
Setelah kedua orang tuanya meninggal, Saga memutuskan untuk menikah dengan Haruka. Saat itu Haruka berusia masih sangat belia. Ceritanya Haruka sendiri seorang ketua mafia dari kelompok Lady Star. Namun kelompok mafia itu sering terkena apes. Ditambah lagi seluruh pengawalnya kabur sendiri-sendiri. Entah apa penyebabnya, Haruka sampai detik ini bertanya-tanya. Meski mereka kabur, Haruka tetap semangat untuk membangun organisasi hitam itu hingga sukses sampai sekarang.
Kembali lagi ke Samuel. Saga tidak tahu kalau Samuel itu diam-diam mempelajari obat-obatan. Di sinilah Samuel membuat makanan namun mengandung obat-obatan herbal. Bila ada yang mengkonsumsi dan membeli makanannya itu. Bisa dipastikan orang itu memiliki ketahanan fisik yang bagus.
Meskipun Samuel slengean. Namun dirinya adalah seorang CEO yang sukses membawa Tristan menjadi besar. Dengan bakat alaminya, Samuel dijuluki sebagai tabib makanan.
Sam sendiri pernah diundang ke negara Tiongkok sana. Melalui penemuannya, ia diajak kerjasama oleh salah satu tabib terkenal. Ia belajar tentang ilmu obat-obatan herbal lebih dalam lagi. Namun sang papa tidak mengetahuinya sama sekali. Yang tahu hanyalah Lee dan Erra.
Hari semakin siang. Matahari sudah berada tepat berada di atas kepala. Sam melihat jam menunjukkan jam makan siang. Ia sangat kesal dan ingin membuang berkas-berkas itu. Akan tetapi Sam memutuskan untuk mengunjungi Pita sang sekretarisnya itu.
Saat masuk ke dalam ruangannya, Sam melihat Pita sedang sibuk sekali. Gadis yang memiliki tinggi semampai itu, marah akan kelakuan Sang bosnya itu. Jujur saja dari kemarin ia sedang dikejar-kejar anak divisi untuk meminta tanda tangan.
Sedari pagi, kita tidak menunjukkan batang hidungnya. Ia mulai berkutat di mejanya itu. Ia juga tidak masuk ke dalam kantor si bosnya itu. Lalu bagaimana dengan jadwal Sam? Mau tidak mau Pita mengirimkan sebuah pesan ke Samuel dengan bahasa formal. Meskipun begitu dirinya harus mengikuti prosedur perusahaan.
Untung saja Haruka, ibunda Sam tidak mempersalahkannya. Malahan Pita dipersilakan untuk menegur Sam sekali-sekali. Inilah keunikan bekerja sama Samuel.
Dengan gaya coolnya, Sam mendekati Pita lalu menghempaskan bokongnya di hadapannya. Ia ingin menggoda sang sekretarisnya itu. Namun niatnya diurungkan. Karena di depannya itu ada sebuah peringatan. Yang di mana peringatan itu ditujukan untuk sang bosnya.
"Kamu lagi ngapain? Kamu kok sibuk banget seperti itu? Katanya kemarin kamu ingin menyusulku? Tapi kenapa kamu nggak melakukannya? Malahan aku dibiarkan saja di bandara sendirian," tanya Sam sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Bukannya pak bos sudah dijemput oleh Pak Januar?" tanya Pita yang tidak menoleh sama sekali.
__ADS_1
"Kan kamu sudah janji sama aku. Kenapa juga kamu tidak menjemputku?" tanya Samuel balik.
"Sudah tahu aku sedang diburu sama anak-anak divisi. Kok malah balik nanya. Dikejar-kejar deadline sudah sering bos. Bahkan aku lebih senang dikejar-kejar deadline. Ini masalahnya aku sedang dikejar-kejar anak divisi untuk meminta tanda tangan bapak. Jika aku tidak menjadi bapak. Mereka akan mengejar-ngejar ku sampai ke rumah. Bayangkan saja mereka memberikan aku waktu seminggu mulai dari sekarang. Kan aku kesel jadinya," jelas Pita yang membuat Samuel tertawa terbahak-bahak.
"Kamu bisa scanning lalu kirim ke email ku. Kemudian kamu print lagi dan kasih ke mereka. Zaman sudah canggih. Jangan sampai kamu ketinggalan dengan teknologi," sahut Samuel.
"Meskipun zaman sudah canggih. Tapi bapak nggak pernah membuka email dari saya? Saya setiap hari ngecek Pak.Berharap dapat balasan dari bapak buktinya apa? Malah kau tak masukku kosong! Pernah nggak sih bapak balas email dari saya sekali dua kali. Nggak pernah kan. Masalah dunia bawah tanah sama dunia atas itu beda. Jangan pernah dicampur aduk kan menjadi satu kayak gini. Aku pusing jadinya. Untung aku tidak lapor kepada, siapa ya yang harus aku laporkan? Padahal lapor ke Tuan Saga juga percuma. Lapor ke Nyonya Haruka juga percuma. Lalu aku harus lapor ke mana?" kesal Pita.
"Kamu nggak perlu laporan ke mana-mana. Lagian kalau kamu lapor mereka hanya menerima laporanmu dan tidak menjalankannya. Kamu tahu sendiri kan papaku Bagaimana mamaku bagaimana. Jadi kamu nikmati saja harimu menjadi sekretarisku," ucap Samuel.
"Terus emailku Kenapa nggak dibales?" tanya Pita dengan nada geram.
"Dibilangin. Kalau kamu kirim email jangan ke email umum. Email itu dikhususkan untuk customer-ku. Kirim email ke email bawah tanah. Yang berhubungan dengan White Eragon. Kan ada tuh email yang dikhususkan buat kamu," jawab Samuel yang menahan tawanya.
"Kamu nggak nanya sih. Makanya nggak aku beritahu," sahut Samuel yang tidak mempedulikan keluh kesah Pita.
"Tapi kenapa ya kok barang-barang produksi sudah sedia di gudang? Ditambah lagi dengan laporan masuk dan keluar sangat cepat dan terperinci? Itu yang global. Belum yang percabangan," tanya Pita.
"Kamu tau nggak selama aku pergi?" tanya Samuel.
"Aku nggak tahu soal itu. Malahan siapa yang ngerjain juga nggak tahu," jawab Pita.
__ADS_1
"Sini aku jelaskan supaya kamu mengerti," ucap Sam yang sabar menghadapi sekretarisnya itu dan mengambil pulpennya agar menatap wajahnya. "Sekarang duduk dengan baik dan benar."
Mau tidak mau Pita duduk manis menatap Samuel. Kemudian Pita bertanya, "Memangnya ada apa?"
"Selama aku pergi dari sini. Entah itu ke negara A, ke negara B dan selanjutnya. Aku tidak pernah lepas tangan dari pekerjaan kantor itu. Aku memang mengerjakan sendirian. Karena aku sendiri orangnya tidak pernah percaya kepada siapapun. Setelah laporan itu selesai aku kirimkan ke kamu. Kamu kan bagian tugasnya mengecek semua laporan. Dan isinya benar semua?" tanya Sam.
"Benar semuanya Pak."
"Itulah kenapa setiap ada barang masuk dan barang keluar. Aku yang selalu memesannya. Jadi perputaran uang aku yang memegangnya. Dan aku tidak pernah bingung soal itu. Soalnya hidupku sudah didaulat untuk menjadi CEO di sini."
"Wah bapak keren sekali. Semoga saja bapak mendapatkan jodoh yang lebih keren dari bapak sendiri. Ditambah lagi jodohnya bapak mengerti pekerjaan yang banyak seperti itu."
Peta memuji habis-habisan Samuel dengan tulus. Ia tidak menyangka kalau bosnya itu adalah pria tangguh. Sangking tangguhnya semua pekerjaan bisa di handle sendiri. Makanya Samuel tidak pernah mengeluh kepada siapapun jika pekerjaannya banyak.
"Apakah kamu sudah mengerti?" tanya Samuel.
"Aku sudah mengerti Pak," jawab Pita.
"Kalau begitu kamu lepasin sama pekerjaanmu. Kalau anak-anak masih memburumu. Bilang sama mereka. Kalau minta tanda tangan tunggu beberapa hari kedepan. Aku tidak bisa janji akan hal itu. Kalau bisa jadwalku tolong kosongkan selama beberapa hari ke depan. Karena aku ingin stay di sini."
"Dengan senang hati Pak. Aku akan menuruti keinginan bapak."
__ADS_1
"Oh ya nanti malam ada acara di Mansion keluarga Drajat. Kamu diundang ke sana untuk bertemu dengan Lee," ucap Samuel sambil beranjak berdiri.
"Ada apa dengan kakak besar?" tanya Pita dengan mata yang berbinar karena rindu pada Lee.