Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 195


__ADS_3

"Iya itu benar. Aku sudah mempelajari kasus kakak adik ini sudah lama," jawab Garda. 


"Menarik sekali kita membahas soal kakak adik sialan itu," ucap Bayu. "Masuklah… jangan berdiri di ambang pintu!" 


"Aku ingin pergi," pamit Garda. 


"Jangan pergi dulu. Masuklah kesini. Kita akan membahas semuanya di sini," pinta Bayu. 


Sebenarnya tidak enak jika harus mengganggu mereka. Namun Rani mendekati Garda karena tertarik dengan Candra dan Adam sialan itu. Meskipun jarang sekali di dunia mafia, Rani selalu mengulik perkembangan dunia bawah tanah. Terutama Rani mengikuti perkembangan Candra dan Adam. 


"Masuklah. Mama juga ingin tahu tentang Candra dan Adam sialan itu," ucap Rani. 


Garda mengangguk patuh kepada Rani. Lalu Garda memutuskan untuk masuk ke dalam dan duduk di samping Bayu. Sementara itu Rani duduk di hadapan mereka. 


"Kenapa mama sangat tertarik kepada kakak adik sialan itu?" tanya Garda. 


"Ada satu rahasia dimana para anak-anak tidak mengetahuinya. Aku adalah seorang ahli waris dari Beyond Dark," jawab Rani. 


"Beyond Dark?" tanya Garda yang sepertinya namanya tidak asing lagi. "Apakah perusahaan bekerja di sektor kesehatan?" 


"Ya… itu benar," jawab Bayu. "Sepertinya kamu mengenalnya?" 


"Satu fakta buat mama dan papa. Apakah kalian tahu kalau Adam dan Candra bekerja sama menghasilkan obat-obatan yang terkenal?" tanya Garda. 


"Lalu?" tanya Bayu. 


"Beyond Dark telah diambil ahli oleh Adam dan ditangani oleh Candra. Di samping itu juga Beyond Dark menjual obat-obatan terlarang secara bebas namun dengan persyaratan khusus. Jika sang pembeli sudah memiliki persyaratan khusus itu bisa mendapatkan obat tersebut," jawab Garda. 


"Jadi selama ini mantan perusahaanku hancur berkeping-keping karena mereka?" tanya Rani. 


"Iya. Mereka bisa lolos dengan mudahnya," jawab Garda lagi. 


"Kamu tahu kenapa mamamu menjadi ketua mafia? Karena mamamu ingin merebut perusahaan tersebut. Namun apa daya mamamu menjadi istri papa," ucap Bayu yang menyunggingkan senyumnya. 


"Aish… papa ada-ada saja," celetuk Garda. 


"Itu benar. Dulu mama kemakan omongan Adam. Adam mengatakan kalau Bayu adalah orang yang menghancurkan semua yang milik mama. Mau tidak mau mama mencarinya hingga ketemu. Setelah ketemu mama sengaja membakar markas White Eragon. Selesai kejadian itu mama dikurung di sel berhari-hari. Hingga mama demam. Papamu akhirnya melepaskan mama dan mencari cara agar papamu mati di tangan mama. Ketika tidur mama mencoba menusuk jantung papa. Tapi papamu itu bisa mendeteksi mama. Akhirnya mama diamankan sementara," jelas Rani. 

__ADS_1


"Apa yang dikatakan oleh mama benar apa adanya. Kalau mau tahu papamu lah yang menjadi saksi percobaan pembunuhan itu. Tapi untunglah papamu tidak melenyapkan mama. Papamu akhirnya mengambil keputusan yang bijak. Papamu mengambil jalan tengah dengan cara mencari bukti-bukti tersebut bersama papa March. Setelah bukti terkumpul mama mengetahui siapa yang sebenarnya yang mengambil perusahaan mamamu itu. Jadi papa menghukum mama untuk menjadi pembantu selama setahun," tambah Bayu. 


"Belum ada setahun kurang lebih tiga bulan papa sialan kamu itu menikahi mamamu," sahut Andi yang bersama Caroline yang lewat tidak sengaja mendengar percakapan mereka. 


"Apa?" pekik Garda. 


"Tanyakan saja pada papamu itu," kesal Andi. 


Garda baru mengetahui kalau kisah cinta Rani dan Bayu sangat unik sekali. Sebuah balas dendam menghasilkan kisah cerita cinta kelak yang akan dibagikan kepada cucunya. Lalu bagaimana dengan Andi? Ah… kapan-kapan authornya akan menguliknya. 


"Apakah kamu sudah mengirim pesan buat Lee agar langsung ke Jakarta?" tanya Andi. 


"Sudah. Aku harap semuanya lancar. Sekarang aku berambisi untuk mencari barang bukti yang dimana siapa yang salah terlebih dahulu," jawab Bayu. 


"Menurutku tidak ada yang salah. Firasatku mengatakan kalau Candra itu mengada-ada. Sedari dulu Candra ingin menghabisi enam pilar utama," ucap Caroline. 


Bayu menggelengkan kepalanya sambil menatap Caroline, "Ini dendam masa lalu. Kamu tahu semenjak berdirinya enam pilar utama dari perusahaan kecil hingga besar buyutnya Candra selalu bermusuhan dengan buyut kami. Aku ingin mencari benang merahnya terlebih dahulu."


"Aku pernah membahas kasus ini bersama Lee. Kami memiliki firasat yang sama. Para buyut enam pilar utama tidak memiliki salah sama siapapun. Kemungkinan besar buyut Candra telah menanamkan dendam itu ke anak-anak mereka hingga enam pilar utama hancur. Intinya mereka akan menguasai dunia," tambah Garda yang pernah membahas kasus ini bersama Lee. 


"Cepat atau lambat kita akan mencari informasi tersebut," jawab Bayu. 


"Biarkan Erra dan Lee mencari kebenarannya. Hanya mereka berdua yang sanggup mematahkan semuanya," jawab Bayu. 


"Kalian siap-siap saja. Jika mereka meminta bantuan harus dikerjakan. Aku ingin menjaga perdamaian seluruh mafia di dunia," ujar Andi. 


Amazon Brazil. 


"Apakah kalian masih ingin beristirahat disini?" tanya Marvin. 


"Tidak. Kita berangkat sekarang saja. Jika kita berlama-lama disini cepat atau lambat para musuh akan menemukan kamu. Aku enggak mau warga desa disini ketakukan karena ulah kita," jawab Lee yang mengambil keputusan dengan cepat. 


Marvin dan Erra menganggukan kepalanya tanda setuju. Mereka mengagumi sosok Lee bijak. Akhirnya mereka pergi dari sana. Setelah menjauh dari desa itu mereka berpapasan dengan beberapa mobil yang bercat hitam berhenti di tepat bahu jalan. Erra yang melihat itu langsung menyuruh Marvin menunduk. Erra menyuruh Marvin masuk ke dalam mobil dan menyerahkan pistol peredam suara ke arah Lee. Erra memberikan sebuah kode yang dimana para petinggi White Eragon mengetahuinya. 


Lee meraih pistol itu dari tangan Erra. Lee melihat tidak ada yang menjaga mobil itu. Dengan cepat Lee menembaki ban mobil tersebut. Setelah selesai Lee masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Erra. 


"Jalan!" perintah Lee. 

__ADS_1


Kemudian sopir itu menjalankan mobilnya. Lee tersenyum kegirangan setelah misi yang diberikan oleh Erra selesai. Bahkan Lee tadi tidak sengaja menempelkan sebuah chip untuk mengetahui siapa mereka. 


"Kita harus pulang ke Jakarta!" perintah Lee. 


"Lee," panggil Marvin. 


"Ada apa?" tanya Lee. 


"Bagaimana jika Candra mengetahui keberadaanku?" tanya Marvin balik. 


"Tenang saja. Aku sedang membuat taktik yang dimana Candra akan mengibarkan bendera putih lalu berteriak aku menyerah. Di saat aku menunggu, aku akan menghancurkan Candra dengan cara menghabisi kaki tangannya," jawab Lee. 


"Bagaimana caranya? Kamu tahukan kalau kaki tangan Candra adalah bukan orang sembarangan seperti Emilia, Gerry, Thomassen, Mark Andes dan lainnya. Mereka tidak bisa dibunuh," ucap Marvin. 


"Memangnya ada berapa sih kaki tangan Candra?" tanya Lee yang memutar bola matanya dengan malas. 


"Kurang lebih tujuh belasan. Seva, Marco, Erick, Ignatius dan Yoona termasuk kaki tangannya," jawab Marvin. 


"Apakah kamu tidak menjadi kaki tangan Candra?" tanya Erra datar. 


"Aku bilangin sekali lagi. Aku tidak mau. Cukup sekali aku berteman dengan dirinya yang membuatku hancur berkeping-keping seperti ini," jawab Marvin dengan penuh penyesalan.


"Kamu tahu nasib Thomassen dan Emilia?" tanya Erra. 


"Mereka sedang berencana untuk membuat produk baru yang akan dijual di pasar gelap yang akan dilaksanakan di Bangkok," jawab Marvin. 


"Jadi, kamu selama disini?" tanya Lee. 


"Ya… aku selalu memantau kegiatan Candra. Yang dimana aku ingin melepaskan Dennis dari jeratannya," jawab Marvin yang hidupnya sangat menyedihkan. 


"Kalau begitu berjanjilah kepada kami. Agar kamu tidak usah kembali lagi ke dunia bawah tanah. Jika kamu serius melaksanakan janjimu itu kami akan melindungi kamu. Jika janjimu palsu bisa dipastikan kami yang akan menghabisimu!" ancam Erra. 


"Aku ingin berjanji soal itu. Aku tidak ingin kembali lagi ke sana. Aku ingin mencari seorang perempuan yang tulus mau merawatku," ucap Marvin yang bersungguh-sungguh. 


"Kalau begitu lakukanlah. Aku akan mendoakanmu dengan tulus semoga kedepannya hidupmu menjadi lebih baik lagi," tutur Lee yang membuat Marvin tersentuh. 


"Apakah aku boleh memintamu?" tanya Marvin. 

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Lee.


__ADS_2