LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 407


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indonesia,


“You might to check up your pregnancy at the big hospital in the capital when Putra comeback here ( Kamu periksakan kandunganmu di rumah sakit besar yang ada di ibukota saat Putra kembali ), ya? ..”


Adalah Bruna yang berkata pada Gadis, selepas ia, Garret, Anthony berikut Gadis, sedang berjalan bersama setelah memeriksakan kandungan Gadis di rumah sakit yang berada di pusat kota yang sama dengan villa tempat tinggal mereka.


“Iya, Bru. Tidak masalah periksa dimanapun menurutku. Yang penting kandunganku sehat ..” jawab Gadis sambil mengelus lembut perutnya dan Bruna yang paham ucapan Gadis itu tersenyum seraya mengangguk.


*****


“By the way ( Ngomong – ngomong ), Gar ..”


“Yes, Gadis? ..”


“Do you have plan to visit my village again ( Apa kamu berencana untuk mengunjungi desaku lagi )?”


Gadis yang sebelumnya menegur Garret itu, bertanya kemudian pada pria tersebut. Dimana Garret pun langsung menjawab Gadis.


“Yes.”


“When?”


“After here ( Setelah dari sini )”


*****


“I told about it last night ( Aku mengatakan tentang hal itu semalam ), Gadis.”


Bruna yang kemudian bicara setelah Garret menjawab pertanyaan Gadis tadi.


Dan Gadis pun langsung saja menoleh kepada Bruna yang kemudian bicara lagi.


“That Garret will go back there to get the list that he asked to the head of your village.”


“( Bahwa Garret akan kembali ke sana untuk mengambil daftar yang ia minta kepada kepala desamu )”


“Ah ya, I forget about it ( Ah iya, aku lupa tentang itu ) –“


“Because you busy remembering Putra ( Karena kamu sibuk mengingat Putra )”


Bruna lalu menggoda Gadis yang langsung saja terkekeh mendengar kalimat Bruna yang mencandainya itu.


‘Padahal memang aku benar lupa jika Bru mengatakan soal itu semalam. Malah aku memang tidak ingat aku mendengar Bru mengatakan soal itu.’


Gadis lalu membatin. Dimana memang saat Bruna mengatakan rencana Garret yang akan kembali ke desanya, Gadis sedang sibuk melamun sendiri, memikirkan surat tanah milik orang tuanya.


*****


“I will drop you, Bru and Anth ( Aku akan menurunkanmu, Bru dan Anth ) –“


“No, I want to go with you ( Tidak, aku ingin ikut bersamamu ), Daddy Garret ..” tukas Anthony.


“Heeemm –“


“Please? –“


“Alright, then.”


( Baiklah )


*****


Seperti biasa dan seringnya, Garret tidak dapat menolak permintaan Anthony, apalagi jika Anthony memohon sambil memasang tampang imutnya.


“Aku juga ikut, ya Gar? ..” cetus Gadis setelah Garret mengiyakan permintaan Anthony yang meminta untuk ikut dengan salah satu ayah angkatnya itu, yang hendak kembali menyambangi desa kelahiran Gadis.

__ADS_1


“I think better you’re not ( Aku pikir sebaiknya tidak ), Gadis ..” tukas Bruna.


“Euuummm –“


“Apa kamu tidak merasa lelah, Gadis? ..”


Garret yang kemudian berujar seraya bertanya pada Gadis, saat istri Putra itu sedang hendak membalas ucapan Bruna.


Dan Gadis spontan menoleh sekaligus memandang kepada Garret.


“Tidak kok, Gar,” lalu Gadis langsung menjawab Garret. “Aku masih ingin melepas rindu di desaku itu. Selain, aku ingin memberikan tanda terima kasih, pada seorang teman yang sangat baik padaku, saat aku tinggal di sana.”


Gadis kemudian menoleh lagi kepada Bruna.


“I remember tentang temanku itu, and I want to give him my gratitude ( dan aku ingin memberikan rasa terima kasihku padanya ), karena sudah lama sekali aku menundanya –“


“Alright, then.” Bruna dan Garret lalu sama menyahut, sambil mengiyakan permintaan Gadis yang ucapannya terdengar sedikit memohon itu.


*****


Setelah Bruna dan Garret mengiyakan permintaan Gadis yang ingin ikut untuk menyambangi kembali desa kelahirannya, Gadis juga memohon ijin kepada kedua orang itu untuk mampir ke beberapa toko untuk membeli buah tangan --- yang ingin ia berikan pada teman berikut keluarga temannya tersebut.


Sekaligus juga, Gadis membelikan buah tangan untuk kepala desa dan keluarganya. “Aku membawa uang kok, Gar,” ucap Gadis pada Garret ketika di toko pertama yang ia Garret, Bruna serta Anthony sambangi --- Garret langsung mengambil alih untuk membayar belanjaan Gadis. “Kamu bayarkan yang dibeli untuk keperluan di villa saja, ya? Biar oleh – oleh untuk temanku dan Pak Firman dan keluarganya,  aku sendiri yang membayarnya ..”


Garret tersenyum saja setelah mendengar penuturan Gadis barusan. Dimana Garret kemudian langsung menanggapi penuturan Gadis tersebut.


“Me, as Putra, Dami, and Ad. Just like all of men at our family ( Sama seperti pria – pria dalam keluarga kami ) .. Jika memang kami, katakanlah mampu .. Tidak akan pernah, membuat wanita mengeluarkan uang mereka, jika sedang bersama kami. No matter who is that woman ( Siapapun wanita itu )”


Sambil Garret mengeluarkan dompetnya. Lalu bertanya pada pramuniaga toko tentang jumlah total semua belanjaan yang dibeli Gadis, termasuk juga Bruna yang membeli beberapa barang di dalam toko yang sedang mereka sambangi itu.


Dimana Gadis tidak dapat menahan tindakan Garret yang membayarkan belanjaan pribadinya itu yang berupa oleh – oleh untuk beberapa kenalan Gadis.


Jadi Gadis kemudian tersenyum dan berterima kasih saja pada Garret.


*****


Meski tujuan setelah dari pusat kota adalah desa kelahiran Gadis dan meski penumpang dalam satu mobil itu berhenti sejenak di depan gerbang halaman depan mereka yang masih belum diberikan pagar pembatas permanen, namun tidak ada yang keluar dari dalam mobil hingga satu mobil nampak keluar dari villa tempat tinggal dari mereka yang berada di dalam satu mobil tersebut, yakni Gadis, Anthony, Garret dan Bruna --- termasuk Suheil yang kembali tetap menjadi supir ke empat orang tersebut.


“Baik, Tuan Gerret ..”


Suheil menjawab santun, lalu ia kembali melajukan mobil yang ia kemudikan itu.


“That is Arthur, right? ( Itu Arthur, kan? ) ..” tanya Gadis yang langsung diiyakan oleh Garret dan Bruna.


*****


Dua mobil yang sebelumnya berjalan beriringan bersama satu mobil yang berisikan dua orang bodyguard beserta satu sepeda motor yang juga adalah bodyguard dari keluarga baru Putra selepas mereka tinggal di villa mereka sekarang, setelah terpaksa meninggalkan Ravenna, Italia --- kala itu, kini telah sampai di desa kelahiran Gadis.


Dimana setelah sampai, Gadis – Anthony – Garret dan Bruna berikut juga Arthur, langsung saja menyambangi rumah kepala desa di desa kelahiran Gadis tersebut, dan Garret yang didampingi Arthur untuk membahas kembali hal yang sempat Garret bahas pada kedatangan sebelumnya itu --- langsung kepada pokok permasalahan saat sang kepala desa dan istri serta beberapa anggota keluarga mereka, menyambut kedatangan Garret dan rombongan.


Dan atas hal tersebut, Gadis yang penasaran pun pasang telinga atas pembicaraan Garret dan Arthur bersama kepala desa di desa kelahirannya tersebut.


Namun tidak banyak yang dapat Gadis dengar, karena tak lama Gadis dan lainnya dipersilahkan duduk, Anthony merengek sekaligus meminta untuk bermain di area persawahan lagi.


Area persawahan tempat Anthony sempat bermain – main di sana saat kedatangannya kemarin.


*****


“Just few minutes more ( Hanya sebentar lagi ), Anth. Okay? ..“


Garret yang berujar, karena Anthony merengek padanya. Dimana memang kemarin Garret yang turun menemaninya main di persawahan.


Dan atas Anthony yang merengek padanya itu, Garret sedikit menjadi tidak fokus dengan tujuannya datang yang ingin bicara panjang lebar, tidak hanya mengambil daftar orang – orang yang berhutang kepada seorang rentenir yang telah ia dan para saudaranya habisi itu.


Garret berusaha membujuk Anthony. Menenangkan lebih tepatnya. Karena Anthony --- katakanlah nampak rewel. Hingga agak sulit untuk dibujuk untuk sebentar saja bersabar untuk menunda bermain ke persawahan yang ia inginkan, dan Anthony yang agak rewel itu, tak luput dari perhatian Gadis.


*****


“Anthony sepertinya sudah lelah dan mengantuk,” celetuk Gadis yang kiranya menduga kenapa Anthony menjadi sedikit rewel.

__ADS_1


Dimana ucapan Gadis itu menjadi perhatian Garret, Bruna serta Arthur.


“Well, better we comeback here tomorrow, Mister Garret. Beside, we already got the list. We can talk more about this before we explain the detail of the return from those marketable securities ( Kalau begitu, sebaiknya kita kembali besok saja, Tuan Garret. Lagipula,  daftarnya sudah ada. Kita dapat membicarakannya lebih lanjut di villa sebelum kita menjelaskan detail untuk pengembalian surat – surat berharga tersebut )”


Arthur langsung angkat suara.


“I think you’re right ( Aku rasa kau benar ), Ar ..” sahut Garret. “Shall we? ( Ayo? )”


“Are you guys are done? ( Kalian sudah selesai memangnya? )” melihat Garret yang menunjukkan gelagat untuk berpamitan kepada kepala desa, Gadis pun mencetuskan pertanyaannya.


“You said Anth is tired ( Kamu mengatakan jika Anth lelah ) –“


“I’m not tireedd. I just want to play at the rice fields that I was played at there yesterday ( Aku tidak lelaahh. Aku hanya ingin bermain di persawahan tempatku bermain kemarin ) –“


“Okay, okay –“


“Gar, Arthur. Kalian tuntaskan saja urusan kalian di sini.”


Gadis kemudian menyergah setelah Garret yang sebelumnya berujar padanya namun ucapannya langsung dipotong Anthony dengan rengekan dan Garret kemudian mengiyakan dengan pasrah permintaan Anthony.


Sergahan Gadis dalam kalimat yang menggunakan Bahasa Indonesia itu dipahami oleh Garret serta Arthur yang memang sudah cukup lama berdomisili di Indonesia.


“Biar aku saja yang menemani Anthony. Sekaligus aku menemui teman yang tadi aku bilang tadi ..”


“But you can’t go down to that rice fields ( Tapi kamu tidak boleh turun ke persawahan itu ), Gadis ..”


Bruna menyambar.


“It’s slippery ( Disana licin )”


*****


Setelah Bruna mengingatkannya, Gadis kemudian menenangkan satu saudari Putra dan satu saudara lelaki suaminya itu dengan mengatakan jika iya tidak akan ikut turun ke persawahan, melainkan seperti kemarin --- berdiri di jalanan bagian atas persawahan yang dibentuk terasering itu. Dan biar Anthony bermain di sana dengan Suheil dan bodyguard mereka yang menemani sekaligus menjaga.


Sehingga kedatangan Garret dan Arthur untuk urusan mereka yang Gadis terka pasti juga ada hubungan bisnis didalamnya mungkin? --- tidak sia – sia. Toh Gadis yakin jika urusan yang sedang Garret dan Arthur itu juga berhubungan dengan keluarga mereka.


Dan Gadis tidak ingin apa yang perlu dituntaskan dengan cepat menjadi tertunda.


Lalu soal Anthony, Gadis yakin dapat menangani kerewelan anak itu sekarang.


Lagipun, Anthony biasanya cepat membaik moodnya jika kerewelannya itu dikabulkan.


Kemudian akan lebih mudah membujuknya. Dan Garret serta Bruna mengiyakan usulan Gadis.


*****


Dengan ditemani Bruna dan istri kepala desa, serta satu orang wanita lagi yang merupakan bagian dari keluarganya sang kepala desa, Gadis sudah berdiri di tempat yang sama di tempatnya berdiri kemarin sambil memandangi Anthony yang sudah turun ke persawahan.


Dimana bocah tampan itu ditemani dan dijaga oleh Suheil dan dua orang bodyguard, bermain di persawahan seperti yang ia inginkan.


Dan seperti kemarin juga, Bruna agak maju lebih dekat ke turunan terasering untuk mengawasi Anthony --- yang sebelumnya sudah dinasehati agar sebentar saja bermainnya.


*****


Jika kemarin Gadis lebih banyak mengobrol dengan sang istri kepala desa, kali ini Gadis lebih banyak memperhatikan Anthony yang sedang bermain di area persawahan. Namun kemudian ia ingat jika ia ingin menemui teman lamanya di desanya itu, dan Gadis mempertanyakan hal itu pada istri sang kepala desa yang sedang menemaninya.


“Tadinya aku ingin mengunjungi Aang dan Ibu Mimin. Tapi berhubung Anthony rewel, sepertinya aku tunda dulu untuk menemui mereka. Aku titip saja buah tangan untuk mereka ke Ibu, boleh?”


“Ya boleh atuh, Gadis.”


“Terima kasih ya, Bu? Aku ambilkan dulu buah tangan untuk mereka di mobil.”


Gadis kemudian berbalik dan hendak melangkah menuju ke arah mobil yang ia tumpangi sebelumnya.


Namun baru satu langkah Gadis bergerak,


“AKH!”


Pekikan Gadis terdengar, seraya dirinya yang terjatuh dengan cukup keras akibat terdorong oleh beberapa orang yang berlarian dari arah jalanan bawah untuk menyusuri persawahan.

__ADS_1


********


To be continue .....


__ADS_2