Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 469


__ADS_3

"bukannya kamu dulu sudah mengandung Imam?" tanya Irwan yang menatap wajah sang istri.


"Belum lagi. Pas aku nikah kamu malah masuk rumah sakit opname," jawab Widya.


"Kenapa aku bisa opname?" tanya Irwan yang bingung dengan jawaban Widya.


"Ya iyalah. Pas selesai akad nikah kamu pingsan. Aku nggak tahu Kamu kecapean atau apa? Para pengawal langsung mengajakmu ke rumah sakit," jawab video sambil memegang tanganmu Raka.


Lalu Irwan mencoba mengingat sesuatu sambil menatap ke atas. Irwan terkejut dan tatapannya menuju ke wajah Widya.


"Aku jadi ingat. Pas awal nikah Aku pingsan karena melihat kecantikanmu yang Paripurna itu," sahut Irwan sambil terkekeh.


"Mana ada? Bukannya wanita menikah harus cantik dan seksi?"


"Jujur... Ketika kamu menjadi sekretarisku. Kamu nggak pernah dandan sama sekali. Kamu hanya memakai lipstik dan bedak saja. Ketika kamu menikah dan memakai alat make up lengkap. Kamu sangat cantik sekali membuat jantungku berdebar dan pingsan," jawab Irwan.


Satu fakta tentang Irwan. Irwan adalah seorang pria yang memiliki tubuh tidak terlalu kekar. Namun padat berisi. Sebelum dilahirkan ke dunia, kedua orang tuanya bermimpi dengan mimpi yang sama. Mereka bermimpi ketika seorang anak kecil bermain bahan-bahan peledak.


Alangkah kagetnya pasangan suami istri itu. Mereka tidak menyangka kalau anak kecil itu mirip sekali mereka berdua. Akhirnya mereka berusaha membuang bahan peledak itu. Namun semuanya sia-sia. Sang anak kecil itu malah meminta dan menaruh di hadapannya.


Dengan terpaksa kedua orang tua itu menaruhnya. Mereka melihat anak kecil itu sedang membuat bom. Jujur mereka terkejut bukan main. Lalu ada seorang pria memakai baju putih dan sorban putih. Kemudian pria itu mendekatinya dan menatap wajah anak kecil itu.


"Sepertinya putramu memiliki kelebihan yang lainnya," jawab pria itu kepada mereka.


"Kenapa bisa terjadi seperti itu? Aku ingin memiliki seorang anak normal dan tidak bermain bahan peledak seperti itu,," ucap mereka dengan ******.

__ADS_1


"Yang namanya takdir harus dijalankan. Anakmu sudah ditakdirkan untuk membuat senjata dan bahan-bahan peledak. Bahkan skillnya sendiri saja sudah kelihatan seperti itu," ujar pria itu. "Lebih baik kamu arahkan kepada yang benar."


Mereka mengiyakan saja dan tidak ingin berdebat lebih lanjut. Beberapa saat kemudian, pria itu menghilang dari pandangannya. Lalu mereka saling memandang dan berdoa. Agar sang putra tidak memiliki skill seperti itu.


Hari itu juga mereka duduk di ruangan kerja. Mereka membahas masa depan putranya itu. Semenjak kelahirannya, mereka menyingkirkan barang-barang yang mengandung alat peledak.


Namun seiring berjalannya waktu, pria kecil itu tumbuh menjadi dewasa. Akhirnya Bayu menunjuk Irwan sebagai pemasok bahan peledak dan menggambar desain senjata api dengan versi barunya.


Akhirnya Irwan mulai memproduksi bahan peledak. Mereka sengaja menyimpannya ketika musuh menyerang. Lalu bagaimana dengan perusahaannya? Perusahaan yang berada di sektor sayur-sayuran premium. Sayuran itu bisa dikirim ke berbagai negara.


Memang sudah di dulu Irwan sudah memiliki skill untuk menjadi petani. Maka dari itu, kedua orang tuanya memberikan satu perusahaan. Perusahaan itu juga menangani banyak sayur premium yang dikirim ke luar negeri.


Dari situlah Irwan mulai belajar sayur-sayuran. Dengan kerja kerasnya Irwan bisa mengantongi banyaknya uang.


Lalu apakah Irwan masih tetap sebagai pembuat bom? Masih... Beberapa hari sekali Irwan masuk ke dalam laboratoriumnya dan mencoba untuk mengekspresikan dirinya.


Sesampainya di hotel mereka berpisah dan menuju ke kamar masing-masing. Widya yang masih sibuk menggendong Raka, meminta Irwan untuk mengambil beberapa pakaian milik Raka.


Diam-diam Irwan memadukan pakaian satu dengan lainnya hingga cocok. Benar saja Irwan adalah pria yang sangat modis sekali. Bahkan dari keenam pilar utama itu, Irwan lah memakai baju biasa dan membuatnya sebagai barang mahal.


"Itu bajunya. Setelah memburu coklat. Aku ingin pergi ke pusat perbelanjaan. Siapa tahu di sana ada baju yang lucu buat Raka," tunjuk Irwan.


"Jangan keseringan mau beli baju. sebentar lagi baju yang kamu belikan kemarin-kemarin sudah nggak muat lagi. Pakai itu-itu saja dulu. Sebab anak kecil sedang tumbuh dan nggak lama bajunya sudah nggak muat. Ketimbang kamu membelikan baju. Lebih baik kamu berikan saja kepada orang yang tidak mampu," saran Widya yang membuat Irwan tersenyum manis.


Yang dikatakan Widya memang betul. Baru beberapa bulan saja, Raka sudah besar. Itulah kenapa Widya melarangnya untuk membeli baju anak-anak.

__ADS_1


Setelah satu hari di Brussels, mereka hanya berkumpul di mansion milik Nanda. Jujur mereka sering mengadakan acara di dalam ruangan saja. Karena mereka salah musim dan datang ke sini.


"Kayaknya kita salah musim deh ke sini," celetuk Nanda sambil membawa biskuit dan ditaruh di meja.


"Kamu benar. Lebih enaknya kita main ke sini pas tepat musim panas," sahut Erra.


"Pulang pun kita juga udah di sini. sekalian kita liburan dan mengerjakan semua tugas perusahaan kita masing-masing," jelas Imam.


"Mau bagaimana lagi? Bukankah pasangan kita sedang mengandung dan ingin memakan coklat asli Belgia sini," tanya Nanda.


"Mereka sangat menyukai coklat. Apalagi dengan Lee. Setiap pergi ke pusat perbelanjaan, Lee masih sempat untuk membeli coklat di minimarketnya. Katanya sih bagus buat mengembalikan mood," sahut Erra.


"Yang itu memang benar. Aku juga suka coklat aslinya. Di ruanganku lagi bagian bawah itu isinya coklat semua. Jika mood ku hancur berantakan. Aku terpaksa mengambil satu coklat dan memakannya," jelas imam yang membenarkan perkataan Erra.


"Rencana kalian ke depannya bagaimana? Apakah kalian ingin melanjutkan White Eragon?" tanya Nanda.


"Lebih baik kita lanjutkan saja ke depan. Toh nantinya juga mereka untuk melindungi perusahaan. Aku sudah berdiskusi sama papa. Jujur Kamila yang berhak mengambil keputusan selanjutnya," jawab Imam.


"Sekalian saja para istri digabungkan menjadi satu dan membentuk pasukan khusus anti pelakor. Sepertinya itu sangat mengasyikkan sekali," ujar Erra.


"Aku saranin itu bagus juga," jelas Nanda dan Imam secara serempak.


"Jujur... Yang namanya pelakor itu sangat menyeramkan sekali. Banyak sekali orang-orang yang telah kehilangan keluarganya hanya demi pelakor maupun pebinor," tambah Erra.


"Apakah kamu sanggup melakukannya? Nanti kita bisa banyak musuh di mana-mana. Mereka bukan dari dunia bawah tanah. Melainkan rencana mereka gagal dan kita menjadi bulan-bulanan mereka," imbuh Imam.

__ADS_1


"Itu memang resikonya. siapa tahu kita bisa menyelamatkan banyak keluarga dari kehancuran. Tapi sayangnya para istri agaknya sangat barbar sekali. Aku takut nanti tersangka bukannya sehat. Malah masuk rumah sakit dan opname," ucap Nanda sambil menertawakan gaya Angela yang cemburu pada wanita.


"Itu disingkirkan saja terlebih dahulu. Kita nggak akan mungkin membentuk pasukan khusus hanya dengan pelakor saja. Sekarang aku mau tanya sama kalian. Apakah kita akan melanjutkan misi penyelamatan dan perdamaian?" tanya Erra.


__ADS_2