Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 212


__ADS_3

Tepat pukul 08.00 mereka sudah sampai lobi kantor. Lee dan Erra yang masih di dalam mobil melihat banyaknya para wartawan yang tetap setia menunggu kedatangan Erra. Mereka sedang memburu Erra untuk mencari sebuah jawaban. Lee segera keluar dan memberikan kode untuk para pengawal agar segera mendekat. Lee memberi perintah kepada mereka untuk mengawal Erra. Lee memutari mobil sambil membuka pintu. Dengan sikap arogannya Erra keluar dari mobil. Seluruh wartawan yang berada di sana segera mendekati Erra. Namun Lee menghalau mereka dan membiarkan Erra masuk ke dalam. Lee menutup mulutnya dan tidak berkomentar apapun.


Tidak disangka mata sayu Lee melihat ada seseorang yang memakai baju serba hitam. Orang itu mengeluarkan senjata api dan menodongkan pistolnya ke arah Erra. Lee dengan cepat berlari ke arah pria itu. Namun pria itu lari menghindari Lee. Lee meminta pengawal bayangan milik Erra untuk mengejarnya dan menangkapnya. Setelah memberi perintah Lee kembali ke lobi perusahaan.


Dor!


Sebuah letusan dari sisi kiri jalan telah mengejutkan banyak orang. Lee terkejut dan melihat sekumpulan orang-orang yang memakai baju serba hitam menyetop mobil dan memintanya untuk mengosongkan beberapa meter. Namun ada yang tidak mengindahkan perintahnya hingga orang itu menembak pengemudi tersebut.


Mata Lee membelalak sempurna dan melihat banyaknya orang yang memakai baju serba hitam. Lee hanya menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Kenapa ada orang-orangan sawah pada pagi ini sih? keluh Lee. "Malah aku enggak bawa senjata dech! Argh…. sialan! Aku harus berolahraga terlebih dahulu."


Beberapa saat kemudian ada sebuah mobil mewah lewat. Mobil itu memang tidak tahu kalau ada peraturan yang tidak mengijinkannya lewat. Ketika ingin menancap gasnya salah satu dari orang yang memakai serba hitam menembaki mobil itu. Sang empunya hanya bisa memutar bolanya dengan malas. Dengan terpaksa sang empunya keluar sambil memang siapa sang pelakunya?


"Hey… Kalian mau cari mati ya di sini?" tanya Caroline.


Lee sangat terkejut melihat Caroline yang sudah menantang mereka. Lee mendekati mereka Caroline sambil memancarkan aura pembunuh. Dengan langkah tegasnya Lee perlahan maju sambil bertanya, "Siapa yang menyuruh kalian memberhentikan mobil di jalan umum?"


Tak lama ada seorang pria tinggi besar yang bernama Edi Falaschie keluar dari mobil. Edi segera mendekati Lee sambil menatapnya tajam, "Aku."


Lee tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Edi. Lee sangat geram dan mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa Edi di negara orang sangat berkuasa sekali? Bahkan sangking berkuasanya bisa menghentikan mobil di jalan raya seenaknya saja.


Ini bukan negaramu bung! ini negaraku! Jika harus bertarung jangan di sini!" gertak Lee. "Mama cepetan masuk ke Asco!"

__ADS_1


Mau tidak mau Caroline masuk ke dalam lobi. Bukannya Caroline tidak membantu sang putri bertarung. Caroline akan meminta Andi dan Bayu mengirimkan pengawal untuk membantu Lee. 


"Edi… Edi… selama ini kamu goblok ya… Diam-diam Candra itu membohongi kamu. Bahkan Candra itu mengambil keuntungan yang besar dari kamu," ejek Lee.


"Tidak ada urusan bisnisku dengan kamu! Aku hanya menginginkan kepalaku untuk kupersembahkan kepada Candra!" gertak Edi.


"Dasar gembong goblok! Dibilangin kagak percaya lu! Gue sudah tahu semuanya!" seru Lee yang semangat.


"Jangan banyak omong lu! Serang singa betina itu!" teriak Edi.


"Terpaksa Lee meladeni orang-orang gila seperti mereka di pagi hari!" sergah Lee.


Akhirnya pertempuran itu terjadi. Lee melawan orang-orang Edi dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Lee mulai memukul satu persatu para pengawal milik Edi tersebut. Tangannya mulai mengepal dan giginya gemelutuk memukul para lawan satu persatu. Namun mereka lebih brutal dari Lee. Mereka tidak mau mengalah melainkan secara keroyokan. Tak lama Bayu datang bersama Rani dengan sorot mata yang tajam. Bayu mendapatkan info dari Caroline kalau Lee diserang di tempat keramaian. Bayu tidak terima kalau sang menantu kesayangannya mendapat serangan mendadak. Bayu mendekati Lee sambil berteriak, "Pakailah ilmu tenaga dalam kamu!"


Sementara itu Erra yang mendengar Lee diserang langsung melepaskan jasnya dan melemparkan ke pengawal. Erra memutuskan untuk berlari keluar dari lobi. Erra pun segera mendekati Lee dan menggabungkan kekuatannya ke Lee. Sepasang suami istri itu pun merasakan ada energi yang mengalir di dalam tubuhnya masing-masing. Energi itu seakan-akan ingin meledak jika tidak digunakan segera. Akhirnya mereka saling melihat dan berpegangan tangan melawan mereka.


Bagh….


Bugh….


Bagh….


Bugh…

__ADS_1


Pukulan demi pukulan diberikan oleh pihak lawan. Satu kali pukulan yang dihasilkan dari tubuh Lee membuat dua pengawal milik Edi tersungkur dan memuntahkan darah. Bahkan mereka langsung merenggangkan nyawanya. Tidak tanggung-tanggung wajah mereka sudah tidak berbentuk. 


Lalu bagaimana dengan Erra? Erra juga tidak tanggung-tanggung mengeluarkan tenaga dalam tersebut. Entah ilmu apa yang dipakai oleh sepasang suami istri itu hingga membuat pengawal mereka terkapar dan mati sia-sia.


Bayu dan Rani hanya bisa menghembuskan nafasnya. Bayu hanya bisa menggelengkan anak menantunya itu. 


"Apa yang aku katakan ternyata terjadi. Erra menyatukan kekuatannya dengan Lee sehingga mengeluarkan jurus yang sangat mematikan. Bahkan jurus itu akan bersarang di dalam tubuhnya untuk selamanya. Mereka adalah orang yang terpilih untuk memberantas kejahatan di muka bumi ini. Mereka seperti yin dan yan," ucap Bayu bergidik ngeri.


 "Maksud kamu apa?" tanya Rani.


"Aku tidak bisa menjelaskannya disini. Cepat atau lambat kamu pasti mengetahuinya," jawab Bayu yang masih bingung ingin menjelaskan apa yang terjadi di dalam tubuh sang putra dan sang menantu kesayangannya.


Pertempuran itu semakin besar. Edi menggunakan cara licik dengan memanggil hampir semua pengawalnya untuk menangkap Lee. Akan tetapi sebelum bertarung Edi memberikan pil yang sengaja diracik khusus oleh Candra. Ramuan pil itu terdiri dari bahan-bahan berbahaya. Bahan-bahan yang dipakainya tidak lain adalah bahan dasar obat-obatan terlarang. Jika semakin banyak mengkonsumsi obat tersebut bisa dipastikan imun tubuh lemah. Bahkan bisa merusak organ tubuh manusia secara perlahan. Saga dan Imam pernah mereset obat itu di lab. Mereka mengatakan obat itu sangat mengerikan.


Semakin lama Lee dan Erra jengkel karena Edi. Mau tidak mau pasangan suami istri itu pun langsung menggunakan tenaga dalamnya hanya seperempat di tubuh masing-masing. Mereka berkonsentrasi lalu menghempaskan seluruh pengawal Edi. Orang-orang yang berada di sana langsung berlari berhamburan. Mereka takut terkena efek tenaga dalam yang dimiliki Lee dan Erra. Mereka segera berlari keluar dari area tersebut dan bersembunyi di dalam gedung.


Blooommmm!


Seluruh pengawal milik Edi terpental sejauh tiga ratus meter. Mereka merasakan dadanya panas jantungnya tidak berfungsi lagi. Mereka menghembuskan nafas terakhirnya secara serempak. Tapi untunglah seluruh mobil yang berada di sana tidak hancur berantakan. Bahkan masih utuh dan tidak ada kerusakan apapun.


Setelah menghabisi para pengawal tersebut, Lee dan Erra mulai menetralkan tubuhnya. Mereka menatap wajah Edi dengan tersenyum devil. 


"Apakah kamu mau memiliki kepala istriku?" tanya Erra yang mulai tertawa menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2