
“Kamu bila kalau kita pakai jurus itu ... maka lantai yang kita pijak akan hancur!” geram Nanda.
“Tenang saja... memang lantai ini akan hancur. Jika ini hancur maka beberapa lantai yang di atasnya akan hancur berkeping-keping dan bisa juga hingga ke bawah. Dan kita bisa menghancurkan gedung ini dalam waktu sekejap,” jelas Sam.
“Lalu?” tanya Nanda.
“Apakah kamu tidak bertanya ke aku?” tanya Sam. “Siapa pemilik apartemen ini?”
“Entahlah. Aku malas bertanya,” jawab Lee yang memang lagi malas bertanya.
Sam malah tersenyum manis dan membiarkan mereka memakai jurus tapak naga. Mereka tidak peduli dengan siapa pemilik apartemen ini? Musuh berdatangan semakin banyak. Lee mencari jalan keluar agar bisa kabur dari sini sebelum terjadi kehancuran.
“Apakah kamu sedang mencari jalan keluar?” tanya Sam yang menemukan pintu darurat.
“Ya... kita harus kabur terlebih dahulu,” jawab Lee dengan tersenyum smirk.
“Oke... kita akan melakukannya,” ujar Sam. “Nanda! Ayo... kita giring sampai ke jalur evakuasi. Kita akan memakai jurus tersebut. Kita enggak bisa menyerang mereka secara serempak. Kita juga enggak membawa banyak pengawal. Kalau kaya gini bisa habis,” kesal Sam yang siap-siap menuju ke pintu evakuasi tersebut.
Mereka akhirnya menuju ke sana dan mulai menggiring mereka secara bersamaan. Mereka akhirnya mengumpulkan mereka dan memberikan waktu antar menyerang terlebih dahulu.
“MENYERANGLAH TERLEBIH DAHULU! KAMI AKAN MELIHAT SEBEERAAPA BESAR KEMAMPUAN KALIAN!” teriak Nanda dengan lantang.
Mereka mulai menyatukan kekuatan yang ada. Tangan mereka mulai menyatu dan merasakan ada energi yang masuk ke dalam tubuh mereka masing-masing. Lalu mereka memusatkan energi itu ke dalam pusat pikiran. Dengan cepat mereka mendapatkan suatu kekuatan baru. Saat para musuh menyentuh mereka langsung terpental. Mereka hanya menggunakan sedikit porsi. Jika mereka melakukannya, maka mereka tidak memiliki tenaga lagi. Mereka harus opname selama seminggu dan tidak bisa melakukan aktivitas secara normal.
Setelah memusatkan pikiran dan bisa mengendalikan energi tersebut. Mereka langsung menaruhnya di telapak tangan. Mereka melihat ada naga yang secara samar tergambar di tangan masing-masing.
“Ah... panas... aku tidak bisa menahannya Naga yang aku dapati sedang menyemburkan api besar!” teriak Lee yang mulai tidak kuat menahan naganya tersebut.
__ADS_1
“Kalau begitu... mari kita lakukan!” anak Sam yang sedari tadi tangannya memerah.
Mereka akhirnya menyatukan kekuatan dan mulai mengambil ancang-ancang untuk kabur. DSetelah melihat kondisi aman, maka mereka secara serempak mengangkat tangannya. Lalu mengarahkan kepada para musuh. Ketika para musuh menyerang, mereka akhirnya mengayunkan tangannya ke depan sambil mengeluarkan energi itu. Para musuh sempat mengejek karena melihat kelakuan mereka yang sedang melakukan atraksi seperti Brucce Lee. Namun para musuh tidak menyangka kalau merdeka sedang mengeluarkan energi yang tidak bisa dilihatnya. Jangankan pada musuh melihat. Yang mengendalikan energi tersebut juga tidak bisa melihat.
“Haha!” seru Nanda dengan gaya mengejek.
Energi tersebut keluar secara bersamaan dan membentuk sebuah nuklir gram kasat mata. Mereka segera cepat-cepat meninggalkan tempat itu dengan memakai tangga darurat. Mereka semakin cepat berlari untuk menghindari reruntuhan bangunan megah itu.
Sedangkan para musuh hanya bengong melihat mereka kabur. Mereka tidak menyangka kalau Lee sangat pengecut menghadapi mereka. Salah satu dari mereka akhirnya menghubungi seseorang. Saat orang itu mengangkat maka...
Doooommmmmm!
Mereka terpental hingga keluar. Seluruh lantai yang mendapatkan energi tersebut langsung ambruk seketika. Bangunan itu tidak kuat menahannya dan langsung hancur berantakan. Kejadian ini berdampak pada lantai bawah hingga dasar. Untung Lee, Sam dan Nanda sudah pergi meninggalkan area tersebut.
Posisi mereka saat itu berada di dalam mobil. Sam mengendarai mobil itu dengan santai tanpa ada beban. Sementara Nanda hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ia tidak mengira bahwa jurus tapak naganya bisa menghasilkan gedung menjadi berantakan. Benar apa yang dikatakan oleh Papa Joko yang memberitahukan bahwa jurus itu mempunyai dampak buruk di sekitarnya. Papa Joko melarangnya agar tidak memakainya sesering mungkin. Bisa-bisa seluruh gedung hancur berantakan. Makanya mereka jarang memakai tapak naga itu. Mereka hanya bisa memakai jurus lainnya yang tidak merusak gedung.
“Gedungnya nggak kasihan. Yang kasihan adalah pemilik gedung,” ucap Sam yang tertawa terbahak-bahak.
“Memangnya siapa yang punya?” tanya Lee.
“Yang punya adalah suamimu sendiri. Entah bagaimana jika suamimu sendiri tahu bahwa gedungnya hancur begini apa yang bisa kita beritahukan,” jawab Sam.
“Apa?” pekik Lee.
“Iya itu benar. Apartemen yang aku miliki itu adalah milik Erra. Saat grand launching berlangsung, Aku sengaja membeli salah satu apartemen itu agar bisa mengunjungi seluruh outlet yang berada di sini. Dan sekarang yang menghancurkannya adalah istrinya sendiri,” ujar Sam yang tertawa terbahak-bahak lagi.
“Lalu aku harus bagaimana?” tanya Lee.
__ADS_1
“Kenapa harus takut? Kamu kan nggak salah. Posisi kamu saat ini adalah diserang,” jawab Nanda.
“Tapi nanti daerah marah besar,” ucap Lee dengan lirih.
“Marah sih marah. Tapi kalau sudah dijelaskan kenapa bisa terjadi? Maka suami kamu tidak akan marah lagi. Jika kamu terkena serangan demi serangan seperti itu. Suami kamu akan marah melebihi bom meledak. Nggak usah terlalu dipikir. Nanti aku yang akan ceritakan bagaimana kejadiannya. Erra juga nggak bakalan kayak gitu kok sama kamu. Dia rela gedungnya hancur ketimbang kamu mati konyol seperti itu. Kamu tahu kejadian masa lalu yang membuatmu sebulan koma. Erra menjadi frustasi tidak makan, tidak minum, tidak bekerja sama sekali. Tubuhnya lusuh dan tidak bertenaga. Jika kejadian itu menimpa kamu lagi maka Erra bisa menjadi gila,” jelas Nanda.
Seketika Lee meneteskan air matanya. Lee tidak menyangka kalau sang suami sangat menyayanginya. Lalu Lee mulai menenangkan hati dan pikirannya.
Gedung yang sudah hancur itu Lee berencana akan menggantinya. Dalam hatinya Li tiba-tiba saja merasakan hangat yang membara. Kemudian ia teringat dengan pesan Joko. Ia menghembuskan nafasnya sambil menunduk. Ia sangat menyesali perbuatannya ketika memakai jurus tapak naga. Jika Joko tahu maka Lee dan lainnya akan dihukum.
“Kita dalam masalah besar,” ucap Lee.
“Maksudnya masalah apa?” tanya Nanda.
“Jika kita memakai jurus itu tanpa sepengetahuan papa Joko, maka kita akan mendapatkan masalah besar. Papa juga akan menghukum kita selama setahun untuk tidak memakai jurus dari Tiongkok. Jujur aku sering memakai jurus itu untuk melindungi diriku. Jika papa menghukumku maka aku akan kalah dari mereka. Aku harus bagaimana Kak? Aku nggak ingin bapak Joko marah. Jika marah ini berdampak bagi kita. Aku juga tidak bisa berduet dengan kakak tampanku saat musuh mulai menyerang,” jawab Lee yang sedih.
“Mau bagaimana lagi! Kita memakai itu karena terpaksa. Kita masih ada jurus yang sangat menakutkan. Jika kita memakainya bertiga ditambah lagi tiga orang maka satu kota akan hancur. Kemungkinan besar papa bisa mencabut hak izin untuk memakai jurus tersebut. Sepertinya Papa harus mengetahui soal ini agar kita tidak jadi dihukum,” terang Sam.
“Yamg dikatakan Sam benar apa adanya. Kita melakukannya dengan terpaksa. Mau tidak mau kita harus menjelaskannya kepada papa Joko. Papa Joko akan mengerti yang sudah terjadi. Jika kita tidak menceritakan asal muasal memakai jurus tersebut bisa dipastikan akan marah besar. Bukannya kita memiliki perjanjian antara papa Joko? Perjanjian itu dituliskan bahwa kita bisa memakai jurus-jurus tingkat tinggi jika sudah terdesak. Jika kita tidak terdesak, Kenapa harus pakai jurus itu! Di dalam gedung, kita memakainya bisa menghancurkan gedung tersebut. Bagaimana di luar? Di luar bisa memporak-porandakan area kita sedang berperang. Makanya papa Joko sudah mewanti-wanti kita agar tidak sering-sering memakai itu. Selain itu juga jurus itu bisa membuat tubuh kita menjadi lemah. Bukan berarti kita jatuh sakit. Kamu memakai jurus itu sekarang berarti kamu bisa memakai tenaga dalammu cepat keesokan harinya. Jika terus-terusan memakai maka dirimu yang akan menghadapi kematian secara tragis,” jelas Sam yang menjelaskan tentang perjanjian beberapa jurus yang memiliki tingkatan lebih atas.
“Kalau begitu berarti aman ketemu bapak Joko?” tanya Lee.
“Enggak aman juga. Kamu harus menghadapi Papa Bayu atas kejadian tersebut. Belum lagi papa Andi yang bisa membuat kamu dihukum. Ditambah dengan papa Irwan yang akan menentukan tempat untuk hukuman. Atau papa March yang bisa membuatmu menambah hukuman?” jawab Nanda yang m menghela nafasnya.
“Apa-apaan ini? Yang salah kan mereka bukan aku. Seharusnya mereka yang dihukum. Itu tidak adil namanya,” jawab Lee dengan kesal.
“Bagaimana ceritanya?” tanya Nanda.
__ADS_1