Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 344


__ADS_3

Baru sehari kerja, Aku tidak menyangka kalau ruanganku berubah menjadi gurun pasir. Jujur aku lebih suka menyebutnya gurun pasir. Karena baru sejam duduk si bos gila itu langsung membuatku jantungan. Bagaimana tidak jarak antara ruanganku sama ruangannya Pak bos hanya dipisahkan lima langkah saja. Bukan berarti pacarku Lima langkah. Bayangkan pak bos sudah memanggilku dan mengerjakan sesuatu yang tidak di masuk akal. Satu kata yaitu kesal.


Dalam sehari saja aku terkena imbasnya berkali-kali. Entah itu karena tidak ada kecocokan dengan karyawan. Laporan yang diberikan salah semua. Yang lebih parahnya lagi Kak Garda salah memesankan makanan. Bagaimana tidak aku sangat stress menghadapi orang seperti itu. Kalau aku boleh memilih, lebih baik aku mengejar musuh dan menghajarnya. Apalagi favoritku sekarang adalah membakar markas musuh.


Lalu aku mencoba mengakalinya. Aku berusaha menjadi lembut dan seperti keibuan. Aku pura-pura membalas agar bos gila itu tidak mengerjaiku. Namun bus gila itu tetap mengerjaiku habis-habisan. Aku tetap bersabar dan memberikan senyum yang tulus kepada bos gilaku. Ujung-ujungnya bos gila itu meminta Ke Kak Garda untuk memecatku. Aku tidak terima dengan pemecatan itu. Terpaksa mode singa betinaku keluar. Aku langsung melawan Pak bos gila itu. Lalu,


Bagaimana dengan Kak Garda? Kak Garda hanya tersenyum melihat ulahku. Sebelum Aku menyerang pak bos gila itu, Kak Garda menarikku ke suatu tempat. Kak Garda membisikkan sesuatu agar melawannya. Entah aku bingung dengan sikap Kak Garda itu. Bukankah seorang asisten akan membela bosnya di depan karyawannya? Lalu, kenapa kak Garda menyuruhku maju melawan si bos gila itu? Sampai sekarang aku tidak tahu jawabannya apa? Setiap kali aku tanya Kak Garda menutup mulutnya dan sengaja tidak mengatakannya.

__ADS_1


Pada waktu itu pak bos gila mendapatkan tender dari Rusia. Pak bos tersebut melemparkan satu yang berisikan lima puluh lembar kertas. Aku disuruh mengerjakannya dan dikasih waktu hanya dua jam saja. Sungguh aku sangat terkejut. Yang namanya otak jenius tidak bisa mengerjakan berkas-berkas tender itu selama dua jam. Begitu juga dengan diriku. Bayangkan saja maps tebal itu hanya dikerjakan dalam waktu dua jam. Sebelum keluar aku menatap pak bos gila itu dengan mata menyalang. Jujur saja saat itu aku menyatakan perang. Tapi sang bos tidak mau ditantang seperti itu. Untung saja aku memiliki jurus banting membanting.


Saat pak bos gila itu berdiri dengan penuh amarah, aku mulai memasang tanda bahaya dalam tubuhku. Aku tidak peduli dengan Pak bosku itu. Semakin mendekat Pak bosku mulai berteriak. Dalam hitungan detik aku langsung menyilangkan kakiku di kakinya si bos. Aku langsung meraih tangan kirinya. Emosiku sudah memuncak, aku memutuskan untuk membantingnya saat itu juga. Dan Pak bos gila itu langsung berteriak kesakitan.


Di ruangan itu ada Papa Bayu dan Kak Garda. Mereka sengaja melihatku membanting pak bos gila itu. Mereka hanya menghembuskan nafasnya saling memandang. Lalu mereka berteriak dengan kencang sambil berkata kamu resmi menjadi sekretarisnya Erra Drajat. Satu kata buatku adalah terkejut. Bisakah aku lari dari sini? Bisakah aku menolak pekerjaan ini? Kalau boleh memilih aku kembali ke perusahaan utamaku yaitu Sebastian Groups. Yang di mana Aku adalah ahli waris. Akan tetapi mereka menolakku untuk keluar dari pekerjaan ini. Terpaksa aku membuat perjanjian gokil. Jika si bos gila ini dalam mode galak atau marah-marah tidak jelas, akulah orang yang pertama diizinkan untuk menghajar Pak bos ini.


Aku akhirnya bergabung dalam pasukan khusus tersebut. Tiba-tiba saja pak bos gila itu juga ikutan bergabung. Entah apa maksudnya? Saat itulah Pak bos sering ikutan misi yang diberikan oleh Papa Bayu. Yang lebih parahnya lagi aku tidak mengetahui kalau Pak bos itu adalah seorang ketua mafia Black Dragon. Ketika musuh membabi buta menghajarku habis-habisan. Aku menghancurkan mereka dengan tangan kosong. Setelah itu pertarungan Pak bos dengan musuh tidak selesai juga. Di samping kanan ada seseorang pria sedang memegang pistol. Pria itu menarik pelatuknya dan mengarahkannya ke Pak bos. Dengan terpaksa aku membantingnya dan terkena peluru di pinggangku. Sebelum aku terjatuh, aku sudah menghabisi musuh dengan shuriken yang berbalutkan racun yang mematikan. Saat itu juga aku terjatuh dan Pak bos menolongku.

__ADS_1


Dalam hitungan menit aku langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Di sana Aku melakukan operasi pengambilan peluru. Sedangkan Pak bos sendiri sangat stres mengkhawatirkan keadaanku. Jujur dirinya sangat bersalah sekali kepadaku. Hari itu juga kami berbaikan dan bendera peperangan mulai aku turunkan.


Tiga bulan sudah, Papa minta aku untuk kembali ke perusahaan. Namun pak bos gila itu melarangku ke perusahaan manapun. Diam-diam namaku sudah diblacklist di semua perusahaan dalam maupun luar negeri. Memang koneksi pak bos gila itu ternyata merajai dunia bisnis hingga keluar. Dengan terpaksa aku menetap di Asco selamanya.


Tiga tahun sudah, Aku bekerja di Asco. jujur aku sudah sangat betah sekali dengan perusahaan tersebut. Banyak pengalaman yang aku dapatkan dari sana. Bos gila itu bersama Kak Garda sering sekali mengajakku bertukar ide untuk masa depan perusahaan. Akhirnya aku yang melihat pak bos gila itu kaku menjadi hangat. Sering sekali Pak bos mendapatkan julukan es balok atau kutub Selatan sedang berjalan, julukan itu sangat pantas sekali buatnya. Yang lebih parahnya lagi setiap wanita mendekat selalu dihempaskan. Kalau ada pertemuan atau pesta Pak bos menyuruhku ikut bersamanya. Dengan beraninya Pak bos sering mengklaim aku sebagai istrinya. Dengan begitu pak bos gila tidak pernah diganggu lagi sama perempuan lain. Dia menurutku ini sangat tidak baik buat Pak bos sendiri.


Terpaksa aku menghubungi Kak Garda untuk bertemu secara langsung. Di sinilah kami mengobrol soal pernyataan Pak bos. Kak Garda pun mengerti lalu memintaku untuk menuruti kemauannya. Tapi aku membuat perjanjian sama Kak Garda, jika aku mendapatkan pasangan hidup, maka Pak bos tidak akan pernah atau tidak boleh mengklaimku secara sembarangan. Mau tidak mau Kak Garda menyetujui keinginanku. Akhirnya kita membuat perjanjian di hitam di atas putih, yang di mana perjanjian itu sudah masuk ke ranah hukum. Bila suatu saat nanti aku memiliki pasangan, Pak tidak berhak lagi mengklaimku sebagai kekasihnya.

__ADS_1


 


__ADS_2