Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 348


__ADS_3

"Maksud kamu bekerja sama dalam bidang apa?" tanya Brenda.


"Aku ingin kita bekerja sama dalam bidang yang menguntungkan bagi kita. Kamu pasti tidak akan menolak tentang kerja sama ini," jawab Clay yang menatap wajah Brenda.


"Kamu katakan terlebih dahulu. Jika tidak kerja sama ini akan batal," ucap Brenda dengan wajah datar.


"Jika kamu membatalkan kerja sama ini, aku yakin kamu pasti akan rugi," ujar Clay.


"Baiklah… sekarang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Brenda.


"Aku ingin kamu merebut Erra dari tangan Lee. Aku tahu kamu sangat mencintainya,'" jawab Clay.


"Bahkan aku tidak rela kehilangan Erra sedetikpun. Aku sudah mengejar Erra jauh sebelum Lee hadir di dalam perusahaan. Aku selalu memujanya dan mendekatinya. Tapi asistennya selalu melarangku masuk ke dalam," ucap Brenda yang kesal dengan Garda.


"Lalu, setelah kedatangan Lee di dalam kantormu?" tanya Clay.


"Setelah kedatangan Lee semuanya berubah total. Aku tidak bisa mendekatinya sama sekali. Bahkan perempuan itu tidak memperbolehkan aku masuk ke dalam ke kantornya. Setiap ingin masuk ke ruangannya dia malah menyalang duluan. Tanpa aku sadari wanita itu telah merebut Erra dari aku selamanya. Aku ingin sekali membunuhnya," jawab Brenda yang tiba-tiba saja menangis sesenggukan.


"Janganlah kamu bersedih seperti itu. makanya aku ke sini ingin mengajak kamu bekerja sama. Ini sangat menguntungkan bagi kita. Kamu bisa mendapatkan Lee dan aku ingin sekali menikahi Lee. Sedari dulu aku memang sangat tergila-gila pada Lee. Aku sangat mendambanya dan ingin memilikinya," ungkap Clay yang sangat menginginkan Lee menjadi istrinya. 


"Sepertinya kamu sangat mencintainya. Terlihat jelas dari matamu yang jernih itu," kata Brenda yang sengaja menatap mata Clay.


"Gara-gara dia hidupku berubah drastis," ujar Clay.


"Sepertinya Lee sangat spesial buat kamu. Kalau begitu aku tidak akan menundanya untuk mengatakan besok," kata Brenda yang membuat Clay sangat bahagia.


"Maksud kamu?" tanya Clay.


"Aku akan menjawabnya sekarang. Jika aku tidak menjawabnya sekarang, kemungkinan besar kamu akan membatalkan kerja sama ini. Ujung-ujungnya aku bisa menyesal," jawab Brenda.

__ADS_1


"Jadi?' tanya Clay yang ragu akan jawaban Brenda. 


"Ya… kita akan melakukan kerja sama ini mulai sekarang. Aku harap kamu mengunjungi Jakarta demi melancarkan aksi kerja sama ini," jawab Brenda yang membuat Clay semakin semangat mengejar Lee.


 "Baiklah kalau itu maumu. Berikan aku alamat kamu," balas Clay.


Akhirnya mereka bekerja sama untuk melancarkan rencana merusak rumah tangga Lee dan Erra. Sebelum mereka berpisah mereka sedang menyusun acara untuk ke depannya. Lalu, apakah mereka tahu kalau rumah tangga Lee dan Erra banyak yang melindunginya? Apa apa yang terjadi jika rencana itu berhasil? Kita lihat saja aksi Lee yang akan mengusir pelakor. 


Istanbul Turki.


"Aku sangka Sam tidak membuka cabang di Istanbul?' tanya Garda.


"Sam itu memang gila. Dia berani membuka cabang di negara manapun. Dia juga tidak takut rugi," jawab Nanda yang membuat Garda tersenyum. "Sam sangat mencintai makanan Indonesia. Sejak kecil dia sudah berjanji akan memperkenalkan makanan seluruh daerah di Indonesia ke negara manapun."


"Ya… kamu benar. Kita harus bangga dengan apresiasi Sam yang sangat gila itu," puji Garda. "Apakah Sam jago sekali memasak?" 


"Sam memang sangat jago memasak. Pertama kali saat kami tinggal di Helsinki, Sam lah yang sering memasakkan buat kami. Di sana Sam sering berkreasi membuat makanan," jawab Nanda secara blak-blakan.


"Ya… kami sangat bahagia. Bahkan kami mengalami pelonjakan berat badan secara drastis. Akhirnya ayah Fendy menyuruh kami olahraga siang dan malam sampai memiliki tubuh yang ideal," ucap Nanda dan Garda tertawa terbahak-bahak.


"Setengah jam kemudian kita akan berkumpul di kamar Imam," ajak Nanda.


"Kalau begitu biar aku yang bayar," ujar Garda dengan cepat.


"Aku yang bayar. Kamu sering sekali mentraktirku makan. Aku belum pernah mentraktirmu makan. Kamu tunggu di depan sana," pinta Nanda yang membuat Garda menganggukan kepalanya.


Lalu Garda meninggalkan Nanda yang akan membayar makan malamnya itu. Ia melangkahkan kakinya keluar restoran. Garda terdiam sambil menatap jalanan. 


Garda memutuskan untuk mengecek email. Tangan kekarnya mulai merogoh kantong celananya sambil menemukan benda pipih tersebut. Tak lama ia serius membaca semua pesan dari para karyawannya. Untung saja malam ini ia tidak menemukan pesan dari dunia bawah tanah.

__ADS_1


"Syukurlah… malam ini akan terkendali," ucap Garda yang sesekali menatap jalanan. 


Ketika sedang serius Garda tidak sengaja mencium aroma maskulin dari parfum pria. Ia tidak memperdulikan dengan sang pemilik parfum itu. Kemudian pria itu semakin mendekat lalu aroma maskulin itu semakin kuat menusuk di hidungnya. Garda mengerutkan keningnya sambil mencurigai pria tersebut. Ia akhirnya berkata dalam hati, apa benar papa berada di sini?


Garda segera mengenyahkan pikiran itu jauh-jauh. Karena Garda sendiri yang melihat keberangkatan para papa ke Jakarta. Bisa jadi sang pemilik parfum itu adalah orang lain. Akan tetapi Garda tidak sadar juga sang pemilik parfum itu sudah berada di sampingnya dan mencoba mengintip isi pesan Garda.


Sang pria itu langsung mendengkus kesal karena dicuekin sedari tadi. Tidak mengapa bahkan tidak berbicara sedikitpun. Hingga dirinya sangat kesal dan bertanya pada intinya.


"Kapan kalian akan menghancurkan markas Black Lotus?" tanya pria itu yang membuat Garda terkejut dan menoleh ke samping 


"Anda siapa ya?' tanya Garda yang pura-pura amnesia.


Plakkkkkk!


Sebuah tangan kekar mendarat sempurna di pundak Garda. Sang pemilik tangan itupun akhirnya menatap Garda dengan menyalang. Kemudian Garda memasang wajah tengil sambil berkata, "Aish… bagaimana ini sang papa sudah menebarkan pesonanya untuk mengajak perang."


"Aku tidak mengajak kamu perang. Tapi aku mengajakmu untuk bertarung," kesal Andi.


Kedua pria berbeda generasi itupun akhirnya tertawa tertawa terbahak-bahak. Garda tidak menyangka kalau sang papa akan menyusulnya ke sini. 


Sedangkan Nanda dan Sam yang baru saja keluar dari restoran pun terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka kalau salmah satu enam pilar utama senior ternyata berada di sini. 


Yang lebih terkejutnya lagi mereka kedatangan March dan Joko. Ketiga pria muda itupun langsung menepuk jidatnya. Rahasia yang telah dibuatnya bocor. Bagaimana bisa rencana mereka bocor seketika?


"Perasaan aku, kalian berada di Jakarta. Kenapa Papa ada di sini semua?" tanya Nanda. 


"Iya, kami memang ingin ke Jakarta. Tapi rencana kami batal. Karena kalian telah menipu papa. Bisa-bisanya kalian melupakan para papa untuk menghancurkan markas musuh terbesar kita," kesal Joko.


"Kami tidak berencana untuk menghancurkan markas Black Lotus. Ketika kami ingin kembali, Lee tiba-tiba saja ingin menghancurkan markas Black Lotus. Kami tak sadar akan hal itu. Sebelum kami pulang, Lee yang mencetuskan ide tersebut," jelas Garda.

__ADS_1


"Kenapa putriku tidak mengajakku?" tanya Andi.


__ADS_2