
"Mama dan papa ada di mansion. Mereka sudah beristirahat," jawab Erra.
"Kalau begitu aku boleh pulang?" tanya Lee.
"Belum boleh. Kamu belum boleh pulang. Istirahatlah di sini," jawab Erra.
"Tapi aku mau pulang kak," rengek Lee yang manja.
"Kamu boleh pulang. Tapi tidak sekarang. Pulangnya besok pagi saja," kata Erra yang tersenyum melihat Lee yang manja.
"Kenapa besok?" tanya Lee yang mulai kesal.
"Karena ini sudah malam," jawab Erra. "Tapi ada syaratnya kamu harus bed rest selama sebulan."
"Tidur terus. Ah... Rasanya aku menjadi wanita yang pemalas," kesal Lee.
"Ya... Tenang saja. Uangmu tidak akan habis jika kamu bed rest," ucap Erra.
"Aku enggak memperdulikan uang. Tapi aku bosan jika di kamar terus," rengek Lee.
"Baiklah. Setelah ini aku membicarakan soal ini ke Paman Saga dan Imam. Berapa hari kamu harus beristirahat? Sekarang kamu tenanglah jangan kebanyakan gerak," ujar Erra.
Lee akhirnya menurut apa perkataan Erra. Lee menatap Erra dengan penuh hangat. Erra yang yang mendapat tatapan hangat langsung menarik wajah Lee dan mencium bibir Lee yang manis.
Cup.
"Ah... Kakak," Lee mendorong Erra dan menutup wajahnya karena memerah.
Erra yang melihat Lee karena malu hanya tersenyum lucu. Bagaimana tidak Lee mendapat serangan dari Erra secara tiba-tiba. Jantungnya berdetak kencang seperti musik disko era 80an yang diputar di klub malam. Lalu Erra melihat Lee yang memerah dan berkata, "Ternyata kamu bisa malu juga ya?"
"Apaan sih kak? Aku malu tahu sama kakak yang tiba-tiba saja mendapat serangan yang mendadak seperti ini," jawab Lee yang mulai ceria.
Melihat Lee yang ceria, hati Erra menjadi bahagia. Lalu Erra tersenyum manis dan melihat wajah imut nan menggemaskan itu. Kemudian Erra memegang tangan Lee sambil memberikan semangat hidup, "Tetaplah semangat untuk menjalani hidupmu."
"Terima kasih kak," ucap Lee yang sangat berterima kasih kepada Erra yang sudah menemaninya dalam keterpurukan.
"Suatu hari nanti kita diberikan seorang anak lagi. Mungkin dua, tiga, empat bahkan selusin. Aku yakin kamu mau juga memiliki anak yang banyak dariku," tutur Erra dengan lembut.
Lee tersenyum lembut mendengar nasihat dari Erra. Lalu Erra memeluknya kembali sambil membisiki sesuatu, "Aku mencintaimu sayang."
"Aku juga kakak tampan," balas Lee.
Ceklek.
Pintu terbuka.
__ADS_1
Garda masuk tanpa harus mengetuk pintu. Lalu segera mendekati Lee dan berseru dengan wajah yang sangat menyeramkan, "Hey.. lepaskan adikku!!! Mataku sakit tahu lihat kamu memeluk adikku!"
Glodakkkkkkk.
Ketika mereka saling berpelukan. Ada sang pengacau datang. Lalu dengan jahilnya Erra memeluk Lee dengan erat. Lee yang melihat Garda dengan tampang menyeramkan harus menahan tawa karena ulah Erra.
Garda yang sangat kesalpun hanya bisa menghembuskan nafasnya. Dengan santainya Garda memutari Lee dan berdiri di depan Erra sambil berkata, "Hey... Erra jika kamu terus-menerus memeluk adikku. Aku bisa menurunkan harga sahammu hingga jatuh ke neraka!"
Erra segera melepaskan Lee dengan kesal. Bagaimana tidak di saat lagi mesra-mesranya bersama Lee. Garda mengancamnya dengan menurunkan harga saham hingga ke neraka. Memang Garda adalah seorang asisten yang sangat jenius sekali. Sekalinya tebas Garda bisa membuat orang jantungan karena ulahnya.
"Rasanya aku harus melemparkan kamu ke jurang. Saat asyik-asyiknya kamu menggangguku," kesal Erra.
"Dia adikku," tegas Garda.
"Dia istriku," tegas Erra.
"Adikku," tegas Garda lagi.
"Istriku," tegas Erra lagi.
Beberapa saat kemudian Bayu dan Andi masuk ke dalam dengan membawakan makan malam. Lalu mereka mendekati Garda dan Erra. Suasana menjadi hening dan juga tegang. Kemudian Lee memanggil Andi dengan suara manjanya, "Papa."
Saat Andi mendengar suara manja Lee. Andi segera mendekatinya sambil tersenyum manis. Lalu Andi mendekatinya dan merentangkan kedua tangannya. Lee yang melihat Andi merentangkan kedua tangannya langsung berhambur. Andi mulai mengelus-elus rambut Lee.
"Papa," panggil Lee.
"Tuch... Kakak Garda dan Kakak tampan lagi berantem," jawab Lee dengan kesal.
"Biarkan saja. Sejak kecil mereka selalu berantem memperebutkan kamu. Kami para papa sangat kesal sekali terhadap mereka," bisik Andi.
"Papa... Ajak aku jalan-jalan bersama papa Bayu," pintanya.
"Ke mana?" tanya Lee.
"Kamu belum boleh ke mana-mana. Tunggu hingga kamu pulih," usul Andi.
"Kalau begitu biarkan aku pulang pa," jawab Lee.
"Nanti papa diskusikan sama Paman Saga. Baiknya bagaimana? Bangkitlah putriku. Kamu harus kembali seperti dulu lagi," bisik Andi.
Lee melepaskan Andi sambil tersenyum manis, "Baiklah pa. Aku mulai bangkit lagi."
"Kalau begitu semangat sayang," ucap Andi.
"Iya pa," balas Lee.
__ADS_1
Andi dan Bayu melihat mereka yang bersitegang hanya bisa menggelengkan kepalanya. Lalu Andi berdiri dan menghembuskan nafasnya sambil berkata, "Dari dulu kalian tidak pernah berubah ya... Selalu saja kalian memperebutkan Lee."
"Dia adikku pa," kesal Garda terhadap Erra.
"Dia istriku pa," kesal Erra terhadap Garda.
"Ish... Kalian ini. Masih saja begitu. Kalau begitu Lee adalah putriku. Aku yang berhak atas hidupnya," geram Andi terhadap kedua putranya itu.
Tak lama Bayu mendekati Garda dan juga Erra. Lalu Bayu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum devil, "Jika kalian masih berebut Lee. Kalian aku lempar ke daerah penuh konflik."
"Apa!!!" pekik Garda dan juga Erra.
"Yang dikatakan oleh Papamu benar. Kami akan mengirimkan kalian ke sana," sahut Andi yang mendukung Bayu.
"Aku belum menikah pa," sahut Garda dengan lemah.
"Begitu juga dengan aku," celetuk Erra yang tidak sadar membuat Lee mengeluarkan kilat cahaya yang bisa membuat orang bergidik ngeri.
"Kakak!!!" seru Lee dengan memasang wajah kesalnya.
Kedua pria itu menoleh dan melihat Lee yang kesal. Lalu kedua pria itu saling memandang dengan penuh pertanyaan.
"Kamu memanggil siapa sayang?" tanya Bayu yang lembut.
"Kakak tampan," jawab Lee dengan penuh sorot mata tajam.
Erra yang merasa tidak bersalah hanya bisa menunduk. Lalu Erra mendekati Lee dan memegang tangannya secara erat, "Ada apa sayang?"
Lee yang masih memasang wajah kesalnya langsung menarik tangannya dari tangan Erra. Lee benar-benar kesal terhadap Erra yang mengatakan dirinya belum menikah.
"Kakak mau nikah lagi?" tanya Lee yang datar.
"Kata siapa? Kamu salah dengar kali," jawab Erra yang benar-benar lupa dengan pernyataannya tadi.
"Tadi bilang kakak mau nikah lagi. Ya udah kakak mau nikah lagi. Lee ijinkan dengan ikhlas. Tapi kakak enggak boleh nyari Lee lagi. Lee mau pergi menjauh dari sini," ketus Lee.
Seketika hati Erra berdenyut hebat. Tanpa disadari oleh Lee, Erra merasakan jantungnya berdetak kencang dan menatap Lee dengan sendu.
"Kakak enggak mau nikah lagi. Kakak sangat mencintaimu," ucap Erra dengan jujur.
"Terus tadi yang kakak katakan apa? Katanya kakak belum menikah? Lha, aku ini apamu?" tanya Lee.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Bulan April dan seterusnya Lee dkk akan kembali. Sebelum itu Author meminta maaf sebesar-besarnya kepada para readers untuk menyambut: BULAN SUCI RAMADHAN YANG PENUH BERKAH INI. Semoga di bulan puasa tahun ini dilancarkan semuanya. Terima kasih readersku.
__ADS_1
Salam dari Author Sischa 😘😘😘😘