Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 273


__ADS_3

''Iya... itu benar. Hingga Paman Christian mengakui ketampanan papa," jawab Lee.


"Baiklah... papa memang sangat tampan dan menyenangkan. Aku harap ingin seperti papa," ucap Garda.


"Dan aku sudah memiliki suami yang sangat mirip papa. Meskipun posesif aku sangat mencintainya," ucap Lee secara terang-terangan.


"Ya... kamu benar Lee... Erra sangat mirip sama papa. Bahkan kemiripannya adalah kloningan papa," sahut Andi.


Yang dikatakan oleh Andi benar. Erra memiliki sifat yang sama dengan dirinya. Namun menurut Andi, Erra itu ternyata sangat menyenangkan.


"Pa... ini siapa?" tanya Lee ke Andi sambil memperlihatkan foto tersebut.


Mata Andi terbelalak sempurna. Andi sangat terkejut melihat foto anak perempuan yang tersenyum manis. Entah kenapa Andi merasakan sesak di dada.


"Dia adalah almarhum adik papa," jawab Andi dengan lirih.


"Apa itu benar pa?" Tanya Lee. "Jadi selama ini kita memiliki bibi?"


"Ya itu benar. Tapi bibimu meninggal ketika Candra menghabisinya di sekolah," jawab Andi yang menahan air matanya.


Melihat Andi yang menahan air matanya, Lee tidak tega dengan Andi. Lee tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang baru-baru ini. Lee tidak pernah menyangka kalau Candra sangat kejam sekali pada anak-anak.


"Aku ingin membunuh Candra pa," ucap Lee.


"Jangan gegabah melakukannya. Kamu tidak akan pernah berhasil. Ingatlah... olah jiwa kamu dengan tenang dan lihat pergerakan mereka yang seperti apa? Jika mereka semakin menjadi kita bisa menghabisinya," tutur Andi dengan lembut.


Lee menganggukan kepalanya tanda setuju. Lee harus bersabar untuk menghadapi musuh. Namun dirinya sudah memiliki perencanaan yang matang untuk menyerang Candra dan Adam.


"Sekarang kita harus menemukan bukti itu. Agar kita yakin untuk melakukan penyerangan tersebut," ujar Andi.


Garda mengambil ponselnya lalu membaca pesan dari Christian. Dengan petunjuk yang diberikan oleh sang paman, Garda mendekati sebuah rak buku yang besar. Garda mulai menekan tombol yang dimana dirinya terkejut. Jujur saja selama masih kecil Garda tidak mengetahui apapun di balik rak buku itu.


"Apakah papa tahu?" tanya Garda.


"Ya... papa tahu semuanya. Namun papa tidak pernah masuk ke dalam sama. Papa hanya menatapnya dan tidak tertarik soal ini," jawab Andi.


"Jadi?" tanya Lee.


"Papa orangnya cuek dan masa bodoh sama kegiatan mereka. Papa lebih sibuk dengan dunia sekolah dan komputer. Jadi ya... jangan salahkan papa kalau soal itu," celetuk Andi yang berani buka-bukaan.


"Iya dech kalau begitu. Aku mah... hanya menganggukkan kepala. Setuju enggak setuju harus setuju. Jika tidak setuju bisa dipastikan aku tidak akan mendapatkan uang jajan dari papa," gerutu Lee hingga. terdengar oleh Papa dan Garda.


Mereka akhirnya tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang dikatakan oleh Lee. Jika lagi kesal Lee sering membuat lelucon.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu mengeluhkan uang jajan kamu berkurang Lee. Kamu kan sudah memiliki sumber aset yang dimana ada pada Erra. Kamu tinggal saja minta pada dia," balas Garda.


"Upz... aku memiliki cadangan ternyata," sahut Lee. "Apakah kita akan disini?"


"Ah.... Kamu benar. Ayo kita masuk!" ajak Andi.


Mereka mulai masuk ke dalam sambil menuruni anak tangga. Mereka terperanjat karena ruangan ini sangat bersih sekali. Entah kenapa mereka mengulas senyum yang indah dan tulus. Memang Andi tidak pernah kesini. Lalu siapa yang membersihkan ruangan bawah tanah ini? Yang pastinya Christian.


"Pasti paman Chris yang sering membersihkan ruangan ini," celetuk Garda.


"Aku baru tahu kalau kita bisa memiliki rumah ini," ucap Lee.


"Apakah Lee sering ke sini?" tanya Garda ke Andi.


Sesampainya di bawah Garda mencari keberadaan sebuah lemari yang berwarna coklat. Matanya mencari ke sekeliling ruangan itu yang cukup besar. Jujur saja Garda sangat terpesona sekali pada tempat ini. Tempat yang indah nan menawan. Sangking indahnya membuat Lee jatuh cinta.


"Ah... Rasanya aku ingin di sini," ucap Lee.


"Kalau begitu tak apalah. Kamu bisa tinggal di sini," ucap Andi.


Lee menggelengkan kepalanya sambil menatap sebuah lemari coklat yang sangat besar. Entah kenapa rasa penasaran Lee sangat memuncak. Ingin rasanya Lee membuka lemari itu dah mencari berkas-berkas dokumen yang ada sangkut pautnya dengan Candra.


"Tadi kamu tanya apa, Brucce?" tanya Andi.


"Apakah aku boleh memakai idenditas nama lahirku?" tanya Garda.


"Oh... Ya... Aku ingin bertanya, apakah Lee sering ke Amerika?" tanya Garda.


"Hampir lima belas tahun Lee tidak pernah ke Amerika. Di usia sepuluh tahun pernah membakar markas utama milik Candra di New Orleans. Dan kamu tahu, kenapa Lee membakar markas dan lahan itu," jawab Andi yang membuat Garda menganga tidak percaya.


"Dia pernah menculikku karena aku telah menyebarkan skandal bersama seorang model yang saat itu melibatkan papa," jawab Lee.


"Papa berselingkuh?" tanya Garda.


"Papa enggak berselingkuh. Papa enggak kenal sama model itu. Nama papa dicatut karena menghamilinya," jawab Andi. "Makanya adikmu itu mencari sebuah bukti dan bukti itu mengarah ke Candra. Disebarlah ke seluruh dunia. Akhirnya Lee dikejar dan diculik."


"Bagaimana kamu bisa lepas?" tanya Garda yang menemukan sebuah kunci.


"Setelah kepergian kamu papa mengajarkan Lee, bagaimana caranya menyelamatkan diri. Di situlah Lee mempraktekkannya," jawab Andi.


Lalu Garda membuka lemari itu dan melihat dokumen-dokumen penting tentang Sebastian, "Adikku memang gila."


"Bukan gila kak... Malah sinting," ucap Lee.

__ADS_1


"Bagaimana caranya kamu membakar markas dan lahan itu?" tanya Garda.


"Kakak tahu apa yang aku lakukan? Aku mengajak beberapa pengawal untuk bermain masak-memasak di belakang markas. Aku bercerita dan mengajaknya mengobrol. Tidak sengaja aku memetik tumbuhan yang tumbuh subur di kebun itu. Akupun merebusnya. Para pengawal yang aku ajakin ngobrol pingsan. Lalu aku mulai berpikir, bagaimana caranya kabur? Aku pecahkan botol bensin dan membakarnya. Saat itu juga aku bakar. Aku kabur tapi pingsan," jawab Lee.


"Kenapa pingsan?" tanya Andi yang saat itu menyelamatkan sang putri tergeletak di jalanan.


"Karena tanaman itu sangat memabukkan," jawab Lee. "Sadar-sadar aku berada di dalam pesawat."


"Jadi papa?" tanya Garda yang menemukan sebuah map merah menyala.


"Papa tidak membawanya ke rumah sakit. Untung saja papa Saga ikut. Jika tidak Lee akan tertangkap lagi oleh Candra," jawab Andi. "Setelah kembali ke Indonesia. Candra menyebarkan foto Lee ke seluruh penjuru Amerika. Candra melakukan sayembara dengan sejumlah uang lima juta dolar hanya untuk mengejar Lee. Makanya sampai detik ini Lee masih dikejar oleh mereka."


"Kakek memakai map warna-warni," ucap Garda.


"Kata kakekmu sesuai dengan isinya," ujar Andi yang mendekati Garda. "Apakah kamu sudah menemukannya?"


"Paman Christian mendapatkan petunjuk ada sebuah map merah menyala yang isinya semuanya tentang Candra. Dan aku menemukannya," tunjuk Garda lalu mulai mengambilnya.


"Aku sangat penasaran dengan isinya," jawab Lee.


Setelah mengambil map itu, Garda langsung membuka map itu dengan mata membelalak. Apa yang sebenarnya yang ada dipikirannya itu ternyata benar. Garda terdiam dan menyerahkan map itu sambil berkata, "Enam pilar utama sedang dalam bahaya besar! Jika kita tidak bergerak dari bawah maka Candra yang akan menghabisi kita.''


"Maksudnya?" tanya Lee.


"Baca dech semuanya. Nanti kamu akan menemukan jawabannya," jawab Garda yang memberikan map itu.


Lee mengambil map itu kemudian membacanya. Air matanya mulai menetes sambil berkata, "Berarti hidup kita tidak akan.''


"Tidak akan aman jika kita tidak menghabisi mereka,'' jawab Garda. "Kita atau dia yang bertahan di muka bumi ini!"


Andi terkesiap mendengar Garda yang melontarkan kalian kita atau dia yang hidup di muka bumi ini. Berarti tidak lama lagi bahwa sang putri akan menyerangnya? Ya... Lee akan menyerang mereka.


Rahasia Yang Terpendam Selama ini.


Ada lima pemuda dari desa yang bernama Kusumo, Labrie, Tukijo, Ono dan Agus sedang kumpul di kebun belakang. Mereka membicarakan pekerjaan masing-masing yang selama ini dijalaninya. Mereka sering mengeluh karena pendapatan yang tak sebanding dengan kenyataan. Kemudian Tukijo mencetuskan ide untuk membuat usaha kecil-kecilan. Mereka pun akhirnya menyetujuinya.


Namun sebelum usaha itu berdiri, Tukijo meminta keempat temannya menabung dengan giat dengan masa tenggang waktu dua tahun ke depan. Mereka pun berpikir keras dan menyetujuinya ide Tukijo kembali. Selama dua tahun mereka akhirnya bekerja keras dan menghasilkan tabungan yang cukup banyak. Tukijo sang penggagas ide tersebut memberikan pilihan usaha mereka untuk berkembang. Tukijo memberikan pilihan sebagai berikut: petani, membuka warung kecil-kecilan, beternak, distributor dan kontraktor. Keempat pria itu akhirnya memilih sesuai dengan kemampuan dan pendidikannya.


Setelah itu mereka sepakat dan mulai bekerja keras untuk memperbesar usahanya. Perlahan tapi pasti mereka mulai merancang rencana demi rencana. Namun mereka gagal karena usaha mereka tidak laku di desa.


Mau tidak mau akhirnya mereka pergi ke kota. Mereka berpencar untuk mencari pekerjaan baru. Setelah menemukan pekerjaan mereka mulai bekerja keras lagi menabung uang dari hasil pekerjaannya. Selama mereka bekerja, uang yang didapatkannya sangat besar. Akan tetapi mereka harus berhemat dan tidak boleh membuang-buang uang itu. Mereka juga jarang bergaul dengan orang-orang seusianya. Karena buat mereka tanpa ada faedahnya.


Selama dua tahun akhirnya Kusumo memberikan sebuah ide yaitu mengontrak sebuah ruko. Yang dimana ruko itu dihuni oleh mereka. Lalu Kusumo memberikan saran, kenapa tidak membuka kedai kare ayam? Mereka hanya mengedikkan bahunya karena tidak setuju.

__ADS_1


Labrie memiliki otak jenius ini memberikan jalan tengahnya. Kenapa kita tidak membuka usaha karena hobi ya? Mereka pun memikirkan lagi dan membenarkan apa kata Labrie. Mereka berembuk dan mulai menceritakan hobi masing-masing. Bahkan mereka diam-diam memiliki hobi yang unik. Seperti Kusumo suka mendesain ruangan, Labrie ke mengarah medis, Tukijo ke sayur-sayuran, Ono memiliki hobi memasak dan Agus menjadi agen dan supplier.


Sontak saja mereka sangat terkejut. Karena mereka baru mengetahui hobi masing-masing. Mereka merancang lagi dan merencanakan sesuatu untuk membuka usahanya. Mereka akhirnya menunjuk Kusumo untuk dijadikan sang ketua.


__ADS_2