Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 439


__ADS_3

"Tidak. Mereka tidak akan menerapkan politik perusahaan. bisa jadi mereka membangun perusahaan semakin besar. Ya anggaplah seperti kita. Yang di mana kita saling bantu membantu," jawab Joko.


"Setahuku mereka tidak akan mau menggabungkan perusahaan satu dengan yang lainnya. Apalagi Sebastian Groups akan dipegang erat oleh Garda," tambah Nanda.


"Mama sangka mereka akan bergabung menjadi satu. Ternyata tidak ya?" ucap Mama Yi.


"Tidak ma. Biarkanlah keadaannya seperti itu," sahut Nanda.


"Mama sudah menyiapkan sarapan buat Angela. Kamu ke sana gih kasih sarapan ini ke Angela. Mama nggak mau calonmu itu kelaparan," suruh Mama Yi.


"Apakah mama tidak mau ke sana?" tanya Nanda yang menaruh garpunya di piring.


"Mama masih sibuk mengecek barang-barang di gudang. Kamu tahu kan pesanan Mama sekarang sangat banyak sekali. Makanya mama belum sempat ke sana. Tapi kalau Angela ke sini. Boleh-boleh saja. Mama sudah menyiapkan kamar untuk Angela. Mama harap Angela sangat menyukainya," jawab Mama Yi. "Habisin aja dulu makannya. Setelah itu kamu ke sana."


Tanpa menjawab Nanda melanjutkan makannya. Sementara itu Mama Yi dan Joko akan menghabiskan hari Minggu ini dengan mengunjungi banyak outlet yang sudah didirikannya. Memang Joko dan Mama Yi sangat kompak sekali. Ke mana-mana selalu berdua.


Sam yang sedang duduk di bawah pohon meraih ponselnya. Ia menatap Haruka sedang latihan pedang. Jujur Sam sangat menikmati permainan pedang sang mama. Bahkan Samuel sendiri mengidolakan mamanya ketika bermain pedang.


"Samuel," seru Saga.


"Eh Papa," sahut Sam.


"Sepertinya hari ini kamu tidak ada acara ya?" tanya Saga sambil menghempaskan bokongnya di kursi single.


"Aku mau jalan sama Pita pa. Jujur aku ingin menembaknya sebagai kekasihku," jawab Sam.

__ADS_1


Saga mengerutkan keningnya sambil melihat Sam. Lalu Saga bertanya, "Apakah Pita mau sama kamu?"


"Entahlah Pa. Aku sendiri aja masih bingung. Kadang-kadang kalau aku mendekati seorang cewek. Pasti ujung-ujungnya gagal total. Kali ini aku tidak ingin berharap banyak. Jika Pita mencampakkanku. Ya sudahlah... Memang Aku ditakdirkan untuk sendiri," keluh Sam.


"Kamu kok udah mundur duluan? Bukankah kita itu adalah seorang gadis yang baik. Jika kamu suka Kenapa kamu mundur? Harusnya kamu kejar hingga dapat," hibur Saga sambil memberikan semangat buat Sam agar bisa mengejar Pita.


"Aku nggak yakin pa. Pap tahu sendiri kalau aku adalah pria yang kurang beruntung untuk mendapatkan seorang perempuan," ucap Sam dengan jujur.


"Kamu nggak boleh patah semangat seperti itu. Apakah kamu nggak mencari informasi tentang Pita? Seharusnya kamu tahu siapa Pita sebenarnya? Telusuri keluarganya, dirinya atau semuanya. Jika ingin serius hidup bersama Pita," saran Saga.


"Bener juga ya pa. Kenapa aku jadi ogeb seperti ini?" tanya Sam dengan polosnya.


Saga pun menahan tawanya. Karena melihat Sang putra sangat lucu. Dari dulu memang Sam suka membuat kedua orang tuanya tertawa. Bahkan dirinya bisa menjadi sangat menjengkelkan. Untunglah saat ini, Sam berubah menjadi pria pendiam.


"Apakah papa hari ini ada acara?" tanya Sam. "Jangan bilang Papa ingin pergi semedi ke laboratorium selama setahun."


"Baguslah pa. Akhirnya Papa nyadar juga kalau mama sendirian di rumah. Untungnya Mama nggak cari lagi. Kalau sampai nyari, Sam tidak akan bertanggung jawab. Dan membiarkan mama mencari pasangannya lagi," ejek Sam.


Pletaaaakkkk.


Tangan Saga mendarat sempurna di lengan kekar Sam. Lalu Saga hanya bisa menatap tajam putranya itu. Memang yang dikatakan oleh putranya itu benar adanya. Namun Haruka adalah tipe istri yang sangat setia sekali. Ia tidak akan mencari kekasih lagi maupun suami.


"Memang benar apa yang kamu katakan. Jadi kalau mamamu kabur. Papa lah orang yang pertama yang bisa disalahkan," ucap Saga dengan sendu.


"Tapi Papa nggak usah khawatir seperti itu. Mama bukan tipe wanita yang suka mencari pasangan lain," ujar Sam.

__ADS_1


"Tapi papa sangat beruntung sekali. Mamamu suka ikut dalam penelitian obat-obat yang nyeleneh. Makanya itu Mamamu sering memutuskan untuk ikut bersama Papa ketika melakukan penelitian," sahut Sam yang memberikan fakta sebenarnya.


"Kalau begitu papa sangat bersyukur sekali mendapatkannya. Jujur selama ini Papa juga ketakutan sekali kehilangan mamamu. Papa sengaja mendapatkan Mama karena memiliki wajah imut dan menggemaskan. Di usianya memasuki paruh baya, mamamu sangat cantik sekali. Kecantikannya itu lebih dari wanita lainnya. Setelah kamu menikah, papa akan hidup bersama mama. Dan kamu tugasnya sebagai penerus perusahaan. Cepatlah menikah. Nanti kamu bisa mendapatkan keuntungan," pinta Saga.


"Ada-ada saja nih Papa. Kalau begitu aku akan menyeret Pita ke agar pernikahan," ucap Sam yang tidak main-main.


"Pokoknya yang penting kita mau sama kamu. Soal jadi nggaknya nanti kamu diskusikan lagi dengan kami," balas Saga.


Sam menganggukkan kepalanya dan beranjak berdiri. Pria yang tidak terlalu kurus itu pun akhirnya pergi meninggalkan Saga. Siang ini Sam akan mengajak Pita berjalan ke pusat perbelanjaan.


Beda lagi dengan Arini, Arini yang sedang kelelahan itu pun hanya bisa berbaring di atas ranjangnya. Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya terlalu fokus pada pekerjaan. Sehingga ia tidak memperdulikan tubuhnya.


"Rasanya aku ingin tidur seharian," ucap Arini sambil meringukkan badannya.


Tak lama tangan Pita memegang tubuh Arini. Lalu Pita merasakan tubuh Arini yang sangat panas sekali. Dengan cepat Pita pergi meninggalkan Arini untuk mengambilkan air dingin. Memang Pita mengakui, Kalau Arini itu adalah tipe wanita pekerja keras. Bahkan saking kerasnya, Arini tidak memperdulikan keadaannya sendiri.


"Sepertinya Kak Arini harus menikah. Kalau begini terus tubuhnya melemah. Aku harus menghubungi Kak Garda untuk ke sini. Tapi, ngapain ya Kak Garda disuruh ke sini?" tanya Pita dalam hati sambil membawa baskom menuju ke kamar.


Sesampainya di kamar Pita melihat Arini masih belum beranjak dari posisinya. Kemudian ia menghempaskan bokongnya di tepi ranjang.


"Kak Arin," panggil Pita sambil memeras kain di baskom itu.


"Iya ada apa?" tanya Arini dengan suara paraunya.


"Tadi Kak Samuel mengirim pesan untukku. Katanya dia ingin mengajakku keluar. Tapi Kakak sedang sakit. Jadi aku membatalkan pertemuanku dengan Kak Sam," jawab Pita sambil menaruh kain itu di kening Arini.

__ADS_1


"Ngapain juga kamu batalkan? Kalau kamu sering membatalkan pesan dari Kak Sam. Kasihan lho kak Sam nungguin kamu. Kamu harus sering-sering bertemu dengannya. Siapa tuh nanti kamu jodoh dengan Kak Sam. Ketimbang Kamu jomblo seumur hidup dan tidak mendapatkan pasangan," saran Arini yang membuat Pita tersenyum manis.


"Tapi Kakak kan lagi sakit. Terus di sini siapa yang mau merawat kakak?" tanya Pita yang sedikit mengkhawatirkan Arini.


__ADS_2