Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 8


__ADS_3

Mereka berdiam diri di dalam mobil. Lee tanpa sengaja melihat Erra yang sedang mengecek email dan bergumam pelan hingga terdengar Erra.


"Tampan," gumam Lee dengan pelan.


Erra yang mendengar Lee memuji dirinya tersenyum manis.


"Bolehkah saya menyentuh wajah bapak?" tanya Lee sambil meminta ijin ke Erra.


"Sentuhlah kapanpun kamu mau. Wajahku gratis untukmu,'' jawab Erra lalu mengangkat kepalanya lalu menghadap Lee.


Dengan ketakutan, Lee memegang wajah Erra yang tampan. Memori masa lalu Erra kembali berputar di dalam otaknya. Sentuhan masa lalu dengan tangan mungilnya terasa sangat indah dan Erra merasakan hal yang sama saat ini. Tak terasa air matanya menetes dari ekor mata elangnya. Hati Erra bergetar hebat.


"Sentuhan ini? Bolehkah aku memberi tahu kamu. Aku adalah pria yang kamu cari," bathin Erra menangis.


Seketika itu, Lee mematung dan merasakan hatinya yang berdegup kencang. Lee mulai merasakan memori masa lalu berputar-putar. Lee melihat lekat wajah Erra. Air matanya menetes karena wajah Erra mengingatkan pada kakak tampan sewaktu kecil. Lee tidak bisa menolak akan hal itu. Tanpa sadar Lee memeluk Erra dan mendengus aroma maskulin.


"Pak! Andalah pria yang saya cari selama ini. Andalah kakak tampan saya. Saya mencintai anda pak,'' bathin Lee.


Selesai meluapkan kerinduan yang besar, akhirnya Lee melepaskan Erra.


"Maaf pak. Jika saya lancang memegang wajah anda dan memeluk anda. Saya akan menerima hukuman anda," Lee menunduk malu.


"Besok hukumannya!" titah Erra di penuhi seringai jahat.


"Sakarepmu bos," bathin Lee.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Erra melajukan mobilnya ke sebuah restoran Wagiki.


"Ingat ya! Kamu harus akting bahwa kamu adalah pacarku yang sedang mengandung bayiku. Setelah semuanya beres, saya akan memberikan kamu bonus 3 kali lipat dari gajih u bulan depan!'' perintah Erra.


"Baik pak,'' sahut Lee dengan anggukan.


"Setelah ini aku akan melakukannya. Biar mama percaya," gumam Erra tersenyum licik.


Sesampainya di restoran Wagiki. Sam menyambut Lee dan Erra.


"Bro! Telat 20 menit. Paman Bayu sudah ngasah pisau untuk mengkuliti ular piton lu,'' ucap Sam samnil mendorong tubuh Erra ke ruangan VVIP.


Erra melihat Bayu yang sedang memegang pisau lipat yang tajam.


"Bagaimana produk terbaru?'' tanya Andi. Sekali tebas musuh langsung tepar.''

__ADS_1


"Tidak buruk. Akan gue coba untuk menguliti ular pitonnya junior gue yang enggak pernah bereaksi ketika para cewek mendekatinya,'' ujar Bayu sambil tersenyum devil.


Glek....


"Jika ular piton ku di kuliti sama papa, bagaimana papa akan mendapatkan cucu?" tanya Erra.


"Sekarang papa tanya sama kamu. Setiap perempuan yang mendekati kamu, apakah ular piton kamu bereaksi?" tanya Bayu menatap tajam Erra.


"Kalau sampai sekarang sih belum bereaksi,'' jawab Erra polos.


"Nah, makanya kamu harus belajar dari Sam atau Fendi!'' titah Bayu sambil memberikan ide konyol buat Erra.


"Apa!!! Mereka cassanova abal-abal. Si Sam orangnya pelit jika punya pacar, ayah Fendi jangan di tanya,'' jawab Erra yang menggelengkan kepalanya.


"Bergurulah pada papa kamu yang tampan ini. Sering di dekati oleh wanita karena papa tampan,'' ucap Bayu dengan bangganya memamerkan kesombongannya.


"Jangan dengarkan papa kamu itu! Kamu belum tau fakta yang sebenarnya. Papa kamu sering apes dalam hal asmara!" seru Andi.


Di saat Bayu terbang tinggi ke angkasa, Andi secara sengaja menjatuhkan Bayu hingga ke jurang terbawah. Bayu langsung merasakan perih di dalam hatinya.


"Jadi kita 11 12 ya kan pa?" ledek Erra.


Di ruangan lain, Rani dan Alicia sangat bersemangat sekali membicarakan tentang kehidupan anak-anaknya. Dengan semangatnya, mereka melupakan acara Perjodohan yang akan di langsungkan. Kesempatan ini, membuat Erra kabur dari ruangan VVIP.


Di markas besar Black Dragon. Garda dan Imam mendapatkan pesan dari anak buahnya. Bahwa dikediaman Jake di serang oleh orang tidak di kenal.


Garda langsung mengirim SOS ke Sam, Erra, Lee, Nanda dan Imam berangkat lebih dulu menuju lokasi.


Ting...


Ponsel Lee berbunyi dan melihat isi pesan dari Nanda.


"Owch shitt!!!'' teriak Lee yang memancarkan aura membunuhnya.


Setelah Lee melihat Erra keluar dengan tergesa-gesa. Sam menggeleng kepalanya dengan pelan.


"Tunggu sebentar!'' ucap Sam sedang memberikan kunci mobilnya yang bermerk BMW yang sudah di modifikasi.


"Paman tau ajha,'' ucap Lee yang menerima kunci mobil itu dengan senang.


Lee berlari menuju ke basemant dan melihat mobil Sam dengan mata yang berbinar. Lee memasuki mobil itu lalu melihat secara keseluruhannya.

__ADS_1


Kemudian Lee melihat tulisan tangan Sam di kursi penumpang sebelahnya.


"Maaf...! Paman masih bingung mau membelikan mobil sport apa yang kamu inginkan? Setelah kamu menemukan mobil ini yang sudah di modif. Terserah apa mau kamu. Jika tidak kamu tidak suka jual saja. Belilah mobil sport yang sesuai dengan keinginan kamu. Jika kamu sudah mendapatkannya beritahu Paman. Nanti uangnya Paman transfer," ucap Lee.


"Tidak perlu di jual paman. Aku sangat menyukainya,'' bathin Lee.


Lee menyalakan mobilnya dan langsung tancap gas. Lee sangat bahagia menerima pemberian dari Sam. Setelah itu Lee keluar dari basemant dan menyusul mereka.


"Modifikasi yang epic. Thanks paman Sam," Bathin Lee dengan senang.


Lee sudah lama tidak merasakan acara kebut kebutan. Hanya beberapa detik, Lee sudah menemukan mobil sport hitam yang bermerk Lotus Evija milik Erra. Lee pun mensejajarkan dengan mobil Erra. Hingga akhirnya, Lee mencuri start dan menancap gas terlebih dahulu.


"Oh... Shitt...!" teriak Erra.


Sam yang melihat mobil yang di kendarai oleh Lee tersenyum puas.


"Dia sekretaris lu Ra! Jangan lu mengumpat kasar pada dia!'' seru Sam.


Sesampainya di mansion Jake. Lee memarkir mobilnya lalu melihat mobil Nanda di susul Imam. Tak lama kemudian, Erra datang


Di saat mereka keluar.


"Perasaan bang Jake baik baik saja. Tidak ada apa-apa,'' ucap Lee yang menghela nafasnya.


Akhirnya Lee melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Jake dengan santainya meneguk wine dalam botol. Lee memeriksa Jake dengan seksama dan mengabsen satu-satu wajah Jake. Sementara itu Erra, Nanda, Garda, Sam dan Imam masuk lalu melihat Jake yang tidak apa-apa. Mereka akhirnya bernafas lega.


"Kak Jake gpp?" tanya Lee.


"Kenapa memangnya adik kecil?'' tanya Jake balik.


"Koq kakak balik nanya sih!" seru Lee dengan kesalnya.


"Kakak enggak ngerti apa yang kamu tanyakan?'' tanya Jake yang berhadapan dengan Lee


"Kak Jake! Tadi kak Garda mengirim SOS!" geram Lee memukul sofa Jake.


"Iya Jake, tadi gue dapat pesan dari lu yang bertuliskan SOS,'' sahut Nanda akhirnya bersuara.


"Hape gue mati,'' jawab Jake.


Jake menaruh ponselnya di meja. Lee dengan serius melihat ponselnya mati. Lee jadi bingung sama ponsel Jake.

__ADS_1


__ADS_2