
"Kamu tahu… kamu seperti papamu yang dahulu tidak pernah disentuh oleh perempuan manapun," jawab Andi yang sengaja membuka kartu Bayu.
Erra menganggukkan kepalanya dan paham tentang papanya itu. Erra tersenyum smirk dan berkata, "Jujur saja aku baru tahu kalau papa seperti itu."
"Apa yang dikatakan oleh orang dulu benar. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jika Erra sudah melakukan itu. Otomatis akulah orang pertama yang menghajar Erra dan tidak akan membiarkan menikahi Lee sekalipun," sambung Garda.
Andi paham apa yang dimaksud oleh sang putra. Andi bangga kepada sang putra karena telah melindungi adiknya dari pria jahat. Kemudian Andi memberikan sebuah wejangan terhadap Erra agar mempertahankan rumah tangga mereka. Walaupun ada orang ketiga sekalipun. Andi berharap putrinya bisa hidup bahagia selamanya.
"Kalau begitu ya sudahlah. Papa tidak akan memperpanjang dan mencampuri urusan rumah tangga kalian. Pahamilah Lee dan sering-seringlah mengalah. Karena perempuan kalau salah selalu saja benar," ucap Andi. "Kamu juga sama Garda… kamu juga pria yang nantinya akan memiliki seorang istri. Papa juga berharap kamu bisa menjadi suami yang baik dan hangat."
"Baik pa. Aku akan selalu ingat apa kata papa," ucap Garda.
Markas besar White Eragon.
Sam, Jake dan Greg keluar dari mobil secara bersamaan. Jake menghembuskan nafasnya secara kasar. Niat ingin mengajak Garda dan Lee untuk bekerjasama malah ditinggal Lee. Jake berdiri dan bersandar pada mobil sportnya sambil melipat kedua tangannya di dada. Lalu Sam melihat Jake yang sangat membagongkan itu.
"Ada apa? Sepertinya hidup kamu sangat membagongkan seperti itu?" tanya Sam.
"Aku tadi disuruh papa mau ngajak kerjasama Lee sama Garda. Kami berencana ingin membuat virus yang bisa menjebol gawang Black Lotus dan menghancurkan. Tapi Lee pergi meninggalkan kami terlebih dahulu entah kemana," jawab Jake yang terdiam.
"Masalah ini terjadi secara tiba-tiba. Aku tidak menyangka kalau Elizabeth sangat berani melakukan itu terhadap Erra," ucap Sam.
"Elizabeth siapa?" tanya Jake.
"Elizabeth Taylor yang memiliki saham di Asco sebesar delapan persen," jawab Sam.
"Sepertinya aku mengenal orang itu. Tapi dimana aku mengenalnya?" tanya Greg.
"Mana aku tahu!" jawab Jake yang mengedikkan bahunya karena tidak tahu tentang Elizabeth.
"Apakah kita akan mencari informasi tentang Elizabeth?" tanya Greg.
"Hmmp… boleh juga. Kalau begitu laksanakan sekarang," jawab Sam.
__ADS_1
"Apakah kita tidak melacak keberadaan Lee?" tanya Jake yang mulai melangkahkan kakinya.
"Tidak perlu. Paling dua hari atau tiga hari akan kembali," jawab Sam yang memberikan saran.
Mereka akhirnya masuk ke dalam dan melihat tidak ada orang sama sekali. Mereka langsung menuju ke ruangan khusus yang dimana tempat itu adalah sebuah lab komputer. Disana mereka sering membuat virus yang sangat aneh. Bahkan mereka juga sering membobol pertahanan musuh.
Setelah memasuki ruangan Jake mempersilahkan Greg mencari informasi tentang Elizabeth Taylor. Kedua pria itu hanya memandang layar komputer dengan serius. Namun Greg terkejut karena seluruh data-data tentang Elizabeth hilang. Tak lama dengan akal cerdiknya Greg mencari keberadaan data-data itu. Selama lima menit Greg menemukannya dan tersenyum smirk. Tak perlu lama Greg menyalin data-data tersebut.
Selesai menyalin Greg tersenyum puas, "Kalian pasti tahu siapa Elizabeth?"
"Siapa dia?" tanya Jake.
"Dia memiliki nama asli Rini Wulandari asli Indonesia. Dia adalah teman kuliahnya Erra. Rini sangat menyukai Erra pas awal pertama kali bertemu. Namun Erra tidak menyukai Rini. Erra tetap bergeming dengan pendiriannya yaitu mencintai Lee," jawab Greg yang ternyata pernah satu fakultas bersama Erra di dunia bisnis.
"Lu tahu semuanya tentang Erra kalau soal itu?" tanya Jake.
"Iyalah… aku disuruh papa Irwan kuliah mengambil jurusan bisnis dan manajemen. Meskipun gue anak hacker. Gue bisa membantu kalian mengembangkan bisnis," jawab Greg dengan jujur.
Apa yang dikatakan oleh Greg benar apa adanya. Irwan memang sengaja menyuruh Greg kuliah mengambil jurusan bisnis dan manajemen. Malahan Greg sendiri satu fakultas bareng Erra dan Garda.
"Ada lagi tambahan Elizabeth atau yang lebih dikenal sebagai Rini ternyata pernah menikah dengan beberapa pengusaha kaya raya. Rini memang sengaja menikahinya karena ingin mengeruk asetnya saja," tambah Greg.
"Apakah Elizabeth memiliki seorang anak?" tanya Jake.
"Anaknya tiga perempuan semua," jawab Greg yang menghela nafasnya.
Kasus tentang Elizabeth memang sudah ada titik terangnya. Jake dan Sam mengaku lega. Ternyata selama ini Elizabeth terlalu obsesi sekali dengan Erra. Namun Erra tidak pernah menyadari soal itu. Erra masih tetap mengejar Lee dan mencarinya sampai ketemu.
Istanbul Turki.
Sesampainya di tempat penyekapan Alicia, Emilia tersenyum sumringah. Emilia berharap bisa bertemu dengan Alicia. Emilia melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam. Tak sengaja Emilia melihat Gerry dan Yoona. Mata Emilia mulai jengah ketika melihat kedua orang itu. Emilia ingin melemparkan mereka ke tempat di mana tidak ada yang tahu.
Tak lama Yoona melipat kedua tangannya di dada. Yoona mendekati Emilia sambil mengejek, "Tumben saja kamu kesini? Apakah kamu masih ingat dengan Candra?"
__ADS_1
"Masih ingatlah. Memangnya aku melupakan Candra begitu saja," jawab Emilia. "Oh… ya… Candra kemana?"
"Ada di kamar," jawab Gerry.
Tanpa malu-malu Emilia naik ke atas. Dengan penuh semangat Emilia mencari keberadaan Alicia dan Candra. Namun ketika Candra keluar, Emilia tidak menemukan Alicia.
"Kok enggak ada Alicia sih?" tanya Emilia dalam hati.
Kemudian Candra melihat Emilia dan merasakan dadanya sangat sesak. Candra mendekati Emilia dan berpura-pura bertanya, "Ada apa?"
"Dimana adikku?" tanya Emilia.
Jederrrrrrrrr.
Tubuh Candra melemas dan terdiam. Candra belum cerita kalau Alicia sudah tidak ada. Dengan terpaksa Candra memegang pundaknya sambil berkata, "Maafkan aku."
"Maksudnya apa?" tanya Emilia.
"Alicia sudah pergi dari dunia ini," jawab Candra yang tubuhnya mulai bergetar mengingat wajah Alicia.
"Kamu nggak bercanda kan?" tanya Emilia.
"Tidak. Aku tidak bercanda. Aku serius," jawab Candra dengan jujur.
Tak lama Emilia melepaskan dirinya dan berkeliling mencari keberadaan Alicia di kediaman Candra. Hampir sejam Emilia tidak menemukan Alicia. Setelah capek berkeliling Emilia duduk di taman belakang. Tak lama Candra datang bersama Gerry dan Yoona. Mereka memandang wajah Emilia dengan wajah yang menyedihkan.
"Kamu tahu di mana Alicia berada?" tanya Candra.
Emilia menggelengkan kepalanya. Tak sengaja matanya melihat sebuah kuburan yang sangat cantik sekali. Lalu Emilia memutar bola matanya agar bisa memandang wajah Candra.
"Kenapa disini ada kuburan? Setahuku disini tidak ada kuburan?" tanya Emilia yang penasaran.
"Alicia sudah tenang berada di sana," jawab Candra yang menunjuk pemakaman itu.
__ADS_1
"Apa maksudnya?" tanya Yoona.