
1 jam mereka sampai di tempat tujuan. Mereka langsung turun dan masuk ke dalam Rumah Berlian BL. Tak sengaja Garda melihat sebuah kalung emas putih yang sangat elegan. Kemudian Garda mengambilnya lalu menelitinya lebih dalam.
"Sangat cocok buat adik kecilku," ungkap Garda yang tersenyum tipis.
Erra yang melihat Garda tersenyum kemudian mendekatinya.
"Buat siapa?" tanya Erra.
"Buat adik kecilku yang tangguh. Aku belum memberikan hadiah pernikahan," jawab Garda yang sedih.
Entah kenapa, Erra semakin de javu. Akhir-akhir ini kedekatan Garda dan Lee seperti adik kakak. Erra mengingat kejadian di mana mereka masih kecil.
FLASHBACK ON.
Tanggal 17 Juli 1993. Andi dan Tika sangat bahagia sekali karena putri kecilnya sudah menginjak usia 1 tahun. Rencana mereka akan merayakan ulang tahun putrinya dengan sederhana. Semua sudah di persiapkan secara matang. Para tetangga dan calon ahli waris 6 pilar utama dunia juga di undang.
2 jam sebelum acara di mulai, Brucce sangat sedih sekali. Ia duduk di tepi kolam. Erra, Imam, Jake, Nanda dan Sam mendekati Brucce. Erra sang jenius berbicara pada Brucce.
"Brucce, kenapa kamu sedih? Bukannya hari ini adalah ulang tahun istriku," tanya Erra.
Brucce yang pandai bicara ini langsung menatap Erra dengan sendu.
"Aku lupa membeli kado buat adik kecilku. Aku ingin membelikannya mainan," jawab Brucce.
"Brucce jangan sedih. Nanti kasian adik kecil kita!!!" seru Jake sambil menghibur Brucce.
"Sebelum acara di mulai sebaiknya kita beli kado dulu," ucap Sam yang juga cadel.
"Ide bagus. Ayo kita beli dulu hadiahnya,'' ujar Nanda.
Kemudian mereka langsung mencari Asisten Bayu dan Joko yang di tugaskan untuk menjaga mereka. Erra langsung mendekati Jeffrey.
"Paman... Anterin Erra sama teman-teman ke toko mainan. Brucce lupa membeli kado buat calon istriku!!!" seru Erra.
Jeffrey bersama Darwin langsung menganggukan kepalanya. Mereka mengantarkan anak-anak kecil itu ke pusat perbelanjaan. Mereka di kawal oleh pengawal sebanyak 20 orang.
FLASHBACK OFF.
"Da... gue lama-lama curiga sama lu. Semakin kesini lu makin mirip sama Brucce. Lu semakin posesif ketika Lee ada. Apa benar lu Brucce, Da?" tanya Erra dalam hati.
''Katanya lu mau nyari cincin? Tuh tinggal pilih," ujar Brucce sambil menunjuk banyak cincin kawin.
"Gue bingung mau nyari yang elegan tapi sederhana. Semuanya memakai diamond. Lee tidak suka yang mencolok," ucap Erra yang di tekuk wajahnya.
"Rata-rata memakai Black Diamond. Seperti judul lagu aja," keluh Garda.
Kemudian Erra mendapatkan sebuah cincin yang manis. Cincin couple yang berasal dari emas putih yang di balut dengan campuran emas kuning yang sangat murni. Untuk perempuannya bertabur diamond putih.
"Anteeksi, voitko saada tämän sormuksen?" tunjuk Erra.
(Maaf, bisakah anda mengambilkan cincin ini?).
__ADS_1
"Okei. Odota hetki," jawab sang pelayan toko.
(Baiklah, tunggulah sebentar).
Kemudian Erra memegangnya dan melihatnya.
"Bagaimana menurut lu?" tanya Erra.
"Setuju," jawab Garda.
"Kääri se minulle," titah Erra.
(Bungkuskan untukku).
Kemudian Erra membayarnya dengan memakai Black card-nya. Selesai membayar. Cincin yang di pesannya sudah selesai di bungkus.
"Kittos," ucap Erra.
(Terima kasih).
Selesai membeli cincin itu, mereka memutuskan untuk kembali ke mansion.
Mereka kembali ke mansion pada malam hari. Setelah sampai, mereka memutuskan untuk istirahat.
Pagi yang dingin di kota Helsinki. Seorang pria bertubuh ramping baru saja meninggalkan bandara Helsinki Vantaa Airport. Di seberang sana ada sekelompok pria berbaju serba hitam sedang menunggu kedatangan pria itu.
Sesampainya di sana pria itu berdiri dengan tegak dan melihat anggotanya yang kedinginan.
"Sudah bos. Mereka berada di mansion yang tersembunyi," jawab sang pengawal.
"Dimana itu?" tanya pria itu.
"Di dalam hutan pinus," jawab pengawal lainnya.
"Bagus.... Kembalilah. Akan aku beritahu tugas selanjutnya!!" titah pria itu.
"Tuan apakah mereka tidak akan kabur lagi?" tanya pengawal.
"Aku yakin tidak akan kabur. Baiklah aku pamit dulu," pamit pria itu.
Pria itu akhirnya pergi menuju ke apartemennya. Tanpa di sadarinya ada seorang gadis cantik yang sedang menghampirinya kemudian gadis iru memegang lengannya.
"Kak," sapa gadis itu.
Mendadak pria itu hampir terjatuh karena kaget. Pria itu menoleh ke samping kanan dan melihat gadis itu.
"Kamu ada di sini?" tanya pria itu.
"Aku sedang liburan kak. Kakak ngapain di sini?" tanya gadis itu balik.
"Ah... iya... aku sedang ada tugas untuk memburu 4 orang buronan White Eragon," jawab pria itu.
__ADS_1
"Oh... salah satunya kakak besar," ujar gadis itu.
"Iya.. aku memang mengejar mereka. Apakah kamu tau mobil ketua terbelah menjadi 2?"
"Iya aku mengetahuinya. Mereka sangat hebat bisa membelah mobil itu. Aku yakin kakak besar yang melakukannya."
"Apakah kamu bangga pada kakak besarmu?"
"Iya aku memang bahagia. Karena kakak besar sangat hebat sekali,"
"Sebentar lagi aku sampai, maukah kamu ikut?"
"Kapan-kapan aku akan ikut dengan kamu?"
"Baiklah,"
Sesampainya di sana, pria itu turun dari bis. Pria itu langsung menuju ke apartemennya. Meskipun tempatnya sangat sederhana, pria itu sangat bahagia sekali karena tempatnya nyaman sekali.
Setelah masuk ke dalam apartemen, pria itu langsung melemparkan tubuhnya di ranjang. Pria itu tidur dengan pulas.
Di Istanbul Turkey, Candra yang selesai mengeksekusi musuhnya langsung keluar dari ruangan bawah tanah itu. Candra sangat kesal sekali karena barang selundupan di ketahui oleh pihak interpol.
Candra memasuki ruangan kerjanya. Gery sang asisten sudah menunggunya dengan membawa berita baru.
"Tuan Candra," sapa Gery.
"Ada apa? Apakah kamu membawa berita baru?" tanya Candra.
"Emilia sudah menemukan Alicia Tuan. Alicia sudah menikah dengan Andi Sebastian," jawab Gery.
JEDERRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!
Bagai petir di siang bolong. Candra menerima kenyataan pahit. Gadis incarannya ternyata sudah menikah.
"Aku tunggu waktu sebulan. Jika kamu tidak bisa membawa Alicia kesini. Akan aku penggal kepalamu. Tubuhmu akan aku buat makanan peliharaanku!!!!" titah Candra dingin.
Gery yang mendengar perintah dari Candra langsung meninggalkan Candra. Kemudian Candra meluapkan amarahnya dan membanting semua barang yang ada. Candra tidak rela jika Alicia menikah dengan Andi maupun orang lain.
Gery akhirnya keluar dari mansion. Setelah itu Gery memberi perintah kepada anak buahnya yang masih berada di Indonesia untuk menculik Alicia.
Pengawal yang mendapat perintah langsung mengerjakan tugasnya. Mereka langsung memata-matai kediaman Lee.
Dua hari berlalu. Saat pagi tiba. Lee yang sudah bangun dari tidurnya dan mendapatkan wajah Erra yang sayu. Dua hari ini, Lee lupa memberinya jatah. Lee hanya tersenyum manis melihat wajah Erra yang sayu.
Mereka melakukan lari maraton. Erra sekarang sudah pintar melakukan hubungan bersama Lee. Setiap hari selalu ada kemajuan.
Di kota New York, Bayu yang masih berkutat dengan berkas-berkasnya di meja kantornya. Bayu kurang semangat karena masih memikirkan mobil kesayangannya yang belum selesai di perbaiki.
"Kapan Nanda memberikan aku kabar tentang ke empat buronan White Eragon itu ya??" gumam Bayu.
Kemudian Bayu menghubungi Nanda. Hasilnya nihil ponselnya Nanda di nonaktifkan karena Nanda sedang lari maraton bersama Angela.
__ADS_1