
Happy reading....
🌓🌓🌓
England,
Ada Putra dan Accursio yang duduk di kursi penumpang sebuah mobil yang sedang menuju ke sebuah area lingkungan tempat tinggal yang identik dengan kaum borjuis Inggris tertentu.
“I thought you guys will punish him together, since he’s a big traitor among all just like you guys planned to that main bastardo ( Aku kira kalian akan menghukumnya bersama, mengingat dia adalah pengkhianat terbesar diantara semuanya seperti bagaimana kalian merencanakan untuk menghukum satu bajing*n utama itu )”
Accursio yang barusan berbicara selepas sebelumnya ia dan Putra mendengarkan Damian berbicara di alat komunikasi mereka. Namun Putra yang tadinya hendak menyahut dan menimpali ucapan Damian pada alat komunikasi tersebut, urung karena Damian terkesan sibuk dan hanya sekedar memberitahukan rencananya tanpa meminta pendapat.
Lagipula, Putra juga urung bicara karena suara pria yang ditargetkan untuk diurus oleh Damian pun sudah keburu terdengar di alat komunikasi mereka.
Putra langsung tersenyum tipis selepas mendengar ucapan Accursio tadi.
Putra pun langsung menanggapi ucapan Accursio tadi setelah ia menyunggingkan senyuman tipis.
“One Damian enough to represent ours to give that traitor a torturing punishment. Beside, that traitor is also has a direct connection with Dami’s Dad dan Brother’s death. So I believe that Dami won’t give an easy death for Gaines.”
( Satu Damian cukup untuk mewakili kami untuk memberikan si pengkhianat itu sebuah hukuman yang menyiksa. Lagipula, si pengkhianat itu juga memiliki hubungan langsung dengan kematian Ayah dan Kakak lelakinya. Jadi aku percaya jika Dami tidak akan memberikan kematian yang mudah pada Gaines )”
❄
“Well, I believe how mean that one of your brother is---if he’s already that close to you so well ( Yah, aku percaya akan menjadi sebagaimana kejamnya salah satu saudaramu itu---jika dia sudah begitu dekatnya denganmu )”
“Haha ..”
Putra tertawa renyah.
“I’m not mean, okay---I’m just assertive ( Aku tidak kejam, oke?---Aku hanya tegas ) ..”
Accursio mendengus geli sekaligus berdecih remeh setelah mendengar sergahan Putra yang memberikan sangkalan tentang dirinya seperti yang Accursio bilang tadi.
“Heh! .. Your assertive is talking about taking out someone’s kidney out of his place when that person is stiil concious ( Ketegasanmu itu membuat ginjal seseorang keluar dari tempatnya saat orang itu dalam keadaan sadar )”
Putra pun kembali tertawa renyah setelah mendengar ucapan Accursio yang terdengar lebih kepada sebuah cibiran itu. “You need to try it sometimes, Sio. So them who want to mess up with will think more than twice ( Kau perlu mencobanya kapan-kapan, Sio. Jadi mereka yang mencoba untuk mengganggumu akan berpikir lebih dari dua kali untuk melakukannya )”
Putra berseloroh, dan Accursio spontan berdecih geli.
“I won’t make my hand dirty with ‘dogs’ blood ( Aku tidak mau mengotori tanganku dengan darah ‘anjing’ )”
Putra pun terkekeh mendengar kalimat sarkasme yang keluar dari mulut Accursio.
❄
Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Putra dan Accursio telah sampai di sebuah jalanan dimana di belokan depan yang terhampar pada jalanan di bawah mobil tersebut adalah jalan masuk menuju ke sebuah area yang hanya memiliki beberapa bangunan besar yang dibangun di atas pada masing-masing bagian tanah yang cukup berjarak.
__ADS_1
Dimana satu anak buah yang bertindak sebagai supir pada mobil yang Putra dan Accursio tumpangi itu, sudah tahu apa saja yang harus dia lakukan tanpa lagi bertanya pada dua tuan besarnya itu. Dan satu anak buah yang bertindak sebagai supir itu, melewati belokan dari sebuah hunian yang memiliki lahan-lahan yang khusus.
Dimana satu lahan khusus di sana, berdiri sebuah bangunan megah yang paling kontras dari beberapa diantaranya.
“Clear up everything inside there, Yo. But left the maids and gathered them ( Bersihkan semua yang ada di sana, Yo. Tapi tinggalkan para pelayan dan kumpulkan mereka semua )”
Putra berbicara di alat komunikasi yang berhubungan langsung dengan satu orang, yakni Yona.
❄
“And don’t be conspicuous ( Dan jangan mencolok )”
Ucapan Putra berikutnya pada Yona melalui alat komunikasi mereka, yang langsung mendapat tanggapan dari Yona.
“Got that ( Iya aku paham )” sahut Yona dari seberang alat komunikasi yang dipegang Putra.
“Connect me with Thom ( Hubungkan aku dengan Thom )”
Putra lalu bicara pada satu anak buahnya yang duduk di kursi penumpang depan.
“Yes, Boss.”
Anak buah itu pun menyahut sigap.
Setelahnya dia melakukan perintah Putra.
Kemudian sesaat sibuk dengan alat komunikasi yang Putra tadi berikan padanya selepas satu Bosnya itu selesai bicara dengan Yona.
❄
“How’s everything at that hotel ( Bagaimana keadaan di hotel itu ), Thom? ...” ucap Putra seraya bertanya pada alat telekomunikasi yang sudah terhubung dengan Thomas itu.
“I think that guy still not realize about his wife ( Aku pikir pria itu belum menyadari soal istrinya )” suara Thomas lalu terdengar menjawab pertanyaan Putra tersebut.
Lalu Putra berdehem kecil.
“Just like I said, he might foxy. But he’s stupid! ( Seperti yang aku katakan, dia mungkin licik. Tapi dia bodoh! )”
Serapah untuk Jaeden keluar dari mulut Putra.
“All he cares about is Kingsley’s wealthy and power ( Yang dia pedulikan hanya soal kekayaan dan kekuasaan Kingsley )”
Accursio lantas mengangguk setelah mendengar ucapan Putra yang memang sama dengan pemikirannya.
"What else ( Apalagi ), Thom?"
Putra kembali berbicara pada Thomas seraya ia bertanya.
__ADS_1
“He about want to leave hotel just a little bit more ( Dia hendak meninggalkan hotel sebentar lagi )”
“Heem,” tanggap Putra. “Make sure our men there don’t make any mistake then ( Pastikan orang kita di sana tidak membuat kesalahan kalau begitu )”
❄
“Half of those men are mine. And my men won’t make any mistake, because they’ll know what consequence by making mistake while they’re work for me.”
( Setengah dari orang – orang itu adalah orang – orangku. Dan orang – orangku tidak akan membuat kesalahan, karena mereka tahu konsekuensinya jika lalai selama mereka bekerja denganku ).
Accursio menyela.
“And that men include you ( Dan diantara orang – orang itu kau termasuk ), Thom.”
Accursio berkata lagi.
“If they’re make any mistake, you also have to bear it ( Jika mereka membuat kesalahan, kaupun harus menanggungnya )”
Accursio menandaskan ucapannya. Dan Thomas paham itu.
“Yes, I know it very well, Boss ( Iya, saya sangat tahu itu, Bos )”
“Buono ( Bagus )” sahut Accursio.
“So\, Thom\, I count on you to hold that moth*rfuck*r arrives to Kingsley’s mansion before you have my order to let him go ( Jadi, Thom, aku mengandalkanmu untuk menahan keparat itu sampai ke mansion milik Kingsley sebelum ada perintahku untuk membiarkannya pergi )”
❄
Spoiler :
“Four cars coming ( Ada empat mobil yang datang )”
“Let them ( Biarkan mereka )”
“They’re in ( Mereka sudah masuk )”
“Clear up all entrance and exit of this place ( Amankan setiap pintu masuk dan keluar tempat ini )”
-
“MOVE! ( AWAS! )”
“Do you lost something?.. Moth*rfuck*r ( Apa kau kehilangan sesuatu?.. Keparat )-“
“You-“
“Jaeden Zepeto, we meet again ( Jaeden Zepeto, kita bertemu lagi )-“
__ADS_1
❄❄❄❄
To be continue .....