
"Jika itu terjadi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Emosi Lee masih labil dan tidak dapat dikendalikan. Selama tinggal di Helsinki aku mendengar kalau Lee sudah memiliki pasukan khusus. Yang di mana pasukan itu ternyata garda depannya White Eragon. Dengan penuh keberanian Lee selalu membumihanguskan para musuh," jawab Caroline.
"Kakak benar. Lee ternyata memiliki sifat seperti kamu," celetuk Rani.
"Ya itulah. Aku tidak bisa mengendalikan dirinya," ucap Caroline yang menghembuskan secara kasar.
"Kalau begitu lebih baik kita buat sarapan terlebih dahulu!" ajak Rani.
Caroline menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Lalu para mama pergi dari ruangan itu. Sementara Bayu, Andi, Erra, Garda dan Lee saling memandang. Andi meminta Garda dan Lee berkoloborasi membuat virus dengan cepat. Namun sebelum itu Andi meminta Erra untuk menghubungi Jake dan Greg untuk segera ke sini.
"Hubungi Jake dan Greg untuk segera kesini!" titah Andi.
"Baik pa," balas Erra.
Erra segera menghubungi Jake untuk segera kesini. Akan tetapi kedua orang itu sudah berada di mansion ini semenjak tadi. Mereka kesini karena mendengar saham Pradipta turun. Ketika ingin ke atas Caroline meminta mereka untuk membelikan bahan makanan terlebih dahulu. Dengan senang hati mereka pergi ke pasar.
Saat menaruh belanjaan ponsel Jake berdering. Jake segera meraih ponselnya di kantong. Lalu Jake melihat nama si penelepon dan mengangkatnya, "Halo."
"Kamu di mana?" tanya Erra.
"Aku di bawah," jawab Jake dengan santai.
"Di bawah mana?" tanya Erra yang kebingungan.
"Oh ya... Maaf aku sangka kamu berada di mansion Sebastian. Aku berada di mansion Sebastian sekarang," jawab Jake.
"Sialan lu. Gue di mansion Sebastian semenjak kemarin. Lu naik ke atas dan masuk ke ruangan kerjanya Garda!" titah Erra.
"Ok," balas Jake sambil membawa papperbag yang isinya jajanan pasar.
Sambungan terputus.
Jake menatap Caroline sambil berkata, "Ma... Belanjaannya sudah lengkap. Kami izin dulu naik ke atas untuk bertemu dengan Erra."
"Baiklah kalau begitu," balas Caroline.
Kedua pria tampan itu pergi dan naik ke atas. Sedangkan Caroline tersenyum melihat mereka. Caroline berharap persahabatan anak-anak enam pilar utama bisa langgeng hingga ke generasi berikutnya.
Sesampainya di ruangan Garda, Jake dan Greg menghempaskan bokongnya di sofa. Mereka menaruh papperbag itu di meja. Sementara itu Erra menatap Jake dan Greg yang ceria. Erra curiga terhadap dua orang itu.
"Sepertinya aku merasakan ada sesuatu dalam diri kalian," celetuk Erra.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Greg.
"Pagi ini kalian sangat ceria sekali," jawab Erra. "Apakah kalian menang lotre?" tanya Erra yang sebenarnya bingung sama dua orang itu.
"Maaf aku tidak menang lotre. Kamu tahu malam tadi aku membuat virus yang sangat mematikan. Virus ini bisa menghancurkan komponen-komponen penting di dalam PC, laptop, tab dan smartphone. Aku sudah mencobanya dan sangat manjur sekali," jawab Jake.
"Bolehkah aku mencobanya?" tanya Lee.
"Boleh," jawab Jake yang tersenyum devil.
"Bagaimana kalau digabung dengan virus yang pernah kita buat menghancurkan Strada Groups?" tanya Andi.
"Boleh dicoba," jawab Jake. "Lee... Coba saja... Tapi kamu harus berhati-hati. Setelah kamu mencampurkan formulanya. Kamu harus mengirimkan dengan cepat. Jika tidak laptopmu akan terbakar."
"Berapa menit aku harus melakukannya?" tanya Lee.
"Kurang lebih lima menit," jawab Jake.
"Ok... Sekarang aku akan mencobanya," ucap Lee.
Dengan semangat Lee mendapat kiriman virus dari Jake. Lee sangat berhati-hati sekali ketika mulai mencampurkan formula itu. Tak sampai dua menit Lee berhasil membuat virus itu hingga sempurna. Lalu Lee mengirimkannya ke email umum milik perusahaan Malikz Groups.
"Fiuh... Selesai juga," ucap Lee.
Lee segera menghapus semua virus itu. Lalu Lee mereset laptopnya dan berkata, "Semoga laptop kesayanganku tidak apa-apa."
"Biarkan selama sepuluh menit," tambah Jake.
"Setelah itu?" tanya Lee.
"Diangkat lalu ditiriskan ke piring. Tinggal makan," imbuh Greg.
"Kak Greg," rengek Lee.
Greg tertawa terbahak-bahak melihat Lee yang merengek. Memang dari dulu Greg hobinya sering mengerjai Lee. Bahkan Greg rindu akan sifat manja itu. Disisi lain Erra tidak pernah cemburu kepada Greg maupun yang lainnya.
Istanbul Turki.
Gerry yang sedang mengerjakan tugas-tugas dari Candra melihat ada notifikasi email baru. Dengan penasaran Gerry akhirnya membuka email itu dan
Duarrrr...
__ADS_1
Seluruh PC yang berhubungan dengan Malikz Groups semuanya terbakar. Seluruh transaksi yang sedang berjalan langsung terblokir dengan sendirinya. Uang yang berada di kas perusahaan lenyap. Entah ada setan apa dalam diri Jake hingga membuat virus yang sangat dahsyat sekali.
Gerry hanya menelan salivanya secara kasar. Akhirnya Gerry berdiri menuju ke ruangan Candra dengan langkah gontainya. Sementara di tempat lain seluruh karyawan terkejut dengan batalnya sejumlah transaksi yang sedang dilaksanakan oleh para karyawan. Kemudian Candra mencari penyebab utama gagalnya transaksi tersebut.
"Kok semua karyawan pada gagal?" tanya Candra dengan geram.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Gerry menghadap ke arah Candra dengan wajah lesu. Gerry tidak berani melihat wajah Candra dan terdiam.
"Apa-apaan ini? Seluruh transaksi gagal semuanya!" geram Candra.
"Maaf tuan. Saya mendapatkan email dari seseorang yang entah dari mana. Saya membuka email itu dan semua PC yang berada di kantor ludes terbakar," jawab Gerry.
Benar saja yang dikatakan Gerry. Sebelum masuk ke ruangan Gerry melihat para karyawan mencoba memadamkan api. Gery tertunduk lesu dan tidak bisa menjelaskan apapun ke Candra.
"Kamu tahu kenapa bisa terjadi?" tanya Candra.
"Aku tidak tahu tuan," jawab Lee.
Candra semakin murka dan melemparkan asbak yang berada di depannya ke arah Gerry. Namun dengan cepat Gerry kabur dari ruangan Candra. Gerry tidak mau menjadi korban kekerasan dari Candra. Sementara itu ponsel Candra berbunyi dan mengangkat ponselnya.
"Hallo," sapa Candra.
"..."
"Siapa ini?" tanya Candra.
"..."
"Apa?" tanya Candra.
"..."
"Argh... Sialan!" geram Candra sambil melemparkan ponselnya.
Candra sangat marah dan mencari Gerry. Ketika keluar dari ruangannya Candra tidak menemukan Gerry. Candra langsung keluar dan melihat keadaan di bawah. Candra tidak menyangka bahwa seluruh karyawannya masih berusaha memadamkan api. Kemudian Candra mengepalkan tangannya sambil menyumpahi seseorang di dalam hati, "Sebentar lagi kita akan perang. Aku ingin kamu mati di tanganku!"
Setelah menyumpahi seseorang yang baru saja ditelepon, Candra mendapatkan pesan singkat dari seseorang. Candra melihat pesan itu yang berisi "JANGANLAH KAMU MENGANCAM SAYA. SAYA SUDAH MUAK DENGAN WAJAH JELEKMU ITU. SEKARANG SAYA AKAN MEMBALAS DENDAM. KAMU TAHU DENDAMKU APA KEPADAMU! YAITU KAMU SUDAH MEMBUNUH CALON BAYIKU! MULAI DETIK INI AKU AKAN MELADENI KAMU! AKU AKAN MENGHANCURKAN KAMU HINGGA KE DASAR JURANG NERAKA! SEBENTAR LAGI KITA AKAN BERTEMU! SALAM DARI SINGA BETINA!"
__ADS_1
Candra mulai pucat dan mengetahui siapa yang menghabisi perusahaannya itu. Candra segera pergi dari kantornya untuk menuju ke markas utama Black Lotus. Sementara di Jakarta Lee menghembuskan nafasnya sambil bertanya, "Apakah ini berhasil kak?"