
"Apa maksud kamu Candra?" tanya Emilia dengan wajah serius.
"Alicia sudah meninggal. Ini tempat tinggalnya yang terakhir," jawab Candra dengan serius sambil menunjuk makam itu lagi.
Emilia dan Yoona sungguh terkejut mendengar pernyataan Candra. Emilia segera berlari menuju ke pemakaman itu dan duduk. Emilia meneteskan air matanya.
"Kamu tahu Alicia dibunuh oleh enam pilar utama!" seru Candra.
Emilia menatap wajah Candra dan menggelengkan kepalanya, "Apa yang kamu katakan itu benar?"
"Ya itu benar. Mereka sengaja menghabisi Alicia hingga tidak bernyawa," jawab Candra lagi.
Candra memutuskan untuk diam dalam kematian Alicia. Candra tidak akan mungkin bercerita tentang kematian Alicia. Candra memang sengaja mengkambinghitamkan enam pilar utama agar Emilia bisa membalaskan dendam. Sebenarnya yang salah disini adalah Candra. Karena dirinya Alicia terbunuh. Jika Candra tidak menyuruhnya menyerang Lee dan membunuh calon bayinya. Kemungkinan Alicia masih bisa dibiarkan hidup.
Setelah mendapat penjelasan dari Candra, darah Emilia berdesir hebat. Emilia tidak akan membiarkan enam pilar utama hidup. Emilia akan menyerang satu persatu dan menghabisinya. Namun apakah Emilia akan mampu melakukanya?
Tottenham Inggris.
Selama menempuh perjalanan jauh dengan waktu berjam-jam. Akhirnya mereka sampai ke sebuah markas pasukan khusus White Eragon. Lee melihat bangunan tua itu yang masih sama seperti dulu kala. Lee tersenyum bisa kembali ke sini.
Sementara itu Pita dan Arini sangat bahagia kembali kesini. Mereka mengucapkan selamat datang. Namun sebelum masuk mereka memandang Lee. Lee yang dipandang seperti itu merasa sangat aneh sekali.
"Kenapa kalian memandangku seperti itu?" tanya Lee dengan serius.
"Setelah pekerjaan ini selesai, aku mau lihat pertandingan sepak bola ya di Tottenham Hotspur Stadium," jawab Pita.
Lee tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Boleh. Lalu Arini kamu mau lihat apa?"
"Aku ingin lihat Iron Maiden di Manchester," jawab Arini.
"Baiklah aku mau lihat itu," ucap Lee yang segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
__ADS_1
Akhirnya mereka masuk ke dalam. Lalu mereka tidak sengaja melihat para pengawalnya yang masih tidur. Lee memegang tangan Arini dan Pita agar tidak membangunkan mereka. Arini dan Pita pun menurut apa yang dikatakan oleh Lee. Mereka secara perlahan naik ke atas dan menuju ke kamar masing-masing.
Jakarta Indonesia.
Erra sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Namun sebelum pergi Erra dipanggil terlebih dahulu untuk menemui Andi. Erra segera menemui sang mertuanya itu dan melihat Andi.
"Ada apa pa?" tanya Erra.
"Apakah tidurmu kurang nyaman hari ini?" tanya Andi dengan serius.
"Iya pa," jawab Erra.
"Selama Lee pergi papa akan menyuruh Garda untuk menjadi asisten pribadi kamu!" perintah Andi.
"Tapi pa? Bukannya Garda akan menjadi asisten Papa?" tanya Erra balik.
"Kamu tahu ada satu karyawan perempuan yang sangat terobsesi sekali sama kamu. Dialah Brenda. Brenda sangat menginginkan untuk menggantikan posisi Lee. Jika kamu tidak bersama Garda. Bisa dipastikan Brenda akan mengganggu kamu terus. Bahkan Brenda akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan kamu," jawab Andi yang memberikan penjelasan.
"Darimana papa tahu?" tanya Erra yang mengerutkan keningnya.
"Tidak pa," jawab Erra segera jujur.
"Kamu tidak peka dengan perempuan seperti itu. Jika kamu tidak percaya Garda yang memiliki barang buktinya," ucap Andi.
"Sedari dulu aku sudah curiga dengan keberadaan Brenda di divisi keuangan. Brenda sangat menginginkan kamu untuk dijadikan suami. Tapi karena terhalang oleh Lee… Brenda tidak bisa menyentuh kamu. Jika Lee tidak ada di samping kamu dalam beberapa hari. Aku bisa pastikan Brenda akan mengganggu kamu dan sering menemuimu. Aku enggak mau itu terjadi," tambah Garda yang masih berdiri di ambang pintu.
"Ya sudah kalau begitu. Aku juga butuh asisten. Hampir sebulan aku meninggalkan kantor," sahut Erra yang menganggukkan kepalanya tanda paham. "Apakah Lee kembali?"
"Ya… Lee akan kembali," jawab Andi. "Papa yakin Lee sangat merindukan kamu."
Erra tersenyum puas mendengar perkataan Andi. Memang seharusnya Lee merindukan dirinya. Namun untuk sekarang rindu yang dimiliki Lee terpendam.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita berangkat!" ajak Garda.
Greg yang baru saja keluar dari apartemennya melajukan mobilnya dengan santai. Greg sangat menikmati perjalanan menuju kantor. Ketika ada belokan Greg melihat ada seorang perempuan yang wajahnya sangat familiar. Perempuan itu memakai baju yang kurang bahan. Greg sengaja menghentikan mobilnya dan diam-diam mengikuti perempuan itu.
"Bukannya itu Elizabeth alias Rini Wulandari?" tanya Greg yang berjalan pelan dan mengikuti perempuan itu.
Perempuan itu adalah Elizabeth yang berjalan menuju ke tempat kumuh. Sedangkan Greg masih bertanya-tanya, ada apakah dengan Elizabeth? Kenapa Elizabeth berada di sini? Bukannya dia sangat membenci tempat seperti ini?
Elizabeth terus berjalan hingga menemukan sebuah rumah yang tidak layak huni. Rumah itu sangat jelek sekali dan sudah rusak. Kemudian Elizabeth memutar bola matanya dengan malas. Bagaimana bisa bekas suaminya tinggal di tempat pemukiman seperti ini? Sudah kotor ditambah bau yang tidak enak membuat Elizabeth merasa jijik.
"Duh… jijik aku kalau kesini. Bisa-bisanya Rio tinggal disini!" geram Elizabeth yang mencari jalan yang tidak ada sampahnya.
Sementara itu Greg berhenti dan bersembunyi di balik pohon. Greg sedang mencari tempat yang aman guna mendapatkan informasi dari Elizabeth.
Lalu Elizabeth mengetuk pintu dan berteriak memanggil Rio. Setelah itu Rio keluar dari rumah itu kemudian melihat Elizabeth.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Rio dengan ketus.
"Mau ngambil Lala," jawab Elizabeth.
Jujur saja Greg terkejut mendengar apa kata Elizabeth. Yang lebih terkejutnya lagi Greg melihat siapa itu Rio. Greg mengenal Rio adalah seorang pengusaha yang cukup terkenal dan sukses. Namun kenapa Rio berubah seperti ini? Tinggal di tempat kumuh dan hidup menderita seperti ini?
"Buat apa kamu membawa Lala?" tanya Rio yang tidak mau memberikan Lala.
"Aku akan menjadikan senjata agar Erra bisa takluk di pelukanku," jawab Elizabeth dengan berapi-api. "Dengan begitu aku bisa menguasai Asco dan merebut seluruh asetnya."
Rio menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Jika hanya untuk ambisimu semata aku tidak akan memberikan Lala! Jika kamu ingin benar-benar merawatnya aku akan memberikan Lala secara cuma-cuma."
"Halah… aku tidak akan merawatnya. Setelah selesai aku akan mengembalikannya kepadamu. Kamu tahu merawat anak itu sangat menyusahkan sekali," ucap Elizabeth dengan berdecih.
"Kamu itu!" bentak Rio. "Sudah berapa orang yang kamu tipu dengan modus seperti itu! Bahkan aku juga tertipu gara-gara kamu! Semua aset aku telah kamu miliki! Mansion, mobil mewah dan beberapa perusahaanku telah berganti atas nama kamu!"
__ADS_1
"Halah! Ternyata kamu bodoh ya! Kamu tidak lihat perjanjian pranikah kita!" bentak Elizabeth dengan suara meninggi.
Greg tersenyum smirk dan berkata dalam hati. Oh… jadi begitu modusnya. Ah… rasanya aku harus memberitahukan Erra supaya berhati-hati.