Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 67


__ADS_3

''Selama seminggu Paman,'' sahut Nanda.


''Iya selama seminggu. Ah.. rasanya aku mau membeli hadiah buat Rani. Nanda, apakah di sini ada yang menjual perhiasan yang bagus?" tanya Bayu.


"Ada Paman. Namanya Rumah Berlian BL Company. Di sana memang banyak perhiasan yang bagus-bagus. Designnya juga menarik," jawab Nanda.


"Anterin aku kesana. Aku ingin membeli 1 set perhiasan buat Rani!" titah Bayu.


"Baik Paman," sahut Nanda yang semangat.


"Kamu kok semangat begitu?" tanya Bayu.


"Aish... Paman.. aku juga mau beli cincin buat Angela. Aku ingin melamarnya," jawab Nanda.


"Baiklah," seru Bayu.


Mereka langsung menuju ke BL Company. Di dalam perjalanan Bayu sudah tidak sabar memilih jenis perhiasan yang sangat indah untuk Rani.


"Nda, kamu yakin?" tanya Bayu.


"Yakinlah. Aku sering kesana untuk membeli diamond buat mama," jawab Nanda.


Tanpa disadari oleh mereka, ketiga buronan itu sedang berada di BL. Sesampainya di BL Company Nanda langsung memarkirkan mobilnya di samping mobil Fendi.


Lee mulai mengecek satu persatu laporan yang sudah di berikan oleh Maura. Lee sudah mengetahui siapa yang melakukan penggelapan uang.


"Maura... siapa yang memegang keuangan di sini?" tanya Lee tegas.


"Namanya Anette Danshield. Dia orang lama disini," jawab Maura yang tubuhnya mulai bergetar.


"Sudah berapa lama?" tanya Lee.


"Kurang lebih 7 tahun," jawab Maura.


"Panggil Anette kesini!!" titah Lee.


"Maaf nona muda. Anette sudah mengundurkan diri," jawab Maura ketakutan.


"Ok! Kak Garda bisakah kamu menolongku?" tanya Lee.


"Baiklah akan aku bantu kamu. Aku meminta data-data Anette sekarang juga!!" tegas Garda.


"Baik Tuan," jawab Maura.


Kemudian Maura keluar dari ruangan Caroline Riu. Maura bisa bernafas lega karena Lee mulai memancarkan suhu panas.


"Memangnya berapa uang yang di bawa?" tanya Erra.


"40 juta Euro kak," jawab Lee.


Dengan cepat Maura langsung mencari data-data Anette. Maura tau kemarahan bos kecilnya itu seperti bom yang meledak.


Nanda dan Bayu sudah masuk ke dalam BL. Mereka langsung melihat perhiasan-perhiasan yang sangat cantik sekali. Bayu tidak tau kalau yang mendesit perhiasan yang berada di BL Company adalah Lee.


"Paman," panggil Nanda.


Bayu yang melihat perhiasan itu langsung menoleh. "Apa?"


"Aku kenalin pada pemilik perusahaan ini. Siapa tahu Paman mendapat perhiasan yang epic," ajak Nanda.


Nanda mengajak Bayu langsung menuju ke ruangan Caroline.

__ADS_1


"Biasanya kalau mama minta aku langsung pesan ke empunya," ucap Nanda.


"Aku lihat kualitasnya keren. Aku rasa ingin membelinya semua," ujar Bayu yang khilaf.


"Beli aja semuanya Paman. Siapa tau di Indonesia bisa buka toko perhiasan," ucap Nanda yang mengetuk pintu.


Tok....Tok...Tok....


"Biar aku yang buka," ujar Lee yang membuka pintu.


Setelah Lee membuka pintu. Mata Lee membulat sempurna. Lee melihat Nanda dan Bayu seperti orang yang tidak mempunyai nyali. Lee langsung menutup pintu dan membalikan badannya lalu melihat Erra dan Garda.


"Kak... Papa Bayu," lirih Lee.


Saat Lee memberi kode. Mereka berdua tidak paham akan kode dari Lee.


"Ada apa Lee?" tanya Garda.


Nanda langsung mengetuk pintu itu dengan keras. Erra langsung mendekati Lee.


"Biar aku yang buka," perintah Erra.


Lee langsung memundurkan tubuhnya di belakang Erra. Tanpa basa-basi Erra langsung membuka pintu. Tiba-tiba saja tubuh Erra bergetar.


"Papa!!!!" pekik Erra.


"Nda... Thanks ya.. Bulan ini akan aku naikkan gajimu 10x lipat," ucap Bayu sambil menepuk bahu Nanda.


Nanda yang melihat ketiga buronan itu langsung tersenyum bahagia. "Terima kasih Paman."


Glek.


Mereka saling memandang. "Kenapa ini bisa terjadi?"


"Akhirnya aku menemukan kalian. Mari kita pulang ke Jakarta," ajak Bayu.


"Papa," panggil Lee yang lesu.


"Ada apa? Memangnya kamu sudah di hamili sama si bocah tengil," sahut Bayu yang berapi-api.


Lee hanya menggelengkan kepalanya. "Belum Pa. Pa... sebelum kami pulang ke Jakarta. Ijinkan kami menyelesaikan tugas di sini."


"Tugas apa?" tanya Bayu yang mengerutkan keningnya.


"Aku ingin menangkap orang yang membawa uang BL Company sebesar 40 juta euro," ucap Lee.


"Memangnya BL Company milik siapa?" tanya Bayu.


"Milik Lee. Pemiliknya sudah memberikan secara langsung ke Lee," jawab Erra.


"Bukannya Lee pemegang Sebastian Corporation Group International?" tanya Nanda.


"Sang ahli waris sesungguhnya sudah di temukan," jawab Erra.


"Jangan bilang kalau kalian menemukan Brucce di Helsinki?" tanya Bayu yang bingung.


"Kok Papa bingung?" tanya Erra balik.


"Begini Ra... Bukannya Papa.. Ah... kamu tau sendiri kan. Dari dulu setelah kematian Brucce banyak yang mengaku-ngaku. Kami sebagai para Papa kecuali Papa mertuamu itu berusaha mencari keberadaan Brucce. Banyak yang datang dan itu masih berlangsung sampai sekarang," jelas Bayu.


"Selama ini Brucce ada di sekitar kita Pa. Brucce mengalami amnesia. Dia tidak ingat apapun," ujar Erra.

__ADS_1


"Siapakah dia?" tanya Bayu dan Nanda serempak.


"Garuda Muda Prayitno," jawab Erra.


Mereka langsung melihat Garda dan mendekatinya.


"Brucce," lirih Bayu.


Kemudian Garda berdiri dan memeluk Bayu. "Iya ini aku Paman. Aku Brucce Sebastian."


"Akhirnya kami menemukanmu," ucap Bayu dengan rasa syukur.


"Nda," sapa Garda yang melepaskan Bayu.


"Apa kabar Brucce?" tanya Nanda.


"Baik Nda," jawab Garda.


"Jangan panggil Brucce dulu. Brucce masih bersembunyi dahulu dan belajar bisnis. Setelah ilmunya mumpuni Brucce akan menggebrak dunia. Dan kami selaku 6 pilar utama di tambah 1 lagi dengan masuknya Lee Sebastian akan menghabisi musuh satu persatu," jelas Erra.


"Kamu benar. Sekarang selesaikan urusan kamu disini. Setelah itu kalian berempat akan papa hukum karena sudah menghancurkan mobil kesayangan Papa," gertak Bayu.


"Baiklah kami tidak akan kabur lagi," ucap Lee memelas.


"Tapi Paman. Jangan suruh kami pergi ke negara banyak konflik. Cuma aku yang tidak pandai melempar bom," lirih Garda.


Mereka akhirnya tepok jidat melihat kelakuan Garda. Memang di akui oleh Erra. Kalau yang berhubungan dengan bom, Garda akan lari duluan dan menghilang. Bukannya menjinakkan atau menonaktifkan malah pingsan duluan.


"Yang di katakan Garda benar. Garda tidak mau memegang bom dari daya ledaknya kecil hingga besar," jelas Erra.


"Tidak akan," titah Bayu.


Setelah itu Maura masuk dan membawa berkas-berkas Anette ke Lee. "Maaf."


"Enggak apa-apa. Berikan padaku," titah Lee. Kamu jangan pergi kemana-mana. Duduklah di situ."


Lee menunjuk kursi kosong di sudut ruangan. Lee langsung memberikan berkas-berkas itu ke Garda untuk di periksa.


"Kak," ucap Lee.


Garda langsung menerima dan duduk di meja Caroline. Di ruangan itu mereka tampak tegang. Lee langsung meraih telepon di meja untuk menghubungi Caroline.


Di mansion Fendi. Caroline melihat ponselnya bergetar di atas meja langsung meraihnya. Caroline langsung mengusap tombol hijau.


"Hallo," sapa Caroline.


"Mama kesini dech. Lee tunggu ya," ucap Lee.


"Baiklah," sahut Caroline.


Sambungan terputus.


 


***Ada apa ya dengan BL Company? Apakah ada musuh tersembunyi? Apakah ada bahaya mengancam?


Apakah Paman Bayu mau membantu Caroline Riu?


Tunggu bab selanjutnya.


Tetap semangat dan jaga kesehatan.

__ADS_1


Salam dari Author 😘😘😘***


__ADS_2