LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 118


__ADS_3

Happy reading ...


Noted: Siapkan air dulu sebelum lanjut baca. Terserah mau air minum apa air sumur.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊


Putra telah membaringkan Gadis di atas ranjang pribadinya, sekaligus mengurung tubuh rampung Gadis tepat di bawahnya namun masih berjarak.


Sesuatu yang membungkus tubuh Gadis memudahkan Putra untuk membuka akses pada tubuh Gadis. Bathrobe Putra yang Gadis kenakan dengan rapat tadi kini sudah terbuka lebar setelah sebelumnya Putra longgarkan.


Terpampang sudah tubuh indah Gadis tepat dalam pandangan Putra saat ini. Meski juga, walau bathrobe yang Gadis kenakan sudah terbuka dengan lebar, namun masih ada satu kain yang melekat di bagian bawah Gadis.


Gadis sudah terbaring pasrah dari sejak Putra melonggarkan ikatan bathrobe yang adalah milik Putra yang saat ini Gadis kenakan, hingga sampai kini bathrobe itu sudah terbuka dengan lebarnya walaupun tidak diloloskan oleh Putra dari tubuh Gadis.


Seperti ada kupu-kupu yang menggelitik disetiap inci tubuh Gadis kala Putra mulai kembali menciumi dirinya , dari dahi hingga seluruh wajah Gadis dan sampai ke lehernya. Serta saat Putra menyentuh setiap lekuk tubuhnya dengan lembut dan perlahan, juga menciuminya.


Rasa geli yang berbaur dengan sensasi luar biasa yang tidak pernah Gadis rasakan sebelumnya, dan sensasi itu kini sudah menenggelamkan Gadis hingga terbuai terlalu jauh.


Hingga Gadis reflek merapatkan kakinya, kala Putra sudah menarik turun satu-satunya kain yang melekat pasti di tubuhnya, sekaligus Gadis juga menutupi dadanya kala tubuh polosnya kini benar-benar terekspos dihadapan Putra. Terlebih, Putra memandangi dirinya dengan sangat intens.


Putra menegakkan tubuhnya. Dimana Gadis kembali menelan salivanya, kala Putra melepaskan apa yang masih menempel ditubuhnya.


Tak butuh waktu lama bagi Putra untuk menanggalkan dua jenis pakaian yang melekat ditubuhnya, karena sejak Putra menemukan Gadis di dapur, Putra memang sudah menanggalkan kaos santainya terlebih dulu selepas ia berlatih di ruang olahraga dalam Kediamannya.


Jika ditanya dimana kaos yang tadi Putra pakai lalu Putra lepaskan itu, jawabannya entah. Putra pun lupa ada dimana. Terlalu fokus pada Gadis soalnya. Baik penampilan juga gerak-gerik wanita itu.


Kini sudah tak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuh atletis Putra yang sudah kembali naik ke atas ranjang dan kembali mengukung tubuh Gadis, namun masih menyisakan jarak. Putra kembali mengabsen diri Gadis.


Gadis pun sama.


Gadis mengabsen tubuh Putra yang menjulang diatasnya dan seolah tanpa cela itu.


Dan Gadis kembali merutuki dirinya sendiri dalam hatinya lagi, karena kelancangan matanya yang seolah enggan untuk dibawa berpaling agar tidak memandangi tubuh Putra.


Rasanya sayang untuk dilewatkan tubuh menggoda Putra yang punya otot tercetak dengan begitu pas dibagian-bagian tertentu.


Wajah Gadis merona, namun matanya tetap terus memperhatikan tubuh Putra, terlebih dibagian dada bidang serta perut dengan otot yang seolah dicetak dengan sengaja disana.


Putra menarik sudut bibirnya. Sadar, akan Gadis yang sedang intens juga mengamati tubuhnya. Dan Gadis kemudian menjadi salah tingkah saat ia kemudian sadar bahwa Putra sudah menyadari jika ia sedang memperhatikan pria yang ia cintai itu.


Gadis hendak membuang pandangannya kala ia melihat senyuman di wajah Putra, namun tangan Putra menahan wajahnya. “Kamu boleh menyentuhnya Gadis..” Putra membawa satu tangan Gadis untuk menyentuh dadanya.


Dimana wajah Gadis kian merona dan Gadis menggigit bibir bawahnya, kala tangannya sudah dibawa Putra pada dada polos pria itu, kemudian membantu Gadis menggerakan pelan tangannya hingga ke perut rata Putra dengan cetakan otot atletis yang pas porsinya itu. Sungguh, Gadis semakin tak karuan jadinya.


Tubuh Putra adalah tubuh pria yang paling menggoda yang pernah Gadis lihat. Jika dibandingkan dengan tubuh-tubuh pria lain yang merupakan aktor populer ataupun atlit yang seringnya Gadis lihat di televisi ataupun majalah.


Dan lebih dari itu, Putra adalah pria pertama yang Gadis lihat tubuhnya secara keseluruhan tanpa sensor.


**


“Jauhkan tanganmu dari sana Gadis...”


Putra masih menyunggingkan senyumnya saat Gadis masih menutupi aset kembarnya sekaligus merapatkan kakinya.


Rasa canggung bercampur malu sudah menyelimuti diri Gadis saat ini, dan Gadis tak mengindahkan permintaan Putra barusan.


Membuat Putra sedikit merasa geli dan mengulum senyumnya. Putra pikir, Gadis mungkin saja malu karena ini yang pertama baginya.


Ada terbersit pertanyaan dalam otak Putra tentang Gadis. Apakah Gadis betul-betul belum pernah melakukan keintiman yang sebentar lagi terjadi antara dirinya dan wanita yang dicintainya itu, atau Gadis pernah memiliki pengalaman dengan pria lain sebelumnya.


Namun Putra tidak mau ambil pusing.


Selain sudah kadung nanggung, dan jika Putra bertanya, bisa jadi hal yang sudah menghilangkan akal sehatnya hingga membuat tubuh Putra terasa panas berikut pening di kepala dan rasa menyiksa di pusat tubuhnya itu tidak akan terjadi.


Diluar itu, Putra teringat, bahkan ciuman pertama Gadis dia yang mengambilnya.

__ADS_1


Dan atas ingatan Putra akan ucapan Gadis kala itu, Putra memilih percaya, jika Gadisnya memang masih gadis seutuhnya.


***


Gadis sedikit terkesiap kala kedua tangan Putra sudah menyentuh tangannya yang masih ia sedekapkan untuk menutupi dua aset kembarnya itu. Putra masih menyunggingkan senyumnya, kala ia menyingkirkan tangan Gadis dari pemandangan indah itu.


Putra yang sudah memegang kedua tangan Gadis dengan tubuhnya yang sudah merunduk itu kemudian menyingkirkan kedua tangan Gadis dari tempatnya sekarang, lalu menahan kedua tangan Gadis itu dimasing-masing sisi tubuh Gadis.


Dan tanpa membuang waktu, kini Putra sudah menguasai dua aset kembar milik Gadis dengan mulutnya. Menyesapnya secara bergantian, dimana wajah Gadis mulai kian memerah akibat ulah Putra tersebut, namun Gadis menahan untuk tidak mengeluarkan suara aneh yang sudah dua kali ia loloskan dari mulutnya sebelumnya.


Gadis menggigit bibirnya. Sentuhan Putra pada dirinya, adalah sentuhan perdana dari seorang pria yang menciptakan gelenyar aneh yang sukar untuk Gadis gambarkan rasanya.


Tangannya yang ditahan Putra itu seolah ingin Gadis lepaskan, untuk menarik jauh Putra yang sedang bermain dengan dua aset berharganya yang diselingi dengan gigitan kecil diarea dadanya.


Namun tenaga Gadis seolah menghilang saat ini.


Jadi, yang Gadis bisa lakukan hanya bergerak gelisah dengan kepalanya yang bergerak ke kanan dan ke kiri.


Gadis hanya bisa memejamkan matanya, sembari sekuat tenaga meredam lenguhan agar tak lolos dari mulutnya. Kala sentuhan-sentuhan Putra berikut ciuman dan kecupan Putra menjelajah nakal di setiap inci tubuh Gadis.


Hingga Gadis kemudian membelalakkan matanya saat Putra melebarkan kakinya dimana Putra juga bergerak turun yang sepertinya tertuju pada pusat inti tubuh Gadis.


“Tung... Tunggu ...”


Gadis menjadi super canggung dan hendak mencegah Putra melakukan lebih jauh lagi.


Tapi sayangnya terlambat. Putra sudah menyerang pusat inti tubuh Gadis yang membuat Gadis merasa benar-benar gila.


Gadis blingsatan, macam orang kesetanan.


Gadis mencoba berontak untuk bisa melepaskan dirinya dari Putra sekarang karena tak sanggup menahan sensasi campur aduk yang sungguh membuat kepala Gadis terasa sangat pusing atas gejolak yang Putra berikan dibawah sana.


Dan sialnya, dimana Gadis lagi-lagi merutuki dirinya, kala ia tak sanggup lagi menahan suara aneh yang sedari tadi ia tahan keluar dari mulutnya. Lenguhan Gadis akhirnya lolos begitu saja.


Sampe sini dah aus? 


Wkwkwkwkwk


*****


Putra sendiri memang sama sekali tidak memiliki pengalaman berbagi keintiman dengan wanita.


Putra tidak pernah menjalin suatu hubungan dengan seorang wanita pun sebelumnya. Jangankan menjalin tautan asmara, dekat dengan seorang wanita pun Putra selalu merasa enggan, hingga ia bertemu Gadis.


Yang entah bagaimana, bisa menghangatkan hati seorang Putra Adjieran yang dingin itu. Hingga keinginan untuk memiliki perawat bernama Gadis yang lebih dulu akrab dengan Anthony itu kian besar setiap waktunya.


Jangankan membawa wanita naik ke atas ranjang, mencium bibir seorang wanita saja baru Putra lakukan pada Gadis. Jadi katakanlah, Putra nol pengalaman soal urusan berbagi keintiman bersama wanita.


Dan yang Putra lakukan saat ini pada Gadis, hanya mengikuti insting kelakiannya saja. Kaki Gadis yang orangnya nampak berontak untuk melepaskan diri, Putra kunci dengan belitan tangan kokohnya hingga Gadis kemudian terlihat frustasi dan tak berdaya.


Sesekali Putra melirik Gadis yang sedikit mengangkat tubuhnya memperhatikan Putra, melemparkan tatapan memohon agar Putra menjauh dari tempat lidah Putra sedang bermain sekarang. Putra tersenyum disela kegiatannya melihat ekspresi Gadis itu.


Wajah Gadis yang memohon dengan mata yang memandang sayu, sungguh benar-benar Putra nikmati saat ini. Hingga kemudian terdengar suara Gadis yang begitu parau. “Put-raa ... hen-ti-kaann ...” Melirih seolah memohon ampun pada Putra.


Alih-alih berhenti, Putra malah semakin menjadi. Membuat Gadis kian menggila hingga kembali blingsatan. Badan Gadis mulai terasa bergetar.


Dimana insting kelakian Putra merasa jika Gadis sudah hampir mencapai batasnya pertahanan gejolaknya. Dan Putra menghentikan aksinya.


Putra ingin Gadis mendapatkan ******* pertamanya utuh bersama dengan dirinya.


Karena itu Putra  pun kini sudah beringsut untuk mensejajarkan kembali dirinya dengan Gadis. Sudah nampak siap


untuk melakukan penyatuan dengan wanita tercintanya itu.


Namun penyatuan itu tidak Putra segerakan.

__ADS_1


Untuk sejenak, ia memandangi wajah Gadis.  Gadis yang begitu cantik tanpa cela di mata Putra, begitu indah hingga membuat Putra jatuh begitu dalam padanya.


Sama seperti halnya Gadis, Putra juga merasa dirinya gila yang mampu mendamba seorang wanita sebagaimana ia begitu mendambakan Gadis seutuhnya.


Bahkan Putra tak menyangka, jika seorang perawat cantik namun sederhana itu mampu meluluhkan hatinya. Membuatnya mengenal apa itu cinta, hingga begitu menginginkan perawat bernama Gadis itu, Putra miliki sepenuhnya


“I love you (Aku mencintaimu), Gadis ...” Bisik Putra dengan mesra di telinga Gadis. Dimana Gadis langsung mendekap erat Putra seraya menutup matanya karena merasa Putra akan segera melakukan penyatuannya setelah Putra berbisik dengan suara parau nya yang dalam.


“Aku juga mencintaimu, Putra ...”


Gadis membalas bisikan mesra Putra dengan cara yang sama.


Putra mulai menggerakkan tubuh bagian bawahnya, untuk melakukan penyatuannya dengan Gadis.


Namun tak semudah yang Putra bayangkan, karena Gadis begitu sulit di tembus. Hingga setelah berhasil, jeritan Gadis yang tertahan pun terdengar.


“Pe-lan, Pu-traa...”


Gadis melirih. Putra menatapnya sembari membereskan anak rambut Gadis yang berantakan.


Tidak perlu Gadis peringatkan pun pasti Putra akan sangat berhati-hati saat ini.


Sesuatu yang dirasa menghalangi dibawah sana hingga Putra tidak dapat masuk secara keseluruhan dalam satu gerakan, membuat Putra yakin ini adalah kali pertama Gadis melakukan keintiman bersama seorang pria.


Hingga saat satu hentakan kencang dan dalam Putra lakukan, jeritan Gadis sempurna terdengar seiring dengan cengkraman kuat di punggung Putra hingga terasa pedih, Putra tahu jika ia sudah berhasil.


Dimana Gadis merasakan sakit yang luar biasa berpadu dengan rasa aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


**


Putra menjeda, meski kini ia sudah benar-benar tenggelam dalam Gadis. Ada sesuatu yang hangat yang Putra rasa merembes dibawah sana. Putra sudah mengira akan sesuatu yang ia rasakan hangat menjalar sedikit dibawah sana.


Membuat Putra yakin seribu persen, jika ia adalah pria pertama yang benar-benar menyentuh Gadis. “You’re mine Gadis ... ( Kamu milikku Gadis ) ...” Kembali Putra berbisik mesra di telinga Gadis.


Sembari Putra mengecupi wajah Gadis dan airmata Gadis yang turun sebulir disudut matanya.


“Maaf, ya...”


Putra mulai bergerak.


Perlahan, kala Gadis dirasa sudah mulai menerimanya dibawah sana. Dan menikmati penyatuannya dengan Gadis.


Ingin rasanya Putra mengumpat kencang kala ia sudah mulai bergerak perlahan dan teratur menguasai tubuh Gadis saat ini.


Gadis-nya senikmat ini ternyata.


Putra benar-benar merasa dirinya seolah tenggelam, dalam sensasi kenikmatan yang tiada tara.


Hingga suara erangan lolos dari mulut Putra, yang bersahutan dengan desisan Gadis serta deru nafas keduanya yang memburu.


*****


Putra semakin cepat bergerak dalam Gadis sembari memeluk wanita itu yang nafasnya terengah-engah dengan hebat, sekaligus Gadis merasa bagian bawahnya ia rasa penuh dan sesak. Memeluk Putra dengan erat, bahkan kakinya begitu lancang Gadis rasa melingkar di pinggang Putra.


Mau bagaimana habisnya? Gadis seolah tak kuat menahan sensasi gelora yang Putra berikan saat ini, yang sukar dilukiskan dengan kata-kata.


Gadis semakin merapatkan tubuhnya pada Putra hingga pada akhirnya ia menjerit dan memejamkan matanya, sembari tangan Gadis meremat kuat rambut Putra saat Putra menghujamnya kuat dan dalam.


Dimana Putra menggeram diceruk leher Gadis yang meremat kuat rambutnya saat ini. Setelah keduanya sampai bersama-sama pada pelepasan yang dirasa begitu dahsyat menggulung di sekujur tubuh mereka.


*****


Aer mana Aer


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2