
"Ya itu terserah paman,'' ucap Lee.
"Terserah kamulah. Paman bingung dengan opsi kamu sekarang,'' kesal Christian.
"Jangan kesal paman. Aku hanya menyelamatkan paman dari Nicky sialan,'' ucap Lee yang tidak mau kalah debat dari Christian.
Sungguh terlalu Lee hari ini. Bagaimana bisa dirinya terjebak sama si singa betina. Akhirnya Christian menyerah dengan keadaan.
Christian mulai berpikir ada benarnya juga dengan saran Lee. Jika dirinya maju terus maka karirnya akan selesai. Jika mundur hidupnya tidak akan tenang karena belum mendapatkan ambisinya untuk menangkap Adam dan Candra.
"Aku tahu pikiran paman seperti apa? Paman ingin menangkap kedua adik dan kakak itukan. Kalau begitu serahkan pada Lee saja. Lee sekarang sedang mengibarkan bendera perang,'' tambah Lee yang pergi meninggalkan Christian dengan senyuman yang merekah.
Christian menggelengkan kepalanya sambil berteriak frustasi. Kenapa bisa dirinya bisa memiliki seorang keponakan yang terlalu obsesi ingin menghabisi mafia gila seperti Candra dan Adam seperti ini.
"Oh... Tuhan ngidam apa ya Tika ketika hamil Lee?" tanya Christian hadapan hati.
Christian kembali masuk ke dalam dan melihat mereka yang sibuk bermain game. Mereka sengaja bermain game untuk mengurangi kebosanan menunggu.
"Fix... aku akan menghajar Candra dan Adam,'' ujar Lee dengan memandang wajah Christian yang masak.
Mereka menganggukan tanda setuju. Mereka percaya kepada Lee karena mampu menyelesaikan misi ini.
Tidak sengaja Andi melihat sang adik yang berubah menjadi masam. Andi hanya bisa menggelengkan kepalanya karena paham akan perubahan pada sang kakak. Andi memberikan kode kepada sang kakak untuk mengalah dari Lee. Dengan terpaksa sang kakak menurutinya.
Istanbul Turki.
Yoona yang habis menangis segera membereskan barang-barangnya. Ia memutuskan untuk pergi ke markas Candra. Ketika ingin keluar dari lobi Yoona tidak sengaja melihat banyaknya wartawan yang sudah menunggu. Yoona membalikkan badannya dan kembali ke ruangannya.
Sepanjang perjalanan Yoona memaki Lee dengan bermacam-macam hewan penghuni di kebun binatang. Yoona sangat dendam dan ingin menghancurkan Lee saat ini.
Yoona tidak sengaja melihat ke arah jendela. Ia sangat terkejut sekali ketika melihat banyaknya wartawan yang sudah menunggunya. Yoona memutar otaknya agar bisa keluar.
Beberapa saat kemudian datang Candra dan Gerry. Dengan wajah murka Candra memanggil Yoona dengan suara datar.
"Yoona," panggil Candra.
Yonna terkejut sekali mendengar suara Candra. Tubuhnya semakin lemas dan tidak berdaya. Ia merasakan ada aura yang mencekam. Lalu Yoona menoleh dan menatap wajah Candra tidak berdaya.
__ADS_1
Plak!
Sebuah tamparan keras melayang di pipi Yoona. Hampir saja tubuh Yoona hampir tersungkur ke bawah. Yoona tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan kejam seperti ini.
"Bodoh kamu! Kenapa singa betina bisa menemukan skandal pembunuhan artis kamu!" bentak Candra.
"Aku tidak tahu kenapa singa betina bisa menemukannya," ucap Yoona dengan mata sembab.
Candra hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Ia merasa frustrasi dan mengusap wajahnya. Selama ini Yoona memiliki kelakuan baik. Jarang membuat kesalahan saat menjadi kaki tangannya. Matanya menelisik melihat Yoona.
"Ger, berikan paspor baru. Dia harus pergi ke Indonesia untuk mengeluarkan Elizabeth dari penjara!" titah Candra.
"Baik tuan," balas Gerry yang langsung memberi pesan ke orang kepercayaannya agar membuat idenditas baru.
"Dan kamu Yoona! Pergilah ke Indonesia! Bebaskan Elizabeth dari penjara! Setelah itu pergilah ke Bangkok! Atur pertemuan beberapa ketua mafia setelah itu kamu buru singa betina!" titah Candra yang mulai menunjukkan taringnya.
"Ba... Ba... Baik tuan," balas Yoona dengan mulut bergetar.
New York USA.
Selesai mengadakan pertemuan seluruh anggota White Eragon, Lee menahan Christian untuk pulang. Christian menatap Lee sambil bertanya, "Ada apa?"
"Iya. Aku mau pulang. Sebentar lagi ada kasus penyelidikan pembunuhan yang sedang terjadi," jawab Christian.
"Bolehkah aku ikut?" tanya Lee dengan wajah puppies eyesnya.
"Kenapa kamu mau ikut?" tanya Christian yang menatap wajah Lee yang mirip puppies eyes.
"Ah... Paman. Kalau enggak boleh ikut aku akan mengejar paman," jawab Lee dengan tersenyum devil.
Melihat senyuman Lee, Christian bergidik ngeri. Tak lama datang Andi yang melihat sang kakak. Andi memukul tangan lengan Christian sambil berkata, "Ajak saja sudah. Anggap dia putrimu yang ikut. Kalau enggak begitu dia akan mengamuk."
Christian menganggukan kepalanya dan menuruti keinginan Lee. Tak lama datang Erra yang memakai baju santai. Erra hanya memakai celana pendek dan t-shirt. Erra tersenyum ke arah Christian sambil berkata, "Aku juga ikut paman."
Glek.
Christian hanya bisa meringis melihat Erra. Entah kenapa dirinya merasakan ada sesuatu yang aneh.
__ADS_1
"Kenapa kamu ikut juga?" tanya Christian.
"Ah... Iya paman. Apakah paman lupa kalau aku adalah suaminya," jawab Erra yang kesal kepada Christian.
"Ajak saja sudah. Jangan pernah mengeluh. Mengeluh akan mengakibatkan darah cepat naik. Tenang saja mereka sudah tidak meminta uang untuk membeli makan. Mereka akan membawa uang sendiri," sahut Bayu di ambang pintu.
Christian hanya terdiam dan tidak bisa mencegah mereka. Dengan terpaksa Christian mengajak mereka sambil berkata, "Baiklah kalian boleh ikut.''
Christian dan Gilmore keluar markas dengan diikuti Lee bersama Erra. Mereka satu mobil dan Gilmore langsung melajukan hingga sampai pinggiran hutan.
Lee tidak sengaja melihat beberapa pengawal Adam yang sedang berjaga. Meskipun Lee tidak membuka kaca di dalam mobil, namun matanya sangat awas.
"Lee,'' panggil Christian. "Kamu kenapa kok memandang keluar terus?"
"Aku sedang melihat beberapa yang sedang bergerombol di suatu tempat,'' jawab Lee.
"Apakah mereka adalah para pengawal White Eragon?" tanya Christian.
"Tidak," jawab Lee. "Mereka adalah para pengawal Adam yang sengaja melacak keberadaanku.''
"Apa?' pekik Gilmore yang terkejut.
"Iya paman. Adam dan Candra sedang mengincarku sekarang. Karena beberapa Minggu ini tiga perusahaan di bawah naungan Malikz Groups hancur. Dan itu semua karena ulahku,'' jawab Lee.
"Enggak Lee saja paman. Para anggota enam pilar utama sedang diincar. Mereka menyewa beberapa pengawal untuk menghabisi kami. Hidup kami tidak aman,'' tambah Erra.
Christian hanya bisa menghembuskan nafasnya. Pikiran Christian semakin sulit untuk ditebak. Selama ini keluarga adiknya hidupnya dalam bahaya.
"Begitu sulit untuk dipecahkan. Paman tidak tahu apa yang terjadi pada kalian? Semakin lama masalahnya ini semakin besar,'' ucap Christian.
"Apakah ada dendam keluarga antara Candra dan Adam?'' tanya Erra.
"Kalau kamu ingin tahu masalah ini kita akan pergi ke Los Angeles. Aku mendapatkan sebuah mimpi ketika demam tinggi. Laksmi memberikan sebuah petunjuk untuk pergi ke suatu tempat. Tempat itu berada di pinggiran kota,'' jawab Christian yang mengingat mimpi itu.
"Kakek?" pekik Lee.
"Iya,'' jawab Christian. "Ketika aku selesai demam, aku belum sempat kesana. Aku di hadapkan banyaknya kasus yang menumpuk.''
__ADS_1
"Bisakah kita kesana kak?" tanya Lee ke Erra.