Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 196


__ADS_3

"Aku ingin kamu yang merawatku," jawab Marvin. 


"Mana bisa begitu. Aku adalah wanita yang sudah memiliki suami," ucap Lee. 


"Kalau begitu ceraikan saja suami kamu itu! Kita akan hidup bersama dengan bahagia!" titah Marvin. 


"Kamu bilang apa?" tanya Erra dengan dingin sedingin salju. 


"Aku bilang Lee harus bercerai dari suaminya!" jawab Marvin yang mengulang titahnya itu.


"Hey… bapak tua… kamu tahu siapa suaminya?" tanya Erra.


"Aku harap pernikahan Lee karena perjodohan politik. Bahkan Lee sendiri terjebak dalam pernikahan kontrak seperti di cerita novel online," jawab Marvin yang sering membaca novel online yang menceritakan tentang drama rumah tangga. 


Mata Lee membulat sempurna sambil menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Marvin mengatakan kalau dirinya sendiri kisah cintanya seperti novel online tersebut. Akhirnya Lee protes keras terhadap Marvin. Dikarenakan dirinya memang menyukai Erra sejak kecil bahkan mencintainya. 


"Marvin… kamu tahu siapa suamiku?" tanya Lee dengan nada protes. 


"Mana aku tahu. Aku sendiri tidak tahu kapan kamu menikah," jawab Marvin secara terang-terangan. 


"Pria yang disampingku adalah suamiku. Jika kamu berani macam-macam aku pastikan kamu akan mendapatkan bahaya dari suamiku," ucap Lee.


"Apakah itu benar? Aku tidak mengira kalau kamu menikahi es balok berjalan," ujar Marvin. 


"Apa yang kamu bilang bapak tua? Aku memang balok es berjalan. Tapi setelah menikahinya hidupku sudah tidak datar lagi. Melainkan sangat berwarna. Aku sangat mencintai istriku. Bahkan istriku sangat mencintai aku," protes Erra kepada Marvin. 


"Syukurlah. Lee ada yang mencintainya. Gara-gara jiwanya yang ada singa betinanya seluruh pria takut dan minggir," celetuk Marvin. 


"Terserahlah apa katamu," balas Lee.


"Oh.. iya aku kenapa kamu tidak menanyakan keberadaan Emilia dan Thomassen?" tanya Erra yang ingin tahu ekspresi wajah Marvin. 


"Yang pastinya mereka sibuk dengan obat-obatan terlarang itu," jawab Marvin. 


"Mereka sudah meninggalkan dunia ini. Kemungkinan besar mereka sudah berada di neraka jahanam," sahut Erra. 


"Apakah itu benar? Jika ada yang membunuh kaki tangan Candra hidupnya tidak akan tenang," ujar Marvin yang bergidik ngeri. 


"Tenang saja. Akulah yang membunuh mereka. Jika Candra melakukan perlawanan bisa dipastikan aku yang akan membakar markas besar Black Lotus," balas Lee yang serius. 


Jujur saja Marvin bengong seketika. Marvin tidak menyangka Lee memiliki nyali yang besar untuk menghancurkan markas besar Candra itu. Bisa dipastikan Lee memiliki nyawa sebanyak sembilan. Bahkan lebih dari sembilan. 


Sementara beberapa koleganya Candra sudah mencari keberadaan Marvin di desa tersebut. Mereka tidak menemukan Marvin sama sekali. Namun mereka tidak membuat onar. Karena di desa sana ada beberapa jenderal kepolisian yang memiliki rumah di area itu. Jika sampai berbuat onar kemungkinan besar para jenderal itu mengerahkan seluruh pasukannya untuk menggempur markas mereka. Bahkan para jendral tersebut akan meminta Bayu untuk menghancurkan markas besar mereka. 


Mereka keluar dari desa itu dan melihat seluruh mobil yang salah satu bannya terkena peluru. Sungguh nasib mereka harus memutar otaknya untuk sampai markas. 

__ADS_1


"Ulah siapa ini?" kesal Edi Falaschie. 


"Mana saya tahu tuan. Kita tadi rame-rame mencari keberadaan Marvin yang ternyata sudah pergi," jawab Pablo yang menemukan secarik kertas. "Tuan."


"Ada apa?" tanya Edi. 


"Ada surat di mobil kita. Ternyata suratnya itu milik singa betina," jawab Pablo.


"Apakah itu benar? Jadi singa betina sudah sampai di sini?" tanya Edi yang tidak percaya karena kalah cepat dari Lee. 


"Itu benar tuan," jawab sang pengawal itu lagi. 


Edi mengepalkan tangannya dan berseru, "Cari singa betina itu hingga dapat! Aku sangat menginginkan kepalanya. Aku masih yakin jika singa betina itu berada di sini!"


Sang pengawal itu langsung menyuruh seseorang mencari Lee. Namun prediksi Edi salah total. Lee dan Erra sudah keluar dari Amazon. Lee sengaja memakai jet siluman miliknya. Yang dimana jet tersebut bisa menghilang tanpa diketahui jejaknya. Alhasil Edi kehilangan jejak. 


Dengan terpaksa Edi menghubungi Candra. Edi ingin melaporkan jejak Marvin dan Lee sudah pergi dari Amazon. 


"Terpaksa aku akan menghubungi Tuan Candra. Semoga tuan Candra tidak marah," celetuk Edi yang sembari menghubungi Candra. 


Istanbul Turki. 


Candra yang masih terkulai lemas mendengar ponselnya berdering. Candra meraih benda pipih tersebut sambil melihat nama yang tertera di layar ponselnya tersebut. 


"Halo," sapa Candra. 


Jederrrrrrrrr. 


Bagai petir di siang bolong. Candra merasakan jantungnya berdetak kencang. Lalu Candra memegang jantungnya sambil melemparkan benda pipih itu ke sembarang arah. Candra merasakan tubuhnya berkeringat. Tak lama Candra melihat obat yang berada di atas nakas. Candra dengan cepat mengambil obat itu lalu meminumnya. Setelah meminum obat itu datanglah Gerry yang membawa makan siang dan menaruhnya di atas nakas. Kemudian Gerry melihat Candra yang wajahnya pucat sekali. 


"Tuan," panggil Gerry. 


"Ah… hampir saja aku lewat lagi," ucap Candra. 


"Maksud tuan?" tanya Gerry. 


"Mati tahu," jawab Candra secara terang-terangan. "Aduh jantungku! Rasanya aku ingin menggantinya dengan yang baru."


"Apakah tuan terkena serangan jantung lagi?" tanya Gerry. 


"Iya," jawab Candra. "Semuanya gara-gara singa betina itu!"


Gerry hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat Candra. Gerry baru sadar apa yang didengarkan oleh Candra, "Maksud tuan apa?


"Edi telah gagal menangkap Marvin. Marvin sekarang sedang berada di tangan singa betina itu," jawab Candra. 

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menghubungi Edi untuk mengejar singa betina itu," seru Gerry. 


"Lakukanlah. Aku ingin kepalanya itu sebelum jantung ini kumat lagi!" perintah Candra. 


"Siap tuan," balas Gerry. 


Mau tidak mau Gerry menghubungi Edi sekali lagi. Gerry memberitahukan keberadaan Lee yang berada di Jakarta. Edi pun menyetujuinya dan segera mempersiapkan semuanya untuk mengejar Lee. 


Jakarta Indonesia. 


Satu hari lebih sedikit Lee, Erra dan Marvin sudah sampai Jakarta. Mereka sangat menikmati kemacetan kota Jakarta. Sudah lama Marvin tidak pernah kesini. Sedangkan Lee matanya melihat ke luar jendela. Lee mengamati trotoar yang penuh dengan pejalan kaki. Ketika lampu merah menyala Lee sangat serius hingga Erra yang sedari tadi penasaran. 


"Lee," panggil Erra. 


"Iya kak," sahut Lee yang mengerutkan keningnya. 


Mata Lee melihat sesosok pria tua yang sedang bersih-bersih. Lee merasa kalau pria itu adalah bapaknya Suci. Seketika Lee keluar dari mobil dan mendekati pria itu. 


"Apakah anda Tuan Margo?" tanya Lee dengan sopan. 


"Darimana anda tahu nama saya nona?" tanya pria itu balik. 


Lee menyunggingkan senyumnya sambil menjawab, "Saya mengenal nama anda dari seorang perempuan yang bernama Suci Andriyani."


Mata pria itu membulat sempurna. Pria itu mendadak lemas sambil menahan air matanya keluar, "Apakah nona temannya Suci?"


"Ya… saya temannya Suci," jawab Lee. "Apakah anda ayah Suci?"


"Saya bapak kandungnya," jawab Margo. 


Lee tersenyum lega yang tidak sengaja bertemu dengan bapaknya Suci. Lee memintanya untuk melepaskan sapunya. Namun Margo tidak mau karena pekerjaannya belum selesai. 


"Pak," panggil Lee. 


"Iya nona," sahut Margo.


"Lebih baik bapak ikut saya. Karena Suci ingin bertemu bapak," ucap Lee. 


"Tidak nona… saya masih belum selesai," Margo menggelengkan kepalanya karena tidak memiliki pekerjaan lain lagi. 


Sedangkan Erra hanya memperhatikan sang istri sedang berbicara dengan pria asing. Erra menyuruh sopirnya untuk meminggirkan mobilnya sembari menunggu Lee. Lalu bagaimana dengan Marvin? Entah kenapa Marvin memperhatikan pria yang diajak bicara serasa orang yang sangat mirip dirinya. 


"Margo," ucap Marvin yang bergetar. 


"Kamu mengenalnya?" tanya Erra. 

__ADS_1


"Dia mirip sekali dengan saudara kembarku," jawab Marvin. 


Erra tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Marvin. Lalu Erra masih berdiam diri menunggu Lee. Kemudian Erra memutuskan untuk keluar dari mobil sambil mendekati Lee, "Apakah sudah selesai?"


__ADS_2