LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 385


__ADS_3

Happy reading .....


***************


Indonesia..


“Jadi berapa hari kamu akan berada di sini, Putra?”


Adalah Gadis yang bertanya pada Putra di atas tempat tidur mereka.


“Sekitar tiga hari saja,” jawab Putra yang sedang mendekap Gadis itu.


Gadis menanggapinya dengan gumaman. “Sebentar sekali,” katanya kemudian.


“Maaf untuk itu. Tapi aku tidak punya pilihan –“


“Iya, Putra. Aku paham.”


Gadis menukas dengan lembut.


“Terima kasih, Gadis.. Terima kasih untuk pengertianmu –“


“Aku kan istri yang baik?” tukas Gadis sambil mengulum senyumnya mencandai Putra yang langsung tersenyum geli dan mengeratkan pelukannya pada Gadis kemudian.


“I love you..”


Putra berbisik mesra setelahnya.


****


Waktu tiga hari pun berlalu, dan seperti yang memang sudah dijadwalkan, Putra akan kembali pergi ke Inggris.


“Apa tidak sebaiknya jika kamu tunda dulu kepergian kamu ke Inggris, dengan kondisi kamu yang seperti ini, Putra?..” ucap Gadis pada Putra yang sedang berpakaian.


Bukan tanpa sebab Gadis berkata seperti itu pada Putra yang sedikit pucat wajahnya.


Hal itu dikarenakan, di dua hari ke belakang sampai dengan pagi hari di waktu jadwal Putra untuk pergi ke Inggris tiba, Putra selalu muntah-muntah hebat di kala pagi.


Putra lalu menoleh dan tersenyum pada Gadis selepas mendengar pertanyaan Gadis tadi.


“Aku akan baik-baik saja, Gadis –“


“Tapi aku sangat mengkhawatirkan kamu, Putra.”


Gadis memandang sendu pada Putra. Dengan Gadis yang kini sudah meletakkan kedua tangannya manja ke dada suaminya yang telah rapih berpakaian itu.


“Fokus saja menjaga kesehatanmu dan bayi kita selama aku pergi, hem? –“


“Apa aku ikut saja ke Inggris untuk memastikan kesehatan kamu di sana?” tukas Gadis.


“Memang kamu memiliki passport dan surat ijin dari kedutaan? –“


“Ah iya, aku tidak punya..“ sambar Gadis yang berkesah, namun Putra tersenyum geli sambil melingkarkan tangannya di pinggang Gadis.

__ADS_1


“Sudahlah,” kata Putra setelahnya. “Aku tidak apa-apa.. toh muntah-muntah yang aku alami hanya berlangsung sebentar saja dan itupun hanya saat pagi.”


“Iya, sih.”


Gadis menyahut.


“Lagipula aku dengan senang hati mengalaminya, setelah aku mendengar penjelasan dari Bruna mengenai apa yang aku alami ini terkait dengan kehamilanmu..”


Gadis tersenyum lembut.


“Setidaknya itu menjadi modalku untuk membuatmu percaya jika aku benar mencintaimu.”


“Terima kasih, Putra.. aku bahagia,” tulus Gadis. Dan Putra mengulas senyuman bahagia.


“Aku akan meminta Arthur atau Danny mengurus passport dan visa untukmu.. lalu nanti setelah situasi di Inggris sudah kondusif, aku akan mengajakmu serta ke sana bersama Anth dan lainnya. Termasuk mengajakmu ke Ravenna.”


Gadis pun mengangguk dengan tersenyum. “Atur saja bagaimana baiknya,” ucapnya kemudian. “Aku ikut saja apa katamu.”


Lalu Gadis menyelusupkan dirinya ke pelukan Putra yang langsung mendekapnya penuh kasih sayang sambil mengecupi pucuk kepala Gadis hingga sampai ke bibir istrinya itu.


Memanfaatkan waktu senggang yang masih tersedia, untuk sekedar bermesraan kecil dengan bertukar saliva. Yang kemudian diputus oleh Putra dengan segera, karena jika tidak---bisa-bisa dirinya yang sudah rapih itu menanggalkan kembali pakaiannya, berikut pakaian Gadis.


“Ayo?..” ajak Putra yang sudah mengurai kemesraannya dengan Gadis. “Bisa batal pergi jika aku berlama-lama di sini denganmu, Nyonya Putra –“


***


“Take a good care of your two Mommies and the baby inside Mama Gadis’s belly, okay?”


( Jaga dua ibumu dan bayi di dalam perut Mama Gadis, oke? )


“Sure I will ( Tentu saja aku akan menjaga mereka ), Papa!..”


Anthony menyahut antusias pada Putra yang tersenyum lebar padanya kemudian.


“Without you ask me that, I will always take a good care of them while you’re not around.”


( Tanpa Papa meminta itu padaku, aku akan menjaga mereka saat Papa tidak disini )


Anthony kemudian bicara lagi dengan jumawa.


“Well, how proud I am to you, then ( Wah, betapa bangganya aku padamu, kalau begitu )..”


“Of course you have to ( Tentu saja Papa harus bangga padaku )..” sahut Anthony dengan jumawa sekali lagi.


Membuat Putra dan semua orang yang berada di dekat bocah tampan itu menjadi terkekeh geli.


“By the way, Papa –“


“Yes, Anth?”


Putra menanggapi Anthony yang mengajaknya bicara lagi, dan sepertinya hendak bertanya.


“Why you, Daddy Dami and Padre don’t use the plane that we used when we’re got here for the first time ( Kenapa Papa, Daddy Dami dan Padre tidak menggunakan pesawat yang kita gunakan saat pertama kali kita datang ke sini )?”

__ADS_1


Yang mana sesuai dugaan Putra, Anthony mencetuskan pertanyaan padanya.


“It only used for something very urgent ( Itu hanya akan digunakan untuk sesuatu yang sangat mendesak ), Anth..”


“I see ( Oh seperti itu )”


“Is there anything that you want to ask ( Ada lagi yang ingin kau tanyakan )? –“


“No, Papa..” tukas Anthony.


Putra pun tersenyum sambil mengacak pelan rambut anak angkat kesayangannya itu.


Setelahnya Putra berpamitan pada Anthony, Gadis dan lainnya yang tinggal di kediaman mereka tersebut sebelum memasuki mobil dan meninggalkan tempat yang sudah menjadi rumah bagi Putra dan keluarganya sekarang.


***


Salisbury, Inggris..


“Welcome back, Sir ( Selamat datang kembali, Tuan )”


Adalah Thomas, yang menyapa Putra dan orang-orang yang datang bersama pria yang menjadi ikon Sang Pemimpin itu, yang telah diaminkan oleh mereka yang Putra sebut sebagai saudara.


Putra menanggapi sapaan Thomas yang menyambutnya di sebuah landasan pribadi yang ada di bagian belakang kediaman pribadi milik Putra dan kedua orang tuanya, yang sebelumnya Putra kosongkan selama ia sibuk mengurus Jaeden dan para sekutu pria itu secara langsung.


***


Wales, Inggris..


Lalu, di keesokan harinya, Putra telah berada di satu kota yang memiliki sebuah penjara dimana di gadang – gadangkan sebagai penjara terkeras di Inggris, karena berisi para penjahat kelas kakap dan berbahaya.


Putra yang kali ini kembali tanpa Garret ke Inggris, dengan Addison yang menggantikan salah satu saudara angkat Putra itu untuk menemaninya bersama Damian dan Devoss, dan Danny juga diikutsertakan --- disambut oleh dua orang pria yang merupakan sepasang ayah dan anak, selain banyaknya pria bersenjata yang nampak mengawal siaga dua orang pria itu.


Sepasang ayah dan anak itu menyambut Putra dan rombongannya dengan senyuman. Pria yang usianya kurang lebih sama dengan almarhum ayah Putra itu bahkan memeluk hangat Putra seperti memeluk anak lelakinya sendiri. Yang Putra balas pelukan itu dengan santunnya. “How are you, Holmes?”


Setelahnya Putra menanyakan kabar pria itu. “Old but healthy ( Tua tapi sehat )..” jawab pria yang Putra panggil dengan Holmes itu.


Putra mengulas senyuman mendengarnya.


“And happy because you’re still alive. So I can return the goodness of your dad to me, to you ( Dan bahagia karena kau masih hidup. Jadi aku dapat mengembalikan kebaikan ayahmu padaku, kepadamu )”


“You already did ( Kau sudah melakukannya ), Holmes –“


***


“Why put him there? ( Kenapa menempatkannya di sana? )” tanya Putra pada Holmes yang membawanya berjalan ke bagian terpisah dari penjara yang ia dan rombongannya datangi itu. "Not inside? ( Bukan di dalam? )" tunjuk Putra pada bangunan penjara yang ia lewati.


“Well, just in case you want to kill him before he get to the court --- it will easy for me to make excuse about his dead ( Yah, seandainya saja kau ingin membunuhnya sebelum persidangan --- akan mudah bagiku membuat alasan tentang kematiannya ) –“


“Hem –“


“So, are you going to finish him today? ( Jadi, apa kau akan menghabisinya hari ini? )”


“Depends on my mood ( Tergantung moodku )”

__ADS_1


******


To be continue..


__ADS_2