
"Paman Christian sedang dalam bahaya. Banyak orang-orang yang mengincar kematian dirinya jika dia meneruskan kasus ini,'' jawab Lee.
"Semakin rumit saja ini kasus,'' ujar Nanda yang menatap langit siang ini dengan cerah.
"Ikut aku ke tempat favoritku,'' anak Erra.
Nanda menganggukan kepalanya sambil teersenyum, "Aku enggak bakalan jadi obat nyamukkan?"
"Ngapain juga jadi obat nyamuk. Tenang saja kami bisa menempatkan diri dalam situasi yang tidak mengenakkan seperti ini,'' ucap Lee yang mengerti perasaan Nanda.
"Kita harus mengajak Garda kalau begitu. Ini sangat penting karena kita harus membobol sistem keamanan di instansi pemerintah,'' ucap Nanda.
"Enggak perlu sama Kak Garda. Kalau ada aku kenapa enggak?" ujar Lee.
Nanda da Erra baru sadar ketika ada Lee di sekitarnya. Mereka menganggukan kepalanya dan menyetujui Lee ikut.
"Ayo, ikut aku!" ajak Erra.
Mereka akhirnya masuk ke dalam mobil. Mereka mulai terdiam sambil memikirkan cara apa yang akan dipakainya. Ketika Erra menyalakan mobil, beberapa mobil SUV hitam lewat. Lee memicingkan matanya sambil mengikuti kemana mereka pergi.
"Kak,'' panggil Lee.
"Ada apa?' tanya Erra.
Lee terdiam sambil memperhatikan beberapa mobil itu berhenti. Matanya tak lepas dari orang-orang yang keluar. Lee merasakan ada yang tidak beres.
"Lee,'' panggil Erra,
"Sebentar kak. Jangan berisik. Aku sedang sibuk melihat mereka,'' ucap Lee dengan pelan.
Nanda yang sedari tadi diam matanya juga memandang ke arah kaca spion. Nanda memperhatikan orang-orang itu keluar dari keluar. Saat Erra memanggil Lee, Nanda menahannya karena tidak mau otaknya terpecah.
Orang-orang yang berada di sana langsung membuka bagasi mobil. Lalu orang-orang itu mengambil kantong mayat itu dan membuangnya ke jurang. Mata Nanda dan Lee membola secara bersama. Mereka tidak percaya kalau orang-orang itu membuang sesuatu ke jurang.
Sejam berlalu orang-orang yang habis kembung kantong mayat itu segera meninggalkan lokasi. Untung saja mereka tidak melihat mobil Christian terlihat. Memang sebelum keluar Gilmore memarkirkan mobil itu di dekat pohon yang rimbun. Jadinya mereka tidak dapat melihat.
__ADS_1
"Bener-bener tidak beres. Dari pagi membantu paman Christian menyelidiki rumah kosong tempat pembantaian satu keluarga aku menemukan sesuatu. Mau pulang Kak Imam memberitahukan kalau ada orang mencari korban yang banyak untuk diambil organ tubuhnya. Eh... sekarang ketemu sama orang-orang membuat kantong mayat Lee kurang. Perasaanku semalam mimpi apa ya?" tanya Lee dengan suara lemah.
"Lee,'' panggil Nanda.
"Iya kak,'' sahut Lee yang meengusap wajahnya dengan kasar.
"Beberapa hari terakhir ini di kota New York dikejutkan dengan berita banyaknya orang hilang secara misterius. Kasus ini sudah aku pantau dua bulanan terakhir. Aku selalu mengkoordinasi Paman Christian menanyakan perkembangan kasus ini. Namun Paman mengatakan ini kasus rumitt. Bisa dikatakan ini pekerjaan mafia,'' jelas Nanda.
"Apakah pihak kepolisian juga terlihat?" tanya Erra.
"Bisa jadi,'' jawab Lee dan Nanda secara bersamaan.
"Pelaku utamanya dibalik kasus ini adalah Adam Malik,'' celetuk Lee yang tersenyum manis.
"Sekarang bagaimana caranya kita menangkap Adam dan Candra? Mereka pandai berlindung dibalik kegelapan,'' kesal Lee.
"Kamu tahu mereka sangat cerdik sekali. Jika kita ingin membunuhnya, kita bisa menghancurkan semua bisnis yang dimiliki mereka. Itu yang utama. Yang kedua kita harus menghabisi orang-orang hebat yang sengaja melindunginya,'' tambah Nanda yang sudah tahu pola licik Adam dan Candra.
"Jadi mereka?' tanya Lee.
"Yang dikatakan oleh Nanda benar. Candra dan Adam sering merekrut orang-orang hebat diberbagai bidang. Lalu mereka mendapatkan keuntungan besar. Contoh Elizabeth... Elizabeth sangat hebat dalam bidang marketing. Candra merekrutnya dengan upah yang besar tiap bulan. Tapi Elizabeth harus melindungi dirinya dari kita. Elizabeth akan mencari cara agar kita tidak mendekati Candra,'' ucap Erra yang menganalisis keadaan.
"Tawanan apaan?" tanya Lee.
"Ya... jika kamu mendekati Candra otomatis nyawa Erra dalam bahaya,'' jawab Nanda.
"Ish... Ternyata licik juga,. Ah... sudahlah... Kok aku jadi penasaran dengan kantong mayat itu,'' celetuk Lee.
"Besok pagi saja. Aku sudah lapar. Kita akan mencari restoran di daerah sini!" ajak Erra.
"Setelah itu kita pergi ke rumah tadi. Kok aku jadi penasaran dengan rumah itu,'' ungkap Lee yang masih penasaran.
"Penasaran bagaimana?" tanya Erra.
"Rumah itu sepertinya bukan tempat berpenghuni. Rumah itu adalah tempat pembantaian,'' jawab Lee.
__ADS_1
"Aku juga merasa begitu. Dari awal datang ke tempat itu aku menemukan ada pintu rahasia di dalam lemari. Aku yakin tempat itu adalah ruangan bawah tanah,'' jelas Erra.
"Ah... kebetulan sekali aku sudah lama tidak berpetualangan mencari tempat-tempat seperti itu. Kalau begitu kita balik dulu. Aku ingin memakai baju ninja. Aku sudah lama tidak menyelinap,'' sahut Nanda dengan mata berbinar.
"Aku pun sama,'' kata Lee dengan lirih yang sempat didengarkan oleh Erra.
"Jika kalian menjadi ninja lalu aku apa?" tanya Erra.
"Memangnya Kak Erra tidak pernah sekolah ninja?" protes Lee.
"Percuma kamu protes. dicari dulu dia tidak pandai bersembunyi,'' kesal Nanda. "Tapi untungnya dia sudah menguasai jurus mabuk,'' celetuk Nanda yang mengetahui rahasia Erra selama ini tidak banyak tahu.
"Apakah aku sudah gila menikah dengan pemabuk?' tanya Lee yang memegang kepaalanya
"Kamu jangan pernah menyesal sedikitpun. Kamu tahu kalau Erra sudah mabuk sedikit saja. Erra akan mengamuk memakai jurus itu. Ditambah lagi dia memiliki jiwa iblis. Kalau digabungkan menjadi satu kekuatannya akan bertambah,'' jelas Nanda.
"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Lee.
"Jika digabungkan sama kamu sedikit saja mengeluarkan jurus bisa dipastikan sekitar tempat kamu bertarung bisa hancur. Entah kami sebagai penganut ninja tidak bisa mencari jawabannya,'' tambah Nanda.
"Kenapa aku enggak kultivasi saja seperti cerita-cerita di fantasi timur itu?" tanya Lee yang membuat Nanda tercengang.
"Ra, jalankan mobilnya! Aku sudah malas menjawab berbagai pertanyaan istri kamu itu. Rasanya aku ingin menangis saja,'' suruh Nanda.
Erra segera menancapkan gasnya menuju ke restoran terdekat. Sambil menyetir Erra tertawa melihat penderitaan Nanda. Memang benar Lee orangnya kepo dan ingin tahu semuanya.
"Kamu itu bukan dewa atau Dewi. Bagaimana bisa kamu kultivasi?" kesal Nanda.
"Bukannya papa Andi memiliki jurus-jurus mumpuni ketika. menyeberang musuh?" tanya Lee.
"Kalau kamu kultivasi. apakah kamu mau menjadi Dewi kipas yang hebat?' tanya Nanda yang memutar bola matanya dengan jengah.
"Kok dewi kipas sih. Ada yang bagusan sih?" tanya Lee yang tidak mau menjadi Dewi kipas.
"Lalu kamu menjadi apa?" tanya Erra yang menghentikan mobilnya.
__ADS_1
"Aku mau menjadi siluman ular putih yang cantik seperti film The Legend White Snake," jawab Lee yang tersenyum kemenangan.
"Lalu aku menjadi apa?' tanya Erra.