Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 127


__ADS_3

Markas besar White Eragon.


Mereka sedang berkumpul di ruangan khusus. Sambil menunggu yang lainnya datang Lee teringat akan Dennis. Lee melihat Errau untuk meminta ijin, "Kak... Aku mau ke ruangan bawah tanah."


"Ngapain mau kesana?" tanya Erra yang mengerutkan keningnya.


"Aku ingin bertemu dengan Dennis," jawab Lee.


"Kalau begitu aku ikut. Aku tidak mau kamu menemui pria lain selain Garda, para papa dan para kakakmu," jawab Erra.


Lee memutar bolanya dengan malas. Lee sangat kesal sekali kepada Erra ketika ingin menginterogasi Dennis. Ingin rasanya Lee melemparkan Erra ke langit ke tujuh, "Aku sendirian ke sana!"


"Pokoknya aku ikut," ucap Erra dengan manja sambil memamerkan wajah anak baiknya itu.


"Kalau sudah begini bagaimana bisa aku menolaknya," kesal Lee dalam hati.


Imam yang mengetahui kalau Erra memasang wajah anak baik hanya bisa tersenyum. Imam mendekati Lee sambil berbisik, "Ajak saja. Nanti bayi tuamu ngambek."


"Baiklah kalau begitu," balas Lee sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.


Lee memegang tangan Erra dan mengajaknya pergi ke bawah. Lalu Erra tersenyum puas karena cara inilah sangat ampuh sekali membuat Lee menurut. Lalu Imam hanya tertawa melihat Erra yang memasang wajah seperti itu.


"Dasar bucin tingkat dewa!" teriak Imam yang hingga terdengar ke telinga Erra.


Erra hanya tersenyum kegirangan dalam hati. Erra sekarang mulai posesif terhadap Lee. Bahkan Erra akan selalu disisinya. Bagaimana dengan Lee? Apakah Lee akan terganggu dengan ulah Erra? Jawabannya adalah tidak. Karena di sinilah Lee merasakan ada yang nyaman di dalam hati.


Setelah mereka pergi Garda mendekati Imam dan memandang wajah sang sahabatnya itu. Garda menghempaskan bokongnya lalu bertanya, "Ada apa?"


"Lihatlah Erra yang semakin lama bucin banget sama Lee," jawab Imam. "Dan tingkat kebucinnya malah menjadi tingkat dewa."


Garda tertawa melihat wajah Imam yang kesal. Garda paham apa yang terjadi pada Erra. Malah Garda sangat bersyukur sekali karena Erra sangat menyayangi sang adiknya itu, "Dari dulu kan Erra kan bucin. Sangking bucinnya semua orang melihatnya sangat jengah."


"Kemana ayah Fendy?" tanya Imam.


"Ayah Fendy masih menuju perjalanan ke sini. Aku harap ayah memberikan informasi yang baik. Semakin lama yang namanya Candra semakin melunjak. Cepat atau lambat Lee akan menghabisinya," jawab Garda.


"Apakah kita akan menggempurnya?" tanya Imam.

__ADS_1


"Jangan dulu. Masalah ini semakin rumit. Kita enggak boleh gegabah," jawab Garda.


"Kalau ingin menghancurkan Candra harus menyita seluruh asetnya!" seru James.


Mereka menoleh dan melihat James. Mata mereka membulat sempurna. Entah kenapa Imam mulai bersiap-siap untuk menghajar James.


"Sudahlah kak Imam. Jangan menyerangku. Aku tahu kamu tidak bisa beladiri," ucap Imam.


"Bukannya kamu berada di New York. Kenapa kamu berada di sini?" tanya Imam dengan kesal.


"Kami dipecat sementara untuk masuk ke dalam bawah tanah," jawab Arthur.


"Apa!" pekik Imam.


"Yang dikatakan James benar. James memang ditugaskan untuk masuk ke dalam White Eragon. Mereka yang akan membantu kita untuk menangkap Candra," ucap Joko.


"Tapi jangan lupakan si Adam. Kekayaan Adam juga tidak kalah fantastis dari Candra," sahut Bayu.


"Amazing," puji Imam dengan kesal.


"Papa tahu dari mana?" tanya Garda.


"Lee berada di bawah tanah," jawab Bayu.


Sesampainya di ruangan bawah tanah. Lee melihat Dennis yang sebenarnya tampan tetapi hidupnya sangat tragis. Karena akhir-akhir ini Dennis menjadi boneka Candra. Dennis ditugaskan untuk menghancurkan Lee dan White Eragon.


"Jangan kamu yang membangunkan Dennis sialan ini!" kesal Erra.


Lee menganggukan kepalanya karena paham sifat Erra yang cemburu. Lalu Lee mundur beberapa langkah. Tak lama Erra memanggil pengawalnya untuk mempersiapkan air dalam ember. Pengawal itupun mengambil ember yang berisikan air.


Sebelum pengawal itu masuk membawa ember, Dennis terbangun dari tidurnya. Dennis tidak ingin terkena siraman airnya. Matanya membulat sempurna dan menatap Lee, "Singa Betina lepaskan aku."


Lee hanya memutar bolanya dengan malas. Entah kenapa Lee ingin rasanya menghajar Dennis. Namun niatnya diurungkan. Tak lama Lee mendekati Dennis dan menginterogasinya. Akan tetapi Dennis menggelengkan kepalanya dan meminta Erra mendekatinya. "Ra... Kemarilah."


"Kenapa aku mendekatimu?" tanya Erra dengan memutar bolanya dengan malas.


"Sepertinya ada sesuatu di dalam tubuh Dennis," jawab Lee.

__ADS_1


Erra akhirnya paham dan mendekati Dennis. Lalu Dennis membisiki sesuatu ke telinga Erra untuk memberitahukan ada chip yang tertanam di tubuh Dennis. Erra hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Mau tidak mau Erra akan menyuruh Saga dan Imam untuk mengoperasi Dennis.


"Aku paham. Kalau begitu kami pergi dulu," pamit Erra.


Erra mengajak Lee pergi dari sana. Mereka akhirnya menemui para petinggi White Eragon. Tak lama Erra duduk di samping Bayu lalu mengatakan, "Di tubuh Dennis bagian belakang ada chip yang tertanam. Jika menginterogasinya sekarang percakapan kita akan direkam secara otomatis lalu bisa terkirim ke Candra secara langsung."


"Apa yang harus dilakukan?" tanya Bayu.


"Jika ingin tahu informasi tentang Dennis, kita harus mengeluarkan chipnya," jawab Erra.


"Ya kalau begitu kita meminta bantuan sama Imam dan papa Saga," keluh Lee.


"Mau bagaimana lagi. Kita harus melakukannya jika mendapatkan informasi yang akurat," sahut Lee.


"Aku rasa Dennis sangat menyesali perbuatannya," ucap Erra.


"Kita harus menolongnya," ujar Lee.


Tak lama James melihat Bayu, Erra dan Lee. Namun sebelum itu James menyapa Bayu terlebih dahulu sehingga membuat Lee sangat terkejut, "Pa."


"Kak James," pekik Lee.


"Lee," sapa James.


"Kamu itu dipecat atau bagaimana sih?" tanya Bayu yang masih bertanya-tanya soal kedua orang itu.


"Hmmp... Aku tidak dipecat. Tapi aku harus masuk ke sini. Ini darurat untuk kepolisian interpol," jawab James yang menghempaskan bokongnya di sofa singel.


"Lalu?" tanya Bayu.


"Papa tahu enggak Candra sekarang bekerja sama dengan mafia Meksiko. Candra sedang memperbesar Black Lotus untuk memproduksi obat-obatan terlarang dan juga racun yang bisa membunuh orang sekaligus," jawab James.


"Dan jangan lupakan juga Adam. Adam sendiri adalah ketua mafia Red Camel yang memasok organ tubuh manusia. Bisa dikatakan Adam lebih kejam dari Candra," tambah Arthur.


Sontak saja Lee terkejut. Baru kali ini Lee mendengar informasi tentang Adam adik kandung Candra. Lee tidak tahu harus berkata apa-apa, "Aku tidak tahu harus berkata apa-apa. Yang aku tahu Adam adalah seorang pendiri rumah sakit yang terkenal di dunia. Bahkan Adam sering menjadi pembicara di berbagai seminar kesehatan."


"Organisasi Red Camel dulu memang sengaja disembunyikan dari dunia. Sekarang malah terang-terangan dan mencari korban untuk diambil organ tubuhnya. Jadi bisa dikatakan mereka sedang gencar mencari korban," jawab Arthur.

__ADS_1


"Jadi ini masalah sangat serius sekali. Bisa dikatakan mereka adalah orang-orang yang memiliki wajah malaikat tapi hatinya iblis," ucap Lee.


Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju dengan pernyataan Lee. Mereka sangat kesal dengan kakak adik itu. Lee sudah gatal ingin menghancurkan mereka. Namun Lee harus mempunyai strategi khusus untuk menghancurkan mereka dengan elegan.


__ADS_2