Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 334


__ADS_3

“Kenapa di tempat ini ada fotonya Erra?” tanya Elizabeth.


Selesai menemukan foto itu, Elizabeth mencari keberadaan Yoona. Iya melihat wanita paruh baya itu sedang duduk menikmati minuman dingin.


“Siapa yang mencari tempat ini?” tanya Elizabeth.


“Aku,” jawab Yoona. “Memangnya kenapa? Bukankah ini hotel yang terbaik? Hotel ini memiliki aula yang sangat besar dan mewah. Ditambah lagi hotel ini memang terkenal se-Asia. Jadi kalau kita pakai peralatan besar nggak akan malu-maluin.”


“Bukannya begitu,” jawab Elizabeth. “Kamu tahu kan, pemilik tempat ini siapa?”


“Aku nggak peduli pemilik tempat ini. Yang penting acara berjalan lancar, pemasukan uang seperti air terjun dan acara ini sangat megah seperti yang dulu. Bahkan aku ingin konsep acaranya sangat besar sekali.”


“Okelah kalau gitu,” ucap Elizabeth.


Entah kenapa perasaan Elizabeth tidak enak. Mengingat Elizabeth menemukan sebuah foto Erra yang terpampang jelas di dinding. Ia menebak bahwa hotel ini adalah hotel milik Erra. Yang di mana Erra adalah musuh besar Adam. Mau tidak mau Elizabeth harus tutup mulut. Tidak mungkin Elizabeth membocorkan sang pemilik karena waktu sudah tidak cukup. Bagaimana kalau Adam tahu jika perhelatan besar berada di hotel salah satu musuhnya? Apakah marah, murka atau membunuh sang pemilih hotel? Entahlah... Kita lihat saja nanti.


New York City, USA.


Erra yang selesai membersihkan tubuhnya melihat Lee sedang berdandan. Ia tersenyum dan mendekati sang istri. Kemudian Erra memeluk sang istri dari belakang, “Apakah kamu sudah siap?”


“Iya aku udah siap,” jawab Lee.


“kalau begitu, mari kita bobo!” ajak Erra.

__ADS_1


Mata Lee membulat sempurna. Entah kenapa sang suami menunggunya untuk tidur. Padahal pesawat akan segera datang. Ingin rasanya Lee memukul sang suami agar tidak nakal. Namun niat itu diurungkan sementara. Ia segera membereskan alat make up nya.


“Kakak, bisakah kakak memakai baju terlebih dahulu?” tanya lee.


“Aku tidak bisa karena kamu sangat menggoda,” jawab Erra dengan berbisik.


Dengan malas Lee segera berdiri dan memegang tangan Erra. Wanita itu mengajak Erra duduk di tepi ranjang. Ia segera mengambil baju dan memakaikan ke tubuh Erra. Erra hanya diam membiarkan sang istri mendandaninya. Namun dalam hatinya pria bertubuh kekar itu kegirangan seperti bocah yang diberi mainan. Entah kenapa Erra sangat manja sekali terhadap sang istri.


“Lama-lama kamu seperti bocah yang baru saja mendapatkan mainan baru,” ucap Lee.


“Benarkah itu?” tanya Erra yang tersenyum manis.


“Iya itu benar. Kamu memang mengalahkan semua bocah di dunia ini ketika berhadapan denganku. Ingin rasanya aku mencubit pipi kamu itu. Kamu itu sangat lucu dan menggemaskan. Sampai-sampai kamu itu membuatku hanyut ketika pesonamu mulai meluber ke mana-mana. Tapi aku tidak akan kubiarkan semua wanita mendekat denganmu. Karena kamu adalah barang yang sangat langka dan tidak bisa kutemukan di mana-mana. Kamu adalah pria yang sangat spesial di dalam hatiku. Saking spesialnya kamu ditambah telur saja sudah enak dan nikmat. Saking nikmatnya Aku ingin memakanmu saat ini juga,” ucap Lee yang membuat Erra memandangnya tanpa kedip sekalipun.


“Ya itu benar. Kamu memang sangat spesial buat aku,” jawab Lee dengan sabar.


“Kamu bisa memakanku sekarang,” ajak Erra yang mempersilakan Lee melakukan terlebih dahulu.


“Maksud kamu?” tanya Lee yang mengurutkan keningnya.


“Iya... Kamu bisa memakanku sekarang,” ucap Erra.


“Mulai lagi deh,” kesal Lee.

__ADS_1


“Aku memang mempersilakan kamu memakan terlebih dahulu. Lalu kenapa kamu kesal? Ada apa dengan aku? Apakah aku bersalah?” rajuk Erra.


“Iya... Kamu nyebelin. Tapi kok aku ngomongnya salah ya?” tanya Lee.


“Salah bagaimana?” tanya Erra.


“Ya aku salah. Coba deh bayangkan, masa aku yang memakanmu,” jawab Lee yang mengancingkan kemejanya Erra.


Lalu, Erra menahan tawanya sambil melihat sang istri yang sangat gemas. Entah kenapa dirinya ingin sekali menjahili sang istri. Namun waktu sudah semakin dekat dan pesawat akan tiba. Jujur saja Erra masih ingin melakukan ritual ranjang. Padahal dirinya tadi sudah melakukannya hingga membuat sang istri menyerah. Setelah pertemuan bersama kakak-kakak besarnya, Erra mengajak Lee masuk ke dalam. Lalu Erra menghajarnya habis-habisan hingga Lee menyerah.


“Aku masih ingin menghajarmu lagi,” bisik Erra.


“Jangan berkata tidak-tidak. Waktu semakin dekat. Lima belas menit lagi pesawat akan tiba. Nanti kamu di amuk sama Kak Nanda. Kakak tahu kan, kalau Kak Nanda itu orangnya on time. Meskipun wajahnya kelihatan tidak serius. Sekalinya dia marah semua orang terkena omelannya. Untung saja Kak Nanda orangnya tidak memukul orang sembarangan,” ucap Lee yang memberikan sebuah fakta tentang Nanda.


“Apakah itu benar?” tanya Erra.


“Iya, itu benar. Semenjak aku sekolah di Helsinki.. semua kebutuhanku mulai dari a sampai z Kak Nanda yang mengurusi semuanya. Kak Nanda yang menjagaku dekat maupun jauh. Aku sangat berterima kasih kepada Kak Nanda. Karena Kak Nanda adalah orang yang terpenting di dalam hidupku selain kakak. Aku tidak mau kakak cemburu dengan pernyataanku ini,” jawab Lee.


“Aku tidak pernah marah sama kamu. Seluruh enam pilar utama memiliki tugas yang sama. Yaitu saling menjaga satu sama lain agar musuh tidak menyerang. Kami memiliki bakat yang berbeda-beda dalam organisasi bawah tanah. Contohnya seperti Nanda, Nanda memiliki kelebihan yaitu bisa menembak orang atau benda dari jarak jauh. Bahkan anda bisa menembak orang dari gedung paling atas sendiri. Padahal gedung itu memiliki tinggi dua puluh lima lantai bahkan lebih. Salin yang menembak Nanda melumpuhkan orang itu dengan sekali saja. Bahkan sang target dikelilingi banyak orang,” jelas Erra.


“Ya itu benar. Aku sering berlatih menembak sama Kak Nanda ketika berada di Helsinki. Kak Nanda mengajarnya sangat baik dan sering bercanda. Saat aku berada di Indonesia, Papa Andi yang mengajariku. Tapi papa sangat galak sekali mengajariku. Aku sering dibentaknya jika salah. Padahal salahnya hanya sedikit. Memang... Salah itu aku buat dengan sengaja. di depan para papa... papa Andi langsung memarahiku habis-habisan. Karena papa tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Nanda. Akan tetapi papa Irwan atau Papa Bayu selalu membelaku habis-habisan. Karena merekalah tahu bagaimana diriku berlatih dengan Kak Nanda,” jawab Lee sambil menghilangkan kepalanya.


“Jangankan kamu... Aku sendiri saja pernah bahkan sering berlatih dengan papamu itu. Aku lebih parah lagi. Kamu tahu kan kalau aku sering bercanda ketika berlatih. Aku bercanda karena untuk melepaskan stres. Aku memang sengaja melakukannya karena untuk mengurangi beban di dalam otak agar tidak bosan. Bayangkan saja tiap hari ngantor dari jam delapan sampai jam lima. Terkadang lembur sampai pagi atau pulang malam. Mataku sangat cepat sekali melihat tumpukan berkas-berkas yang tidak pernah selesai. Ditambah lagi meeting dengan klien. Sering sekali kita mendapatkan klien yang rese. Kamu tahu kan rata-rata klien yang kita miliki. Yaitu mereka adalah hidung belang. Mereka sering menggodamu habis-habisan sebelum bahkan sesudah menikah. Jadinya ya... aku stress sendiri menghadapi mereka. Untung saja wajahmu bisa menjadi mode galak. Jika tidak aku bisa memarahimu habis-habisan setelah meeting,” ucap Erra yang mencurahkan isi hatinya karena mendapat pelatih seperti singa jantan yang telah kehilangan pacarnya.

__ADS_1


Lee tertawa terbahak-bahak mendengarkan curahan hati Erra. Jujur saja Ini baru mengetahui kalau papanya Itu sangat galak dalam berlatih. Sebelum dirinya mendapatkan pelatih baru, Nanda memberikan satu kandidat tanpa nama. Kandidat itu memiliki banyak peraturan. Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Karena kandidat itu masih tanda tanya dalam artian belum mengetahui identitasnya.


__ADS_2