
Happy reading .....
**********************
Inggris .....
Putra kini telah berada di sebuah tempat yang mempertemukan sungai Thames dan Bow Creek pada sebuah semenanjung.
“Take him here ( Bawa dia ke sini )”
Suara Putra terdengar memberikan perintah.
Pada seorang anak buah yang mempertanyakan soal seseorang yang ada di dalam bagasi mobil yang Putra dan Accursio tumpangi. Yang mana Jaeden adalah orang tersebut.
Setelahnya Putra kembali pada Damian dan bertanya, selepas anak buahnya menyahut sigap perintahnya lalu kemudian pergi untuk melakukan apa yang Putra minta untuk dilakukan.
“Where’s the boy? ( Dimana anak itu? )”
Suara Putra terdengar datar dan dingin.
“In the ship ( Di dalam kapal) –“
“How about that boy’s mother? ( Bagaimana dengan ibunya anak itu? )”
Putra kembali bertanya.
“Also already in the ship ( Juga sudah berada di dalam kapal )”
“Let’s go then ( Ayo kalau begitu )”
Putra melangkahkan kakinya menuju kapal yang cukup besar ukurannya.
♦
Garret yang sudah selesai dengan urusannya di dalam sebuah kontainer besi besar itu, tak lama keluar dari dalam kontainer tersebut saat Putra - Damian dan Accursio sudah hendak melangkah masuk ke dalam sebuah kapal dengan ukuran yang cukup besar.
Dengan dua orang anak buah mereka menyeret Jaeden yang nampak belum sadarkan diri itu dibelakang para bos mereka.
“Oh wow.”
Garret langsung berdecak takjub ketika Jaeden telah di letakkan di atas lantai dalam satu ruangan di dalam kapal kargo yang sebelumnya sudah Putra minta untuk disiapkan bagaimanapun caranya.
Lalu Garret membuka kain berbahan karung yang menutupi kepala Jaeden, dimana pria itu masih belum membuka matanya.
Decakan takjub Garret itu tercetus ketika ia melihat wajah Jaeden hampir penuh dengan lebam dan luka dimana darah yang ada di wajah Jaeden itu sebagian sudah terlihat mengering, setelah Garret membuka kain yang dipasangkan di wajah pria itu sebelumnya.
“Such a tough guy, knowing that he’s alive after you make him like this ( Sungguh pria tangguh, jika dia masih hidup setelah kau membuatnya seperti ini ), Fratello mio ....”
Garret berucap dengan dirinya yang menyentuh salah satu titik nadi Jaeden.
♦
“Bad guy will live long .... But a mtherfucker will live longer* ( Pria buruk akan hidup lama .... Tetapi seorang keparat akan hidup lebih lama ) –“
“Heh! He’s more than just a mtherfucker* ( Heh! Dia lebih dari seorang keparat )!”
Damian dengan cepat menimpali ucapan Putra sambil memandang sinis dan seolah jijik pada Jaeden yang masih bergeming dengan ketidaksadarannya itu.
“He’s still alive, but not move ( Dia masih hidup, tapi tidak bergerak )” cetus Garret.
“We will lose those fun if he get comma ( Kita akan kehilangan banyak kesenangan jika dia koma ) ....” Damian menimpali ucapan Garret.
Sambil salah seorang saudara angkat Putra itu, menyentuh dagu Jaeden dengan ujung sepatunya.
Sementara Putra memandangi Jaeden dengan dingin.
“As I said, bad guy will live long .... But a mtherfucker will live longer* ( Seperti yang aku katakan, pria buruk akan hidup lama .... Tetapi seorang keparat akan hidup lebih lama ) ....”
“Then wake him up ( Maka bangunkan dia ) ....”
Garret berujar, dan Putra mengangguk. Lalu seorang anak buahnya terdengar berbicara.
__ADS_1
Namun sergahan Putra langsung terdengar juga ketika salah seorang anak buahnya yang barusan berbicara dan mengatakan akan mengambil seember air untuk menyiram Jaeden untuk mengetes apakah pria itu dalam kondisi koma atau tidak.
“No need to get a bucket of water to wake him up ( Tidak perlu mengambi seember air untuk membangunkannya ) ....” ucap Putra. “Just stay right where you are or go to do something else ( Tetaplah di tempatmu, atau pergilah melakukan hal lain ) ....”
“Yes, Boss.”
“Gar ....” Putra memanggil Garret.
♦
“Give me our favorite equipment ( Berikan padaku peralatan kesukaan kita ) ....”
Ucapan Putra pada Garret yang langsung tersenyum lebar, yang kemudian langsung merogoh saku mantel panjangnya.
“Get him up and put him there ( Angkat dan letakkan dia di sana )”
“Yes Boss!” sahut anak buah yang ikut dengan Putra dan rombongan inti ke dalam sebuah kapal kargo yang berhasil disediakan oleh sekutu mereka yang bernama Tommy.
“Let’s check if he’s comma or not ( Mari kita cek apa dia memang koma atau tidak ) ....”
“Why don’t right cut his hand than cutting his fingers? ( Kenapa tidak langsung memotong tangannya saja daripada hanya memotong jari-jarinya? ) ....”
Damian berujar santai.
“And I will lose the fun ( Dan aku akan kehilangan kesenangan )”
Putra menyahut dengan santai dan tersenyum miring. Sementara Accursio geleng-geleng saja melihat tiga orang yang sepertinya menyiksa musuh-musuh mereka terlebih dahulu sebelum benar-benar dibunuh, adalah hobi mereka.
♦
“Give it to me ( Berikan itu padaku ) ....”
Putra yang sudah berjongkok di depan Jaeden yang telah didudukkan serta disandarkan ke sebuah dinding bagian dalam kapal sambil dipegangi oleh dua anak buah Putra agar tidak sampai tersungkur karena belum juga sadar, menadahkan tangannya kepada Garret.
“Let me do that. So you won’t make your hand dirty ( Biar aku yang melakukannya. Jadi kau tidak akan membuat tanganmu kotor )” ucap Garret.
“I’m okay if my hand dirty with this mtherfucker’s blood* ( Aku tidak masalah jika tanganku kotor dengan darah keparat ini )” sahut Putra.
“If you say so, Boss ( Jika memang maumu begitu, Bos ) ....”
“Here ( Ini )”
Lalu Garret memberikan sebuah alat yang dapat melakukan beberapa hal menyakitkan di daerah sekitar tangan.
Putra menerima alat tersebut yang kemudian ia perhatikan sesaat.
“Hemm.” Putra menggumam samar, lalu mengetuk – ketukan pelan sebuah alat eksekusi yang telah ia pegang ke satu tangan Jaeden.
Kemudian satu anak buah yang paham memegangi tangan kiri Jaeden yang telah diangkat dan di hadapkan kepada Putra yang nampak sudah siap menggunakan alat eksekusi yang telah dipegangnya itu.
♦
KLAKK!
Suara alat yang sedang digunakan fungsinya terdengar bersamaan kuku di jari tangan pertama Jaeden yang Putra lepaskan secara paksa dari tempatnya.
Lalu Putra melirik pada Jaeden. Dan pria itu nampak masih bergeming.
“Hemm.” Putra menggumam lagi.
“Maybe he is get comma.”
( Mungkin ia memang koma )
Damian berkomentar.
“One doesn’t mean anything.”
( Satu tidak berarti apa – apa )
Putra menimpali komentar Damian.
__ADS_1
KLAKK!
Satu kuku lagi dilepaskan dari jari kedua milik Jaeden.
Masih sama, Jaeden tak bereaksi.
“Do we have salt here ( Apa kita memiliki garam di sini )?-“
“I think there is ( Sepertinya ada ) ....” tukas Garret. Lalu Damian dan Accursio mengiyakan ucapan Garret itu.
“There must be a kitchen in this ship ( Pasti ada dapur di kapal ini )-“
“You ....”
Garret beralih ke satu anak buah yang sedang memegangi Jaeden.
“Go to this ship kitchen and get salt ( Pergi ke dapur kapal ini dan dapatkan garam ) ....”
Perintah Garret kemudian, dan anak buah yang diperintahkan oleh Garret itu langsung sigap bergerak melakukan apa yang Garret suruh barusan.
Sementara satu anak buah lain menggantikan tugas salah seorang rekannya untuk memegangi Jaeden, dimana Putra masih nampak asik ‘bermain – main’ dengan kuku jari Jaeden.
Hingga tak lama kemudian.
“Aargggghhh ....”
Suara aduhan tajam terdengar seiring tubuh Jaeden yang bergerak, setelah Garret menaburkan garam -- yang ditemukan oleh salah seorang anak buah yang sebelumnya ia perintahkan untuk mencari bubuk senyawa ionik tersebut, pada empat jari orang yang kukunya telah dilepaskan dengan paksa oleh Putra.
Jaeden tentu saja orang tersebut. Yang nampak mulai membuka matanya sembari mengaduh kesakitan.
“See? .... A bloody mtherfucker will live longer ( Lihat kan? .... Keparat sialan akan hidup lebih lama )” sinis Putra. “How was your sleep* ( Bagaimana tidurmu )?-“
“Aargggghhh ....” Jaeden masih mengaduh kesakitan, lalu menatap penuh kebencian pada Putra yang barusan bertanya padanya itu. “I still have plan C ( Aku masih punya rencana C )“ ucap Jaeden kemudian.
“Hahahahahaha!!!! ....” tawa Putra membahana tak lama Jaeden berucap barusan seolah menggambarkan sebuah ancaman. “You have a lot of plan .... But all of it were sucks ( Kau punya banyak rencana .... Tapi semuanya payah )”
Damian, Accursio dan Garret menyeringai menatap Jaeden. Seiring Accursio menggerakkan tangannya ke udara, lalu beberapa orang bergerak dari tempat mereka. Dan tak lama beberapa orang yang tadi hengkang dari tempatnya, kembali lagi dengan empat orang yang sudah nampak tak bernyawa.
Putra menyeringai menatap Jaeden yang nampak terkejut.
“Are they’re, your plan C? .... Your Deutsche brothers ( Apa mereka, rencana C mu? .... Saudara Jerman mu )? ....”
Lalu Putra berucap remeh.
“’DJ’s Grosny’ men ( Bawahannya ‘DJ yang mengerikan’ )? ....”
Putra terkekeh sinis kemudian.
“Seems that the rumor of how great his men was just a figment ( Sepertinya isu tentang betapa hebat orang-orangnya itu hanya sebuah isapan jempol )-“
“I’m sure it is ( Aku yakin begitu ) ....” Damian menimpali dengan sama remehnya seperti Putra. “These people, beside your closest. Are also the best men of DJ from their tatoos ( Orang-orang ini, selain dekat denganmu. Juga merupakan orang-orang terbaiknya DJ jika melihat tato mereka )”
“But need less than ten minutes to take them down, also their other partners that our men put them in the forest for bears food ( Tapi hanya membutuhkan kurang dari sepuluh menit untuk melumpuhkan mereka, termasuk juga para rekan mereka yang sudah diletakkan orang – orang kami di hutan untuk makanan beruang )” timpal Accursio remeh dan sinis.
“Now, do you have plan D ( Sekarang, apa kau punya rencana D ), Jaeden Zepeto?-“
“H-ow ....” gagap Jaeden setelah Putra melemparkan beberapa lembar foto yang diberikan satu anak buahnya dari sekian banyak yang ada bersamanya di dalam kapal.
“All Zepetos and everyone connect with them at Saint Bees are gone ( Semua Zepeto dan setiap orang yang terhubung dengan mereka di Saint Bees telah tiada )....”
Putra berucap lagi dengan seringai iblis di wajahnya.
“Some of them burn alive, and some of them are hitted until death. Also all of your allies here at England ( Beberapa dari mereka terbakar hidup-hidup, dan beberapa dipukuli hingga mati. Termasuk juga para sekutumu di Inggris ini )”
“You ( Kau ) ....”
“And your chicago’s friend too ( Dan teman Chicago mu juga )” celetuk Damian.
Putra menyungging miring.
“And about your fam at Saint Bees ... I left two.... ( Dan tentang keluargamu di Saint Bees....Aku menyisakan dua )” ucap Putra kemudian. “For now ( Untuk sekarang ) ....”
__ADS_1
♦♦♦
To be continue .....