LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 101


__ADS_3

Happy reading..


************


“Suheil” Panggil Putra saat ia dan Anthony sudah mencapai Villa mereka.


“Saya, Tuan”


Suheil yang sudah turun lebih dulu dari kudanya itu segera menghampiri Putra yang juga sudah turun dari kudanya.


“Minta ibumu untuk membantu Anth membersihkan dirinya lalu kau dampingi ibumu untuk menemani Anthony”


Suheil mengangguk patuh.


“Baik, Tuan” Jawab Suheil kemudian.


“Anthony hanya baru tahu sedikit saja kata – kata berbahasa Indonesia, jadi aku khawatir ibumu masih akan sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengannya..”


“Baik, Tuan”


“Ya sudah, itu saja”


Suheil menganggukkan kepalanya sebelum pergi dari hadapan Putra yang sudah menurunkan Anthony dari kuda yang mereka tunggangi bersama, lalu Suheil membawa kuda tersebut untuk dibawa kembali ke kandangnya, bersama juga dengan kuda yang Suheil tunggangi.


**


“Hey, you guys back already!. ( kalian sudah kembali! )”


“Madre! ..” Seru Anthony saat melihat Bruna yang menyambut kedatangannya dan Putra selepas mereka berkeliling dari perkebunan .


Bruna menyunggingkan senyumnya. “Did you have fun?. ( Apa kamu bersenang – senang? )”


“Yes, Madre! Me and Papa have a lot of fun! Right, Papa?!. ( Iya, Madre! Aku dan Papa sangat bersenang – senang! Benar kan, Papa?! )” Seru Anthony antusias.


Putra mengangguk seraya tersenyum lebar melihat Anthony yang nampak riang itu.


“So, you’re no longer feel upset to your Papa, hem? .. ( Jadi, kamu sudah tidak kesal lagi pada Papamu, hem? ) ..”


“No, we’re good now!. Right, Papa?. ( Tidak, kami sudah baik – baik saja sekarang! Benar kan, Papa? )..” Sahut Anthony dan Putra mendengus geli, termasuk juga Bruna karena Anthony berbicara dengan lagak seperti orang dewasa.


Putra pun manggut – manggut seraya tersenyum lebar dengan tingkah Anthony itu.


“That’s good, then.. ( Itu bagus, kalau begitu .. )”


“Papa took me to play at the little waterfall, Madre!”


“( Papa membawaku pergi bermain ke air terjun kecil, Madre! )”


“Really?? .. ( Benarkah? .. )”


“Yes!. ( Iya! )”


“Well, next time you have to take me there”


“( Kalau begitu, lain kali kamu harus mengajakku kesana )”


“Of course I will. ( Tentu saja akan ku ajak nanti )”


“Yeayy!!”


**


“Now, better you clean up yourself and change your clothes ( Sekarang, lebih baik kamu membersihkan diri dan ganti pakaianmu ), Anth ..” Ucap Putra.


Anthony pun mengangguk. “Okay ( Iya ), Papa ..” Sahut Anthony.


“Come, let me help you .. ( Ayo, aku akan membantumu )..”


“Ibu Marsih and Suheil who help Anth, I already told them. I want to talk with all of you”


“( Ibu Marsih dan Suheil yang akan membantu Anth, aku sudah mengatakan pada mereka. Aku ingin bicara dengan kalian semua )”


“Alright.. ( Baiklah .. )” Bruna mengangguk.


“Where are they? ( Dimana mereka? )” Putra menanyakan keberadaan Garret, Damian dan Addison yang belum ia lihat pada Bruna.


“Upstair ( Di atas )”


***


“Is there any news from Danny? .. ( Ada kabar terbaru dari Danny? )..”


Putra kini sudah berkumpul bersama Bruna, Addison, Garret dan Damian.


“Not yet .. ( Belum )..” Sahut Damian. “Just from Hizkia ( Hanya ada dari Hizkia )”


“What did he said?.. ( Apa yang dia katakan? ) ..”


“Everything will do as plan by today.. ( Semua akan dijalankan hari ini sesuai rencana .. )” Sahut Damian lagi.

__ADS_1


Putra manggut – manggut.


“Good. ( Bagus )” Ucap Putra.


*****


“So, what do you want to talk with us? .. ( Jadi, hal apa yang ingin kau bicarakan dengan kami semua? )” Tanya Damian setelah Putra dan Bruna duduk bergabung bersamanya, Addison serta Garret.


“I think that we need to built a factory for the tea production things.. what you guys think?. ( Aku pikir kita perlu membangun pabrik untuk hal yang menyangkut produksi teh.. bagaimana menurut kalian? )”


“Sounds okay. ( Terdengar oke ) ..”


Garret menyahut.


“Good idea. ( Ide bagus )”


“Yeah, sounds good. ( Terdengar bagus )”


“I agree. ( Aku setuju )”


Addison, Bruna dan Damian juga ikut mengiyakan usulan Putra sama seperti Garret.


“Then maybe you can start to calculate how much money that we have to spend for it ( Mungkin kau bisa memulai untuk menghitung berapa uang yang harus kita keluarkan untuk itu ), Ad”


Addison langsung mengangguk mengiyakan. “Okay”. Sahut Addison.


“How about the land for the factory?.. ( Bagaimana soal lahan untuk pabriknya? .. )” Tanya Bruna.


“Tomorrow I will go around this area, to see the right place to build the factory .. ( Besok aku akan berkeliling kawasan ini, untuk melihat tempat yang tepat untuk membangun pabrik )”


“How about the guy place? ( Bagaimana jika tempatnya laki – laki itu? )”


“Which guy? ( Laki – laki yang mana? )”


“The bastardo who did the dilapidation of our tea gardens”


“( Ba**ngan tengik yang sudah merusak perkebunan teh kita )”


“Ah ya! Garret was right! .. I think that bastardo land is just right to build a factory..”


“( Ah iya! Garret  benar! .. Aku pikir tanahnya bajingan tengik itu adalah tempat yang pas untuk membangun sebuah pabrik )..”


Damian menimpali usulan Garret.


“Then both of you go with me to that place tomorrow.. ( Kalau begitu kalian berdua pergi denganku ke tempat itu besok.. )”


Putra menunjuk pada Garret dan Damian.


“I will ask Dalu about that Bastardo place, then. ( Aku akan menanyakan pada Dalu perihal tempatnya ba**ngan tengik itu, kalau begitu )”


“I already find out .. ( Aku sudah mencari tahu .. )”


Addison langsung menyambar.


“That bastardo has no one in this world except himself ..”


“( Ba**ngan itu tidak memiliki siapapun di dunia ini kecuali dirinya sendiri.. )”


Empat orang lainnya fokus mendengarkan ucapan Addison.


“So it means his land is no man’s land now .. ( Jadi bisa dikatakan jika lahannya itu adalah lahan tak bertuan )”


Addison melanjutkan dan empat orang yang sedang fokus mendengarkannya itu pun manggut – manggut.


“Where you get this information from? .. ( Darimana kau mendapatkan informasi tersebut?.. )”


“That two maids that we brought from there. ( Dua pelayan yang kita bawa dari sana ) ..” Jawab Addison pada Putra.


Putra kembali manggut – manggut.


“Still we need to find the information about it officially”


“( Tetap kita harus mencari informasi kebenaran yang resmi tentang itu )”


“Ya of course. You can call Arthur to go and meet that guy named Dalu. ( Ya tentu saja. Kau bisa menghubungi Arthur untuk pergi menemui pria bernama Dalu itu )”


“No I will call Dalu by myself. I asked Arthur to do some things before I cameback here. ( Tidak aku sendiri yang akan menghubungi Dalu. Arthur sedang kuminta untuk melakukan sesuatu sebelum aku kembali kesini )”


“Any trouble?.. ( Ada masalah? ) ..”


Putra mengangguk pelan.


“*Heeemmmm ..* you can say like that ..”


“( Heeemmm .... kau bisa menyebutnya begitu )..”


“What trouble? ( Masalah apa? )”


“Gadis”

__ADS_1


“Gadis? That nurse? I mean your sweet lovely beloved nurse .. ( Perawat itu?. Maksudku perawat manis dan tercinta, kekasihmu itu?.. )”


Putra mendengus geli mendengar celotehan Damian.


“Ya” Sahut Putra kemudian seraya mengangguk sekali.


“What happened?. ( Apa yang terjadi? )”


Addison kembali bertanya.


“She was insulted ( Dia telah mendapatkan penghinaan )” Sahut Putra cepat.


“From? ( Dari? )” Tanya Bruna.


“Ilse”


Putra menyahut malas.


“That’s must be because she jealous to Gadis .. ( Itu pasti karena dia cemburu pada Gadis )..”


Bruna pun langsung menyambar.


“You are a young, rich and very handsome man, Putra. Ilse and a lot of  women must be dreaming to be yours ..”


“ ( Kau itu muda, kaya dan pria yang sangat tampan, Putra. Ilse dan banyak wanita lain pasti bermimpi untuk menjadi milikmu )..”


“Heemmm”


Putra menyahut malas.


“Then what you asked Arthur to do? ..”


“( Lalu kau menyuruh Arthur melakukan apa? .. )”


Damian yang bertanya.


“Give her a terror or what?. ( Menerornya atau apa? )”


Putra, berikut tiga lainnya dan Damian sendiri terkekeh kecil.


“I gave her a direct terror by myself to Ilse for dare insulted my woman!”


“( Aku sudah memberikan teror secara langsung pada Ilse karena sudah berani menghina wanitaku! )”


“Heh! I already thought about it!. ( Sudah kuduga soal itu! )” Cetus Damian.


Damian kemudian terkekeh sementara yang lain yang juga kenal sifat Putra cengengesan.


“Then, what do you want Arthur to do due with that Doctor?. ( Lalu, kau minta Arthur melakukan apa sehubungan dengan Dokter itu? )” Tanya Garret. “Is she threatened you?. ( Apa dia mengancammu? )”


“No, but maybe her father will.. ( Tidak, tetapi mungkin ayahnya yang akan mengancamku.. )” Jawab Putra yang membuat empat orang yang bersamanya sedikit mengernyitkan dahi mereka dan menunjukkan keingin tahuan.


Putra paham, pasti tiga saudara lelaki dan satu saudara perempuannya itu menunggu penjelasannya.


“The vice of the Foundation’s Head at the Saint told me that Ilse’s family has a big name on the Capital. And her Father is quite leaven..”


“Wakil Kepala Yayasan Saint mengatakan padaku jika keluarga Ilse memiliki nama besar di Ibukota. Dan ayahnya lumayan berpengaruh )..”


“I see .. ( Begitu )..”


“So, make me curious how leaven her father is ( Jadi, aku penasaran seberapa berpengaruhnya ayahnya itu )


“Name? ( Namanya? )” Celetuk Addison. “Since I stay former than you guys here, maybe I ever heard before. ( Karena aku  tinggal lebih lama dari kalian disini, mungkin aku pernah mendengar namanya sebelumnya )”


“Don’t know, don’t care! All I care is the information of that man that I can use, if because of his daughter indelicate mouth, he’s trying to disturb Gadis”


“( Tidak tahu, tidak perduli! Yang aku perdulikan adalah informasi tentang pria itu yang bisa aku gunakan, apabila karena mulut lancang putrinya itu, dia mencoba untuk mengganggu Gadis )”


“What a mad lover, huh? .. ( Pencinta gila, huh? ) ..” Ledek Damian.


Putra dan lainnya pun terkekeh.


“It called, ‘Protecting Mine’ Mister Dami ... ( Itu disebut, ‘Melindungi Milikku’ Tuan Dami.. )”


Putra menegaskan, namun dengan santai.


“Ya, ya, ya ..”


Damian memutar bola matanya malas.


Kelima orang itupun terkekeh bersama lagi kemudian.


“Have you put someone to guard Gadis?”


“( Apa kau menempatkan seseorang untuk mengawal Gadis? )”


“Directly, No. Kind of it, yes. ( Secara langsung tidak, semacam itu, ya )”


***

__ADS_1


To be continue ....


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2