Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 472


__ADS_3

"Aku bisa menahannya. Lagian kita bisa apa kalau udah badai salju seperti itu?aku saja sebagai lady mafia aja nggak berani menghadang itu badai. Memangnya Kakak yang ingin menghadang badai salju itu?" tanya Lee yang membuat Erra tersenyum.


"Ya nggaklah. Bagaimana bisa badai salju dihadang seperti itu. Makanya aku sangat malas sekali Jika musim dingin harus ke daerah Eropa maupun Amerika. Lebih baik aku memilih untuk diam di rumah dan menyetel tumpukan CD milik ayah Fendi," jawab Erra.


"Lebih baik kita keluar aja dari sini.Kita kumpul-kumpul bersama anak-anak untuk membuat makanan atau apalah. Jujur seharian ini aku tidur dan tidak ngapa-ngapain," ajak Erra agar keluar dari kamar.


Akhirnya Erra dan Lee keluar dari kamar. Mereka menuju ke ruang keluarga. Di sana sudah ada Imam, Suci, Nanda dan Angela. Mereka sedang menikmati hawa dingin sambil bersembunyi di balik selimut.


"Dari mana saja kamu? Aku sangka kalian sedang bertarung hebat," tanya Imam.


"Apanya yang bertarung. Kedinginan seperti ini malah bertarung," jawab Lee sambil menghempaskan bokongnya di samping Suci.


"Cuaca sekarang tidak menentu. Ramalan cuaca tidak bisa ditebak dengan baik dan benar. Jika kalian ingin coklat pagi hari," jelas Nanda.


"Mana bisa pagi hari? Setahuku belum ada yang buka semua toko yang berada di sekitar sini," ucap Imam.


"Mau bagaimana lagi. Ya sudah kalau begitu kita lebih baik main kartu atau apa?" ajak Nanda.


"Kakak besar," panggil Angela yang merengek.


"Ada apa memangnya?" tanya Lee yang membuat matanya menuju ke arah Angela.


"Aku ingin nasi goreng buatan kakak. Tapi sayurannya harus banyak juga," pinta Angela.


"Sepertinya itu enak sekali. Ayo Kak kita bikin! Lagian kita juga sudah lama tidak makan bersama seperti ini," rayu Suci sambil membayangkan nasi goreng buatan Lee.


"Baiklah. Berhubung di sini ada tiga pria. Lebih baik aku buatkan saja yang banyak sekali. Sekalian mukbang bersama kalian," ucap Lee.


Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju. Akhirnya para wanita pergi ke dapur. Sebelum memasuki dapur, Nanda berteriak sambil memberitahukan sesuatu, "Semua bahan makanan sudah berada di dalam kulkas. Kalian bisa memakainya semua. Ingatlah bayi kalian sangat membutuhkan sekali nutrisi."

__ADS_1


Mereka menganggukkan kepalanya sebagai kepatuhan yang hakiki. Setelah itu Lee memasuki dapur dan melihatnya dengan indah.


"Ternyata kak Nanda memiliki alat-alat dapur sangat lengkap sekali," puji Lee sambil memeriksa keadaan dapur Nanda.


"Bukan Kakak Nanda dulu suka memasak buat kami?" tanya Angela yang mengingatkan Lee pada masa-masa lalu.


"Kamu benar. Tapi yang lebih parahnya lagi. Papa Joko tidak bisa memasak sama sekali. Dulu pernah kita mengadakan lomba memasak antara ayah dan anak di kompleks perumahan. Berhubung saat itu mansion milik Kak Erra belum pindah. Aku dan para mama membuat lomba memasak antara ayah dan anak," jelas Lee yang membuka kulkas dan melihat banyaknya bahan makanan yang tersedia.


"Oh acara yang itu ya Kak. Memang acara itu sangat kocak dan bikin orang tertawa. Bahkan para pengawal pun ikut-ikutan memasak. Tapi jujur para pengawal sangat pandai sekali memasak," jelas Suci yang dulu pernah mengikuti lomba itu.


"Kok aku nggak ada?" tanya Angela yang bersedih.


"Bukankah dulu kamu menyelesaikan sekolahmu yang berada di Prancis?" tanya Lee sambil mengingatkan Angela.


Angela menepuk jidatnya sambil tersenyum. Jujur dirinya lupa ketika waktu itu masih sekolah. Lalu ia bertanya, "Apakah Kak Nanda juga ikut?"


"Kenapa bisa begitu kak?" tanya Angela.


"Karena suatu lomba dulu kami sepakat tidak mengambil siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kami sengaja memang untuk merayakan hari jadi negara kita. Istilahnya hanya untuk seru-seruan saja," jelas Lee.


"Oh jadi begitu. Ya sudah deh Kak. Tidak apa-apa," ucap Suci.


Yah begitulah obrolan mereka. Mereka sengaja mengingat masa lalu yang indah itu. Meskipun caranya sederhana, mereka sangat bahagia sekali. Dengan demikian mereka menumbuhkan rasa keakraban yang tidak akan pernah dilupakan.


"Kakak besar," panggil Angela yang membantu membersihkan bawang.


"Ada apa memangnya?" tanya Lee yang sangat piawai sekali mengupas ayam.


"Apakah benar kalau Arini sedang mendekati Kak Garda?" tanya Angela yang gelisah mendapatkan jawabannya.

__ADS_1


Melihat Angela gelisah, Suci mulai curiga dan menatapnya. Tiba-tiba saja Suci bertanya, "Memangnya ada apa Kalau Arini berpacaran dengan Kak Garda?"


"Mereka sudah mendapatkan kartu restu dari papa dan Mama," jawab Lee dengan jujur. "Memangnya ada apa? Sepertinya perasaanmu tidak enak."


"Banyak orang yang tidak menyukai Arini di kantor. Mereka ingin membuat blunder. Agar Arini tidak mendekati Kak Garda lagi. Kakak besar tahu kan, kalau akhir-akhir ini Kak Garda menjadi famous di perusahaan," jawab Angela yang mengetahui sepak terjang anak-anak kantor di Sebastian Group.


"Kalau gitu ya nggak apa-apa. Lagian juga Mama dan Papa sudah memberitahukan hubungan ini lalu meresmikannya. Menurutku mereka sangat cocok sekali menjadi pasangan kekasih. Aku berharap mereka bisa menikah dan memiliki banyak keturunan," ucap Lee sambil mendoakan hubungan sang kakak dan Arini.


"Tapi menurutku Ya kasihan Arini. Diam-diam anak divisi humas langsung membuat isu yang nggak-nggak. Untung saja aku sigap untuk mengatasi hal itu. Namun sepertinya mereka tidak kapok melakukannya," jelas Angela.


"Mereka belum tahu saja siapa Kak Garda sebenarnya. Ramah adalah satu kata yang di mana menjadikan kedok penutup kejelekan Kak Garda. Kalian pasti tahulah siapa sebenarnya Kak Garda," tambah Lee.


Mereka berdua menganggukkan kepalanya dan menyetujuinya. Jujur mereka sudah mengetahui siapa Garda sebenarnya. Meskipun Garda tidak pernah dekat sama mereka, tapi mereka mengetahui sifat asli Garda.


"Kalian tenang saja. Arini tidak akan mendapat perlakuan yang aneh sama mereka. Kak Garda orangnya sangat kejam sekali. Jika tahu maka mereka akan dihempaskan begitu saja," imbuh Lee.


Mereka memutuskan untuk memasak bersama. Di saat masak, Lee bertanya, "Kapan pernikahan kamu Suci?"


"Dua minggu lagi Kak. Semuanya sudah beres tinggal akad nikah dan resepsi. Tapi aku bingung," jawab Suci.


"Bingung kenapa?" tanya Angela yang mengetahui Raka.


"Kakak tahu kan kalau aku sudah memiliki seorang putra?" tanya Suci balik.


Angela akhirnya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja Angela memandang wajah Lee sambil bertanya, "Bagaimana ini kak?"


"Semuanya tidak ada apa-apa. Kalau mereka mencibir keberadaan Raka. Akulah orang yang pertama kali pasang badan untuk membela Raka dan Suci," jawab Lee dengan serius.


"Apakah kakak serius?" tanya Angela yang membuat Lee yakin.

__ADS_1


__ADS_2