Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 281


__ADS_3

"Ada apa kamu ikut dengan Christian?" tanya Bayu dengan serius.


"Paman didaulat untuk mengungkap pengiriman obat-obatan terlarang,'' jawab Lee.


Deg.


Jantung Andi berdetak dengan kencang karena mendengar jawaban Lee. Andi menghentikan pekerjaannya sementara sambil menatap wajah Lee, "Paman kamu dalam bahaya.''


"Papa benar,'' jawab Lee.


"Lebih baik kamu menjadi pengawal bayangan buat paman kamu itu!" titah Bayu yang merasakan perasaan yang sama.


"Aku tahu ini ada udang dibalik bakwan,'' celetuk Garda.


"Maksud kamu?" tanya Erra.


"Sepertinya kamu harus mengalah dalam tugas ini,'' ucap Garda.


"Mengalah buat apa?" tanya Erra.


"Aku bersama Lee yang akan mengawal Paman Christian,'' jawab Garda.


"Enggak bisa. Aku harus bersama Lee,'' seru Erra yang tidak terima.


"Kenapa kalian selalu berantem?" tanya Lee.


"Ya... aku tidak ingin kamu celaka,'' jawab Erra.


"Plis... jangan membuat aku lemah!" bentak Lee yang sudah kesal dengan Erra,


Erra menunduk ketakutan dan tidak berani memandang Lee. Entah kenapa Lee berubah menjadi monster ketika marah. Jujur saja Lee sangat kesal sama Erra. Bisa tidak kali ini, Erra tidak terlalu posesif ketika tugas datang.


Melihat ketegangan itu Bayu selaku ketua hanya menghela nafasnya. Bisa-bisanya Erra masih sempat posesif. Namun Bayu tidak bisa menyangkal sikap posesif Lee. Bayu tahu Erra sangat khawatir kepada Lee.


"Bisa enggak kalian tidak terlalu posesif kepada Lee?" tanya Bayu yang menatap Erra dan Garda secara bergantian.


"Aku sangat menyayanginya karena Lee adalah adikku,'' jawab Garda.


"Aku sangat mencintainya karena Lee adalah istriku,'' jawab Erra.

__ADS_1


"Aku tahu itu. Tapi bisa nggak kalian jangan terlalu posesif? Kalian tahu Lee akan bimbang untuk mendapatkan tugas dariku,'' jelas Bayu yang menaruh ponselnya di meja.


"Tugas apa?" tanya Lee.


"Kamu bersama kedua orang ini mengawal Paman kamu. Sepertinya papa merasa kalau Paman kamu dalam bahaya,'' ucap Bayu. "Nanda persiapkan anggota White Eragon. Jake dan Greg ketika barang itu sampai tutup semua pintu pelabuhan.''


"Apakah itu perlu pa?" tanya Lee.


"Perlu,'' jawab Bayu yang tersenyum manis. "Kamu pasti tahu barang itu milik siapa?''


"Siapa lagi kalau Candra,'' jawab Lee.


"Baru saja aku mendapatkan informasi tentang dimana barang itu diproduksi,'' ujar Bayu.


Mendengar Bayu mendapatkan informasi tentang dimana pabrik obat itu ditemukan, Lee tersenyum kegirangan. Entah kenapa Lee rasanya menemukan sebuah spirit untuk melakukan hal yang lebih gila lagi. Lee menatap Garda dan Erra, "Bolehkah aku membakar tempat produksi itu?"


"Silakan. Kami sangat senang sekali mengurangi pabrik yang mengeluarkan obat-obatan terlarang,'' jawab Garda dengan senang.


"Apakah kamu membutuhkan bom?" tanya Erra.


"Memangnya ada ya?'' tanya Lee dengan mata berbinar.


"Jika setelah sampai New York kita akan pergi ke markas Black Dragon,'' jawab Erra. "Disana kita bisa melihat bom hasil ciptaan kakak kamu itu dengan aneh.''


"Kalau begitu aku akan memilih beberapa bom dengan bentuk aneh,'' sahut Lee dengan girang.


Andi yang setelah selesai membuat pesan langsung memberikan tabnya ke Lee. Lee segera menerimanya dan membacanya. Mata Lee membelalak sempurna sambil berkata, "Papa kok membuat pesan langsung to the poin saja ya.''


Andi tersenyum lucu sambil menyandarkan punggungnya ke sofa. Entah kenapa hari ini Andi niat sekali menggagalkan rencana Candra.


"Ini rencana pertama,'' ucap Andi. "Rencana kedua mengambil uang Candra sebanyak seratus juta. Ketiga membakar pabrik milik Candra.''


"Sebentar. Kalau rencana kedua dan ketiga dilaksanakan secara serempak bagaimana?" tanya Lee.


"Sebenarnya asyik sih kalau dilaksanakan secara bersamaan. Tapi ada efek kejutnya apa yang dirasakan oleh Candra. Kamu tahukan kalau Candra itu memiliki riwayat penyakit jantung. Papa enggak mau Candra lewat begitu saja,'' ucap Andi yang mengingat dari Lee kalau Candra memiliki penyakit jantung.


"Bener apa kata papa. Jika rencana kedua dan rencana ketiga dilaksanakan maka Candra akan lewat ya,'' ucap Lee yang mencerna apa kata Andi. "Kalau begitu kita laksanakan kedua rencana itu secara terpisah.''


"Ya... kamu benar,'' jawab Bayu.

__ADS_1


""Kalau begitu mari kita laksanakan!" ajak Bayu.


Mereka terdiam dan menunggu pesawat mendarat. Mereka melamun dan memikirkan masa depan masing-masing. Memang akhir-akhir ini mereka hidup dalam ketakutan. Mereka tidak pernah menyangka hidup seperti ini.


Sejam berlalu. Lee meminta izin kepada Bayu untuk melaksanakan tugas pertama. Lee akan membuat website ilegal Candra down dalam waktu beberapa menit. Lalu Lee mencari kelima puluh kelompok mafia yang akan memburu dirinya. Dengan cepat Lee menemukan data tersebut dengan nada tersenyum mengejek. Kemudian Lee mengcopas nama-nama itu dan mengirimkan ke email Andi. Setelah selesai Lee mengirimkan beberapa virus yang mematikan untuk website Candra. Dalam beberapa detik website tersebut down total. Lee tersenyum manis sambil berkata, "Kita sukses melaksanakan rencana pertama.''


Mata Garda, Jake dan Greg membulat sempurna. Bagaimana bisa Lee mengerjakan tugas pertama dengan cepat? Sangking cepatnya ia hanya membutuhkan waktu hanya empat puluh lima menit. Untuk membobol sebuah situs ilegal bawah tanah, mereka membutuhkan waktu kurang lebih sehari. Bagi mereka ini tidak mungkin.


"Lee,'' panggil Jake.


"Iya kak,'' sahut Lee yang menatap Jake yang cemberut.


"Bagaimana bisa kamu melakukan ini hanya membutuhkan waktu hanya sejam kurang lima belas menit?" tanya Jake yang bingung.


Lee hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu. Lee juga bingung apa yang dikerjakan tadi. Sedangkan March hanya tersenyum manis kelakuan Lee. Jujur sebagai guru IT buat Lee, March mengakui kalau otak perempuan satu-satunya ini memang hebat. Sekali dijelaskan langsung paham. March malah meraih ponselnya dan berpura-pura tidak tahu soal ini.


"Apakah papa sudah menerima email aku?" tanya Lee.


"Sudah. Papa sedang mengirim pesan yang telah dibuat ke mereka," jawab Andi.


"Bagaimana respon mereka?" tanya Greg.


"Aku tidak tahu. Aku harap mereka sadar untuk tidak memburu kamu," jawab Garda.


"Mereka adalah mafia yang belum memiliki nama. Ya... Bisa dikatakan mereka adalah mafia skala kecil atau merangkak menjadi besar," celetuk Andi yang mengetahui kelima puluh mafia itu.


"Apa?" tanya Bayu.


"Konspirasi," jawab Andi.


Lee menganggukan kepalanya sambil berkata, "Ya... Aku tahu itu. Mereka akan dijadikan boneka."


"Yups... Kamu benar. Candra sangat licik sekali. Bahkan sangking liciknya, mereka yang bekerja sama dengannya terkena tipu daya," jelas Andi.


"Keren sekali Candra," puji Lee. "Ah... Sepertinya aku ingin mengajaknya kerjasama."


"Apa yang kamu katakan Lee?" tanya Erra.


"Ya... Aku memang ingin melakukan kerjasama. Kerjasama bagi yang mengajak kerjasama menguntungkan. Tapi buat yang diajak kerjasama tidak menghasilkan apa-apa," ungkap Lee yang memiliki rencana konyol.

__ADS_1


"Aish... Ternyata kamu licik juga ya," puji Erra yang dibarengi senyuman yang aneh.


"Kalau enggak begitu... Mau bagaimana? Apakah kita akan diam saja?" tanya Lee.


__ADS_2