
"Sebenarnya aku ke sini ingin bertemu dengan Angela," jawab Nanda yang tidak akan menyembunyikan hubungannya di depan Erra.
"Terus?" tanya Erra. "Apakah Angela memiliki hutang kepadamu?"
Sontak saja Nanda terkejut. Bagaimana bisa Angela memiliki hutang kepadanya? Nanda hanya menggarukkan kepalanya sambil menatap Erra.
''Angela tidak pernah memiliki hutang kepadaku. Tapi dia membawa sebagian diriku di dalam perutnya itu," jawab Nanda yang membuat Erra melotot.
"Maksud kamu?"
"Masa kamu nggak tahu sih?"
"Memang aku nggak tahu."
"Harusnya kamu tahu."
"Nggak jelas juga kamu."
"Baiklah aku jelaskan. Angela sedang mengandung bayiku. Meskipun Angela mengatakan sedang hamil di grup WhatsApp. Tapi dia tidak pernah berkata siapa ayahnya."
"Memang. Lee yang mendengar kabar itu juga terkejut. Bahkan yang lebih lucunya lagi. Lee bertanya-tanya siapa pemilik bayi itu?"
"Bukannya Angela tidak mau mengatakannya. Tapi kami sepakat untuk tidak mengatakannya. Malam tadi kami sepakat untuk mengatakannya. Mama dan Papa juga tahu kasus ini. Mereka mendukung aku untuk menikahi Angela."
"Untung saja hidupmu tidak seperti cerita-cerita di novel. Kamu melakukan one night stand. Terus kamu harus bertanggung jawab."
__ADS_1
"Bukan itu ceritanya. Aku dan Angela sudah menjalin hubungan percintaan bahkan sampai ke ranjang hampir empat btahun lamanya. Dia sangat mirip sekali dengan kekasihku yang dulu. Cara ngomongnya, perhatiannya, bagaimana dia mementingkan aku ketimbang dirinya? Itulah kenapa aku bisa jatuh cinta kepadanya. Aku memang merencanakan ini semuanya. Agar kedua orang tuaku tidak menjodohkan aku dengan kolega-kolega bisnisnya itu. Aku sendiri bingung dengan mereka. Kenapa juga pernikahan dijadikan sebagai politik bisnis. Hanya untuk membesarkan perusahaan. Mereka harus memaksa anaknya menikah dengan seseorang yang tidak dicintainya."
"Kamu benar. Sebelum aku menikah sama Lee. Mereka memang sengaja menjodohkan aku dengan para kolega bisnisnya. Jika menikah pun percuma. Ular piton ku tidak akan bereaksi sama sekali. Dekat dengan perempuan cantik dan model sekalipun tidak akan pernah bangun. Soalnya sebelum berpisah dengan Lee aku sudah bersumpah. Tidak akan pernah merasakan gairah pada wanita manapun kecuali Lee. Lee juga terkena sumpah aku sendiri. Dia tidak akan pernah bergairah dengan laki-laki lain. Ibaratnya Lee akan hambar jika ada laki-laki lain mendekatinya. Memang aku jahat. Tapi aku sangat menginginkannya. Keinginan itulah yang membuat aku mengeluarkan sumpah serapah. Sampai menikah pun dia masih segel."
"Makanya Lee jika didekati pria lain. Dia hanya berkata Maaf aku tidak bisa menerimamu. Aku tanya kenapa, dia jawab, Aku tidak akan pernah merasakan rasanya berpacaran sama orang lain. Anda kenapa melihat orang itu seakan terasa hambar sekali. Ternyata kamulah penyebabnya. Tapi untung, Lee tidak ada yang mau membully sama sekali."
Erra tertawa karena cerita Nanda. Apa yang dikatakannya itu benar. Di usianya yang menginjak lima belas tahun, Erra mengeluarkan sumpah serapah hingga petir menyambar pohon di sampingnya. Sumpah serapannya itu menjadi kenyataan. Lee pernah berpacaran dengan siapapun. Untuk melirik orang lain pun, Lee terasa hambar dan tidak memiliki semangat sama sekali. Yang ada hanyalah nama Erra si Kakak tampannya itu.
Sementara itu Angela dan Lee bercanda habis-habisan. Lee bersyukur sekali bisa ketemu dengan Angela. Ia sangat merindukan teman-temannya itu. Ia tidak akan melupakan mereka. Mereka sedang bercerita tentang kehamilan trisemesternya. Saat Angela berkata, Nanda mendekatinya sambil mengucapkan kebenaran yang sebenarnya.
Lee yang mendengarnya tersenyum bahagia. Ia tidak marah sekali kepada Nanda maupun Angela. Bahkan Lee berdoa demi kelangsungan kisah cinta mereka.
Selama beberapa jam di kedai rujak, mereka memutuskan untuk berpisah. Pasangan suami istri itu pun berjalan sore sambil tersenyum sumringah. Untunglah Nanda mengatakan sebenarnya.
"Rasanya Angela akan menjadi seorang ibu," ucap Lee.
Erra hanya tersenyum lucu melihat sang istri marah. Erra tidak akan pernah membuat klub itu. Nanti dirinya akan pusing sendiri.
"Aku teringat awal-awal lewat sini. Sering banget aku jalan sama kakak Garda. Ujung-ujungnya kamu ngambek dan nggak mau bicara apapun. Padahal aku sendiri jalannya terpisah. Tapi kamunya cemburu banget," kesal Lee ketika mengingat masa lalu itu.
"Lagian kamu akrab banget sama dia. Sudah tahu kamu memiliki bos pencemburu berat. Malah kamu membuat masalah denganku. Untung saja aku tidak memecat Garuda saat itu," ujar Erra dengan jujur.
"Kalau kamu memecatnya. Aku akan merekomendasikan Kak Garda ke Papa. Papa akan senang sekali memiliki pegawai yang mempunyai otak di atas rata-rata," kata Lee yang tidak sengaja melihat Bu Carla sedang menyiram tanaman.
Bu Carla yang melihat Lee mencibirnya. Ia menghina Lee dalam hati. Ingin rasanya Bu Carla menjambak Lee. Tapi niatnya itu diurungkan. Entah kenapa dirinya sangat membenci Lee. Padahal Lee tidak pernah membuat kesalahan pada bu Carla.
__ADS_1
Sedangkan Lee ingin menyapanya sangat segan sekali. Lee tidak akan mengibarkan bendera terang terlebih dahulu. Kemudian ia mengajak sang suami masuk ke dalam Mansion.
Sepanjang perjalanan menuju ke mansion, Erra merasakan hawa yang tidak enak. Ia tidak bercerita kepada Lee. Setelah sampai mansion, era langsung bertanya, "Kenapa sih tetangga sebelah itu kok sirik banget lihat kamu?"
"Kamu nggak tahu? Kalau dulu pernah ada kasus pas waktu itu aku ngobrol sama Pak Burhan. Padahal yang diobrolin itu tentang bisnis. Pak Burhan minta aku untuk mencarikan pengacara. Aku kasih saja Pak Tono. Tapi Bu Carla menganggapku lain. Dia menuduhku ingin merebut Pak Burhan darinya. Mama dan Papa juga tahu Apa yang terjadi," jawab Lee.
"Oh begitu asal muasalnya. Kok aku baru tahu ya?" tanya Erra.
"Itu benar. Padahal aku dituduh sebagai pelakor. Makanya aku sama Pak Burhan jaga jarak. Biar istrinya tidak marah-marah seperti itu lagi. Itulah asal muasal kasus aku bentrok sama Bu Carla," jawab Lee yang menjelaskan duduk permasalahannya.
"Itulah kita hidup di masyarakat. Ada yang suka ada yang nggak. Berbuat baik pun selalu dibuat buruk. Padahal awalnya istrimu ingin membantu masalah perusahaan," sahut Rani yang tahu masalah sebenarnya.
"Lalu bagaimana kasus perusahaannya itu?" tanya Erra.
"Semuanya beres nggak ada apa-apa. Biasa masalah harta gono gini. Dari pihak Pak Burhan sendiri menginginkan perusahaan itu dibagi dua. Dari Ibu Carla nggak usah dibagi dua. Karena perusahaan itu sudah besar. Pihaknya Bu Carla ngomong mending bagi pendapatan saja. Karena perusahaan itu adalah penggabungan antara keluarga besar milik Pak Burhan dan Bu Carla," jelas Lee.
"Apakah Bu Carla masih musuhan sama kamu?" tanya Rani.
"Masih ma. Aku dituduh sebagai pelakor. Dirinya sendiri adalah pelakor. Aku masih memiliki bukti yang kuat dan menyimpannya. Cepat atau lambat kalau Bu Carla masih membuat masalah denganku. Mau tidak mau aku akan melemparkan bukti-bukti itu ke keluarga yang besarnya maupun keluarga besar Pak Burhan. Yang aku tahu mereka memang sengaja menginginkan bersatu," jelas Lee.
"Istriku memang cerdik ternyata," puji Erra.
"Memang seharusnya wanita seperti itu. Jangan diam di rumah tapi tidak bisa ngapa-ngapain. Ditambah lagi wanita itu Harusnya menjadi detektif suaminya. Siapa tahu nanti suaminya selingkuh bakalan kena getahnya," sahut Bayu yang baru saja datang.
"Wah papa... Ternyata mendukung kebijakan aku," seru Lee.
__ADS_1
"Itu benar. Kalau nggak gitu kamu bakalan ditindas sama pria yang nggak ada akhlak itu," sindir Bayu ke Erra.
"Ngapain juga aku dikut-ikutin? Padahal aku sendiri nggak salah selama ini," tanya Erra yang kesal terhadap Bayu.