Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 383


__ADS_3

Dengan terpaksa Lee dan era membatalkan perjalanannya ke Surabaya. Mau tidak mau mereka harus menghadiri acara amal yang digagas olehnya. Akhirnya menahan hasrat untuk memakan nasi kuning buatan pak Bram.


"Sepertinya kita harus membatalkan untuk mencari nasi kuning buatan pak Bram," ucap Lee sambil menatap wajah Andi dan menatap ke arah Erra.


"Terserah kalian. Pokoknya kalian harus ikut acara amal tersebut. Kamu yang memiliki acara Malam membatalkannya begitu saja," Andi beranjak berdiri lalu meninggalkan pasangan muda itu.


Lee dan Erra saling memandang dan menatap kepergian Andi. Erra yang teringat dengan nasi kuningnya langsung terdiam. Dengan terpaksa Erra membuka koper dan mencari gaun yang indah buat Lee.


"Kamu harus memakai baju tertutup seperti ini. Aku nggak mau lihat kamu memakai baju terbuka seperti gadis-gadis lainnya," kesel Erra sambil meraih gaun berwarna merah marun.


Lee mengerutkan keningnya dan menatap gaun tersebut. Kemudian wanita imut itu pun menatap wajah Erra sambil bertanya, "Dari mana kamu mendapatkan gaun itu?"


"Aku mendapatkannya pas ada diskon besar-besaran ketika acara black day. Aku sengaja memilih gaun itu untuk melihat istriku yang cantik ini. Sepertinya gaun itu sangat cocok sekali," Erra memberikan gaun itu kepada sang istri.


"Rasanya aku tidak pantas memakai gaun. Aku ingin memakai celana panjang dan kemeja biru tosca," tolak Lee yang tidak ingin memakai gaun malam ini.


"Kenapa kamu tidak ingin memakai gaun itu? Gaun itu sangat cantik sekali. Aku ingin melihatmu memakai gaun," pinta Erra.


"Baiklah kalau begitu. Kali ini saja aku memakai gaun itu," Lee terpaksa memakai gaun yang dipilih oleh Erra.


"Kita akan berangkat jam tujuh malam. Aku tidak mau kita terlambat. Kita tidak mungkin meninggalkan acara itu hingga selesai. Kamu tahu kan kita harus ngapain?" tanya Erra.


"Ya…kamu takut kan jika Adam berubah drastis lalu menghabisi para papa," jawab Lee.


Saat memakai gaun itu, Erra segera melihat tubuh sang istri yang seksi sekali. Lalu Erra menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Lebih baik kamu lepas gaun itu. Aku tidak menyukainya. Kamu pakai saja celana panjang sama kemeja."


Mata indah Lee membulat sempurna. Bagaimana bisa Erra membatalkan dirinya memakai gaun itu? Di sisi lain Lee memakai gaun itu rasanya sangat sesak sekali. Ingin rasanya menghajar sang suami saat itu juga. Namun dirinya membatalkannya. Jujur sore ini Lee seperti dipermainkan. Untung saja yang mempermainkannya adalah suaminya sendiri. Coba kalau orang lain, *** akan berubah menjadi singa betina dengan cepat dan menghajar orang itu habis-habisan.

__ADS_1


"Kalau begitu aku tidak akan memakai gaun itu!" geram Lee sambil meraih tasnya dan mengambil gunting lipatnya.


Amarali memuncak dan menggunting gaun itu menjadi berantakan. Ia sangat jengkel kepada sang suami. Jujur Lee tidak suka dengan perlakuan Erra seperti itu. Akhirnya wanita imut itu pun membuang gaun itu ke tempat sampah.


"Lain kali kamu tidak boleh menyuruhku memakai gaun!" tegas Lee yang membuat Erra menganggukkan kepalanya.


Lalu bagaimana dengan Erra? Erra hanya diam membisu dan tidak dapat menghentikan aksi Lee. Hingga akhirnya era mengalah dan duduk di tepi ranjang. Memang ini salahnya sendiri. Kenapa dirinya meminta sang istri memakai gaun seksi. Dari dulu Lee tidak menyukai gaun sangat seksi sekali. Biarpun ke pesta *** memutuskan memakai kemeja dengan celana panjang. Itulah gaya style dari Lee sendiri. Mau tidak mau sang suami harus mengalah.


"Sudah aku bilangin! Aku tidak mau memakai baju seperti itu! Meskipun aku ke pesta mewah, aku akan memakai baju ini!" kesal Lee sambil meraih kemeja biru tosca dan celana hitam.


Erra hanya menganggukkan kepalanya. Memang Lee adalah wanita yang sangat unik sekali. Soal pakaian sedari dulu Erra tidak pernah berkomentar apapun. Justru itu dirinya sangat menyukai cara berpakaian Lee. Bahkan Erra sendiri memuji-muji Lee yang memakai pakaian sopan.


"Kalau begitu baiklah. Aku tidak akan memaksamu untuk memakai gaun-gaun jelek seperti itu. Aku juga menyesal membeli gaun itu. Biarkanlah kamu memakai baju seperti itu. Yang penting tubuhmu tidak boleh dipamerkan ke setiap pria," ucap Erra yang membuat Lee tersenyum manis.


"Kalau begitu Kakak juga nggak boleh lihat bentuk tubuhku ini," ledek Lee yang membuat Erra kemakan omongannya sendiri.


"Lagian kamu ngomong seperti itu. Makanya aku balas lagi. Ngeledekin kamu sama saja ngeledekin bayi yang baru saja belajar ngomong. Kakak adalah pria paling lucu di mataku," puji Lee sambil melemparkan senyumnya yang manis seperti gula.


"Terserah kamu. Pokoknya kamu nggak boleh tersenyum seperti itu di depan pria-pria yang memperhatikanmu. Kamu tahu kan kalau aku adalah pria memiliki kadar kecemburuan di atas seratus persen?" titah Erra.


"Baiklah. Memang aku tidak menyukai pria-pria seperti itu. Mereka sangat ganas sekali Jika kita melemparkan senyum mematikan. Aku pernah mencobanya di klub malam. Dan saat itu mereka langsung menawariku dengan berbagai reward asal menemaninya di kamar hotel. Memang mereka sangat kurang ajar sekali. Bisa-bisanya mereka menawariku dengan reward yang aneh-aneh. Untung saja saat itu Angela langsung menjadi perisaiku agar tidak terjadi pertarungan yang hebat di dalam klub malam itu," kesal Lee.


"Makanya setiap peristiwa kamu bisa menjadikan itu sebagai pelajaran. Aku harap kamu tidak akan melakukannya lagi. Jika sampai kamu melakukannya, bisa dipastikan pria tersebut akan kehilangan nyawa di tanganku," ujar Erra yang tidak mau sang istri menjadi konsumsi para pria-pria liar.


"Keluarlah terlebih dahulu. Aku ingin mengganti bajuku," pinta Lee.


"Sudah tidak memakai baju kamu usir aku. Dasar singa betina aneh. Aku tidak akan keluar dari sini. Aku akan menjadi patung untuk dirimu," Erra tersenyum iblis sambil menatap sang istri sedang memakai baju.

__ADS_1


"Kalau begitu ya sudahlah. Aku juga mau selesai memakai bajunya," balas Lee yang sudah terlambat mengusir sang suami dari kamar.


Di kamar lain Garda kedatangan Irwan dan Imam saat sedang bersantai. Kedua pria berbeda generasi itu pun menghempaskan bokongnya di sofa. Entah kenapa mereka menatap wajah Garda yang sangat sendu. Lalu Imam bertanya, "Kenapa wajahmu seperti itu?" 


"Aku tidak sendu tapi aku malas sekali untuk menghadiri acara itu. Aku ingin pulang ke Jakarta dan beristirahat. Lalu papaku melarangku untuk pulang. Aku harus bagaimana?" tanya Garda balik sambil membuat teka-teki buat kedua pria berbeda generasi itu.


"Kalau begitu ikutlah acara amal itu. Kamu harus menghadirinya. Hitung-hitung kamu akan menjadi perisai kami. Aku tahu kamu adalah kaki tangan Erra sejak di Black Dragon. Kemampuanmu sangat bisa diandalkan oleh kami. Maka dari itu kamu, Erra dan Lee akan berjaga demi keamanan acara itu agar Adam tidak menyerang kita habis-habisan," jawab Irwan yang sudah disepakati oleh Bayu.


Dengan terpaksa Garda mengiyakan keinginan Irwan. Jujur mereka saling waspada agar tidak terjadi kerusuhan di dalam acara itu. Mereka masih meragukan atas keinginan Adam untuk menjadi orang baik. 


Malam pun tiba.


Para mama sudah sampai di hotel milik Erra. Mereka langsung menuju ke kamar yang sudah diberitahukan oleh para suami. Setelah menemukan para suami, mereka mencari keberadaan Lee. Jujur mereka sangat merindukan Lee. Akhirnya mereka menuju ke kamar Erra.


"Apakah Putri kita ada di sana?" tanya Widya.


"Entahlah. Aku harap Erra tidak menyekap Putri kita. Jika sampai itu terjadi aku yang akan menggantung Erra di atas gedung ini," jawab Rani dengan kesal karena sangat merindukan Lee.


"Kalau begitu aku akan mengetuk pintunya. Aku harap Lee berada di dalam tanpa Erra," lanjut Naomi sambil memegangi perutnya.


"Baiklah. Lakukanlah… aku yakin Lee berada di dalam," sahut Widya.


"Bagaimana dengan kamu Haruka?" tanya Mama Yi yang dari tadi hanya diam saja.


"Aku ingin menculik dari tangan era untuk beberapa hari. Rasanya aku akan mengajaknya berjalan-jalan di Raja Ampat atau di Bali. Kapan itu bisa kejadian? Rasanya jika jalan sama Lee, hatiku sangat bahagia. Namun semenjak menikah Lee sudah dikurung oleh Erra," Haruka curhat karena telah kehilangan waktu bersama Lee. 


"Ya itulah Erra. Kita harus mengalah dengan serigala buas itu. Kapan-kapan kita akan menculiknya bersama-sama," ajak Rani sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Kemudian Naomi mengetuk pintu seperti orang dikejar setan. Berkali-kali wanita hamil itu tidak pernah menyerah atas Lee. Sementara di dalam Lee yang sudah rapi terkejut karena ketukan pintu orang yang sedang ketakutan. Lalu Lee bertanya, "Ada apa di luar?"


__ADS_2