
"Aku sangka kakak lupa,'' jawab Lee.
"Aku tidak pernah melupakan itu,'' ucap Erra yang tidak menoleh ke arah Lee.
Christian yang baru saja bangun tidurnya melihat kamarnya yang masih rapi. Matanya mulai menatap foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum manis. Banyak kenangan-kenangan yang teringat kembali. Hingga membuat air matanya mengalir. Hatinya sangat sesak ketika menatap ruas foto sebelahnya.
"Maafkan aku Elena... aku tidak bisa melindungi kamu. Suatu hari kita akan ketemu lagi. Kamu tahu aku sangat mencintaimu,'' ucap Christian dalam hati.
Tak lupa juga Christian menatap foto anak kecil yang berada di sebelahnya. Air matanya semakin deras dan mengingat kekejian Adam yang menghabisi nyawa anak-anaknya. Lalu ia memejamkan mata sambil menarik nafasnya dan mengusap wajahnya.
"Aku harus mengambil keputusan. Aku akan bergabung dengan White Eragon,'' batin Christian.
Tanpa disadari oleh Christian di luar banyak sekali mobil berdatangan. Mereka berhenti berjejer di depan dengan formasi melingkari. Mereka menunggu seseorang yang akan memberinya perintah.
Selang berapa menit ada Erra sampai di kediaman Christian. Mata Erra membulat sempurna sambil mengalihkan ke Lee.
"Tumben sekali kediaman paman kamu sedang ramai?" tanya Erra.
Lee yang mengece sahamnya di berbagai perusahaan terkejut. Lee menaruh ponselnya sambil mengarahkan pandangannya ke samping. Lee merasakan ada yang tidak beres. Namun Lee tetpa tenang dan tidak bersuara.
Sedetik, dua detik, tiga detik ada sebuah mobil berwarna hitam tiba. Sang pemilik mobil itu keluar memakai baju serba hitam. sang pemilik mobil menoleh hingga kelihatan Lee dan Erra. Pasangan suami istri itupun terkejut lalu mengepalkan tangannya secara bersamaan. Mereka menyebut satu nama yang membuat tak nyaman.
"Nicky!"
Ya... pria yang memakai baju serba hitam adalah Nicky. Dia adalah seorang polisi yang mengunjungi Christian secara mendadak. Namun yang membuat curiga oleh mereka, kenapa Nicky datang bersama orang-orang yang memakai baju serba hitam.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Paman sedang dalam bahaya!" geram Lee.
"Kamu benar!" sahut Erra yang membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Kakak mau kemana?" tanya Lee.
''Mau berkunjung ke rumah paman kamu,'' jawab Erra dengan santai.
"Apakah kakak tidak mengajakku?" tanya Lee yang kecewa.
"Ayo!" ajak Erra.
Mereka akhirnya keluar dari mobil. Ketika Nicky ingin masuk Lee dan Erra mendahuluinya tanpa permisi. Lee langsung mengetuk pintu dan menunggu Christian membukakan pintu.
Nicky yang melihat Erra dan Lee datang tanpa mengucapkan permisi langsung menggeram. Pasalnya mereka memiliki misi dari seseorang untuk menghabisinya pagi ini. Namun Nicky melihat ada sepasang pasangan suami istri itu.
Lee menatap wajah Nicky tidak bersahabat hanya bisa terkekeh. Lee sengaja membuat ulah dengan mengejeknya lewat bahasa tubuh. Akhirnya Erra memukul lengan Lee sambil berkata, "Hari apakah ini?"
"Hari dimana ada pengiriman obat-obatan terlarang yang dikawal oleh sang polisi penjilat seperti Nicky Smith. Selain itu juga Nicky akan mendapatkan bagiannya dari Adam sebesar satu juta dolar. Oh... Ya... Nicky kesini akan menghabisi nyawa Paman Christian agar bisa memuluskan rencananya. Dia membawa anak buah Black Lotus untuk menghilangkan jejak," jelas Lee.
"Apakah kakak tidak paham gerak-gerik Nicky yang mencurigan?" tanya Lee yang sudah membaca taktik Black Lotus.
Nicky langsung mati kutu. Kenapa jejak dirinya terbaca oleh Lee. Darimana Lee tahu apa yang akan dilakukannya? Soal pengiriman obat-obatan terlarang itu, Nicky terkejut. Nicky akhirnya bertanya dalam hati, kok dia tahu. Rasanya Nicky ingin menangis saja.
"Jaga ucapanmu Nona! Aku kesini hanya mengunjungi Christian!" geram Nicky yang mulai marah.
"Sabar bos. Aku hanya bermain tebak-tebakan. Aku memang tidak pandai bermain itu. Tapi aku hanya menebak saja. Jika salah ya tak apa. Aku juga tidak marah. Jika benar maka kamu akan berhadapan dengan ketua mafia Black Dragon," jelas Lee yang membuat sang suami terjebak.
"Aish... Kenapa kamu malah memojokkan aku?" tanya Erra dalam hati.
"Eh... Iya... Pasukan yang kamu bawa bukan dari kepolisian kan? Mereka adalah Black Lotus yang ditugaskan oleh Candra ingin menghabisi nyawa Christian," ucap Lee dengan santai. "Jika kamu menyentuh seujung rambut dan kuku milik Christian. Maka kamu harus berhadapan dengan istrinya sang ketua mafia Black Dragon. Apakah kamu paham!"
Seketika Lee berubah menjadi iblis. Lee menantang Nicky bertarung pagi ini. Nicky pun tidak gentar dan mulai melepas jasnya. Lalu Lee membuka jaketnya dan melemparkan ke arah Erra. Erra segera menangkapnya dan mencium aroma buah strawberry. Erra menyunggingkan senyumnya sambil membisiki sesuatu, "Buat kakinya patah."
__ADS_1
"Ah... Iya... Kakak benar. Aku akan menyerahkan Nicky ke kantor polisi dengan tuduhan ingin membunuh paman Christian. Ditambah lagi dengan menyerang seorang wanita," ejek Lee.
Nicky semakin tidak terima apa yang dikatakan oleh Lee. Bisa-bisanya dirinya dituduh seperti itu. Memang benar kenyataanya seperti itu.
"Apakah kamu mau melawanku?" tanya Lee dengan bahagia.
"Kamu adalah wanita lemah yang tidak bisa apa-apa. Masak saja enggak bisa. Apalagi bertarung seperti aku. Hey... Kamu tahu yang kamu lawan adalah seorang senior karate," ejek Nicky dengan sombong.
"Benarkah itu?" tanya Lee dengan mata berbinar.
"Ya itu benar," jawab Nicky.
"Sebenarnya aku sih jago sekali masak. Suamiku sangat menyukai masakanku. Tapi... Aku enggak jago bertaring di," potong Lee yang membuat Erra geram.
"Bertarung tahu! Bukan bertaring," kesal Erra.
"Ah... Salah lagi kan. Kalau begitu mari kita bertarung. Jika kamu kalah aku akan menyeretmu ke penjara," ucap Lee dengan nada mengejek.
"Baiklah," balas Nicky yang menyanggupi permintaan Lee.
Nicky belum tahu siapa yang akan di hadapinya sekarang. Meski begitu Nicky tidak akan menyerah sedikit. Jika kalah maka hidupnya tidak akan tenang. Sementara pengawal Black Lotus terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ternyata orang yang selama ini dicari oleh bosnya muncul. Ketika ingin menghubungi Candra, Lee sudah lebih dulu mengambil ponsel itu dengan cepat. Lee segera melemparkannya ke arah tong sampah. Dengan penuh amarah Lee menatap wajah mereka.
"Kalau kalian sudah tahu siapa aku! Jangan pernah menghubungi bos sialan kamu!" bentak Lee yang memasang wajah menakutkan. "Dan untuk kalian jangan ikut-ikutan mencampuri masalah ini! Jika tidak aku yang akan membunuh kalian! Apa kalian paham!"
Mereka baru menyadari kalau Lee adalah seorang iblis wanita. Mereka hanya mendengar namanya saja. Tapi mereka tidak pernah bertemu. Jika mereka bertemu, maka hidup mereka akan tertimpa sial. Lebih baik mereka memilih untuk menjadi kurir.
Nicky yang tidak terima dengan perlakuan Lee langsung menyerangnya dari belakang. Dengan cepat Lee melompat agar tidak terkena serangan. Nicky pun baru menyadari kalau Lee sudah tidak ada di tempat. Hingga membuatnya geram.
"Kemana wanita iblis itu?" tanya Nicky yang sudah kesetanan.
__ADS_1