
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indonesia ...
“Gimana, Bu? –“
“Sstt..”
“Kenapa sih?”
“Pelan-pelan ngomongnya—“
“Si Gadis dateng ke sini?”
“Engga. Tapi ada jongosnya yang ikut nganter Ibu.”
“Terus gimana Bu?”
“Sukses!”
🔵🔵
“Eum, Bru, Gar..“
Adalah Gadis yang bersuara, memanggil Bruna dan Garret yang sudah hendak bersiap untuk keluar dari rumah kepala desa di desa kelahiran Gadis.
Dimana Bruna dan Garret langsung saja menanggapi Gadis.
“Yes, Gadis?”
Namun Gadis tidak segera menjawab, karena ada ragu untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Bruna dan Garret.
“May I take my step mother to villa? ( Bolehkah aku mengajak serta ibu tiriku ke villa? )..“
Tetapi pada akhirnya ia mengatakan apa yang ingin ia tanyakan perihal keinginannya saat ini, terkait ibu tirinya.
🔵🔵
“Eum..”
Gadis menggumam disaat Bruna dan Garret saling tatap sejenak.
“I’m worried about her. And I plan to take her get some medicine from a specialist, since I know that she must be go to general doctor.”
“(Aku khawatir tentangnya. Dan aku berencana untuk membawanya berobat ke spesialis, karena aku tahu pasti dia hanya pergi ke dokter umum )”
🔵🔵
“Well, actually I don’t have a right to say yes or no ( Yah, sesungguhnya aku tidak memiliki hak untuk mengatakan iya atau tidak )—“
“Neither do I ( Aku juga tidak )..” tukas Bruna saat Garret menanggapi ucapan Gadis yang berupa pertanyaan itu, sambil keduanya memandang pada Gadis.
“Yeah, me and Bru really don’t have right to say yes or no about your request. Because we’re not the leader of the family. Putra is. And you are Putra’s wife. And honestly, you have right to make a decision of yourself ( Iya, aku dan Bru sebenarnya tidak memiliki hak untuk mengatakan iya atau tidak pada permintaanmu. Karena kami bukanlah pemimpin dalam keluarga. Tapi Putra. Dan kamu adalah istrinya Putra. Dan sejujurnya, kamu memiliki hal untuk membuat keputusan sendiri )” Garret lanjut bicara.
“But, both of you are Putra’s vise here ( Tapi, kalian berdua wakilnya Putra di sini )” ucap Gadis. Bruna dan Garret menganggukkan kepala.
“We are,” jawab keduanya kemudian. “But for things that connected to our life---you know what I mean right ( Tetapi untuk sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan kita---kamu paham maksudku bukan )?..”
Garret lalu melirik ibu tiri Gadis.
“Take in someone outside to our villa, needs Putra’s permission ( Membawa masuk seseorang dari luar ke villa kita, membutuhkan ijin Putra )”
Garret lanjut bicara.
Gadis pun mengangguk.
__ADS_1
“I know ( Aku tahu )..” kata Gadis kemudian.
🔵🔵
“But I’m worry about her, even she’s just my step mother ( Tapi aku khawatir padanya, meskipun dia hanya ibu tiriku ), Bru, Gar—“
“We can understand about that, Gadis,” tukas Garret.
“We are..” Bruna pun mengiyakan ucapan Garret.
“But we don’t make any mistake, about saying yes or no to your request taking your step mother to our villa ( Tetapi kami tidak ingin membuat kesalahan, tentang mengatakan iya atau tidak pada permintaanmu untuk membawa serta ibu tirimu ke villa kita )..”
🔵🔵
Gadis lalu menggigit bibirnya setelah mendengar penuturan Garret.
Lalu Gadis melirik ke arah ibu tirinya, kemudian kembali lagi memandang pada Bruna dan Garret.
“I can’t feel peace to left her here after I know she have an asthma and can be worse without her medicine ( Aku tidak bisa merasa tenang meninggalkannya di sini setelah tahu dia menderita asma dan bisa saja memburuk tanpa obatnya )—“
“Heemm—“
“So sorry before ( Mohon maaf sebelumnya ), Gadis..”
Bruna angkat suara saat Garret berdehem seraya berpikir.
“But she’s just your step mother---which is you don’t really have an special oblihstions to take care of her ( Tetapi dia hanya ibu tirimu---dimana sebenarnya kamu tidak memiliki kewajiban khusus untuk mengurusnya )”
“Sorry, but I think that Bru was right. Well, we know you are a good woman with a sincere heart, but still just like Bru said, that she is just your step mother. You have no special oblihstions to take care of her. And beside, your father was already past away. And it could be said that you don’t have any connection with her now ( Maaf, tapi aku rasa Bru benar. Yah, kami tahu kamu adalah wanita baik dengan hati yang tulus, tetapi seperti yang Bruna katakan, bahwa dia hanyalah ibu tiri kamu. Kamu tidak memiliki kewajiban khusus untuk mengurusnya. Dan lagipula, ayahmu sudah tiada. Maka dapat dikatakan kamu sudah tidak memiliki hubungan dengan ibu tiri kamu )—“
“I agree with Garret ( Aku setuju dengan Garret )”
🔵🔵
“But if you really worry about her, maybe you can ask someone in this village to accompany her or paid to take care of her. Or we can ask Arthur to find a worker for taking care your step mother. And about her treatment, we can give her sum of money then she can go to a specialist ( Tetapi jika kamu memang mengkhawatirkannya, mungkin kamu dapat meminta seseorang di desa ini untuk menemaninya atau dibayar untuk merawat ibu tiri kamu. Atau kita bisa meminta Arthur mencarikan pekerja untuk merawat beliau. Dan tentang pengobatannya, kita dapat memberikan beliau sejumlah uang agar dia dapat pergi ke spesialis )—“
“I think that’s a good idea ( Aku rasa itu ide bagus )” tukas Garret menanggapi ucapan panjang lebar Bruna pada Gadis, yang menarik lurus sudut bibirnya. “Can you get what Bru just mean ( Kamu paham dengan apa yang barusan Bru maksud ), Gadis?”
Gadis kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan Garret padanya yang memastikan apa Gadis dapat menangkap apa yang Bruna maksud dalam kalimat panjangnya tadi, “Yes, Gar. I understand ( Iya, Gar. Aku mengerti )” jawab Gadis dengan wajah yang sedikit masih nampak bingung, lalu melirik lagi ke arah ibu tirinya yang sedang memperhatikan ke arah di mana Gadis sedang berbicara dengan Bruna dan Garret.
🔵🔵
“But I don’t think that we can find a person suddenly to accompany my step mother tonight ( Tapi aku pikir kita tidak dapat menemukan seseorang secara mendadak untuk menemani ibu tiriku malam ini )—“
“How about that woman ( Bagaimana dengan wanita itu )?..“ tukas Bruna. Sambil ia menunjuk ke arah sepupu tiri Gadis dengan dagunya, dimana Gadis spontan menoleh ke arah sepupu tirinya itu.
“I’m not sure, because she is a married woman and I doubted if her husband give her permission to accompany my step mother. But I try to ask her ( Aku tidak yakin, karena dia sudah menikah dan aku ragu jika suaminya akan memberi ijin untuk menemani ibu tiriku. Tapi aku akan coba bertanya padanya )—“
🔵🔵
“Your step mother doesn’t have any other related, or none in this village can be paid to accompany her ( Ibu tiri kamu tidak memiliki kerabat lain, atau tidak adakah satu orang disini yang dapat dibayar untuk menemaninya )?..”
Garret yang kemudian bertanya, setelah Gadis bertanya pada Sari tentang hal mengenai menemani ibu tirinya itu lalu Sari menggeleng dan mengoceh pada Gadis tanpa Garret perhatikan, selain wanita itu juga bicara bercampur dengan bahasa daerah yang digunakan sehari-hari di desa kelahiran Gadis tersebut.
“I don’t really know about her related outside this village. But here, is just her ( Aku tidak terlalu tahu tentang kerabatnya di luar desa ini. Tapi di sini, hanya dia )” jawab Gadis kemudian.
Garret dan Bruna manggut-manggut kecil.
“And about someone to get paid here, as I said, can find suddenly. Beside is getting evening and people here are usually stay at home until tomorrow ( Dan tentang seseorang untuk dibayar, seperti yang aku bilang, tidak dapat dicari secara mendadak. Lagipula sudah hampir sore dan orang-orang di sini biasanya akan tinggal di rumah sampai besok )—“
“I see ( Begitu )”
“She has a daughter actually ( Sebenarnya dia memiliki satu anak perempuan )”
Gadis kemudian bicara lagi.
“Then—“
__ADS_1
“But she is working at the center of the town and from what I heard, she sometimes not coming home or back very late ( Tapi dia bekerja di pusat kota dan dari apa yang aku dengar, dia terkadang tidak pulang atau pulang sangat larut )..”
Gadis keburu bicara lagi, tanpa sempat menangkap jika Bruna ingin berkomentar sebelumnya, menanggapi pemberitahuan Gadis tentang anak perempuan ibu tirinya itu.
“And I worry she is not coming home also tonight, even my step mother said that she already ask her to buy her medicine. But my step sister is sometimes become forgetting person ( Dan aku khawatir dia juga tidak pulang malam ini, meskipun ibu tiriku mengatakan jika dia sudah menyuruhnya untuk membelikan obat beliau. Tapi saudari tiriku itu seringkali menjadi pelupa )..”
🔵🔵
“How about I take my step mother for tonight to our villa, and tomorrow I can accompany her to check up at the big hospital then I drop her back her after that while we can try to find a worker for take care of her ( Bagaimana kalau aku ajak ibu tiriku untuk malam ini saja ke villa kita, dan besok aku bisa menemaninya berobat ke rumah sakit besar lalu aku antar dia kembali ke sini sementara kita mencari seorang pekerja untuk menjaganya )?—“
“Heeemmm—“
“Or maybe.. my step mother knows the phone number of the place that my step sister working, and inform her to pick her up at villa. For at least.. I can feel peace a little bit, and not feel guilty.. if something bad, happen because of her asma.. and no medicine she has, right now ( Atau mungkin.. ibu tiriku memiliki nomor telepon tempat saudari tiriku itu bekerja, dan memberitahukan padanya untuk menjemput ibu tiriku itu di villa. Setidaknya.. aku bisa merasa sedikit tenang, dan tidak merasa bersalah.. jika sesuatu yang buruk, terjadi karena asmanya.. dan dia tidak punya obat, sekarang ini )”
“Means that you still want to take her to our villa ( Itu artinya kamu tetap ingin mengajaknya serta ke villa kita )?..”
Garret kemudian merespons ucapan Gadis.
“Just for tonight. And I will dircetly tell Putra if we can contact him after arrive at villa ( Hanya untuk malam ini. Dan aku akan langsung mengatakan pada Putra jika kita bisa menghubunginya setelah sampai di villa )?—“
🔵🔵
🔵🔵
“Ini, Dis.”
“Apa ini, Bu?”
“Kamu kan katanya lagi hamil, nah tadi pas pulang ambil baju, Ibu inget buatin kamu ramuan biar janin kamu sehat dan kuat.”
“Kalau jamu aku tidak bisa meminumny,Bu—“
“Ih bukan atuh. Ini semacam teh. Coba aja kamu liat nih bentuknya, bening begini. Mana ada jamu bening begini sih, Dis? Coba juga aja kamu endus itu baunya.”
“.....”
“Engga bau jamu kan?—“
“Iya, engga, Bu..”
“Nah ya udah kamu minum. Biar anak kamu tumbuh sehat di dalem perut. Lagian ini ramuan juga dulu Ibu minum waktu hamil Madya..”
“Begitu ya, Bu?”
“Iya. Percaya deh. Itu resep ramuannya udah dari turun temurun di keluarga Ibu. Lagian kayak yang Ibu bilang tadi, itu semacem teh. Mana ada orang hamil ga boleh minum teh?”
“Ya sudah, Bu. Aku minum ya.”
‘Mual sekali rasanya. Tapi sedari tadi tidak ada muntah. Mungkin bayiku dan Putra ingin kudapan, ya?’
( Adalah Gadis yang membatin )
‘Kalau begitu, aku ke dapur saja untuk mengambil puding yang tadi di buat Ibu Marsih. Sepertinya masih ada.’
( Gadis pun keluar dari kamarnya, setelah memastikan jika Anthony yang sedang tidur di sampingnya itu tetap pulas )
‘Kepalaku pusing sekali..’
( Gadis berhenti di ujung tangga pada lantai tempat kamarnya dan Putra berada )
‘Sebaiknya aku kembali ke kamar saja—“
Bruuk!
“AAA..”
__ADS_1
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
To be continue..