
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Fendy.
Lee akhirnya menceritakan kronologi tentang rapat pemegang saham secara lengkap. Hingga Lee juga menceritakan kalau Elizabeth mengklaim dan mengancam Erra. Fendy paham apa yang dimaksud dengan Lee. Seketika Fendy menghembuskan nafasnya dan meyakinkan Lee kalau Erra tidak pernah berselingkuh. Apalagi sampai meniduri wanita manapun.
"Aku memahami Erra ayah. Aku enggak marah sama Erra. Tapi aku harus mengakuisisi perusahaan itu dan melemparkannya ke jalanan. Aku sudah muak dengan Elizabeth. Diam-diam Elizabeth sering mengirimkan pesan buat Erra. Yang lebih parahnya lagi Elizabeth sering mengirimkan foto telanjangnya ke Erra. Aku hanya diam dan menghapus semua foto itu," ucap Lee.
"Apakah kamu meretas ponsel Erra?" tanya Fendy.
"Ya. Aku memang sengaja meretas kedua ponselnya. Ponsel pertama yang dibuat bekerja isinya seperti itu. Ponsel kedua aman," jawab Lee.
"Kalau begitu lakukanlah. Karena kamu berhak atas hidup Erra. Jangan sampai kalah sama Elizabeth. Kamu tahu kalau Elizabeth adalah bibit unggul pelakor. Maka hempaskan bibit itu hingga jatuh ke bawah," ujar Fendy ke Lee.
Lee menganggukkan kepalanya tanda paham. Apa yang dikatakan oleh Fendy benar adanya. Elizabeth adalah seorang bibit unggul pelakor. Mau tidak mau Lee harus melemparkan Elizabeth ke jalanan.
Istanbul Turki.
Seorang wanita muda masuk ke dalam ruangan kerja Emilia. Wanita itu membungkuk dan memberi hormat kepada Emilia lalu menyapanya, "Selamat pagi nyonya."
"Sebutkan jadwal aku pagi ini!" ketus Emilia yang memasang wajah datar.
"Hari ini akan ada rapat dengan komisi yudisial perusahaan. Siang nanti akan berangkat ke Tottenham untuk menghadiri acara penyambutan tamu agung dari China dari perusahaan R'Ka Inc," jawab wanita itu.
"Baguslah! Siapkan semuanya!" Perintah Emilia.
Wanita itu pergi meninggalkan Emilia. Tak lama Yoona masuk ke dalam ruangan itu sambil tersenyum devil, "Apa kabar Mili?"
"Tumben kamu datang kesini," jawab Emilia dengan ketus.
"Ada pesan dari Candra. Jika kamu ingin membunuh singa betina. Kamu harus pergi ke Tottenham. Aku akan memberikan sebuah alamat markas pasukan inti yang dipegang oleh singa betina kawasan Eropa. Hancurkan tempat itu kemungkinan besar singa betina akan muncul. Walau singa betina ada di tempat lain," saran Yoona.
__ADS_1
"Kebetulan sekali aku akan pergi ke sana. Sekalian aku akan mengikuti saran Candra. Aku harus membalas dendam kepada singa betina," jawab Emilia.
"Lakukanlah dengan matang. Jangan gegabah. Sekali kamu melakukan kesalahan pihak singa betina akan mengejarmu dan menghabisi dirimu," perintah Yoona.
"Rencana aku akan tinggal di sana beberapa hari. Aku akan membuat masalah ini mudah dan tidak bisa dilacak," tambah Emilia.
Tanpa mengucapkan salam Yoona pergi dari sana. Emilia hanya bisa menghembuskan nafasnya. Setelah itu Emilia meraih ponselnya lalu membaca isi pesan dari Candra. Emilia paham dan mendapatkan bantuan dua puluh orang pengawal handal dalam bidangnya. Bahkan ilmu bela dirinya sangat mumpuni.
Sementara di dalam pesawat keempat pria itu sangat gelisah sekali. Bagaimana tidak ketika Candra mulai mengusik ketenangan Lee. Mereka sepakat akan mengajak Lee untuk membalas dendam.
"Apa yang akan kita lakukan jika Emilia sangat obsesi membunuh Lee?" tanya Nanda.
"Semua ini karena Candra. Candra selalu saja mengusik enam pilar utama. Tapi anehnya lagi kenapa Candra tidak membunuh kita dengan tangannya sendiri. Kenapa harus melakukan dengan tangan orang," kesal Erra.
Garda yang selesai mendapatkan informasi tentang Emilia dari bawah tanah sangat terkejut. Garda tidak menyangka dan dadanya terasa sesak. Tangannya mengepal dan giginya gemelutuk. Erra yang melihat perubahan Garda sangat aneh itu bergidik ngeri. Begitu dengan Sam dan Nanda. Mereka berusaha menelan salivanya dengan susah payah.
Melihat mereka seperti itu Garda memutar bola matanya dengan malas. Garda mengambil koran dan menggulungnya hingga memukul wajah Erra.
Erra akhirnya sadar dan melihat Garda. Dengan wajah kesalnya Erra sadar dan memutar bola matanya dengan jengah.
"Kakak ipar… kenapa kamu memukulku!" tanya Erra yang memegang keningnya.
"Ada informasi tentang Emilia tapi ini berhubungan dengan keluargaku. Kamu tahu ternyata Emilia sudah mengincar kematian mama dan aku," jawab Garda.
"Maksudnya?" tanya Nanda.
"Sebelum papa menikah dengan mama. Emilia memang menyukai papa. Sehari setelah papa menikah Emilia mulai menyatakan perasaannya. Namun papa menolaknya. Setelah terjadi penolakan Emilia merasakan hatinya patah dan memutuskan untuk pergi ke Istanbul Turki. Disinilah Emilia bertemu Candra," jawab Garda.
"Sebentar…. Aku ingin bertanya, apakah orang tua Emilia mati di tangan para papa?" tanya Sam.
__ADS_1
"Mereka mati di tangan Candra. Candra yang sengaja membantai mereka dan merebut sebagian aset milik si kembar itu. Setelah itu Candra memanipulasi pembunuhan tersebut. Kalian harus tahu setelah Candra mengetahui kalau Emilia patah hati dikarenakan papa. Candra memanfaatkan peristiwa itu. Candra mengatakan kalau papalah yang membunuh kedua orang tuanya dan menanamkan kalimat-kalimat itu di dalam otak Emilia. Hingga akhirnya Emilia merencanakan pembunuhan aku sama mama. Emilia ingin melihat papa menderita," jawab Garda.
"Kejam sekali Candra," kesal Sam.
"Bukannya Emilia bekerjasama dengan Seva?" tanya Erra.
"Yupz… otaknya Seva. Seva sengaja datang ke Indonesia untuk membayar pengawal papa satu atau dua orang agar merusak mobil mama," jawab Garda. "Emilia memang sengaja membuat papa dan Lee menderita. Namun dibalik itu semua ada hikmah yang bisa kami rasakan."
Mereka paham atas hikmah yang terjadi sebelum keluarga besar Sebastian berkumpul. Mereka menghembuskan nafasnya dan berharap kejadian ini tidak akan terjadi lagi pada dirinya masing-masing.
"Sekarang mulai jelas siapa yang melakukannya. Aku kira Marvin," celetuk Nanda.
"Marvin sebenarnya orang baik. Aku tidak pernah melihat dia sebagai manusia yang jahat dan sangat ambisi untuk mencapai semuanya," ujar Sam.
"Apakah Emilia tahu siapa Lee?" tanya Garda.
"Semenjak peristiwa itu papa Andi tidak pernah membawa Lee ke tempat umum. Papa tidak mau kejadian masa itu terulang lagi. Papa sangat posesif sekali terhadap Lee dan melindunginya. Bahkan keluar mansion Lee selalu dikawal Pengawal," jawab Sam.
"Syukurlah… semuanya ada titik terangnya. Sebentar lagi akan terbuka satu persatu tabir yang di mana Candra akan jatuh," kata Nanda.
"Jangan lupakan Adam. Jika menghabisi Candra Adamlah yang akan maju untuk balas dendam. Saranku sih lebih baik kita habisi semuanya," saran Erra.
"Ada benarnya juga. Diam-diam Adam berbahaya," sambung Sam.
Jakarta Indonesia.
Andi yang selesai sarapan memandang wajah Caroline. Andi memegang tangan Caroline sambil berkata, "Masakanmu semakin hari semakin enak. Lama-lama aku bisa gemuk dan tidak bisa seksei lagi."
Caroline tersenyum dan terkekeh. Caroline tidak perduli dengan ucapa Andi yang bertambah gemuk saja. Lalu Caroline berucap, "Aku tidak perduli dengan tubuhmu yang bisa menjadi gemuk itu. Jika gemuk berarti aku berhasil merawatmu."
__ADS_1
"Yang dikatakan Caroline benar. Jika tubuhmu gemuk berarti Caroline berhasil merawatmu seperti itu. Cobalah kamu lihat perutku ini. Semakin lama perutku agak membuncit," sahut Bayu yang bahagia dengan keadaannya.
"Apakah itu benar?" tanya Andi.