
Nanda masih manggut-manggut. Setelah sadar, Nanda berteriak menggelegar.
''Apa!!!'' teriak Nanda.
Bayu yang mendengar Nanda berteriak langsung menganggukan kepalanya.
''Paman... di cari sama paman Andi.'' ujar Nanda.
Kemudian Bayu dengan langkah gontainya menuju ke depan.
''Kayaknya mereka berempat akan kena hukuman berat dari paman.'' bisik Sam.
''Hufth... Kamu benar Sam. Kamu pasti tau di mana mereka?'' tanya Andi.
''Jujur mereka sudah menghilang pergi dari sini paman. Greg sudah mengecek keberadaan mereka tapi nihil.'' jawab Sam.
''Apakah kamu mau bantu mereka?'' tanya Andi.
''Maaf paman, aku tidak bisa bantu mereka. Paman tau kan kalau paman Bayu sudah murka.'' ucap Sam lirih.
''Kamu benar.'' Jawab Andi.
''Di garasi rumah setiap negara paman Bayu selalu menyimpan Mobil sport. Biasanya paman kalau sudah rusak tinggal di buang.'' ucap Sam.
''Filosofinya beda Sam. Kamu tau kan kalo mobil ini ada sejarahnya. 3 bulan sebelum paman kamu berulang tahun yang ke 50. Bibi membelikan mobil ini terus di masukin ke bengkel. Setelah itu bibi kamu merombak habis-habisan menjadi mobil sport. Kata Bayu sih, bibi kamu menghabiskan hampir semua tabungannya. Dan sekarang terbelah menjadi dua.'' ujar Andi.
''Kasian mereka ya...'' sahut Sam yang membayangkan hukuman mereka.
Kemudian Bayu dan Nanda melihat mobil derek 2. Bayu dan Nanda berkeliling melihat mobil BMW yang terbelah menjadi dua.
''Hebat sekali ya... ini pasti ulah Singa betina.'' ucap Nanda yang kagum kepada mobil Bayu yang terbelah menjadi dua.
''Huhuhu... mobil kesayanganku. Kemana-mana selalu aku bawa. Kenapa kamu jadi begini. Bagaimana aku bisa menjelaskan pada Rani? Rani maafkan aku.'' lirih Bayu.
Ketika pria itu hanya tepok jidat melihat kelakuan Bayu. Hingga akhirnya mereka berpura-pura sedih. Sebenarnya sih mereka menahan ketawa.
''Paman... paman jangan menangis lagi.. Nanti tak suruh Erra membelikan mobil sport keluaran baru. Mau Ferarri, Lamborghini, Lotus, Toyota pokoknya terserah paman.'' ucap Nanda.
''Paman bisa beli sendiri. Tapi ini beda Nanda.'' lirih Bayu.
''Baiklah... Aku akan menyuruh Johnson Simanjuntak untuk memperbaiki mobil paman.'' ucap Sam sambil melipat kedua tangannya di dada.
''Apakah bisa di perbaiki?'' tanya Bayu.
''Bisa.'' jawab Sam mengangguk sambil tersenyum.
''Hmmp... kalau begitu panggil Johnson Simanjuntak segera.'' titah Bayu.
''Tapi sayangnya si Johnson Simanjuntak ada di Medan paman.'' jawab Sam dengan logat Batak.
''Bawa mobil ini ke Medan. Suruh Johnson Simanjuntak membetulkan semuanya. Dan untuk kalian bertiga. Segera cari kedua bocah tengil itu satu pria tua jombloh akut dan singa betina itu. Lacak mereka semuanya.'' seru Bayu berapi-api.
''Ok.'' jawab Andi.
Kemudian mereka langsung pergi. Andi langsung kembali ke kamarnya. Sedangkan Sam menghubungi seseorang untuk mengurus pengiriman mobil Bayu ke Medan. Nanda langsung mencari di mana keberadaan Erra, Lee, Fendi dan Garda. Seluruh anak buah yang berada di bawah naungan Nanda di kerahkan.
Hanya beberapa jam, anak buah Nanda yang di perintahkan melapor.
''Maaf Tuan Muda Nanda. Kami tidak menemukan keberadaan Tuan muda Erra, Nona muda Lee, Tuan Garda dan Tuan Fendi.'' jawab Anthony.
''Apakah kamu sudah periksa semua Bandara, Pelabuhan, Halte atau perbatasan?'' tanya Nanda.
''Maaf tuan. Mereka sudah tidak ada di negara ini. Mereka sudah pergi beberapa jam yang lalu.'' jawab Anthony.
''Hmmp... aku tau mereka keluar dari mana? Kamu enggak memeriksa bandara.'' tanya Nanda.
''Saya sudah periksa tuan'' jawab Anthony.
''Hmmp... aku yakin kalian kabur memakai jet.'' seru Nanda tersenyum smirk.
''Coba kamu cek jet siapa saja yang keluar hari ini. Jangan sampai meleset.'' titah Nanda.
''Baik tuan muda. Saya undur diri dulu.'' Anthony membungkuk sebagai tanda hormat dan langsung pergi.
__ADS_1
Sementara di markas White Eragon daerah Tokyo March, Joko dan Saga sedang menikmati kopi susu mendengar ponselnya masing-masing. Mereka langsung membuka notif grup.
''Apakah ada job malam ini?'' tanya Saga.
''Lagi kosong.'' jawab Joko.
Kemudian mereka melihat foto mobil yang di ambil oleh Sam.
''Ish... Amazing sekali. Ada orang yang membela mobil menjadi 2.'' ucap Joko sambil tersenyum.
''Hmmp... Apakah kalian tidak ini mobil siapa?'' tanya March.
''Enggak tau.'' sahut Saga.
''Coba u cek lagi Saga.'' seru March.
''Baiklah.'' ucap Saga.
Kemudian Saga dan Joko meneliti lebih dalam. Mereka terkejut bukan main.
''Apakah ini mobilnya Bayu?'' tanya Joko.
''Ya.'' jawab March menghela nafasnya.
''Astaga... Hebat sekali yang bisa mengambil mobil Bayu. Gue akuin ini maling memang jago nyuri mobil di kandang macan.'' ucap Saga.
''Punya nyali gede ternyata.'' tambah Irwan lagi.
''Enggak takut mati apa?'' tambah Joko lagi.
Kemudian ada notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Mereka serempak membuka ponselnya.
Isi pesan tersebut dari Nanda.
DI CARI 2 BOCAH TENGIL, 1 PRIA TUA JOMBLOH AKUT DAN MENANTU KESAYANGANNYA PAMAN BAYU. BAGI SIAPA SAJA YANG MENEMUKAN MEREKA. AKU HANYA BERDOA UNTUK KALIAN. SEMOGA LEKAS DAPAT JODOH BAGI YANG BELUM MENIKAH. BAGI YANG SUDAH MENIKAH. SEMOGA SAMAWA.
''Amin.''
''2 bocah tengil?'' tanya Joko.
''1 pria tua jombloh akut.'' tanya Saga.
''1 menantu kesayangan.'' tanya Irwan.
Kemudian March mulai menemukan jawabannya.
''2 bocah tengil. Erra dan Garda. 1 pria tua jombloh akut di anggota White Eragon tidak ada. Red Swan Lake kemungkinan Fendi dan menantu kesayangan Bayu. Bayu hanya mempunyai anak 1 yaitu si bocah tengil Erra. Ternyata singa betina.'' ucap March sambil menganalisis jawabannya.
''Huaha... Jadi mereka yang mencuri mobil kesayangan Bayu.'' sahut Joko.
''Iya siapa lagi. Mana ada yang mau ngambil mobil di kandang macan. Kalian tau kan markas kita di setiap negara banyak penjaganya. Kalau yang mengambil mobil Bayu adalah mereka aku percaya 100% bahkan 1000%. Kalau orang lain sebelum masuk ke dalam sudah habis duluan sama penjaga.'' ucap March.
''Kamu benar.'' sahut Joko.
''Kasian amat ya nasib mereka.'' jawab Saga.
''Ya mau gimana lagi.'' timpal Irwan.
''Hukuman apa yang pantas buat mereka? Kalau mereka tertangkap.'' ujar Joko.
''Menurut gue ada 4 hukuman. Pertama membersihkan kandang buaya selama seminggu, kedua membersihkan seluruh kandang kucing yang kami miliki, ketiga melepaskan kegiatan sementara dunia bawah tanah selama sebulan atau keempat Bayu akan membelikan tiket ke daerah konflik di negara Afrika.'' ucap March.
''Sangat mengerikan dan terlalu mengerikan.'' jawab Irwan.
''Bagi Lee sudah terbiasa. Entah bagi mereka bertiga. Aku tidak bisa membayangkan mereka yang ikut perang dalam negara konflik.'' ujar Joko.
''Lee sudah biasa hidupnya sudah sangat keras bahkan terlalu keras. Bagaimana dengan Garda, Erra dan Fendi?'' tanya Saga.
''Eh... Apakah kamu tidak merasa sih? Kalau Garda itu di lihat lebih dekat mirip Andi?'' tanya Joko.
''Ya aku merasa. Bahkan kalau dia lagi tersenyum. Aku masih ingat senyuman Brucce yang masih kecil.'' ungkap March.
''Tapi kamu tau enggak, jika Lee dan Brucce kalau dekat kaya perangko. Mereka seperti adik kakak.'' timpal Saga.
__ADS_1
''Tapi kan pas waktu kecelakaan itu, Brucce kan meninggal.'' sela Irwan.
''Bahkan aku merasa kalau Tika juga masih hidup.'' ucap Joko.
''Selama ini aku masih tanda tanya tentang adik kecil kita. Kamu merasa enggak, jika Tika selalu berada di dekat Lee?'' tanya March.
''Ya, aku juga merasa begitu. Jika masih hidup, kenapa Tika tidak pernah muncul di hadapan kita?'' tanya Irwan balik.
''Hmmp... Apa yang di katakan Irwan benar. Hmmp... masih ingat enggak kemaren saat di aula hotel milik Seva. Saat terjadi kekacauan, ada seorang perempuan berambut panjang berwarna coklat. Sekilas aku lihat dia mirip banget Tika. Setelah itu dia menghilang.'' ujar Saga.
''Hmmp... Kayaknya wanita itu terlatih menembak dan bertarung.'' jawab Joko.
''Tapi aku mengakui kalau itu Tika. Kamu tau kan kalau Tika jago bela diri dan menembak.'' ujar Irwan.
''Fix... 100% wanita itu memang benar Tika.'' jawab March sambil menggebrak meja.
''Apakah kamu punya datanya?'' tanya Saga.
''Aku tidak punya datanya sama sekali. Aku yakin itu Tika. Kartika Putri Wardoyo.'' ucap March.
''Ah... aku ingin berkeliling Tokyo. Aku ingin sekali membeli majalah dewasa. Aku butuh penyegaran.'' ujar March.
Kemudian March berdiri sambil meraih kuncinya.
''Ada yang mau ikut?'' tanya March.
''Tidak.'' jawab mereka serempak.
''Aku ajarin kalian memilih daun muda.'' March tersenyum smirk.
Tak lama kemudian datang Naomi yang membawa samurai.
''Apa yang kamu bilang?'' teriak Naomi sambil memainkan pedangnya hingga mendekati March.
March terus mundur hingga akhirnya March terkunci. Naomi dengan cekatan menancapkan pedangnya di tembok dan hampir mengenai kuping March.
Glek.
''Waduh ibu negara yang satu ini membuat ngeri.'' ujar Irwan bergidik ngeri.
''Ayo kita keluar.'' ucap Saga.
''Ok.'' sahut Joko sambil mengangguk kepalanya.
''Naomi March.. Kami mau pergi dulu ya...'' pamit Irwan.
''Pergilah... Kalau tidak pergi kalian akan bernasib sama dengan March.'' seru Naomi.
Kemudian mereka bergegas pergi. Naomi menghukum March.
''Oke... selama seminggu dompet kamu aku sita dan kamu tidur di luar.'' teriak Naomi.
Kemudian March hanya menelan ludahnya. March akhirnya menyerahkan dompetnya ke Naomi. Setelah itu Naomi menurunkan pedangnya dan bergegas ke kamar mengambil bantal guling. Naomi melemparkan bantal guling itu di hadapan March.
''Tidur di luar.'' titah Naomi dingin lalu masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan keras.
BOOOOOOOMMMMM.
''Nasib... nasib... nasip apes. Mau ngajarin eh... malah gue kena hajar sama ibunya Jake.'' lirih March.
------------------------------------------------------------------
DEAR READERS.
JUMPA LAGI DENGAN AUTHOR.
APA KABAR KALIAN?
SEMOGA KALIAN BAIK-BAIK SAJA.
TETAP SEMANGAT DAN JAGA KESEHATAN.
SALAM DARI AU
__ADS_1