Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 371


__ADS_3

Pak Dwi yang berada di dalam apartemen tidak sadar sedang diintai oleh pengawal Black Dragon. Dirinya masih tetap saja tersenyum sambil membayangkan menikmati aset Asco.


Ketika melamun Pak Dwi tidak sadar kalau ponselnya sedang berdering. Ia hanya bisa tersenyum dan tertawa. Lalu ponselnya itu berdering berkali-kali hingga membuyarkan lamunannya.


"Siapa sih yang ganggu gue siang-siang gini," kesal Pak Dwi.


Mau tidak mau Pak Dwi memutuskan untuk mengangkat ponselnya itu. Ia hanya melihat nomor yang tertera di layar panjangnya itu. Dengan terpaksa Pak Dwi menggeser lambang berwarna hijau itu dan menyapa orang yang berada di seberang sana.


"Halo," sapa Pak Dwi.


"Apa benar ini nomornya Pak Dwi?" tanya orang yang berada di seberang sana.


"Iya ini saya Pak," jawab Pak Dwi.


"Maaf Pak... Hari ini seluruh aset bapak disita oleh bank. Karena bapak belum membayar seluruh tagihan," ujarnya.


Jederrrrrrr.

__ADS_1


Bagai petir siang bolong, Pak Dwi sungguh sangat terkejut. Entah dari mana berita itu berasal? Ia berusaha menyangkalnya agar tidak membayar tagihan itu.


Namun nasi semuanya sudah menjadi bubur. Seluruh tagihannya sudah terkumpul dengan rapi di meja pegawai bank itu. Untung saja pegawai itu diingatkan oleh seseorang. Agar customernya itu suruh membayarnya terlebih dahulu.


"Memangnya saya tidak punya hutang?" tanya Pak Dwi.


"Ada Pak. Saya sudah mengirimkan tagihan anda ke email. Bapak bisa mengecek lalu bayarlah dengan lunas. Karena bapak sudah menunggak hampir dua tahun," jawabnya lagi.


Memang benar itu kenyataannya. Pak Dwi memang memiliki hutang sebesar sekian. Hampir dua tahun Pak Dwi belum membayarnya sama sekali. Dirinya sangat bingung dan berusaha mengelak. Namun pihak bank memaksa untuk membayarnya.


Di saat seperti ini Pak Dwi mulai berputus asa. Bagaimana dirinya bisa mencari uang segitu dalam waktu satu minggu? Lalu Mbak Dwi teringat akan putrinya itu. Dengan terpaksa Pak Dwi menghubunginya.


Akhirnya Pak Dwi memutuskan untuk keluar dari apartemen. Baru saja keluar Pak Dwi langsung dihadang beberapa orang yang memakai baju serba hitam.


Tanpa senyum dan sapa mereka langsung menangkap Pak Dwi. Kemudian mereka membawanya ke suatu tempat. Sebelum membawanya salah satu dari mereka menghubungi atasannya. Dengan suara kencangnya orang itu berkata kalau sang target sudah tertangkap.


Garda yang dapat laporan dari pengawalnya itu mengaku puas. Sangking puasnya Garda memandangi wajah sang adik sedang santai. Lalu Erra datang dan mengajaknya makan siang. Mereka menyetujuinya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Hari ini sangat sukses untuk melakukan dua misi sekaligus. Yang pertama penangkapan Brenda bisa dikatakan dramatis. Brenda memasang wajah sendunya dan memohon kepada kita untuk melepaskan.


"Apakah itu benar?" Tanya era sangat antusias.


"Itu benar. Salah satu pengawal ku sudah mengurus perpindahannya ke Afrika. Cepat atau lambat mereka akan menjadi relawan selama lima tahun ke depan. Di sana akan ada dua orang pengawal yang akan mengawasinya. Mereka tidak akan bisa kabur dari sana," jawab Garda.


"Baguslah. Sepertinya tugasmu sudah selesai. Aku harap mereka sadar atas kejahatannya. Aku kasihan banyak rumah tangga yang jadi selesai di tengah jalan gara-gara mereka. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi. Padahal Papa nggak pernah ngomong sama aku kalau dijodohkan oleh putrinya itu," gumam Erra.


"Orang yang namanya ambisi tetap ambisi Kak. Motifnya sama saja dengan Candra. Ketika Chandra meninggal banyak orang yang bahagia dan tersenyum kembali. Mereka yang tersenyum Itu adalah orang-orang yang teraniaya," ujar Lee.


"Semoga kedepannya kalian langgeng terus. Jangan pernah takut dengan pelakor. Karena pelakor itu adalah bumbu-bumbu pernikahan. Jika tidak ada maka pernikahan itu tidak seru," ucap Garda yang membuat kedua adiknya itu mengangguk.


"Kalau ada pelakor atau pebinor biarkanlah saja. Nanti juga capek-capek sendiri. Kita tidak boleh menanggapinya dan membiarkannya saja. Aku sebagai wanita tangguh bisa lemah karena mereka. Atau juga bisa menjadi singa betina yang akan menghabisi mereka. Itulah mengapa aku tidak pernah melawannya sedikitpun," kata Lee.


"Itu terserah kamu. Semua orang pasti bisa menanganinya dengan cara mereka masing-masing. Jika sang istri menganiaya pelakor itu bisa dibenarkan. Kenapa bisa dibenarkan? Sebab yang namanya sudah menikah berani menjalin hubungan dengan serius," ujar Erra.


"Satu lagi tugas yaitu menghancurkan peralatan besar. Aku rasa energiku bertambah banyak. Ingin rasanya pergi ke sana dan menghancurkan seluruhnya," sahut Lee.

__ADS_1


"Bersabarlah. Nanti malam akan ada pertemuan antara para petinggi white Eragon di markas. Kita akan membahas penghancuran itu untuk terakhir kalinya. Setelah itu kita akan membuat rencana agar Adam kehilangan," sakit Erra.


__ADS_2