Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 134


__ADS_3

"Ya adalah... Meskipun sudah jaman modern bisa kok nyantet orang pake online. Kalau kamu tidak percaya coba saja. Apa perlu aku telponin dukunnya?" tawar Yoona.


Seva menggelengkan kepalanya karena tidak percaya apa yang ditawarkan oleh Yoona. Terkadang Seva memiliki teman seperti Yoona yang menyeleh. Bahkan ditambah lagi dengan Emilia. Tak lama Yoona meraih ponselnya dan melihat sebuah notif. Yang dimana notif itu berisikan pemberitahuan tentang rapat pemegang saham Asco. Yoona tersenyum dan memandang wajah Candra.


"Besok Asco akan mengadakan rapat pemegang saham," celetuk Yoona.


Seva mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Darimana kamu tahu kalau ada rapat pemegang saham?"


"Masa kamu enggak tahu kalau aku mempunyai koneksi salah satu anggota pemegang saham," jawab Yoona.


Candra mengerutkan keningnya dan menatap tajam wajah Yoona. Lalu Candra bertanya balik, "Bukannya yang memegang saham Asco adalah enam pilar utama?"


"Sebagian," jawab Yoona. "Aku enggak tahu pasti siapa yang memegang saham itu."


"Lalu, siapa koneksi orang yang kamu maksud?" tanya Candra lagi.


"Dia bernama Elizabeth Taylor. Dia memiliki perusahaan Taylor Inc. yang bekerja dibidang pangan di kota Tottenham. Namun perusahaan itu berkembang pesat karena adanya campur tangan singa betina," jawab Yoona.


"Singa betina?" pekik Lee.


"Ya... Jujur saja singa betina memiliki otak di atas rata-rata. Bahkan singa betina memiliki beberapa saham di perusahaan terkemuka seluruh dunia. Usia dua puluh lima tahun sudah memiliki kekayaan yang fantastis. Ditambah lagi dengan asetnya di Sebastian Groups," terang Yoona.


"Ya... Bisa dikatakan aset yang dimiliki oleh Lee setara dengan kamu. Cepat atau lambat kamu akan dikalahkan oleh Lee," tambah Yoona.


"Apakah itu benar?" tanya Seva yang mendengar Lee kaya.


"Ya... Itu benar," jawab Yoona.


"Ah... Rasanya aku tertarik ingin memilikinya," celetuk Seva.


Lha... Seva kenapa kok jadi suka sama Lee ya? Ini sangat aneh sekali. Jujur Seva memang dari dulu Seva ingin menghancurkan Lee. Tapi kenapa Seva berbalik menyukai Lee. Mata Candra langsung menatap Seva dengan tajam setajam pedang. Candra mengambil bantal sofa lalu melemparkannya ke arah temannya itu. Dengan cepat Seva menghindarinya sambil tersenyum puas sambil membayangkan Lee bersanding dengannya.


"Kenapa kamu tiba-tiba saja menyukai Lee?" tanya Candra yang geram.


"Aku memang menyukainya. Karena Lee memiliki otak di atas rata-rata. Kamu tahukan kalau aku menyukai perempuan memiliki otak di atas rata-rata. Apalagi cantik, imut dan menggemaskan," jawab Seva yang membayangkan wajah Lee.

__ADS_1


"Kamu demam?" tanya Yoona yang berkacak pinggang.


"Enggak. Yoona aku kan normal," jawab Seva. "Jadi wajarlah aku sebagai seorang pria yang sangat mengharapkan memiliki gadis pintar seperti Lee."


Seva pria tua yang tampan. Bisa dikatakan Seva memiliki darah latin. Setiap wanita yang melihatnya akan terpanah. Bagaimana dengan Lee sendiri? Lee tidak tertarik dengan Seva. Lee tertarik sama kakak tampannya itu. Meskipun Lee dikelilingi pria tampan.


"Terserahlah apa katamu," kesal Candra yang ingin melemparkan Seva ke Samudera Pasifik.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah mendapat berita ini?" tanya Yoona ke Candra.


Candra tersenyum smirk dan memandang wajah Yoona dan Seva. Lalu mereka terdiam dan tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Candra. Tak lama Candra berkata, "Rasanya aku harus menjadikan Elizabeth alat untuk menggulingkan Erra."


"Apakah kamu yakin?" tanya Yoona ke Candra dengan serius.


"Aku pasti akan melakukannya. Terlebih lagi Elizabeth memiliki perusahaan yang bisa dikatakan kecil," jawab Candra. "Berapa saham yang dimiliki oleh Elizabeth?"


"Hanya delapan persen," jawab Yoona.


"Siapakah yang memiliki saham diatas sepuluh prrsen?" tanya Candra.


"Apa?" pekik Candra.


Candra terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. Otaknya mulai berpikir keras untuk mencari cara agar menggulingkan Erra. Lalu Candra dapat menganalisis keadaan sambil tersenyum puas, "Aku ingin Elizabeth yang menggulingkan Erra."


"Bagaimana caranya kamu melakukannya?" tanya Yoona sambil kebingungan. "Sedangkan kamu tahu sendiri kalau Elizabeth memiliki saham sebesar delapan persen di perusahaan itu."


"Yang dikatakan Yoona benar. Tidak mungkin kan yang namanya Elizabeth bisa menghancurkan Erra dengan memegang saham delapan persen," jawab Seva.


"Berapa orang yang memegang saham di sana?" tanya Candra.


"Kalau berasal dari enam pilar utama ada enam. Sisanya orang luar hanya ada lima," jawab Yoona.


"Hubungi Elizabeth untuk mencari siapa-siapa yang memiliki saham di sana!" perintah Candra. "Setelah itu hubungi mereka! Lalu tekan mereka untuk menggulingkan Erra! Jika tidak mau kamu ancam mereka agar mau menurutiku!"


"Ok," balas Yoona.

__ADS_1


Jakarta Indonesia.


Imam yang sedang menggendong Raka mengajaknya bicara. Imam menciumi pipi gembul putarannya itu hingga membuatnya tertawa. Sedangkan Suci yang sedang duduk di bawah pohon mengaku senang. Tak lama kemudian datang Angela bersama Feli. Mereka langsung mendekati Suci sambil duduk mengapit.


"Sepertinya kak Imam sangat menyayangi Raka," ucap Angela.


"Ya... Aku kira kak Imam tidak mau menerima Raka," kata Suci sambil memandang wajah Imam yang bahagia.


Beberapa saat kemudian datang Imam lalu berdiri sambil menatap wajah ketiga gadis itu. Kemudian Imam berkata, "Dua Minggu lagi aku akan menikahi Suci. Aku ingin kalian membantu mempersiapkan keperluan pernikahanku."


"A... A... A... Apa itu benar?" tanya Angela yang tidak percaya dengan berita itu.


"Ya... Aku memang ingin menikahi Suci," jawab Imam.


"Ah... Itu berita yang sangat bagus sekali. Untung saja kak Imam mau menerima Raka," ucap Feli yang bersemangat ketika mendengar pernikahan Imam dan Suci.


Imam hanya bisa tersenyum manis. Imam paham apa yang dikatakan oleh kedua gadis itu. Sudah saatnya Imam membangun rumah tangga bersama Suci dan memberikan kebahagiaan Raka. Imam juga tidak mau membuat anaknya menderita lahir dan batin.


"Apakah kakak sudah mengatakan ke kakak besar?" tanya Angela.


"Belum. Aku belum mengatakan apapun," jawab Imam.


"Sebaiknya kakak mengatakannya. Karena kakak besar harus tahu berita baik ini," saran Angela.


"Nanti tunggu hari H-nya. Biarkan kakak besar istirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya," ucap Suci yang masih khawatir dengan Lee.


"Saranku lebih baik kakak mengatakan sekarang. Kalau nunggu hari H-nya nanti kakak besar bisa marah," tambah Angela.


"Yang dikatakan Angela benar. Jika ingin membantu persiapan pernikahan kita harus melalui persetujuan Erra," sambung Imam yang mengerti kekhawatiran Suci.


"Nanti malam aku akan menghubunginya," balas Suci.


Selang berapa menit kemudian Irwan memarkirkan mobilnya di belakang mobil Imam. Irwan segera keluar dan melihat pemandangan Imam yang sedang menggendong cucunya. Hatinya sangat bahagia karena Imam sangat menyayangi Raka.


"Syukurlah... Imam mau menerima Raka dan Suci. Tuhan... Aku ingin Imam dan Suci bersatu di dalam tali pernikahan. Biarkan mereka memiliki anak lagi selain Raka," ucap Imam dalam hati sambil berdoa dengan tulus.

__ADS_1


Irwan mendekati Imam sambil merentangkan kedua tangannya. Lalu Irwan mengajak Raka, "Raka... Ikutlah dengan kakek."


__ADS_2