Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 382


__ADS_3

"Iya itu bener. Hanya kamulah pria yang paling sempurna di mataku sekarang," jawab Lee sambil tersenyum manis.


"Rasanya aku bisa menjadi pria terhormat untuk mendampingi seorang wanita yang cukup unik sekali di dunia ini. Aku berjanji akan mendampingimu untuk selamanya," bisik Erra sambil mendekati Lee dan menatapnya.


"Rasanya kamu harus mandi hari ini. Sebentar lagi Kak Imam dan Kak Garda akan ke sini," ujar Lee yang penuh dengan kebahagiaan.


Akhirnya Erra menarik Lee agar tidak kabur dari toilet. Lalu Lee menatap horor ke wajah sang suami. Akan tetapi dirinya tetap kalah dari Erra. Kenapa bisa kalah? Karena Erra memaksanya untuk mandi bersama.


"Aku ingin keluar dari sini," ucap Lee yang membuat Erra semakin erat mendekapnya.


"Jangan keluar dari sini. Katanya kamu mau memandikan aku," ujar Erra sambil tersenyum menatap wajah sang istri mulai ketakutan. "Kamu kenapa seperti itu?" 


"Aku ingin keluar. Aku tidak mau basah-basah lagi. Sudah berapa hari ini kamu mengajakku mandi hingga sehari bisa mengganti baju sebanyak lima kali. Mau tidak mau aku harus membeli baju di pusat perbelanjaan. Untungnya saat itu kamu masih tidur. Jadi aku berangkat bersama papa," kesal Lee.


"Apa itu benar?" tanya Erra sambil memutar bola matanya dengan malas. "Kalau begitu kamu mandi aja lagi. Nanti kita akan membeli baju yang banyak."


"Astaga… ini orang Kenapa sih? Orang sudah mandi disuruh mandi. Kalau begitu mandilah sendiri. Jangan mengajakku!" kesal Lee.


Tanpa basa-basi Erra langsung membuka baju Lee. Dengan wajah kocaknya pria itu melucuti baju sang istri tanpa bersuara. Lalu bagaimana dengan Lee? Terpaksa Lee menurutinya. Hingga akhirnya mereka mandi bersama.


Setelah mengadakan pertemuan itu, para papa akhirnya membubarkan diri. Mereka menuju ke kamar masing-masing. Untungnya Andi sekamar dengan Garda. Pria berwajah imut itu menatap Garda yang sedang beres-beres pakaian.


"Kamu mau ke mana?" tanya Andi dengan serius.


"Aku mau pulang nebeng Erra," jawab Garda yang selesai membereskan pakaiannya.


"Jangan pergi dulu. Hormatilah Adam untuk membuat acara malam ini," seru Andi yang tidak ingin melihat anak-anaknya pulang.

__ADS_1


"Masalahnya kan sudah selesai pa. Jadi aku ingin pulang ke Jakarta. Kasihan Mama di sana sendirian," ujar Garda.


"Nggak usah ke Jakarta terlebih dahulu. Para mama akan ke sini semuanya. Mereka berangkat naik pesawat milik Irwan," ucap Andi.


"Lalu bagaimana dengan Erra dan Lee?" tanya Garda.


"Biarkan aku yang mencegahnya. Orang yang memiliki usul kok malah pergi? Aku nggak mau Adam kecewa," jawab Andi yang menghempaskan bokongnya di tepi meja.


"Apakah Adam akan kembali lagi ke dunia mafia?" tanya Garda yang selesai melakukan pekerjaannya lalu duduk di samping Andi.


"Adam sudah berjanji padaku. Kalau dirinya sudah tidak ingin kembali ke dunia bawah tanah. Jujur Adam sudah capek main kucing-kucingan sama kita. Untung saja beberapa teman dari kami sudah mengingatkan Adam. Mereka adalah Ignatius, Marvel dan Eric. Jika kematian Chandra tidak terjadi, maka Adam akan memburu kita. Aku harap masa ini udah selesai sampai sini. Kami sama-sama capek dan ingin menikmati hidup di masa tua dengan bahagia. Apakah kamu ingin kita berantem terus seperti ini? Apakah kamu ingin selamanya kita hidup dalam ketakutan seperti ini? Apalagi dirimu sudah memiliki seorang wanita. Aku nggak mau kamu membuat wanitamu ketakutan seperti itu. Cukup kami saja yang merasakannya. Sekarang kamu konsen dalam pekerjaan dan mengejar wanitamu itu," pesan Andi kepada Garda.


"Jujur, aku capek banget pa. Setelah aku berpisah dari mama hidupku menderita sekali. Di saat Erra mendaulatkan aku menjadi sang kaki tangannya, Aku tidak bisa tidur dengan tenang. Bahkan nyenyak pun aku tidak bisa merasakannya. Tapi aku tidak pernah mengeluh apapun soal itu. Karena aku tidak terlalu memikirkan siapa musuh yang akan menyerangku. Ketika tahu musuh utama kami, hatiku berkata, bisa nggak sih hidup di dunia ini tanpa harus peperangan? Aku ingin merasakan hidup di dalam dunia dongeng yang damai dengan apapun. Inilah yang membuat aku membalas dendam agar semua orang tahu, kalau aku sedang memberitahukan kepada dunia untuk hidup dengan damai," ucap Garda panjang lebar hingga membuat hatinya tenang.


"Semuanya itu tidak mungkin. Karena hati manusia sudah dihinggapi oleh keserakahan. Jika tidak ada yang serakah atau tidak ingin menang sendiri kemungkinan besar bumi ini akan damai selamanya. Pahamilah itu Garda. Mau tidak mau kita harus menghadapi itu semuanya. Kita sebagai umat manusia saling menjaga perdamaian satu sama lain. Jangan sampai bumi ini hancur berkeping-keping," pesan Andi yang beranjak berdiri lalu meninggalkan Garda.


Andi yang baru saja keluar dari kamar melangkahkan kakinya ke kamar Lee. Sesampainya di sana Andi mengetuk pintu sampai menunggu Sang Putri membukakan pintunya. Kebetulan sekali Lee sudah selesai mandi dan rapi. Setelah itu Lee membukakan pintunya dan melihat Andi sedang berdiri tegak.


"Katanya Garda kamu mau pulang?" tanya Andi.


"Lebih baik kita bicarakan di dalam terlebih dahulu," jawab Lee sambil mengajak sang papa masuk ke dalam kamar hotel.


"Jawablah Lee. Apakah kamu ingin pulang ke Jakarta?" tanya Andi sekali lagi.


"Iya pa itu benar. Kakak tampan ingin memakan nasi kuning buatan pak Bram. Tapi belinya di Surabaya. Inilah yang membuat aku bingung gimana mencarinya?" tanya Lee dengan jujur.


"Kalau begitu batalkan saja perjalananmu malam ini. Tiga jam lagi acara Adam akan dimulai. Hadirilah dan jangan menyakiti hati Adam. Kamu yang mengusulkan acara ini kok kabur?" tanya Andi balik dengan nada kesal.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kakak tampan?" tanya Lee dengan serius.


"Kalau nggak mau ikut, aku bilangin ke Bayu. Biarkan saja hak ahli warisnya akan dicabut. Mau tidak mau kakak tampanmu akan tinggal di jalanan tanpa kamu. Apakah kamu paham soal itu?" Jawab Andi dengan nada menekan.


"Tapi Pa?" tanya Lee yang tidak mungkin membiarkan sang suami berada di jalanan.


"Nggak ada tapi-tapian. Ayolah, hargailah seseorang dengan hadir beberapa saat kemudian. Lalu kamu pergi dari sana," ajak Andi.


"Kalau begitu kami akan datang ke sana," seru Erra yang selesai memakai baju.


"Awas aja kalian kalau nggak datang. Akan aku buat kalian menderita selama 1 tahun," ancam Andi.


"Baiklah kalau begitu. Kami janji akan datang ke sana. Sekalian untuk pengamanan para papa dan mama agar semuanya selamat dalam acara tersebut," ucap Erra sengaja membuat Lee bingung setengah mati.


"Apakah kakak gila?yang tiba-tiba saja membatalkan pergi ke Surabaya lalu berkumpul di acara Adam?" tanya Lee.


"Di dalam toilet tadi aku teringat bahwa para Mama akan ke sini. Terus aku teringat pada Adam.aku takut Adam nanti berubah menjadi bahaya seperti dulu. Makanya aku membuat pengamanan yang ketat buat kalian. Jika Adam tidak bahaya sampai akhir acara Kami tidak akan menyerang sedikitpun. Kemungkinan mereka akan membaur menjadi satu dengan para pengunjung di sana. Jika Adam berubah lihat saja nanti," jawab Erra yang membuat sang istri mengangguk paham. 


"Apakah kalian membawa senjata?" tanya Andi.


"Tentu saja. Kami membawanya hanya untuk berjaga-jaga. Aku tidak ingin kita berpesta Lalu diam-diam ada menyerang dengan cepat. Jangan sampai kami mengeluarkan jurus yang aneh itu bisa membuat hotel ku hancur berantakan seperti ini," jelas Erra yang tidak mau rugi sedikitpun karena ulahnya sendiri.


"Cih… dasar CEO pelit!" geram Andi yang mengetahui sifat Erra pelit.


"Jangan bilang seperti itu. Jika tidak pelit maka nggak bisa kaya. Yang penting urusan pegawai atau karyawan atau para pengawal sudah aku penuhi satu-satu. Yang penting istriku tidak memiliki kekurangan apapun. Sekarang aku ingin mencari uang sebanyak-banyaknya untuk anak-anakku. Aku tidak mau mereka kekurangan apapun," jelas Erra sambil meraih gelas di pantry lalu meminum teh hijau buatan Lee. 


"Terserah apa katamu. Yang penting bahagiakanlah putriku. Jika tidak kamu akan menderita selamanya di tanganku!" ancam Andi yang tidak main-main dengan perkataannya itu.

__ADS_1


__ADS_2