Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 187


__ADS_3

Di luar ada Jake, Imam, Suci, Greg, Feli, Rina dan Angela sedang menikmati kopi bersama dengan para pengawal. Tak sengaja ada kedatangan tamu yang tidak diundang. Tamu tersebut semakin lama semakin mendekat. Mata Suci membulat sempurna dan mengambil tongkat bisbol di belakangnya. 


"Sepertinya ada tamu yang tidak diundang," celetuk Suci. 


"Siapakah dia?" tanya Imam. 


"Apakah mereka pengawal kita yang baru?" tanya Greg yang mulai mengambil pistol di balik jaketnya. 


"Bukannya kita tidak menerima pendaftaran pengawal yang baru?" tanya Angela yang juga mengambil pistol. 


Tanpa basa-basi tamu itu mulai menyerang secara anarki. Imam dan Jake melihat mereka menyerang dengan anarki langsung mengambil besi yang berada di dinding. Jake mulai menyatukan dirinya bersama Imam untuk menyerang lalu maju sambil memukul kepala mereka.


Bugh… 


Bugh…


Bugh…


Bugh…


Sedangkan Greg dan Rina berkoloborasi memegang senjata untuk menembaki para musuh itu. Hingga terdengar suara tembakan yang cukup mengejutkan para petinggi White Eragon yang berada di ruangan khusus itu. 


Dor!


Dor! 


Dor!


March, Joko dan Irwan terkejut karena mendengar suara tembakan secara bertubi-tubi. Begitu juga dengan Saga sedang meneliti tanaman baru untuk obat terkejut. Saga mengambil samurainya lalu keluar dari lab. Malam ini Saga benar-benar sangat marah. Karena kesenangannya untuk meneliti obat-obatan terganggu. Akhirnya Saga mendekati mereka yang sudah memegang pistol. 


"Ada apa?" tanya Saga. 


"Sepertinya ada keributan yang terjadi," jawab Irwan. 


Ketika ingin keluar ada pengawal masuk ke dalam untuk melaporkan bahwa markas telah diserang. Dengan wajah tenangnya Saga tersenyum devil lalu maju keluar terlebih dahulu. Wajah normal Saga berubah menjadi iblis yang haus akan darah. Sementara yang lainnya malam bergidik ngeri melihat kepergian Saga. 


"Rasanya raja iblis telah datang," keluh Joko. 


"Itulah kesenangannya diganggu. Namanya juga seorang ilmuwan gila," kesal Irwan. 


Mereka keluar membantu menghabisi semuanya. Mereka tidak sengaja melihat Saga yang sudah memenggal para musuh menyerang dengan mudahnya. Bahkan ketika bertarung Saga bisa membedakan mana pengawal dan musuh hanya dengan pandangan matanya. 

__ADS_1


Bugh!


Bugh!


Bugh! 


Suci telah berhasil memukul sang lawan. Suci memutuskan untuk berjaga di depan pintu agar mereka tidak masuk. Sore tadi Suci tidak memberikan Raka kepada calon mama mertuanya. Jadi Suci harus extra berhati-hati supaya musuh itu tidak masuk ke dalam. 


Beberapa saat kemudian para mama datang. Para mama mengetahui kalau markas besar sedang diserang. Jadi mereka memutuskan untuk pergi ke markas. Setelah itu mereka mengambil senjata masing-masing dan mulai menembakkan ke arah musuh tepat ke arah jantungnya.


Dor!


Dor!


Dor!


Musuh itu pun terkapar dan meregangkan nyawanya. Para mama tersenyum puas karena sudah lama tidak turun tangan menghabisi mereka. Tak selang berapa lama ada seorang pria memakai baju serba hitam dengan topeng mendekati mereka. Pria itu berseru untuk meminta Dennis. Namun seluruh para petinggi White Eragon tersenyum smirk. 


"Berikan Dennis kepadaku! Jika kalian memberikan Dennis kepadaku. Maka kalian bisa hidup tenang!" perintah pria itu.


Joko memandang wajah Saga, Irwan dan March. Mereka tahu pandangan Joko yang dimaksud itu. Mereka menganggukkan kepalanya mempersilahkan Joko untuk mengambil keputusan. 


"Okelah… kalau begitu. Biarkan para istri yang akan mengeroyok orang gila itu rame-rame," batin Joko.


"Apakah itu benar kak Joko?" tanya Naomi yang berbinar. 


"Ya… itu benar. Aku memberikan pria itu ke kalian secara cuma-cuma," jawab Joko. 


Mata mereka membulat sempurna. Para istri itupun mulai menyerbu pria yang memakai baju serba hitam. Lalu Naomi yang sedang hamil muda pun sedang mengidam hal aneh. Naomi meminta para pengawalnya agar membawa pria itu masuk ke dalam ruangan bawah tanah. Para pengawal itupun menangkap pria itu tanpa ada perlawanan. Pria tersebut meringis dan memilih pasrah. 


Setelah kepergiannya, Joko mendekati mereka. Lalu Joko meminta mereka agar menginterogasinya terlebih dahulu sebelum dibunuh. Mereka paham dan berlari menuju ke ruangan bawah tanah. 


Sementara lainnya hanya menepuk jidatnya melihat kelakuan para mama. Mau bagaimana lagi mereka harus mengalah demi para mama yang sedang gabut itu. 


"Bagaimana dengan para mama?" tanya Imam. 


"Biarkan saja para mama menikmati buruannya. Para mama sudah lama tidak menikmatinya. Jika ada papamu Bayu maka para mama dilarang untuk melakukannya. Mumpung Bayu lagi di Tottenham mereka akan aman," jawab Irwan. 


Sesampainya di ruangan bawah tanah. Para mama memutuskan untuk menunjuk Haruka menjadi sang investigasinya. Haruka maju dengan membawa pisau lipat lalu jongkok sambil menunjukkan wajah imutnya itu. Namun dibalik keimutannya Haruka memiliki jiwa psikopat. 


"Siapa kamu?" tanya Haruka. 

__ADS_1


Pria itu hanya memandang dan tersenyum smirk dan mulai mengejek para mama.


"Ah… iya…. Kenapa ada para wanita tua di markas sialan ini sih?" tanya pria itu. 


Mata Haruka membulat sempurna karena tidak mau diejek wanita tua. Tangannya mulai mengepal dan memberikan bogem mentah ke pria itu dengan kuat. 


Bugh!


"Argh!!!" teriak pria itu. 


"Aku tanya sekali lagi, siapa kamu!" tanya Haruka. 


"Aku tidak tahu," jawab pria itu dengan cepat. 


Bugh!


Bugh!


"Argh…. Wajahku!" teriak pria itu lagi. 


"Aku tanya lagi sekali lagi, siapa kamu! Jika kamu tidak menjawab aku pastikan wajahmu yang  mirip Chris Evans pun bisa hancur!" ancam Haruka. 


"Aku tidak mengatakannya!" bentak pria itu dengan nada meninggi. 


"Kakak biar aku saja!" pinta Naomi yang sedang memegang membawa teflon.


Dengan senang hati Haruka mundur beberapa langkah. Lalu Haruka mempersilahkan Naomi bertanya. 


"Silahkan Naomi," ucap Haruka. 


Naomi mendekatinya sambil tersenyum devil. Naomi jongkok dan mulai bertanya. Namun pria itu tidak menjawabnya. Sekalipun menjawab pria itu selalu melontarkan aku tidak tahu. 


"Kamu tahu aku sudah bosan sedari tadi mendengar jawabanmu yang tidak tahu. Aku ingin bertanya untuk terakhir kalinya. Jika kamu tidak menjawab pertanyaan dariku dengan jujur. Maka teflon ini akan merusak wajahmu yang kamu banggakan!" titah Naomi. "Apakah kamu mengerti!" 


"Tergantung!" ucap pria itu sambil mencibir Naomi. 


Pria itu memang sedang tersenyum untuk meledek para mama. Namun pria itu tidak mengetahui kalau para mama memiliki kelebihan. Yang dimana masing-masing jago beladiri dan sebagai kapten untuk melatih para anggota khusus White Eragon dibidangnya masing-masing. Meski mereka anggun dan tentu saja glamor. Mereka memiliki sikap sebagai pria. 


"Okelah kalau begitu. Aku sudah bosan mendengar jawaban kamu itu! Sekarang… rasakan ini!" teriak Naomi sambil mengangkat teflon itu dan..


Bugh! 

__ADS_1


Wajah pria itu sudah tidak mirip lagi seperti Chris Evans lagi. Melainkan wajah pria itu benjol. Pria itu menangis histeris karena susah payah menjalankan operasi plastik mirip Chris Evans. 


"Huahah! Wajahku!" teriak pria itu secara histeris. 


__ADS_2