Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 255


__ADS_3

Unggahan itu mendapat komentar dari netizen berbagai belahan dunia. Mereka berkomentar dengan berbagai macam bahasa. Untung saja Erra memakai bahasa Inggris.


Siapa yang tidak kenal sama Erra Drajat? Erra adalah CEO Asco yang cukup terkenal dan hits di dunia bisnis. Jangankan bisnis, Erra bisa dikatakan seorang selebriti yang tampan. Bahkan namanya sekarang disejajarkan sama bintang Korea. Namun siapa sangka Erra adalah seorang ketua mafia.


Beberapa saat kemudian datang beberapa pelayan sedang membawakan pesanan. Lalu pelayan itu menatanya di meja. Setelah itu para pelayan itu pergi dari hadapannya. Mereka langsung menikmati makanan itu dengan pelan-pelan. Mereka sangat menikmati makan malam dengan suasana yang cukup dingin.


Erra memang sengaja tidak memesan ruangan VVIP. Karena Erra ingin menikmati suasana malam kota New York.


"Malam ini aku ingin makan banyak," celetuk Lee.


"Makanlah," ucap Erra yang tidak akan membiarkan Lee kelaparan.


Di meja yang tadi, Igin masih menatap Lee. Matanya sendu dan merasakan jantungnya berdetak kencang. Kenapa dari dulu Igin tidak melamarnya. Tak sengaja Igin membuka sosial media Instagram. Jari kekarnya mulai menscroll berita-berita yang ada di sana. Matanya membulat sempurna ketika melihat unggahan milik Erra. Ternyata pesan yang kirimkan olehnya buat Lee jatuh ke tangan Erra.


Marah... Sudah pasti. Lagian juga itu surat ditujukan buat Lee. Kenapa harus jatuh ke tangan Erra? Mau tidak mau Igin memikirkan rencana selanjutnya. Saat itu juga Ingin memutuskan untuk pergi dari restoran itu sambil melewati Erra. Ketika Erra minum dan melihat tajam Igin lewat. Erra berdiri dan berteriak, "Ignatius Mulyono."


Igin segera menghentikan langkahnya lalu mendekati Erra. Kemudian Erra mengajaknya adu mata. Dengan penuh kilatan-kilatan cahaya Erra seperti mengajak Igin bertarung. Erra tidak rela kalau Igin mengincar sang istri.


Lalu bagaimana dengan Igin? Igin sendiri tetap akan mengejar Lee. Igin akan memakai cara agar Lee takluk di hadapannya.


Lee yang sedang menikmati coklat panas mengangkat wajahnya sambil melihat kedua pria dewasa itu. Lee sangat santai sambil memperhatikan mereka.


"Jangan pernah kamu menyentuh istriku!" tegas Erra.


"Suatu hari nanti istrimu akan menjadi istriku!" tegas Igin.


Mata Lee membulat sempurna karena pernyataan Igin. Bisa-bisanya dirinya diklaim sebagai calon istrinya di masa depan.


"Aku adalah calon istrimu di masa depan! Apa itu enggak salah!" teriak Lee yang mulai tersulut emosi.


Sedangkan di meja kasir ada Sam dan Greg sedang memandangi ponselnya. Mereka sedang bermain game dengan penuh semangat. Namun mereka dikejutkan oleh pelayan yang datang tergopoh-gopoh dengan raut wajah ketakutan. Pelayan itu segera mendekati Sam dan menceritakan kejadian yang sedang terjadi.


"Tuan Samuel," panggil Gina nama pelayan itu dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Sam yang menghentikan permainannya.


"Di luar ada terjadi pertengkaran," jawab Gina dengan tubuh berkeringat dingin.


"Apa?" pekik Sam.


"Iya tuan," jawab Gina lagi.


"Pergilah!" titah Sam.


Sam menghubungi para pengawal untuk segera mengamankan mereka. Setelah itu Sam menatap Greg untuk meminta bantuan. Greg pun akhirnya setuju untuk membantunya. Mereka bergegas menuju ke lokasi. Saat menuju ke lokasi para pengawal White Eragon sudah membentuk lingkaran agar orang luar tidak boleh mengambil gambarnya.


"Kenapa ada pasukan White Eragon disini?" tanya Greg.


"Kenapa ada White Eragon di sini?" tanya Sam ke Greg.


"Aku malah bertanya sama kamu kok malah balik nanya? Memangnya siapa yang berantem?" tanya Sam yang melangkahkan kakinya dan mengurai para pengawal agar membukakan jalannya. "Minggir kalian!"


"Drama sang pebinor," jawab Greg.


"Apa itu pebinor?" tanya Sam yang tidak paham dengan istilah anak jaman sekarang.


"Perebut bini orang tahu!" kesal Greg terhadap Sam yang kudet.


"Siapa yang menjadi tersangka utamanya dan korban?" tanya Sam yang bingung. "Dan siapa diperebutkan?"


Greg menepuk jidatnya karena ulah Sam. Sudah jelas-jelas yang jadi tersangkanya adalah Igin. Yang jadi korban adalah Erra. Begitu juga Lee yang menjadi perebutan.


"Kamu ini bodoh atau apa sih Sam! Gue bilangin ya... Igin memang suka sama Lee semenjak kuliah. Lalu Igin itu orangnya diam saja tanpa ngomong apa-apa. Nah sekarang Igin menjadi tersangka utama untuk menjadi pebinor. Korbannya adalah Erra. Nah yang diperebutkan adalah Lee," jelas Greg.


"Lu tahu darimana kalau Igin suka sama Lee?" tanya Sam sambil berbisik.


"Lu masa lupa apa kerjaan gue. Gue kan mata-mata tahu!" kesal Greg sambil berbisik juga.

__ADS_1


Lee yang berubah menjadi iblis itupun memandang wajah Igin. Dengan penuh emosi Lee memegang sendok dan garpu lalu menunjuk Igin.


"Jangan salahkan aku jika garpu ini melayang hingga masuk ke tenggorokanmu Tuan Ignatius Mulyono terhormat!" tegas Lee. "Aku adalah wanita yang memiliki suami! Apakah kamu paham itu!"


Lee bener-bener emosi melihat Igin yang berharap kepadanya. Entah kenapa Lee tidak menyukai Igin sama sekali karena sifatnya playboy. Lee sudah mengatakan kalau dirinya sudah memiliki seorang pasangan hidup. Namun Igin tidak pernah percaya.


"Suatu hari kamu akan menjadi istriku. Enggak peduli kamu memiliki anak dari Erra. Yang penting kamu adalah milikku. Kamu tahu sekarang ini aku sedang menunggu jandamu!" ucap Igin ceplas-ceplos namun dengan suara menekan.


"Apa yang kamu bilang!" teriak Erra sambil melayangkan pukulannya tepat berada di wajah tampan Igin.


Brugh....


Igin terjatuh tersungkur dan mengeluarkan sedikit darah di bibirnya. Jujur saja Erra sangat emosi ketika Igin mengatakan kalau sedang menunggu jandanya. Sekarang coba pikir suami mana yang mendengar perkataan seperti itu? Tidak adakan. Erra ingin mempertahankan pernikahan ini hingga akhir hayat.


"Lee," panggil Erra dengan dingin.


"Iya kak," sahut Lee.


"Berapa saham yang kamu miliki di YM Groups?" tanya Erra.


"Empat puluh lima persen," jawab Lee dengan cepat.


"Malam ini kamu beli lagi saham YN sebanyak tiga puluh lima persen. Setelah itu aku akan mengakuisisi perusahaan itu dan dimasukkan ke dalam cabang Asco!" titah Erra dingin.


Sedari tadi Igin masih tersungkur dalam posisi seperti itu. Berapa lama lagi Igin diam mematung sambil menatap lantai? Ini sangat aneh sekali bagi Lee. Apakah Igin sengaja akting seperti itu?


"Lee, lakukan pembelian sekarang!" titah Erra yang memberikan ponselnya.


Lee menganggukan kepalanya sambil meraih ponsel Erra. Dalam waktu sepuluh menit Lee membeli saham YM Groups sebesar tiga puluh lima persen. Lee memberikan ponsel itu sambil tersenyum, "Berhasil!"


"Bagus! Besok kamu adakan rapat para pemegang saham! Dan akuisisi perusahaan Igin. Lalu ganti orang yang mumpuni untuk memimpin YM Groups!" perintah Erra.


Igin berdiri sambil menatap wajah Lee dengan wajah memelas. Lalu Igin memegang bibirnya sambil berkata, "Apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


__ADS_2