
"Kenapa kamu pulang terlalu cepat? Bukannya hari ini masih sore?" tanya Bayu.
"Lalu bagaimana dengan kakak tampan aku? Bukannya jam sekarang sudah memasuki waktu shubuh," jawab Lee.
Bayu menggaruk tengkuknya tanda tidak gatal. Bayu tersenyum lucu dan mengusir Lee, "Pulanglah sana. Nanti Erra akan mencarimu."
"Baiklah pa," ucap Lee yang mengajak Garda pulang.
Mereka akhirnya berdiri dan meninggalkan markas dengan hati bahagia. Lalu Bayu tersenyum melihat keakraban adik kakak itu. Bayu tersenyum dan mengucapkan rasa syukur. Kemudian Bayu menatap Andi sambil bertanya, "Rencana selanjutnya apa?"
"Aku masih mengajarkan Garda untuk menguasai perusahaan. Cepat atau lambat Garda harus memegang perusahaan," jawab Andi.
"Apakah kamu akan pensiun?" tanya Bayu.
"Pastinya. Aku ingin menikmati hidup bersama Caroline," jawab Andi.
"Rasanya aku juga ingin pensiun. Tapi tidak bagi dunia bawah tanah. Aku masih memikirkan ini semuanya," ucap Bayu.
"Maksudnya?" tanya Andi.
"Kamu tahu selama Candra dan Adam belum mati. Cepat atau lambat kita akan berperang melawan mereka," jawab Bayu.
"Kamu benar. Dendam yang dimiliki Candra sudah mendarah daging. Mulai dari generasi pertama hingga generasi sekarang. Sudah hampir seabad lamanya... Ya bisa dikatakan kurang lebih delapan puluh tahun lamanya," jawab Andi yang mulai menghitung berapa tahun lamanya.
"Apakah kita harus mencari tahu dengan sebenarnya yang terjadi?" tanya Bayu.
"Lebih baik begitu. Kita akan membicarakan semua ini dengan anak-anak. Kita enggak bisa memendam ini semuanya," jawab Andi dengan bijak.
"Kamu benar. Aku sebenarnya sudah capek mengurusi ini semuanya. Semenjak memegang SW groups hidupku dan keluargaku tidak tenang. Rasanya aku ingin memborbardir mereka," kesal Joko.
"Kita harus mencari penyebabnya. Pasti ada sebab dan akibat," ucap March yang tidak sengaja lewat dan masuk ke dalam.
"Aku ingin Jake dan Greg menyelidiki ini semuanya," ucap Bayu.
__ADS_1
"Kemarin kalau enggak salah Sam membeli mansion Seva dengan harga lelang tentunya. Apakah kita menyuruh Sam untuk menyelidiki mansion itu?" tanya March.
"Apakah itu benar?" tanya Andi. "Sam membeli mansion milik Seva?"
"Ya itu benar. Kalau begitu aku akan menghubungi Sam. Mudah-mudahan Sam tidak tertidur malam ini," jawab March.
Tak lama datang Sam dengan membawa satu botol Wine. Sam mendekati mereka dan berkata, "Kok para papa ada disini?'
"Sebastian diserang habis-habisan. Banyak para pengawal yang terluka," jawab Bayu.
"Apa?" pekik Sam. "Lalu bagaimana dengan adik kecil?"
"Adik kecilmu sudah pulih dengan meminum ramuan milik papamu itu," jawab Bayu. "Tapi Lee harus bed rest selama dua bulan untuk memulihkan kondisi tubuhnya."
"Kenapa jam segini belum tidur?" tanya Andi.
"Biasa... Tidurnya mau masuk sore hingga malam. Ujung-ujungnya jam segini enggak bisa tidur," jawab Sam.
"Kamu ini. Oh ya... Katanya kamu membeli mansion Seva?" tanya March.
"Lalu?" tanya March.
"Aku sengaja membelinya dan merenovasinya hingga epic. Lalu aku jual untuk kalangan elit," jawab Sam.
"Apakah kamu bekerja sama dengan Erra?" tanya Andi.
"Tidak. Aku bekerja sama dengan Garda. Bisnis ini sudah berdiri kurang lebih sepuluh tahun saat aku kuliah di Harvard," jawab Sam.
"Berarti kamu sudah tahu tentang Garda?" tanya Andi.
"Aku sudah tahu semuanya. Tapi aku belum tahu kalau Garda adalah Brucce. Kami jarang bertemu. Sekalinya bertemu hanya membicarakan tentang bisnis," jawab Sam.
"Garda aku sekolahin hingga S3 mengambil jurusan arsitek. Otaknya yang cerdas dan di atas rata-rata sering berkoloborasi membangun Asco menjadi besar. Andi... Sepertinya kamu ada penyesalan yang mendalam sama Garda," ucap Bayu.
__ADS_1
Andi hanya menghela nafasnya dengan kasar. Andi menyesal karena tidak becus untuk melindungi Garda putranya itu. Mereka mengerti dan Bayu segera menepuk pundaknya sambil berkata, "Jangan menyesali perbuatanmu. Kamu enggak salah dalam hilangnya Garda. Soal biaya sekolahnya Garda biarkan saja. Aku ikhlas menolong Garda. Garda juga sudah aku anggap anak sendiri."
Andi menganggukan kepalanya dan paham apa yang dimaksud oleh Bayu. Andi sering sekali menolong Bayu dalam dunia bisnis. Tidak tanggung-tanggung Andi ikhlas mempertaruhkan jabatannya demi menolong Asco. Persahabatan Andi, Bayu dan lainnya sangat kental sekali. Bisa dikatakan dari lahir hingga turun ke anak-anaknya sampai saat ini.
"Apakah papa Bayu tidak ingin memiliki cucu?" tanya Sam.
Mendengar kata cucu Bayu dan Andi saling memandang. Mereka bingung ingin menjawab pertanyaan Sam. Jujur saja mereka sangat ingin menggendong cucu. Tapi untuk saat ini mereka menyadari ada sesuatu yang lebih penting lagi.
"Kami memang ingin memiliki cucu. Tapi untuk sekarang tidak bisa. Cepat atau lambat para musuh sudah ingin menghancurkan enam pilar utama melalui bawah tanah," jawab Bayu.
"Yang dikatakan oleh Bayu benar nak. Untuk saat ini lebih baik dipending terlebih dahulu. Meski banyak para pengawal yang terlatih untuk menjaga para cucu tapi tidak aman sekali," tambah Andi.
"Lebih baik dipending dulu. Mintalah kepada Saga obat pencegah kehamilan. Agar Lee tidak hamil," usul March.
Mereka sangat menyetujui apa yang dimaksud dengan usulan March. Mereka berharap Lee tidak hamil terlebih dahulu. Mulai detik ini mereka akan menyelesaikan dendam panjang diantara enam pilar utama dan Candra. Mereka harus mencari jawaban dan memilah apa yang terjadi.
Sesampainya di mansion. Lee segera berlari menuju ke kamar. Namun sebelum ke kamar Lee teringat akan ucapan Garda. Yang di mana Lee mendapat ilmu untuk merawat Erra.
Flashback On.
"Kak... Apa yang disukai oleh Kak Erra?" tanya Lee.
"Hmmp... Apa ya? Selama aku menjabat menjadi asisten pribadi Erra... Erra tidak pernah meminta lebih. Erra adalah pria yang sangat sederhana. Bahkan Erra jarang menyuruhku untuk melakukan pekerjaannya. Kecuali memasak," jawab Garda yang masih fokus menyetir.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sebagai istri? Aku bingung karena tiap hari selalu memegang senjata," tanya Lee yang tidak ingin membuat Erra kecewa.
"Bersikaplah normal sebagai wanita yang sudah berkeluarga. Memasak, membangunkan Erra, menyiapkan bajunya dan berikan dia ciuman selamat pagi. Erra pasti akan senang walau itu hanya sederhana. Jangan lupa berikan dia perhatian-perhatian kecil. Aku yakin Erra semakin sayang kepadamu," saran Garda dengan tulus.
Lee tersenyum manis dan sangat bahagia ketika sang kakak memberitahukan kesederhanaan sang suami. Bahkan Lee sendiri akan belajar merawat Erra.
Flashback Off.
Lee yang melihat Erra tidur tersenyum manis. Lee segera mendekatkan dirinya dan memandang bibir Erra. Jantungnya berdetak kencang dan menahan nafasnya. Namun sebelum mencium Erra, Erra terbangun dan merangkul Lee untuk mendekatkan dirinya hingga terjadi kecupan manis. Wajah Lee langsung memerah dan ingin berontak untuk lepas dari Erra.
__ADS_1
"Kak... Lepasin aku!" teriak Lee.
"Kenapa aku harus melepaskan kamu?" tanya Erra.