Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 140


__ADS_3

"Kalau begitu ayo kita pulang!" ajak Lee.


"Kita pergi ke markas!" titah Erra.


Di mansion Tristan.


Beberapa kepolisian itu masih setia menunggu kedatangan Sam. Sudah hampir dua jam Sam tidak datang juga. Salah satu dari mereka menghubungi seseorang. Namun Haruka curiga dengan polisi yang sedang berbicara itu. Mata Haruka membulat sempurna dan telinganya terdengar jelas apa yang dibicarakan oleh polisi itu.


"Jangan lama-lama! Kalau bisa kamu hancurkan mansion ini. Biar enam pilar utama muncul. Kita lebih mudah untuk menghabisi mereka!" titah salah satu aparat itu.


Haruka segera mengirimkan kode etik White Eragon. Haruka tidak mungkin menyerang mereka sendirian. Ketika ingin masuk ke dalam hutan Lee yang sedang membawa mobil langsung mendengar ponselnya mendapat alarm berbahaya. Lee langsung menghentikan mobilnya dan mengambil ponselnya.


"Danger," ucap Lee sambil mencari alarm itu berada.


Sementara yang lainnya mendapat alarm yang sama. Mereka menghembuskan nafasnya secara kasar. Masalah ini terus berlanjut hingga detik ini. Ingin rasanya Lee membereskan mereka. Namun sebelum menancapkan gasnya, Erra mengetuk pintu. Lee segera membukanya dan menatap Lee, "Ada alarm bahaya di mansion papa Saga."


"Siap!" seru Lee. "Ayo kita kesana!"


Erra akhirnya masuk ke dalam mobil bersama Lee. Erra sengaja duduk di sebelah Lee. Erra memberikan aba-aba agar Lee mengebut. Benar saja Lee mengebut hingga membuat Erra dag dig dug duerrr!


"Seperti inikah jika aku menjadi Dominic Toretto?" tanya Erra dalam hati.


Lee memang gila ketika mengemudi jika dalam bahaya. Disisi lain Erra baru tahu kalau Lee jago mengemudi. Bahkan Erra tidak tidak tahu kalau Lee sering ikut balapan liar yang dibuat oleh Nanda dan Sam.


"Apakah kamu Leticia Calderon?" tanya Erra.

__ADS_1


"Aku mengidolakan dia. Karena dialah sumber inspirasiku untuk mengemudi seperti ini," jawab Lee yang fokus ke depan.


Sedangkan yang lainnya terkejut ketika mendapat alarm tanda bahaya. Seperti Bayu yang ingin tidur langsung mengambil kunci dan pergi meninggalkan mansion Sebastian. Rani yang baru masuk ke dalam terkejut tidak melihat Bayu. Rani mengerutkan keningnya sambil berkata, "Kemana Bayu ya? Baru saja Bayu memakai piyama tidur?"


Rani hanya diam saja dan duduk di tepi ranjang. Bagaimana bisa Bayu keluar hanya memakai piyama. Sedangkan Jake dan Greg yang selesai makan langsung tancap gasnya ke mansion Tristan. Saat mobil melaju mereka hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Kemdian Jake sengaja berbicara dengan keras sehingga membuat Greg berjingkat, "Masalah tidak pernah selesai. Apakah mereka tidak capek menyerang."


"Itulah namanya Candra. Candra tidak akan puas untuk menghabisi musuh-musuhnya," ujar Greg.


Kita kembali ke Lee dan Erra. Lee saat ini masih saja mengebut. Ketika memasuki halaman mansion Tristan, matanya membulat sempurna. Lee sangat kesal sekali dengan mobil yang diparkir secara sembarangan.


Lee segera mengecek keberadaan air softgun di dashboard. Lee mengambilnya dan mengecek isi pistolnya itu. Lee tersenyum puas dan memandang wajah Erra.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Erra.


Semenit kemudian Sam datang dan mengetuk pintu. Lalu Lee membukanya dan menatap wajah Sam. Sam menyuruhnya membuka bagasi belakang. Akhirnya Lee keluar dan mendekati Sam, "Ada apa kak?"


"Mencari bom. Aku akan membumihanguskan mobil-mobil itu sekarang. Kamu tahu aku tidak suka melihat mereka memarkir mobil itu yang tidak beraturan," kesal Sam.


Lalu Sam membuka tas itu dan mengambilnya. Lalu Sam memberi kode agar mereka mundur, "Ra... Mundur dari daerah ini."


"Kenapa?" tanya Erra.


"Karena aku ingin membereskan mobil-mobil sialan itu yang parkir sembarangan," kesal Sam.


Erra sangat paham dengan kelakuan Sam yang hobinya suka menghancurkan mobil orang pakai bom. Erra tidak pernah perduli itu karena dirinya membenarkan apa yang dikatakan Sam. Ada kalanya orang bertamu ke rumah orang memarkir mobilnya harus rapi. Lha... Ini tidak malah mereka asal parkir mobil seenaknya sendiri.

__ADS_1


Sam memberikan beberapa bom itu ke Lee. Lee menganggukkan kepalanya dan menaruh bom itu area sebelah kiri. Sedangkan Sam menaruhnya di sebelah kanan. Setelah selesai mereka keluar dari halaman itu sambil berjalan menjauhi area itu. Sam meraih ponselnya dan menyeting bom itu dengan memakai kode. Yang dimana kode itu diciptakan oleh Greg dan Irwan.


Setelah menjauh dari lokasi sana mereka berpapasan dengan Jake. Sam meminta Jake untuk menjauh. Setelah menjauh dari sana Sam menekan tombol ok lalu...


Dooommm!!!!


Dentuman kencang memekikkan telinga mereka. Serta api menjalar dari halaman mansion Sam. Sam tersenyum puas atas pekerjaan yang berhasil membumihanguskan mobil-mobil itu. Mereka serempak melihat asap hitam yang membumbung ke angkasa dan mulai mengumpati para pelaku yang memarkir mobil itu.


Selang berapa menit datang mobil Bayu. Bayu segera memarkirkan mobil itu di samping mobil Jake. Setelah itu Bayu keluar dengan memakai piyama. Mereka menggelengkan kepalanya sambil menunduk. Bayu langsung mengajak mereka masuk melalui pintu depan. Namun Sam menolaknya karena di sana terjadi kebakaran.


Sam mengajak mereka masuk melalui pintu belakang. Sebelum itu Sam mencium aroma penyanderaan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal. Tanpa ragu-ragu Lee memegang dua senjata dan menendang pintu itu.


"Aku yang akan menghabisinya!" titah Lee.


Lee masuk ke dalam dan melihat mereka yang masih asyik menyandera. Matanya Lee mulai menandai orang-orang itu dengan tersenyum smirk. Lee tahu mereka hanya memakai seragam kepolisian hanya untuk mengelabuhi Sam. Karena mereka adalah suruhan seseorang untuk menghabisi nyawa enam pilar utama satu persatu.


"Ok... Kalau begitu! Aku akan membantai orang-orang gila ini. Semoga tembakan aku enggak meleset dan mengenai para pelayan yang tidak berdosa ini," ucap Lee dalam hati.


Lee memiliki kemampuan menembak dengan area yang sulit seperti ini. Matanya sangat awas dan memandang wajah musuh yang menyalang. Ketika salah satu musuh melepaskan tembakan Lee bergerak dengan cepat demi menghindar tembakan itu. Dengan cepat Lee menghindari tembakan itu. Lee langsung menembak alat vital pengawal itu hingga yang lainnya melepaskan para sandera. Lee segera berteriak agar mereka lari dari sini. Setelah berteriak Lee melihat mereka dengan menebarkan senyuman yang mengejek.


"Jika kalian menembak wanita berarti kalian bukan lelaki sejati. Kalian adalah lelaki loyo dan tidak sehebat yang aku pikirkan," ucap Lee dengan lantang.


Mereka tidak terima dan langsung mengacungkan pistol itu ke arah Lee. Lee malah menertawakan mereka dan mengejeknya. Memang benar sih apa yang dikatakan oleh Lee. Mereka memang tidak gentleman. Kemudian Lee membuat perjanjian agar mereka tidak memakai senjata. Akhirnya mereka setuju dan menghajar Lee.


Mereka melakukan baku hantam bersama Lee. Di luar Erra melihat Lee yang bertarung turun tangan. Erra bergabung dengan Lee dan menghajarnya hingga merenggangkan nyawanya. Sepasang suami istri memang dikatakan kompak. Bahkan mereka bisa menghasilkan jurus-jurus yang indah seperti film kolosal.

__ADS_1


__ADS_2