Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 361


__ADS_3

"Entahlah, Papa nggak tahu siapa bapaknya Garda? Katanya Erra menemukan Garda di Amerika," jelas Andi.


"Ya sudah deh pa. Nanti kita akan tahu sendiri, bagaimana orang tua Kak Garda?" ucap Lee. "Aku mau berangkat kerja dulu. Takut si bos gila itu ngamuk."


"Ya udah deh. Kalau si bos gilamu itu tidak suka ornamennya, berikan kepada Papa saja. Papa mau bangun kantor di Melbourne," seru Andi.


"Siap," balas Lee sambil meninggalkan Andi.


Lee segera pergi dari Mansion. Ketika keluar dari Mansion, Garda mendekatinya. Lalu ia membukakan pintu buat Lee.


"Tumben Kak Garda ke sini?" tanya Lee.


"Kamu tahukan, kalau aku berada di kantor hari ini? Aku tidak mau kamu terlambat karena amukan bos gilamu itu," jawab Garda yang sebenarnya malas mendengar suara bosnya meninggi.


"Begitu juga dengan aku. Aku sebel lama-lama lihat bos gila itu. Gimana caranya melemparkan orang gila itu ke suatu tempat? Agar bos gila itu tidak mengganggu ketenangan karyawan saat bekerja. Salah dikit kantor seperti gempa bumi," kesal Lee yang membuat Garda tertawa.


"Idih... Cak Garda malah tertawa. Tidak ngasih solusi lagi. Banyak lho karyawan yang curhat kepadaku dan menegurku. Katanya bos gila itu kurang sajen," cebik Lee.


Seketika Garda menghentikan tawanya sambil melihat wajah imut Lee. Lalu ia menggelengkan kepalanya dan memikirkan sesuatu.


"Kalau aku beri saran nih. Kamu bilang aja sama papa Bayu sana. Biar dihukum sekalian. Jika tidak si bos gilamu itu akan membuat kamu dan lainnya menderita," saran Garda.


"Saran Kakak nggak mengenakkan. Aku pernah memakai saran itu. Ujung-ujungnya aku dihukum untuk membeli es cendol di Jogjakarta. Padahal di depan kantor ada es cendol," Lee meringis sambil disewakan oleh Garda.


"Aku nggak tahu apalagi, harus menangis atau tertawa melihat penderitaan kamu seperti itu. Jangankan kamu, aku sering merasakannya. Bayangkan saja beli nasi padang kudu di Papua. Kadang-kadang nasib kita tidak terlalu baik jika bersama si bos gila itu. Marilah kita membuat rencana agar si bos gila itu menderita," ajak Garda yang membuat Lee terprovokasi.


"Apakah kita akan di sini selamanya?" tanya Lee.


"Ayolah kita berangkat. Mumpung si bos jam segini masih tidur. Aku memang sengaja memberikan obat tidur pada makan malamnya. Biarkan saja si bos gila itu datang jam dua siang sekalian," jawab Garda sambil mempersilahkan Lee masuk.


"Ide bagus itu. Sekali-sekali Kakak mengerjai bos gila itu," Lee tertawa terbahak-bahak sambil masuk ke dalam mobil.


"Kamu nggak tanya dari mana ideku ini?" tanya Garda yang membuat Lee penasaran.

__ADS_1


"Aku nggak tahu Kak. Lagian yang membuat rencana itu bukan aku," jawab Lee dengan jujur.


"Okelah akan aku katakan sebenarnya. Aku mendapat rencana itu dari Papa Bayu. Begitu juga dengan obat tidurnya. Aku rasa rencana itu sangat mujarab sekali," ucap Garda sambil menutup pintu mobil.


Li semakin tertawa terbahak-bahak karena jawaban dari Garda. Bisa-bisanya sang ketuanya mendapat ide gila untuk mengerjai anaknya. Akan tetapi Lee sangat mendukungnya. Maka dari itu dirinya mengucapkan terima kasih melalui pesan singkat.


"Ternyata oh ternyata, Papa Bayu memiliki jiwa yang sangat licik sekali. Aku sangat suka itu. Sekali-sekali atau sering juga tidak apa-apa. Biar kami dan karyawan tidak menjadi stress menghadapi bos gila itu," puji Lee yang didengarkan oleh Garda.


Garda bergegas menyalakan mobil dan menyetir untuk menuju ke kantor Asco. Dalam perjalanan hari ini mereka sangat bahagia sekali. Entah kenapa Lee mendapatkan ide untuk mengerjai si bos gila itu. Namun ide gila itu akan disimpannya dengan rapat.


Sesampainya di kantor, mereka berjalan dengan santai. Gadis imut itupun memberikan kode agar mereka bersenang-senang hingga siang. Mereka pun akhirnya bersenang-senang hingga waktu istirahat tiba.


Bagaimana dengan Garda? Garda tidak menjadi masalah sama sekali. Dirinya memang sudah diberitahu oleh Bayu. Karena pagi hingga siang Bayu memang sengaja membuat para karyawan bahagia terlebih dahulu.


Akhirnya Lee memutuskan untuk searching ke dark web. Dirinya memang sengaja diutus oleh Bayu agar mengerjakan tugas mafianya terlebih dahulu. Dengan senang hati Lee langsung berselancar di sana.


Tepat jam dua siang, Erra datang dengan membawa beberapa berkas. Tanpa perasaan bersalah, Lee tidak membantunya sama sekali. Lee memasang wajah masa bodoh. Karena saat itu dirinya sedang mengatur jadwal si bos gila.


"Gue kira lu lupa bro!" seru Lee hingga membuat keyboard gila itu terkejut.


Dengan nada malasnya, Erra


menatap iblis ke arah Lee. Namun Lee tidak takut sama sekali. Ia langsung membalas tatapan itu seperti pedang menghunus jantungnya.


"Kamu kenapa menatap saya begitu?" tanya Erra.


"Siapa yang menatap Anda seperti itu? Anda tahu kan tugas itu sangat berat sekali buat saya! Sudah saya katakan kalau minggu kemarin terlambat ke kantor membantu ibu-ibu hampir terlindas tronton. Apakah aku membiarkannya? Punya hati dong bro. Jangan langsung men-judge orang. Apakah perlu bukti dengan peristiwa itu? Jangan kira aku adalah sekretarismu yang lemah! Terus nggak ada bukti kamu tetap saja ngotot karena salah begitu?" ucap Lee dengan nada lembut tapi mematikan.


Jeder!!!


Bagai petir di siang bolong. Si bos gila itu langsung menelan salivanya dengan susah payah. Ia kalah teluk dari Lee. Sekarang dirinya tidak bisa mengelak lagi. Karena Garda telah memberikan video CCTV tersebut.


Sebelum masuk ke dalam, gadis bertubuh mungil itupun berteriak, "Bro... Ini jam berapa? Waktu pulang kantor sudah mau selesai. Anda terlambat. Anda harus dihukum. Anda tidak boleh lepas dari hukuman. Apakah anda mengerti? Jika tidak mengerti, aku bisa membalikkan perusahaan ini atas namaku sendiri!"

__ADS_1


Terpaksa Erra mengalah dan bertanya, "Okelah, aku terima hukumanmu. Hukuman apa itu?"


"Yang pastinya Aku tidak mau mengajakmu ke hotel. Rugi mengajak pria seperti kulkas berjalan!" tegas Lee.


"Sebelum aku terima hukumanmu, berikan tugasmu minggu lalu!" titah Erra seperti raja-raja di kerajaan antabrata.


"Okelah kalau begitu," balas Lee memberikan map yang berisikan ornamen-ornamen yang sudah di gambarnya itu.


Dengan cepat Erra mengambilnya. Pria bertubuh kekar itu langsung masuk ke dalam. Dirinya sudah tidak peduli lagi dengan ejekan sang sekretaris.


Hari ini Erra memiliki bad mood parah. Bisa-bisanya pada pagi ini dirinya tidak bangun. Seharusnya Erra bangun lebih awal. Karena setiap Senin ia harus melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawannya. Namun Erra malah terlelap tidur.


Bayangkan saja jika waktunya evaluasi dirinya tidak datang, apa jadinya? Akan tetapi ia tidak tahu kenapa bisa bangun sesiang itu? Hal itu tidak menjadi masalah bagi dirinya.


Kemudian Erra masuk ke dalam ruangan itu. Dirinya menaruh map itu di atas meja. Sebelum melakukan aktivitasnya, ia selalu menyempatkan diri untuk meminum air hangat. Setelah itu Erra mulai sibuk bekerja.


Selang satu jam, Erra melihat sebuah map warna hitam dan mengambilnya. Ia membuka map itu sambil melihat desain ornamen-ornamen buatan Lee.


Di waktu bersamaan Lee masuk ke dalam sambil membawa berkas-berkas yang ada. Tanpa salam apapun, dirinya menaruh berkas-berkas itu di depan sang bos gilanya.


Tak disengaja gadis bertubuh mungil itu pergi meninggalkan Erra. Saat memegang pintu, terdengar suara keras dari belakangnya. Seketika ia menoleh dan melihat si bos gilanya itu.


"Bapak Erra sedang capek ya?" tanya Lee.


"Gambarmu jelek sekali. Tidak ada yang menarik sama sekali. Bisakah kamu menggambar yang lebih bagus lagi daripada ini?" tanya Erra dengan nada menyakitkan.


"Terima kasih Pak. Atas pujiannya walaupun itu sangat menyakitkan sekali. Anda telah membunuh kebebasan saya untuk berekspresi. Saya pastikan bahwa anda tidak akan memiliki calon kekasih maupun calon istri! Aku doakan bapak akan jomblo selamanya! Ingat janji saya itu!" jawab Lee dengan nada menekan sambil memungut kertas-kertas dan membuangnya ke tempat sampah.


"Aku pastikan kamu juga tidak akan mendapatkannya. Kamu akan menjadi seorang gadis hingga tua nanti," balas Erra telak.


"Oh terima kasih bapak. Saya tidak menyesal tuh untuk menjadi gadis hingga tua. Saya sangat bahagia karena sesuatu semuanya sudah dicapai. Ada satu yang belum saya capai. Yaitu membalikkan perusahaan ini atas nama saya sendiri. Camkan itu bos gila yang sombong!" ancam Lee yang tertawa jahat.


Flashback off.

__ADS_1


__ADS_2