Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 45


__ADS_3

Di sebuah tempat di negara Turki. Seorang pria paruh baya mengamuk dan mengambil pisau lalu merobek-robek lukisan yang berukuran besar yang bergambar 6 pilar dunia.


''Argh... Seharusnya berhasil peluncuran program Abandon Think itu. Kenapa kalian semua yang menghancurkan impian aku?' Teriak pria paruh baya itu.


''Bos... ingat jantungnya... Nanti masuk rumah sakit terus lewat gimana? Bos kan pengen balas dendam sama 6 pilar dunia itu.'' ujar sang Asisten pribadi yang berdiri sedari tadi yang mulai buka suara.


''Iya ya... Kamu bener juga. Di mana Seva Strada?'' tanya pria paruh baya itu.


''Seva berada di penjara bos. Kasus tentang program Abandon Think sudah memasuki persidangan di mahkamah internasional.'' jawab sang asisten.


''Hmmp... baiklah... Siapkan uang 20 m dollar. Keluarkan Seva segera. Kamu taukan apa yang akan kamu lakukan?'' titah pria paruh baya itu.


''Ok bos... Segera laksanakan perintah anda. Bagaimana nasib Aldi bos?'' tanya sang asisten itu.


''Ada apa dengan bocah itu?'' tanya pria paruh baya itu kembali.


''Perusahaan Prata's Grup hancur tidak tersisa. Sekarang Aldi berjualan di pinggir jalan kota Jakarta.'' Jawab Sang asisten.


''Hmmp... Jualan apa dia?'' tanya sang pria paruh baya itu sambil melihat langit-langit.


''Jualan Soto Betawi bos.'' ucap sang asisten.


''Kenapa dia tidak pergi mencari Alexi?'' tanya pria paruh baya itu.


''Seluruh dokumen perjalanannya di bekukan oleh Erra bos selama 6 bulan anaknya Bayu Drajat.'' ujar asisten pribadinya.


''Biarin aja dulu. Biarin aja jualan. Biar usaha sendiri.'' Tawa pria paruh baya menyeringai.


''Bagaimana dengan Dennis bos?'' tanya sang asisten.


''Aku sudah memberikan kucuran dana agar Black Roses berjalan lagi. Dan bisnis penjualan organ tubuh harus di jalankan lagi.'' Jawab sang pria paruh baya tersebut.


''Bagaimana dengan Marvin?'' tanya sang asisten lagi.


''Aku tidak memakai tua Bangka itu. Aku tau tua bangka itu tergila-gila sama singa betina.'' jawab sang pria Bayu dengan geram.


''Bagaimana kalau kita menculik singa betina itu, bos?'' tanya sang asisten.


''Lu mau cari mati ya... Lu kalau nyulik singa betina itu seluruh bisnis kita akan hancur.'' seru sang pria paruh baya.


''Tapi bos... Wajahnya imut dan menggemaskan. Saya juga tertarik sama singa betina. Beruntung sekali saya mendapatkan singa betina itu.'' ucap sang asisten yang menyukai Lee sedari awal sekolah SD.


''Gerry...'' teriak pria paruh baya itu.


''Baik bos... Saya tidak lagi menyukai singa betina itu. Lalu bagaimana dengan Emilia?'' tanya sang asisten.


''Oh... singa betina... Semakin lama aku mencintaimu. Tunggulah aku singa betina. Aku akan melamarmu.'' Batin asisten pribadi bersorak kegirangan.


''Emilia mempunyai saudara kembar tidak identik. Dia bernama Alicia. Alicia adalah ibu sambung dari singa betina. Meski begitu Andi tidak pernah mencintai Alicia sedikitpun. Karena hatinya tertutup oleh Tika. Dan tugasmu sekarang perintahkan anak buahmu untuk menculik Alicia. Aku mempunyai rencana baru lagi. Dengan adanya Alicia, kita bisa membunuh singa betina itu.'' titah sang pria paruh baya.


''Tak semudah itu bos. Di mana ada Alicia di situ ada singa betina.'' ujar sang asisten.


''Aku tidak ingin mendengar masalah apapun. Bawa segera di hadapanku.'' titah pria paruh baya itu.


Kemudian pria paruh baya itu meninggalkan ruangan tersebut bersama asisten pribadinya.


Sorepun tiba. Lee melihat Erra yang baru masuk kamar.


''Huaha.... Hari ini lumayan panas sekali. Rasanya aku ingin memakan baksonya bapak Rahmat dan es campur Bu Ani.'' keluh Erra melemparkan badannya di ranjang.


''Kayaknya enak ya...'' seru Lee membayangkan baksonya pak Rahmat.

__ADS_1


''Hmmmp.... Di Utara kota New York ada restoran dech kak. Restorannya jualan macam-macam bakso. Ayo kita kesana kak. Ajak juga kak Garda. Kak Garda juga ingin makan bakso.'' seru Lee akhirnya berdiri dan mengambil jaket.


''Ngapain juga ngajak Garda?'' tanya Erra menyelidik.


''Kak... Kak Garda sangat baik sekali sama aku. Dia sering menjagaku ketika aku kesepian.'' ucap Lee memasang wajah imutnya.


''Astaga.... istriku... Mana tahan dengan wajah imutmu itu. Baiklah... ajak Garda juga ya...'' ujar Erra memutar bola matanya malas.


''Baiklah...'' sahut Lee tersenyum kemenangan lalu mengambil ponselnya dan mencari no Garda.


Sementara itu, Garda yang sedang tidur di kamar di kagetkan oleh suara ponselnya lalu mengambil ponselnya dan mengusap tombol hijau.


''Hallo kak''


''Hallo''


''Cepatlah bangun... Ayo kita makan bakso. Aku lagi ingin makan itu''


''Memangnya ada ya bakso di negara Amerika ya?''


''Ada... Nanti biar pak bos yang bayar..''


''Tunggu 2 jam lagi.''


''Aish... kakak masih pengen tidur.''


''Ayolah... Bangun dulu atau aku hancurkan kamar kakak.''


''Baiklah kakak bangun...''


Kemudian Garda bangun lalu memakai baju.


''Aish... singa betina kalau lagi mengancam bisa semuanya hancur.''


''Ayolah kak Erra...'' rengek Lee.


''Huaha... Singa betina ternyata bisa manja. Baiklah...'' sahut Erra yang malas langsung bangun dan mengambil jaketnya.


Kemudian mereka menuju ke halaman markas.


''Adik kecil memangnya ada ya orang jualan bakso di kota ini?'' tanya Garda.


''Ada... Tapi aku belum merasakannya?'' Jawab Lee yang kecewa.


''Baiklah kita ikuti apa kemauan singa betina ini.'' titah Erra sambil melihat Garda.


''Lagi ada diskon... 1 mangkok bakso lengkap dapat 1 porsi mie ayam.'' Jawab Lee.


''Ah... benarkah itu?'' tanya Erra dengan mata berbinar.


''Baiklah... Biar aku yang menyetir. Kak Garda duduk di belakang ya...'' jawab Lee mengedipkan matanya.


Seketika Garda yang memasang wajah datarnya merasakan kehangatan yang tidak bisa di artikan. Ada sesuatu dari hati Garda. Sesuatu itu bukan namanya cinta. Tapi perasaan antara kakak dan adik. Erra yang melihat itu, langsung memasang wajah garangnya ingin sekali memakan garda. Garda yang tau langsung masuk kedalam mobil. Erra kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk bersama Lee.


''Kak Erra, bisakah kak Erra duduk bersama dengan kak Garda?'' tanya Lee berbicara dengan sopan kepada Erra.


''Bisakah aku duduk denganmu?'' tanya Erra.


''Tidak bisa...duduklah di belakang bersama kak Garda.'' jawab Lee tersenyum puas.


Kemudian Erra mengalah lalu pindah ke belakang. Tak selang berapa lama, Fendi datang lalu masuk ke dalam mobil dan menghela nafasnya.

__ADS_1


''Ha... Panas sekali hari ini. Rasanya siang ini waktu yang tepat untuk memakan bakso dan es campur.'' Jawa Fendi melepas kacamatanya.


''Baiklah... Karena hari ini kak Erra lagi baik hati. Paman Fendi dapat traktiran dari kak Erra.'' ucap Lee tersenyum manis.


Kedua manusia di belakang bingung mau berkata apa? Erra terdiam dan mengepalkan tangannya.


''Singa betina... Bisakah kita menikmati waktu kita berdua? Aku ingin merasakan yang namanya pacaran.'' Gerutu Erra yang sampai di dengar Fendi dan Garda.


Kedua pria beda generasi menertawai Erra. Erra hanya mendengus kesal karena kelakuan 3 manusia berbeda itu.


Setelah itu Lee melajukan mobilnya. Lee langsung menuju ke sebuah restoran. Di dalam perjalanan, ada sebuah 5 mobil yang menghadang mereka.


''Lee... Di belakang ada 5 mobil mereka yang terus mengejar kita.'' seru Erra terus saja melihat kebelakang.


''Ok...'' jawab Lee menurunkan kecepatan mobilnya dan menginjak rem dan memutar mobilnya ke berlainan arah.


''Keluarkan ilmu dari paman.'' titah Fendi tersenyum manis.


''Baiklah paman.'' sahut Lee kemudian langsung mundur lalu membelokkan mobilnya hingga berhadapan dengan 5 mobil di depan.


Sementara itu Erra menghitung kecepatan Lee.


''What... Hanya 0.3 detik.'' seru Erra.


''Apa kamu mau taruhan sama ayah?'' tanya Fendi.


Kemudian Lee menginjak pedal gas dan langsung melajukan mobilnya. Mobil pertama bersenggolan dengan mobil Lee sehingga mobil itu menabrak tiang listrik. Mobil kedua dapat benturan keras sehingga berputar-putar hingga menabrak pembatas jalan. Lee menginjak pedal gas lalu melajukan dengan kencang hingga terjadi benturan keras. Mobil ke empat menempel di bodi depan mobil Lee. Kemudian Lee meneruskan menabrakkan mobilnya ke mobil ke 5. Mereka berputar-putar hingga Lee hampir kehilangan kendali.


Dengan cekatan, Lee akhirnya menguasai medan mobil lalu menginjak pedal rem. Seketika mobil Lee berhenti.


''Fiuh... Singa betina lagi beringas.'' ucap Erra tersenyum devil.


Lee dengan santainya keluar mobil dan melihat mobilnya Bayu yang bodinya rusak parah di mana-mana.


''Apa tidak salah? Ini kan mobil kesayangannya Papa Bayu?'' tanya Lee yang melihat mobil Bayu yang ringsek.


''Waduh... abislah kita.''


Seru mereka serempak.


''Argh... Sial...'' Teriak Lee lalu mendekati mobil ke 5 dan membuka pintu itu kemudian menarik salah satu penumpangnya.


Kemudian Lee memukuli mereka.


''Kalian ini... Kalian tau enggak ini bukan mobilku. Ini mobil mertuaku.'' teriak Lee memegang salah satu anak buah tersebut.


''Maaf nona... Kami di suruh tuan Ignatius Mulyono menangkap anda. Karena tuan Ignatius besok menjadikan anda sebagai istrinya.'' Jawab pengawal tersebut dengan jujur.


''Ha.... Apa-apaan ini?'' teriak Lee dan Erra dengan kencang.


''Bilang sama si tua bangka itu. Aku tidak menyukainya. Dan jangan sekali-sekali mengganggu hidupku. Kupastikan YM akan rata menjadi tanah dalam hitungan detik.'' bentak Lee.


''Baik nona.'' jawab pengawal itu yang ketakutan.


''Ayo kita ke mansion Ignatius.'' jawab Fendi memasang wajah tengilnya.


 


Wah... ada apa ini ya... Kenapa Ignatius Mulyono tergila-gila dengan Lee?


''Hi.... Readers....

__ADS_1


Tetap semangat ya... Jaga kesehatan.


__ADS_2