
“Dia adalah bosku sendiri. Entah kenapa dia sering menyuruhku yang enggak-enggak. Ya sudahlah... Aku mau tidur dulu. Sampai jumpa esok hari,” jawab Rina yang mematikan ponselnya itu.
Greg terkejut dengan jawaban Rina. Selama ini dirinya sudah menjadi bos yang suka mengatur Rina. Namun dirinya tidak ada kata menyesal. Ia akan memproteksi Rina. Jangan sampai segala sesuatunya ada yang ingin menyakiti Rina.
“Aku harus mendapatkannya. Aku tidak boleh melepaskannya begitu saja,” ucap Greg dalam hati.
Betapa senang hatinya Greg setelah tahu Rina marah. Ia tidak akan gencar untuk mendapatkan Rina. Ia akan meminta restu untuk mengejar Rina dari kedua orang tuanya.
Keesokan harinya. Para mama akan bersiap-siap menuju Belgia. Mereka memang sengaja untuk menikmati liburan bersama Lee dan lainnya. Sebelum berangkat Rani menghubungi Caroline agar bersiap-siap ikut dengannya. Caroline semangat sekali menyambut liburan kali ini.
“Apakah kamu jadi ke Belgia?” tanya Andi.
“Jadi pa. Sekalian mau nengok BL Company yang berada di sana. Nanti aku meminta Lee untuk mampir ke Helsinki. Rasanya aku sudah lama tidak ke sana. Semoga saja Lee mau ikut denganku,” jawab Caroline.
“Kapan peluncuran produk baru?” tanya Andi lagi yang membaca koran.
“Setelah Suci menikah. Atau menunggu Erra melamar Lee sekali lagi. Aku ingin melihat keseruan Erra melamar Lee,” jawab Caroline.
“Erra sudah berjanji akan melamar Lee di Yogyakarta. Tapi untuk waktunya masih belum ditentukan. Kemungkinan besar setelah Imam dan Nanda menikah. Jika mereka menikah, Erra akan meresmikan hubungan pernikahannya ke publik,” jelas Andi.
“Apakah itu tidak bahaya? Mengingat mereka adalah seorang pebisnis,” tanya Caroline.
“Tidak bahaya sama sekali untuk sekarang. Adam sudah mengirimkan surat untuk bergabung dalam pilar utama dunia. Bisa dipastikan pilar utama semakin kuat Dengan hadirnya Adam. Ditambah lagi dengan Fendi. Semakin hari Fendi mampu memperbesar kerajaan bisnisnya walau itu bergerak di bidang entertainment,” jelas Andi. “Aku ingin semuanya berjalan lancar. Ditambah lagi dengan hadirnya Adam dan Fendi, pilar utama dunia ini akan semakin besar. Kita akan mempersiapkan calon ahli waris untuk Sebastian Group.”
“Kapan kamu mengumumkannya ke publik? Semakin hari publik semakin penasaran dengan ahli waris Sebastian Group?” tanya Caroline yang selesai mengepak barang.
“Sebulan lagi. Aku akan tetap memasukkan nama Lee di ahli waris itu. Karena dia berhak juga untuk mendapatkan fasilitas Sebastian Group. Aku sudah membicarakan ini semuanya dengan Garda. Kelak mereka bisa memimpin Sebastian Group dengan kompak. Dan ditambah lagi tali persaudaraan mereka semakin kuat bisa melengkapi kelebihan dan kekurangan Sebastian Group,” beber Andi yang melipat korannya dan melihat Caroline.
“Apakah Lee mau menerimanya? Soalnya aku pernah mengobrol soal ini tentang ahli waris. Lee menolaknya dan mengatakan semuanya sudah cukup buat aku. Dikarenakan dirinya sudah memiliki BL Company,” tanya Caroline.
“Mau tidak mau, Lee harus menerimanya. Karena di tubuh Lee sudah mengalir darah Sebastian. Aku akan tetap memasukkan namanya di dalam sana. Meskipun dia memiliki BL Company. Aku yakin Lee akan mau dan tidak akan mengecewakanku,” jawab Andi dengan serius.
__ADS_1
“Jika suatu hari nanti, Lee tidak akan memasukkan BL Company ke dalam Sebastian Group, apakah kamu akan memarahinya?” tanya Caroline dengan lembut.
“Cepat atau lambat BL Company akan masuk ke dalam Asco Group. Kita sudah membahas ini dengan mereka. Aku tidak jadi masalah, BL Group bisa semakin besar berdiri sendiri maupun digabung. Kalau digabung di bawah naungan bendera Asco. Aku yakin BL akan semakin besar. Begitu juga dengan BL jika masuk di Sebastian Group. Garden mampu membawanya ke langit ketujuh. Itu semuanya terserah pada Lee. Aku tidak marah sama sekali pada putri kecilku itu,” jelas Andi yang membuat Caroline tersenyum manis.
“Aku sedang menunggu warning dari Garda. Aku nggak tahu putraku itu bisa tidak mencintai seorang gadis?” tanya Andi yang mendekati Caroline.
“Kamu ini sangat lucu sekali. Mana ada Garda akan mundur mengejar Arini. Dia tidak akan mundur sama sekali. Cepat atau lambat Garda akan merengek untuk meminta restu kepada kita. Aku sudah mengancamnya. Jika lama-lama dirinya tidak juga melamar Arini,” sahut Caroline yang merangkul Andi.
“Anak itu terlalu dingin. Bahkan dinginnya bisa membunuh orang di sekitarnya. Aku tidak tahu kenapa? Garuda memiliki sifat dingin seperti itu,” jawab Andi yang melupakan sesuatu.
“Bukankah dulu kamu pernah mencurahkan isi hatimu kepadaku?” tanya Caroline yang mengingatkan Andi membenci Bayu saat itu.
“Apa itu?” tanya Andi yang semakin penasaran.
“Di saat aku hamil Garda. Kamu sangat membenci Kak Bayu. Jika kalian berkumpul, kamu selalu menghindarinya dan bersembunyi di belakang punggung Joko atau Irwan,” jawab Caroline yang membuat Andi tertawa.
Tiba-tiba saja Andi mengingat momen seperti itu. Dirinya langsung memandang Caroline sambil berkata, “Jujur aku melupakan hal itu. Apakah sifat dingin Bayu merasuk ke dalam jiwa Garda?”
“Bisa jadi. Untung saja wajahnya tidak mirip dengan Kak Bayu? Kalau mirip aku akan dimarahi oleh Kak Rani,” ucap Caroline.
“Bagaimana kalau seorang wanita memiliki anak yang wajahnya mirip dengan mantan pacarnya itu? Padahal anaknya itu adalah anak dari sang suami?” tanya Caroline.
“Itu aku tidak tahu lagi. Bisa jadi orang itu ngidam membayangkan sang mantan pacar. Aku takutnya suatu hari nanti sang suami marah-marah dan terjadi perpecahan. Bahkan cepat atau lambat rumah tangganya buyar,” jelas Andi.
“Bener juga sih,” ujar Caroline.
“Sekarang jadi pertanyaannya begini, bagaimana bisa wajah mantannya berada di dalam wajah bayi itu? Cepat atau lambat sang suami maupun pihak keluarga akan mengetahuinya. Apalagi di dalam keluarga itu ada yang memprovokasi keadaan. Menurutku itu ngeri-ngeri sedap,” jelas Andi.
“Waduh... Wah papa.. diam-diam memperhatikan sinetron ikan terbang,” ledek Caroline yang membuat Andi tertawa.
Ketika tertawa tangan Caroline mulai usil. Tangan mungil itu menyelinap masuk ke dalam kemeja Andi. Andi yang merasakan langsung panas dingin. Tanpa menjawab Andi langsung mengajak Caroline ke dalam kamar. Itulah percakapan oleh kedua orang tua Lee. Meskipun Andi membebaskan Lee dalam mengekspresikan sesuatu. Andi tetap mendukung Lee, apa yang dilakukannya itu.
__ADS_1
Di dalam kamar kedua insan manusia yang tidak mudah lagi membutuhkan untuk tidur. Mereka memilih untuk beristirahat. Karena Andi juga ikut ke Belgia. Lalu bagaimana dengan Garda? Garda tetap di sini untuk mengurusi perusahaan bersama Arini.
Pagi yang cerah di kota Jakarta. Pagi ini Caroline, Rani, Mama Yi dan Widya sudah bersiap-siap menuju bandara. Mereka juga mengajak para suami agar tidak boring. Bisa dikatakan mereka sedang melakukan bulan madu untuk kesekian kalinya. Mereka juga tidak lupa membawa baju ganti. Karena di sana mereka akan tinggal kurang lebih seminggu.
Widya sangat semangat sekali akan mengajak Raka. Wanita paruh baya itu akan memberitahukan kepada dunia, kalau dirinya sudah menjadi nenek dan memiliki seorang cucu. Begitu juga dengan Irwan, Irwan juga sama akan mengatakannya pada dunia.
“Bagaimana?” tanya Joko.
“Apakah Mbak Yeni sudah siap?” tanya Widya kepada Joko.
“Kamu jadi mengajaknya?” tanya Joko balik.
“Harus. Biar Raka ada yang menjaganya. Kapan-kapan kita akan memberikan reward kepada para pelayan,” Celetuk Widya sambil menghempaskan bokongnya di tepi ranjang.
“Reward apa yang kamu maksud itu? Apakah kamu akan memberikan bonus akhir tahun?” tanya Irwan yang kemudian duduk di samping Widya.
“Aku akan memberangkatkan seluruh pelayanku bersama keluarganya umroh ke Mekkah ditambah lagi akomodasi yang sudah aku persiapkan semuanya,” jawab Widya.
“Itu ide yang sangat bagus sekali. Kalau begitu awal tahun saja kita akan memberangkatkannya,” jawab imam yang menyetujui permintaan Widya.
“Jangan awal tahun. karena kita sangat sibuk sekali mempersiapkan pernikahan Imam dan Suci. Aku tidak ingin membuatnya berantakan,” pinta Widya.
“Kenapa bisa begitu? Bukankah pernikahan ini sudah diberikan ke wo?” tanya Irwan.
“Maksudku bukan begitu,” jawab Widya.
“Begitu apanya?” tanya Irwan yang penasaran sekali dengan Widya.
“Biarkanlah... Mereka stay di sini dan menjaga mansion. Mereka juga berhak hadir untuk meramaikan pernikahan Imam,” jawab Widya yang membayangkan pernikahan Imam.
“Ya aku tahu maksud kamu. Kalau begitu pertengahan tahun saja kita berangkatkan mereka ke sana. Untuk saat ini aku tidak akan menggempur-gemborkan masalah ini. Yang penting semuanya bisa jalan,” jelas Irwan.
__ADS_1
“Di manakah Raka berada?” tanya Widya yang beranjak berdiri meninggalkan Irwan.