Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 379


__ADS_3

Disclaimer.


Maaf... bagi pecinta Lee. Hari ada kesalahan teknis dari saya. Bab yang baru saja keluar, akan diganti dengan yang baru.


Terima kasih.


Salam hangat.


"Jangan-jangan kenapa?" tanya Lee.


"Sepertinya kamu harus check up di dokter kandungan. Ini akan berpengaruh sekali pada keadaan Erra," saran Imam untuk Lee.


"Maksud kamu? Apakah singa betina aku sedang hamil?" tanya Erra.


"Sepertinya," jawab Imam yang membuat Erra dan Garda tersenyum manis.


"Jadi?" tanya Lee yang menatap ke arah Erra.


"Ini namanya bagi dua. Lee yang mengandung, Erra yang menderita," jawab Imam sambil terkekeh. "Aku tidak bisa memastikan hal itu. Karena aku bukan dokter kandungan."


"Baiklah kalau begitu. Jika kembali ke Jakarta aku akan memeriksanya," ucap Lee dengan sumringah.


"Inilah yang dinamakan kebaikan. Hari ini hingga ke depan dan selanjutnya. Kita bisa menjalani hidup ini dengan damai aman dan sentosa," ucap Imam dengan tulus sambil berdoa agar semua orang diberikan kebaikan dan keberkahan.


"Amin," balas mereka serempak.

__ADS_1


"Kapan kalian pulang?" tanya Imam.


"Kami akan pulang malam ini. Kami tidak bisa mengikuti acara amal Adam. Kasihan era yang sedang tidak enak badan," jawab Lee.


"Kalau begitu ya sudahlah. Kasihan juga ya, badan segede itu bisa merasakan ngidam. Parah memang," ledek Garda.


"Aku doain kamu. Suatu Hari nanti istri kamu hamil, kamu akan mendapatkan yang lebih parah lagi. Bahkan tidak akan bisa bangun lagi sampai istrimu melahirkan nanti. Itulah sumpahku kepadamu Garda," ketus Erra yang membuat Garda dan Imam tertawa terbahak-bahak.


"Habislah nasib kalian. Kalau begini aku tidak mau ikut-ikutan," ujar Lee sambil menghela nafasnya.


"Aku yang nggak ikut-ikutan. Aku hanya memprediksi keadaan kalian. Tuh Garda ikut-ikutan ngeledek Erra," sahut Imam.


"Perasaanku dulu ketika menemukan Kak Garda nggak kayak gini. Jujur aku menemukannya dalam mode pendiam banget kayak es batu," ungkap Lee yang merasa jengkel dengan Garda.


"Ya itulah kakakmu. Aku juga merasa begitu pada awalnya bertemu. Badan kekar, tubuh tinggi dan wajah berparas tampan. Tapi sifatnya kayak es batu. Banyak wanita yang mendekat ujung-ujungnya pada kabur. Ditambah lagi jika kencan bersama wanita itu, tidak banyak bicara alias pendiam banget. Sekarang sudah tua-tuap lagi kayak burung yang menghibur kita di pagi hari," keluh imam yang mengetahui sifat Garda sejak awal bertemu di markas Black Dragon Amerika.


"Aku nggak tahu, Bagaimana kehilangan kakakku saat itu? Usia tiga tahun, aku sudah tidak melihat omelannya Kak Garda. Ditambah lagi yang aku ingat adalah senyumannya yang manis itu. Aku tidak menyangka jalan hidupku seperti ini. Banyak rintangan dan cobaan yang aku rasakan. Ditambah lagi banyak peristiwa yang menghampiriku membuatku menjadi dewasa. Tapi aku bersyukur bisa menemukan Kakak dan ibuku di waktu bersamaan," ungkap Lee dengan penuh haru.


"Begitu juga kamu menemukan Kakak tanpamu itu. Kakak tampanmu selalu membuat kekacauan jika sedang rindu sama kamu. Sehari saja tidak mendengar beritamu... bisa-bisanya kami menjadi sasaran amukan. Aku tidak menyangka kalau rasa cintanya padamu sungguh sangat besar. Kami diam-diam berdoa agar Tuhan menyatukan kalian. Dan doa kami terkabul. Kalian menikah dengan cara yang unik. Ditambah lagi kamu tidak memberitahukan kapan dirimu menikah? Itulah yang membuat aku sangat terharu mendengar kisahmu bersama Erra," Imam sangat mengagumi kisah cinta Lee dan Erra.


"Inilah yang dinamakan jodoh sehidup semati. Mereka sudah ditakdirkan untuk saling bersama. Walau waktunya sangat lama sekali. Jika mereka tidak akan terpisah seperti ini, kemungkinan besar Erra akan menikahi Lee di usia muda. Setiap kamar yang dimilikinya, selalu terpampang wajahmu. Aku kira kamu itu artis Korea yang sedang naik daun. Ternyata tidak, Kamu adalah singa betina yang sedang dicari sama pawangnya," jelas Garda yang membuat Erra tertawa terbahak-bahak.


"Tertipu kan akhirnya. Makanya dilihat dengan jelas. Itu fotonya siapa? Masa kamu nggak bisa membedakan orang biasa sama artis Korea?" ledek Erra.


"Inilah yang dinamakan sesuatu yang aneh sekali. Beginikah rasanya jatuh cinta sama seseorang?" tanya Lee secara terang-terangan yang membuat semua orang terkejut kecuali Erra.

__ADS_1


"Apakah kamu dulu tidak pernah memacari seseorang yang membuatmu jatuh cinta?" tanya Erra yang curiga.


"Aku tidak pernah pacaran sama sekali. Ditambah lagi dengan berkenalan sama pria pun jarang. Selesai pulang sekolah aku jarang ke mana-mana. Aku langsung pulang ke rumah sambil melihat ayah Fendi sedang membuat karya baru. Terkadang aku membantunya untuk mencari melodi. Itulah kenapa Aku jarang sekali berkenalan dengan banyak pria," kata Lee dengan jujur.


"Ya itulah. Menurut informasi yang aku dapatkan dari Nanda. Memang begitu informasinya. Sampai aku geleng-geleng kepala dan tertawa terbahak-bahak ketika membaca informasi tersebut. Ditambah lagi dengan keunikan Lee yang menyukai musik cadas. Aku nggak tahu mengapa, istriku ini menyukai musik cadas? Bahkan Lee bisa menyanyikan setiap lirik lagu yang disetelnya. Jujur saja suaranya sangat indah," puji Erra.


"Kamu harus tahu satu fakta yang disimpan dapat oleh istrimu itu. Diam-diam ayah Fendi sering memintanya untuk menjadi latar penyanyi di band Asteria. Untung saja suaranya mirip sekali dengan Tarja Turunen. Apalagi musik yang diusung adalah musik simphonic power metal. Itulah istrimu yang sangat unik sekali," Imam membeberkan satu fakta yang terpendam selama ini dari Lee.


"Astaga.... Aku baru tahu itu. Kenapa nggak dari dulu menjadi seorang penyanyi saja? Ketimbang menjadi seorang mafia?" keluh Erra. "Jika itu terjadi aku bisa keluar dari Asco dan menjadi manajer pribadinya sekaligus asistennya."


"Sepertinya surat aku tidak enak nih?" ucap Garda yang membuat era tersenyum iblis.


"Bakalan ada sandal besar antara penyanyi dan manajer. Dan manajernya sangat posesif sekali. Jika ada penggemar cowok pasti dirinya marah-marah tak jelas," ledek Imam yang membuat Erra mengangguk paham.


"Ya iyalah.... Ketimbang istriku diganggu gugat oleh mereka," ujar Erra.


"Sebenarnya itu tidak baik sekali deh. Lama-lama Lee mendapatkan image buruk di mata penggemar," sahut Imam.


"Ya itulah... Kisah sang penyanyi Lee dan manajernya sangat posesif sekali," ledek Garda.


"Jujur... Kalau kayak gitu terus. Lebih baik aku memilih untuk pulang ke kampung halamanku. Ujung-ujungnya aku mendirikan sebuah rumah di desa dan menikmati hidup tanpa ada gangguan dari sang manager gila ini," Lee hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap wajah sang suami.


"Kalau begitu aku setuju. Aku ikut denganmu dan menjadikan kamu sebagai ratu di rumah kecilku ini," sahut Erra yang tidak rela kehilangan Lee sedetik pun.


"Ujung-ujungnya ya dikejar-kejar lagi. Mau cari sesuatu malah dicariin. Kalau begitu aku menyerah," Lee langsung menundukkan wajahnya dan memilih diam.

__ADS_1


"Mana mungkin kamu akan pergi dariku. Cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku selamanya. Setiap pria mendekatimu Aku pastikan mereka menjauhimu," tegas Erra.


"Yang namanya jodoh mau bagaimana lagi? Meskipun kalian berpisah jauh pun ketemu. Tapi jujur cinta kalian sangat unik sekali. Melebihi cerita novel-novel lainnya. Sepertinya kisahmu aku tulis di dalam novel ya?" tanya Garda.


__ADS_2