'' ujar Lee yang memasang wajah sedihnya.


''Pasti kamu takut sama ular pitonnya?'' tanya Alicia.


''Iya ma,'' mengangguk pelan.


''Lee, buatlah suami kamu bahagia dan betah di samping kamu. Berikan suami kamu service yang enak. Jangan ada orang ketiga di dalam rumah tangga kamu,'' ucap Alicia yang tulus


''Iya. Apa itu?'' tanya Alicia kembali.


''Andaikan Mama Tika datang lalu menggantikan mama. Apakah mama akan pergi dari kami?'' tanya Lee.


''Jika papa kamu dan kamu mengusirku pergi. Aku akan pergi dari hidup kalian. Aku tidak berhak merebut kebahagiaan kalian,'' jawab Alicia dengan mata berkaca-kaca.


''Kamu tau kenapa Mama pergi? Karena Mama Tika adalah wanita yang sudah melahirkan kamu. Mama mohon janganlah kamu membencinya sedikitpun,'' tambah Alicia kemudian memeluk Lee.


Di belakang mereka, Andi sedang menunggu 2 wanita yang berbeda usia sangat akur. Andi sudah mendengarkan mereka berbicara. Andi merasakan hatinya sakit. Andi tidak akan berkorban untuk Alicia dan Tika. Mereka adalah 2 wanita yang kuat. Jika harus memilih, Andi lebih baik pergi. Lee sebenarnya tau keberadaan Tika. Tika berada di sebuah negara Finlandia. Tika di sana menjadi designer dengan memakai inisial BL yang berarti Brucce dan Lee. Tika tidak dendam sama Andi karena Tika sendiri sudah merelakan Andi dengan Alicia.


''Mama Tika masih hidup ma. Mama ada di kota Helsinki negara Finladia,'' ucap Lee sambil menangis.


''Nak, jangan menangis. Jika takdir mama harus pergi. Mama akan pergi. Mama akan menjauh dari kalian,'' ujar Alicia yang memegang kepala Lee.


''Kamu tidak akan pergi Alicia. Jika Tika kembali bisakah kamu hidup di sisiku? Aku ingin kalian berdua bersama kami,'' tutur Andi.


Alicia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


''Alicia kembalilah ke sana. Ingat waspada dan jangan lengah!'' titah Andi memegang tangan Lee.


Akhirnya Alicia kembali ke perkumpulan bocah tengil.

__ADS_1


''Apakah kamu serius mamamu masih hidup?'' tanya Andi menyelidiki Lee.


''Sebenarnya aku sudah tau pa. Tapi mama harus merahasiakan ini semuanya ke papa. Mama di ancam oleh seseorang jika muncul di publik. Jika mama bilang masih hidup. Andaikan mama muncul, ke 6 pilar dunia terancam bahaya,'' jawab Lee menunduk sedih.


''Koq jadi rumit begini persoalannya. Papa lama-lama enggak ngerti. Lebih baik perusahaan papa yang hancur ketimbang keluarga papa yang hancur!!!'' murka Andi merasakan sesak di dada.


''Selama aku sekolah di negara Finlandia. Aku hidup bersama Mama. Mama yang memfasilitasi semuanya kecuali biaya kuliahku karena aku dapat beasiswa. Maaf pa... Aku enggak cerita. Aku ingin kita aman dari mereka. Yang tau rahasia ini hanya Paman Fendi,'' ucap Lee memeluk Andi dan menangis terisak.


Akhirnya Andi mencerna apa yang di katakan oleh Lee. Andi membenarkan semua perkataan Lee. Di sisi lain, Alicia sudah baik sama dirinya dan mengurus putrinya.


''Jika semuanya sudah beres. Kita akan menemui mama kamu,'' ucap Andi tersenyum manis.


''Bagaimana dengan mama?'' tanya Lee sambil melepaskan pelukannya.


''Mama kamu orang baik. Jika mama Tika dan mama Alicia kamu akur dalam satu rumah. Why not? Papa akan membagi adil semuanya,'' jawab Andi membayangkan hidup bersama kedua istrinya dengan bahagia.


''Termasuk ranjang?'' tanya Lee.


''Iyalah... Kamu mau? Tapi sayang kamu seorang wanita,'' ujar Andi tersenyum licik.


''Wanita kan boleh punya 2 suami,'' ucap Lee dengan polosnya berkata blak-blakan sama sang ayah.


''Jika kamu menikah lagi terus kamu menggabungkan dalam 1 rumah bakalan ada perang antara 2 pria,'' ungkap Andi yang tersenyum manis.


''Satu aja pa... Tuch sama gunung Merapi,'' sahut Lee tertawa terbahak-bahak.


''Kamu nyebut Erra gunung merapi?'' tanya Andi.


''Iya Pa karena kalau di kantor jika terjadi banyak kesalahan. Pak bos selalu memendamnya hari ini. Nunggu kelar semua urusannya. Pak Bos membiarkan anak buahnys bekerja dengan sempurna. Kalau tidak selesai semua perwakilan masing-masing divisi suruh berdiri di ruangan Ceo langsung dech... Gunung Merapi meletus hebat,'' ujar Lee tertawa kecil.


''Terus kamu enggak kena omel?'' tanya Andi.


''Menyembunyikan diri dari Gunung Merapi di ruangan IT dan bermain game bersama skuad White Eragon,'' Jawab Lee tanpa berdosa.


Sementara itu yang sedang di bicarakan langsung bersin-bersin.


Hatcim....


''Ada yang ngomongin gue nih?'' bathin Erra.


Andi bingung harus menangis atau tertawa melihat anaknya yang bener-bener aneh.


''Hanya kamu yang berani menantang gunung Merapi itu,'' ungkap Andi.


''Ya ketimbang saya mengeluarkan singa betina saya,'' jawab Lee menggandeng tangan Andi.


Kemudian mereka kembali. Mereka duduk di tempat masing-masing. Di saat Lee memakan roti ayam. Erra menatap Lee dengan lembut.


Selesai makan, Lee meminum softdrink. Tak selang berapa lama, sebuah jet mewah mendarat dengan mulus di depan mereka. Ternyata adalah musuh yang di nanti-nanti. Mereka masih santai untuk menikmati malam hari yang dingin.

__ADS_1


''Mari kita bermain!!!'' seru Erra dan Lee sambil tersenyum devil.


__ADS_2