
Terima kasih masih setia baca
♣♣♣♣♣♣
Happy reading...
♣♣♣♣♣♣
Inggris,
“Do you planning to vanish that boy too ( Apa kau berencana untuk menghabisi bocah itu juga )?” tanya Garret yang sedang bersama Putra dan juga Thomas.
“Depends on my mood later ( Tergantung suasana hatiku nanti )” jawab Putra dengan dingin.
Garret lalu terdengar mendengus sambil tersenyum tipis dan geleng-geleng kecil setelah mendengar jawaban Putra.
“Well\, I wonder how is your mood after you meet that moth*rfuck*r ( Wah, aku penasaran bagaimana suasana hatimu setelah bertemu dengan si keparat itu )” cibir Garret sembari ia mendengus geli.
Sementara Putra hanya memasang tampang masa bodohnya saja.
♣
Perhatian Putra dan Garret teralih pada derap langkah yang mendekati pada ruangan tempat keduanya berada, setelah Putra dan Garret sempat beristirahat sebentar.
Adalah Damian yang memiliki derap langkah itu, yang orangnya kini telah berada dihadapan Putra dan Garret.
“How was it ( Bagaimana ), Dam?”
Garret yang langsung bertanya pada Damian yang langsung mendudukkan dirinya disamping Putra.
“Just waiting for our call, and Tommy will send his troops as much as we ask ( Hanya menunggu panggilan dari kita, dan Tommy akan mengirim pasukannya sebanyak yang kita minta )..”
Damian dengan lugas menjawab pertanyaan Putra.
Putra pun menanggapi dengan mengangguk-angguk samar.
“What did he asked ( Dia minta apa )?”
Lalu Putra kembali bertanya.
“Jaeden’s Casino ( Kasinonya Jaeden )...”
Jawaban Damian membuat Putra dan Garret sedikit tercengang.
“Just that ( Hanya itu )?” tukas Putra dan Damian mendengus sinis.
“Of course not. Like you don’t know him ( Tentu saja tidak. Seperti kau tidak mengenalnya saja )”
“Much ( Banyak )?” tanya Putra yang paham maksud ucapan Damian.
“He will take every money that we gave for him ( Dia akan menerima saja berapapun jumlah uang yang akan kita berikan padanya )-“
“On you, then ( Kau saja yang mengatur, kalau begitu )”
“Okay!..”
♣
“Where’s ( Dimana ), Dev?”
Putra kembali mengajukan pertanyaan, namun kini pada Thomas.
“Any news from him ( Ada kabar darinya )?” sambung Putra yang bertanya.
__ADS_1
“Mister Devoss was catch up Miss Yona and Mister Hizkia ( Tuan Devoss menyusul Nona Yona dan Tuan Hizkia ), Boss.”
Thomas pun langsung menyahut dengan sigap.
“Alright then ( Ya sudah )”
♣
“So what you get from Kingsley Mansion then?”
( Jadi apa yang kau dapat dari Mansionnya Kingsley? ).
Kini Damian yang mengajukan pertanyaan pada Putra.
Dimana Putra langsung saja menyeringai.
“Even if that moth*rfuck*r escape-which I will make sure it won’t happen\, but if God have a mercy on him and protect that moth*rfuck*r’s life from my hand\, at least he’ll live as an very poor guy ( Meskipun seandainya si keparat itu berhasil melarikan diri-yang mana akan aku pastikan itu tidak akan pernah terjadi, tapi jika Tuhan berbelas kasih padanya dan melindungi nyawa keparat itu dari tanganku, setidaknya dia akan hidup sebagai gembel )!”
Putra berbicara dengan seringai di wajahnya itu, sambil menjentikkan dengan ekspresif beberapa lembar kertas yang ada di tangannya. Yang kemudian Putra berikan kepada Damian, karena pria itu meminta kertas yang berupa lembaran berkas penting Jaeden di tangan Putra tersebut.
Damian lalu membaca satu per satu isi dari lembaran berkas yang tadi diterimanya dari Putra itu, yang kemudian Damian estafetkan pada Garret, karena salah satu saudara angkatnya itu ingin membaca juga berkas penting milik Jaeden yang telah diambil Putra beberapa waktu yang lalu.
“But it takes time to change his name on this papers ( Tapi itu butuh waktu untuk mengganti namanya dalam berkas-berkas ini )” tutur Damian.
“Leave it to me ( Serahkan saja padaku ) ..” sahut Putra. “Now I feel hungry ( Sekarang aku merasa lapar )”
♣
“Tired ( Lelah ), Hiz?-“
“Well, you guess it ( Kau tebak saja sendiri )-“
“He’s too slow for a man ( Dia terlalu lambat untuk ukuran laki-laki )”
Devoss juga sudah ada ditengah-tengah mereka. Yang kemudian ikut terkekeh kecil seperti empat orang lainnya, setelah mendengar Yona mencibir Hizkia.
♣
Sembari membahas apa yang dilakukan Hizkia, Yona dan Devoss-serta saling berbagi informasi, Putra dan lainnya mengisi perut mereka, terkecuali Garret dan Thomas karena sudah lebih dulu melakukannya.
“Take a rest then and let me know if you guys are already ready to move again ( Beristirahatlah dulu dan beritahukan padaku saat kalian sudah siap untuk bergerak lagi )” ucap Putra, setelah ia dan empat orang lainnya rampung makan.
“Ah ya, I have a good information for you ( Aku memiliki satu informasi bagus untukmu )” tutur Hizkia sambil ia menikmati secangkir kopi hitam setelah ia rampung makan. Dan pertanyaan pun sontak terlontar padanya dari Putra.
“Let us know then ( Beritahukan pada kami kalau begitu )”
“I found this ( Aku menemukan ini )“ Hizkia lalu mengeluarkan sebuah buku kecil dari dalam saku mantel panjangnya yang telah ia sangkutkan di sandaran kursi yang Hizkia duduki.
“Hemm ...”
“Interesting isn’t it ( Menarik bukan )? ---“
“Very ( Sangat )”
“Since they’re become Jaeden’s target to kill, I think it will be easy to persuade them join us to make your position stronger here after you finished Jaeden.”
( Sehubungan mereka menjadi target yang akan dibunuh oleh Jaeden, aku rasa akan mudah bagi kita untuk membujuk mereka berada dipihak kita untuk membuat posisimu menjadi lebih kuat disini setelah kau menghabisi Jaeden ).
“Good thinking ( Pemikiran yang bagus ), Hiz,” tanggap Putra.
“I always have a good thinking, you know?. Not only you ( Aku selalu memiliki pemikiran bagus, tahu?. Bukan hanya kau saja )”
Hizkia menyahut dengan sedikit cibiran untuk Putra diakhir kalimatnya.
__ADS_1
“Yeah right ( Ya, ya ) ..” balas Putra, kemudian ia terkekeh kecil. “I’ll give you bonus later ( Aku akan memberikan kau bonus nanti ) ---“
“90 percents of your wealthy ( Sembilan puluh persen dari kekayaanmu )?” sambar Hizkia.
“Sure! ..” sahut Putra.
“And I’m sure there will be ‘but’ after ( Dan aku yakin ada kata ‘tetapi’ setelahnya ) ..”
“Smart-“
“Yeah, I’m too smart to guess what’s in Demond’s head ( Ya tentu, aku terlalu pintar untuk menebak isi kepala seorang iblis )”
Dan gelakan kemudian tercipta karena celotehan Hizkia.
“Let me guess, you will grante my solicitation after I become a spirit first ( Biar kutebak, jika kau akan mengabulkan permintaanku setelah aku menjadi arwah dahulu )?-“
“Wrong-“
“Then?”
Percakapan iseng Hizkia dan Putra berlanjut.
“I just want a trade ( Aku hanya ingin sebuah pertukaran )”
“With my limbs ( Dengan anggota tubuhku )?-“
“Just your skin that I will make it for the wall hanging.”
( Hanya kulitmu saja yang akan aku jadikan hiasan dinding ).
“Crazy as$h0l3 ( Bajingan gila )!” umpat Hizkia.
♣
Selepas bercengkrama santai, lima orang yang tadi sempat berkumpul sejenak bersama Putra, kini telah membubarkan diri mereka.
Sementara Putra masih duduk di tempatnya dengan ditemani Thomas yang bersikukuh ingin menemani salah satu Bos Besarnya itu, meski Putra telah meminta Thomas untuk beristirahat sejenak.
Karena nantinya, saat Putra dan lainnya bergerak lagi dalam rangkaian rencana utama mereka itu, Thomas juga pasti akan sibuk mengurus ini itu yang merupakan perintah Putra nantinya.
“Thom,”
“Yes, Boss?”
“You prepare our men and suit them on position to ‘pick up’ these people later ( Kau persiapkan orang kita dan kondisikan mereka untuk ‘menjemput’ orang-orang ini nanti )”
Putra berucap seraya menurunkan perintah pada Thomas, sembari ia menunjuk pada satu halaman di sebuah buku catatan.
Thomas pun dengan sigap mengiyakan.
“Tell them for hold before they’re get an order to take when they’re already near with these persons.”
( Katakan pada mereka untuk tidak bergerak terlebih dahulu sebelum mereka mendapatkan perintah saat sudah berada di dekat orang – orang ini ).
“Yes, Boss.”
Sekali lagi Thomas menyahut dengan sigap.
“And what should our men do after they’re took these people ( Lalu apa yang harus dilakukan orang-orang kita pada mereka )?”
“Make them ‘gone’ ( Buat mereka ‘menghilang’ )”
♣♣♣♣♣♣
__ADS_1
To be continue..