Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 102


__ADS_3

Ibu Tina menggelengkan kepalanya sambil terdiam. Lalu Lee bertanya sekali kepada Ibu Tina dengan nada tegas, "Apakah ibu tahu ini siapa?"


"Maaf... Aku enggak tahu," jawab Ibu Tina yang menunduk.


"Dialah Imam Ali Pradipta. Seorang pengusaha terkenal yang di mana bisa memenjarakan ibu. Apakah ibu paham itu?" tanya Lee.


Seketika Ibu Tina melemas dan tidak bisa bergerak. Bangkai selama ini ditutupi ternyata terbuka secara gamblang di masyarakat. Semua orang yang tidak tahu menjadi tahu. Orang yang dianggapnya baik ternyata memakai topeng. Hari ini terbuka jelas apa yang membuat Suci trauma terhadap seorang pria. Namun pr bagi Imam untuk sekarang. Iman harus menikahinya dan menyembuhkan seluruh luka itu. Agar Suci tidak menjadi takut lagi terutama pada dirinya.


Suasana saat itu menjadi gaduh dan memojokkan Ibu Tina. Nenek Imah yang dulunya mempunyai beban sangat lega karena masalah ini sudah terbuka lebar. Lalu bagaimana dengan Suci? Apakah Suci akan hidup bersama Imam? Entahlah, semua masalah ini berada di tangan suci sendiri.


"Perhatian semuanya!" teriak Lee dengan kencang.


Semua orang terdiam dan melihat Lee untuk mempersilakannya berbicara. Namun sebelum berbicara Lee memandang Imam untuk melanjutkan semua ini. Imam menganggukkan kepalanya.


"Aku ingin berbicara ini mengenai rumah Suci terbakar. Suci jarang sekali memasak di rumah. Di rumahnya Suci juga tidak memiliki kompor melainkan magic com. Jadi kalau tabung meledak atau Suci lupa mematikan kompor itu tidak mungkin," ucap Lee dengan lantang.


Yang dikatakan Lee memang benar apa adanya. Kalaupun memasak Suci lebih memilih di markas. Bahkan sering sekali Suci mendapatkan jatah makan dari Bayu atau Andi. Jadi tidak mungkin jika Suci lupa mematikan kompor.


"Konsleting listrik!" seru salah satu korban yang berada di belakang.


"Tidak. Itu tidak mungkin. Aku selaku atasannya tidak pernah teledor. Aku meminta orang untuk memeriksa keamanan kabel yang berada di rumah Suci setiap bulannya. Jadi yang membuat rumah Suci terbakar adalah mereka berdua," jawab Lee. "Ibu Tina dan ibu Nilam."


"Apa?" pekik mereka semuanya.


"Iya... Mereka memang melakukannya. Karena mereka memang ingin berniat Suci menderita," jawab Lee secara blak-blakan.


"Itu bohong!" teriak Bu Nilam.


"Bohong dari mana Bu? Aku enggak mengada-ada karena mempunyai bukti yang kongkret. Bukannya ibu sengaja menyiram bensin di depan rumah Suci lalu Ibu Tina melemparkan rokok yang berada di sana. Kemudian api langsung membesar dan tidak dipadamkan," jawab Lee datar. "Kak Erra panggil polisi untuk ke sini. Aku ingin mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka."

__ADS_1


"Baiklah," balas Erra.


Seluruh korban kebakaran hanya menggelengkan kepalanya. Karena ulah emak-emak itu mereka telah kehilangan tempat tinggalnya. Mereka bingung harus tinggal di mana lagi. Kemudian Lee mengeluarkan suaranya lagi, "Untuk para korban yang masih di sini, atas nama tuan Irwan dan Tuan Imam boleh memilih uang atau rumah. Kalian bisa melaporkan permintaan ini ke salah satu Pengawal yang sudah aku tunjuk."


"Baik kak," balas mereka.


Tak lama para polisi datang untuk menangkap para emak-emak itu. Lee yang mempunyai barang bukti langsung diserahkan kepada pihak kepolisian itu. Ketika polisi meminta Lee menjadi saksi, Erra menolaknya. Karena alasannya tubuh Lee kurang sehat.


Setelah kepolisian menangkap Ibu Tina dan Ibu Nilam, Lee mendekati Suci dan memeluknya. Lee merasakan hatinya lega karena sudah membantu Suci. Sedangkan Suci sendiri langsung menangis di pelukan Lee.


Beberapa saat kemudian Suci melepaskan Lee dan mengatakan maaf. Lee memaafkan Suci sambil tersenyum, "Jangan pernah trauma terhadap pria. Jika kamu trauma terhadap pria, bagaimana dengan papanya Raka. Papanya Raka orangnya sangat baik sekali. Enggak banyak macam-macam. Bahkan papanya Raka sangat perhatian kepada Raka."


"Aku akan mencoba membuka hatiku. Aku rasa ide kakak besar bagus," ungkap Suci.


Mereka tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil menghapus air matanya. Akhirnya Suci mau membuka hatinya untuk Imam. Lalu bagaimana dengan Imam? Mulai malam ini Imam akan mengejar Suci hingga dapat. Imam akan melupakan mantan pacarnya itu dan membuka lembaran baru.


"Pulanglah ke apartemen. Di sana kamu aman dan bisa hidup tenang," usul Lee untuk Suci.


Erra yang melihat Imam menggendong Raka tersenyum bahagia. Pasalnya Imam sekarang sudah menjadi ayah yang sangat sayang kepada anaknya. Imam tidak menyesal atas kejadian itu karena ulah Suci. Malah sekarang Imam akan melindungi Suci.


Setelah semuanya jelas seluruh masyarakat yang berada di Musholla berbondong-bondong meminta maaf ke Suci. Mereka baru tahu kenapa Suci menjadi begini dan takut pada pria. Bahkan Wulan sang anak dari Ibu Nilam pun ikut meminta maaf soal kejadian tadi. Saat itu juga Wulan membeberkan fakta yang sebenarnya. Kalau dirinya dipaksa untuk menjadi kupu-kupu malam demi ambisi sang ibu. Sang ibu tidak mau kalah dari warga kampung ini yang sukses. Warga pun yang mendengar Wulan terkejut. Mereka juga memaafkan Wulan dan menerimanya lagi.


Lalu bagaimana dengan pria yang dijebak oleh Wulan? Pria itu janji akan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya itu. Bahkan pria itu berencana menikahinya. Setelah masalah ini semua selesai mereka membubarkan diri. Lee dan Erra memutuskan untuk kembali ke mansion. Di dalam perjalanan menuju ke mansion Lee memandang wajah Erra yang bahagia. Sedangkan Erra yang menyetir langsung menghentikan mobilnya dan memandang wajah Lee kembali.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Erra.


"Aku lapar. Dari sore aku belum makan," jawab Lee.


"Apakah kamu akan memakanku?" tanya Erra.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Lee yang tidak paham.


"Maksudnya adalah kamu boleh memakanku di ranjang," jawab Erra yang konyol.


"Apakah aku boleh memperk*samu seperti Kak Imam?" tanya Lee dengan malu-malu.


"Silakan. Aku malah sangat menginginkan itu," jawab Erra dengan bahagia.


Pletakkkkk.


"Dasar kak Erra mes*m!" teriak Lee yang kesal sama Erra.


Erra mengerutkan keningnya karena kebingungan kepada Lee. Bisa-bisanya Lee menawarkan ke dirinya agar diperk*sa malah berubah menjadi pukulan. Untung saja Erra mempunyai stok sabar. Bagaimana jika bukan Lee yang mengatakan itu? Bakalan habis itu orang di tangan Erra.


"Kamu yang nawarin... Kok kamu yang bilang aku mes*m!" kesal Erra.


"Aku cuma tanya saja. Aku kira kakak akan menolaknya. Tapi malah kebalikannya," jawab Lee.


"Hmmp... Bukannya kalau sang istri melakukannya terlebih dahulu itu lebih baik. Bahkan sang istri akan mendapatkan pahala berkali lipat," ucap Erra yang memandang wajah Lee.


"Semenjak kakak menikah, kakak malah mes*m. Entah kenapa kakak bisa memiliki otak seperti itu," kesal Lee.


"Kalau mes*m sama istrinya sendiri kan enggak apa-apa," celetuk Erra.


"Ah... Benar juga," jawab Lee.


"Bagaimana perasaan kamu setelah kejadian ini?" tanya Erra.


"Ini sangat aneh menurutku," jawab Lee.

__ADS_1


"Aneh bagaimana?" tanya Erra yang mulai menancapkan gasnya.


__ADS_2